Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak
Riset Gender dan Anak Journal with e-ISSN:2962-3979, published by Study Center of Gender dan Children (PSGA) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepualaun Riau. The word Regalia comes from English which means symbol of greatness.The editor invites scientists, scholars, professionals, practitioners and researchers in various disciplines to contribute, both of research articles and literature reviews that is concerned with gender, children, elderly, and difabel studies in various perspectives including Islamic studies, religion, culture, politic, education, psychology, sexual harassment, parenting, race and minority class, language and literature, and feminism. The manuscripts accepted will be published after selection, review of sustainable reviewers, and editing process
Articles
46 Documents
Pemberdayaan Lansia Terlantar di Rumah Bahagia Embung Fatimah Kota Tanjungpinang
Azidan, Farhan;
Islami, Riki Riundi;
Niko, Nikodemus
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 2 No 2 (2023): November, 2023
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jga.v2i2.6395
Penelitian ini tentang upaya pemberdayaan lansia terlantar di Rumah Bahagia Embung Fatimah, Kota Tanjungpinang. Lansia terlantar merupakan kelompok rentan yang sering kali diabaikan dalam masyarakat, dan pemberdayaan mereka adalah suatu hal yang krusial untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan petugas Rumah Bahagia Embung Fatimah dan staf di Dinas Sosial Kota Tanjungpinang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan lansia terlantar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, baik secara fisik maupun psikologis. Program-program pemberdayaan yang melibatkan beragam kegiatan 19eseha dan pelayanan kesehatan telah memberikan manfaat yang signifikan bagi lansia terlantar yang menghuni Rumah Bahagia Embung Fatimah. Selain itu, peran staf di sana dengan pihak-pihak terkait sangat penting dalam memastikan keberlangsungan pemberdayaan ini.
Persepsi Masyarakat Terhadap Perempuan Bercadar di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat
Saputri, Yaya;
Purnama, Desca Thea;
Musa, Pabali;
Herlan, Herlan;
Gafar, Zakiah Hasan
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 2 No 2 (2023): November, 2023
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jga.v2i2.6449
Tulisan ini mengangkat judul mengenai persepsi masyarakat terhadap perempuan bercadar di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara. Persepsi masyarakat terhadap wanita bercadar cukup menarik untuk dibahas mengingat adanya persepsi kurang baik yang ditemukan. Metode dalam Penulisan ini merupakan Penulisan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis pada Penulisan ini adalah teori Konstruksi Sosial oleh Thomas Luckman dan Peter Ludwig Berger. Hasil dari Penulisan ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat Desa Teluk Batang terhadap perempuan yang menggunakan cadar beragam sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan pendidikan masing-masing. Hasil yang ditemukan ada sebagian masyarakat persepsinya negatif yang mengatakan bahwa mereka risih ketika bertemu dengan perempuan yang menggunakan cadar dan mereka juga mengatakan bahwa perempuan yang menggunakan cadar sedikit tertutup kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan sebagain lain persepsinya positif mengatakan bahwa orang yang memakai cadar itu perilakunya baik, bahasanya lembut dan sopan.
Interaksi Sosial Lansia Binaan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang
Prastiyo, Endri Bagus;
Sanopaka, Endri;
Ellanda, Yelly;
Nadia, Thasa
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 2 No 2 (2023): November, 2023
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jga.v2i2.6464
Interaksi sosial merupakan hubungan antara satu individu dengan individu lain, interaksi sosial terjadi apabila adanya hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu lainnya. Interaksi yang dilakukan pada lansia binaan Dinas Sosial adalah saat para lansia binaan Dinas Sosial melakukan tindakan terhadap sesuatu dan memiliki dasar bagi sesama lansia nya. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena peneliti ingin lebih bisa menjelaskan dan mengeksplorasi tentang interaksi dari para lansia yang menjadi binaan dinas sosial kota Tanjungpinang. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi observasi,wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian mengenai interaksi Sosial Lansia binaan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang yang dilakukan di Rumah Bahagia Embung Fatimah, dapat disimpulkan bahwa interaksi yang terjadi dari para lansia penghuni rumah bahagia tersebut saat mereka melakukan interaksi dengan para lansia lainnya mereka lebih atas dasar kepentingan karena mereka jika tidak digerakkan oleh pihak rumah bahagia maka para lansia binaan tersebut mereka akan lebih bersifat individualis dimana lansia tersebut akan menyibukkan diri dengan aktifitasnya masing-masing.
Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan
Eko, EKO SETIAWAN
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 1 No 1 (2024): Regalia : Jurnal Riset Gender dan Anak 1(1) 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Studi gender saat ini, melihat bahwa ketimpangan gender disebabkan karena ketidakmampuan bersaing dengan kaum lelaki. Oleh karena, upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempuan dan mengajak mereka berperan serta dalam pembangunan. Namun kenyataannya proyek-proyek peningkatan peran serta perempuan, salah arah dan justru mengakibatkan beban bagi perempuan tanpa hasil yang memang menguatkan kedudukan perempuan sendiri. Dalam realitas di tengah masyarakat terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal. Bahkan ada nilai yang mengemukakan bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya ke dapur jugaâ€Â. Ada pula anggapan seorang gadis harus cepat-cepat menikah agar tidak menjadi perawan tua. Paradigma seperti inilah yang menjadikan para perempuan menjadi terpuruk dan dianggap rendah kaum laki-laki
POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI PERUMAHAN CITRA PELITA 5 KELURAHAN BATU IX KECAMATAN TANJUNGPINANG TIMUR
Husni, Alfi;
Emilia Ningsih;
Desmayeti Arfa
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 1 No 1 (2024): Regalia : Jurnal Riset Gender dan Anak 1(1) 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam perkembangan pola pikir anak keluarga merupakan tempat dan sekaligus lingkungan yang pertama bagi anak. Sehingga orang tua harus benar-benar bisa menjadi orang tua yang bisa menjalankan perannya masing-masing yaitu ayah dan ibu yang bisa memberikan pola asuh yang baik dan tepat untuk anaknya. Metode yang digunakan peneliti di dalam penelitian ini dengan cara metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan penelitian di lokasi Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur. Berdasarkan hasil keterangan yang di dapati oleh peneliti setelah melakukan peneltian kepada informan yaitu orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu bekerja yang memiliki anak yang masih berusia Prasekolah di Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur. Seperti yang dilakukan oleh 2 pasang orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu bekerja di Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur. Bahwa meskipun mereka bekerja dan anaknya di titipkan kepada pengasuhnya orang tua ayah dan ibu ini tetap berprinsip memberikan pola asuh secara otoriter dengan alasan agar anak mereka menjadi lebih mandiri, tanggung jawab, disiplin, anak menjadi patuh dan takut untuk melakukan hal atau tindakan yang tidak diinginkan tuanya yang bersifat tidak baik untuk anaknya menurut kedua orang tuanya.
The Gender Injustice in a Patriarchal Culture: Ketidakadilan Gender dalam Budaya Patriarki
SEFTHIYAN, MUHAMMAD FARIED;
MUMTAZ, MUHAMMAD ARIYO;
HIDAYAT, SAJIDAH ASYAMI;
SEPTIADI, MUHAMMAD ANDI
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 1 No 1 (2024): Regalia : Jurnal Riset Gender dan Anak 1(1) 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam bermasyarakat pasti ada sesuatu yang lebih di unggulkan. Contoh kedudukan laki-laki yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Atau seseorang yang memiliki sifat yang tidak sesuai dengan Masyarakat umum. Dalam hal ini budaya Patriarki akan berperan penting dalam bersosial di Masyarakat karena menjadikan peran laki laki lebih dominant dibanding Perempuan. Pada hal ini Perempuan harus diunggulkan dan orang orang berbeda baik sifat dan ras yang tidak sesuai khalayak umum harus dianggap setara sebagaimana mestinya. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah kualitatif yang mana sumber yang kami dapat berasal dari jurnal, artikel dan video yang beredar di internet, serta penelitian terdahulu. Dalam pembahasan ini isu ketidakadilan gender dalam budaya patriarki telah berdampak pada kehidupan sosial bermasnyarakat dari zaman dahulu hingga sekarang, dimana terdapat perbedaan hak yang didapat kepada Perempuan dalam hal kebebasan yang sebelumnya mereka tidak dapatkan diantaranya Perempuan pada zaman dahulu tidak mendapat Pendidikan yang layak, sulit mendapat pekerjaan, bahkan mereka kurang mendapat hak dalam hukum yang berlaku. Pada masa ini telah terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadapa budaya patriarki, dimana Perempuan dapat mengutarakan hak-hak yang bahkan setara dengan laki-laki.
R, Resosialisasi keluarga abh RESOSIALISASI KELUARGA PADA ABH DI KECAMATAN BATUAJI KOTA BATAM
fitria nur lisdianingrum, fitria nur;
Rahma Syafitri
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 1 No 1 (2024): Regalia : Jurnal Riset Gender dan Anak 1(1) 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang telah menyelesaikan pasca rehabilisasi seringkali menemui kesulitan dalam proses kembali ke dalam masyarakat. Hal ini juga dikarenakan adanya stigma buruk dan juga penolakan dari lingkungan sekitar yang dapat mendorong anak tersebut kembali ke perilaku yang lama dan tidak diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu disinilah pentingnya peran keluarga dalam membantu Anak Berhadapan Hukum untuk melewati tahapan tersebut. Maka dari itu diperlukannya adanya peran keluarga dalam resosialisasi pasca rehabilisasi oleh pihak keluarga untuk mengembalikan anak tersebut ke dalam masyarakat dan juga agar anak tersebut tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum di Kecamataan Batu Aji Kota Batam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dan juga menggunakan informan sebanyak 3 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik dan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran oleh tallcot parson. Hasil penelitian ini ialah peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum sangat penting, peran keluarga tersebut dapat dilihat dari pendekatan pihak keluarga, peningkatan kontrol keluarga, komitmen pihak keluarga pada Anak Berhadapan Hukum, kerjasama dalam resosialisasi pihak keluarga dengan pihak lain, penerapan norma dan nilai, dari peran keluarga tersebut dapat membuat Anak Berhadapan Hukum mendapatkan penerimaan kembali ke dalam masyarakat.
Kekerasan di Layar: Analisis Simulacra dalam Representasi Anak di Media Online
Elsera, Marisa
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 1 No 1 (2024): Regalia : Jurnal Riset Gender dan Anak 1(1) 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study is to describe the form of representation of violence against children through online media. The theory used in this research is Jean Baudrillard's simulacra theory. The research method uses a qualitative method with a literature approach. The results of this study show that exposure to violence in online media affects the representation of violence in children. Finally, children not only represent existing violence but also internalise the images and narratives produced by the media. The process of imitation, image or duplication of the representation of the reality of violence then exceeds the existing reality to form a new reality. Cases of child abuse caused by online media can use online games, social media, films and television to creative activities that children often access. This research also shows that desensitisation occurs in children due to repeated exposure.
PEMBAGIAN PERAN DALAM PROSESI SEMBAHYANG ARWAH MASYARAKAT FLORES DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN
VEGAWATI, CLARIS;
Sri Wahyuni;
Marisa Elsera
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 1 No 1 (2024): Regalia : Jurnal Riset Gender dan Anak 1(1) 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sering kali dalam beberapa warisan budaya dan tradisi tertentuterdapat peran gender yang berbeda antara laki – laki danperempuan dan seakan peran tersebut merupakan peran yangdiharapkan kepada laki-laki dan perempuan yang besifat kodratidan tidak dapat dipertukarkan. Pembagian peran inilah yangkemudian menempatkan posisi laki-laki dan perempuan padaposisi sosial tertentu. Peneltian ini bertujuan untuk melihatbagaimana pembagian peran dalam prosesi sembahyang arwahmasyrakat Flores Desa Pengudang Kabupaten Bintan.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif denganpendekatan deskriptif. Teknik menentukan informan dalampenelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasildari temuan peneltian ini adalah adanya pembagian peran dalamprosesi sembahyang arwah disebabkan oleh adanya konstruksisosial tentang peran gender antara laki-laki dan perempuanyang berkaitan dengan maskulinitas dan feminitas dalammasyarakat Flores yang pada kahirnya memunculkan anggapanterhadap perempuan bahwa perempuan adalah pendatang,perempuan itu dibeli, dan sesajen sebagai suatu hal yang sakralsehingga hal tersebut tidak dibenarkan untuk diperankan olehperempuan.
Interaksi Sosial Lansia di Rumah Bahagia Bintan
Oktipurwati, Sasmita Zairani;
Ivan, Muhammad
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 1 (2025): Juli, 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jga.v3i2.7106
Kehadiran panti jompo sebagai respon jumlah lansia yang semakin meningkat. Lansia dalam panti jompo memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik suku, agama, budaya, pendidikan, dll. Kondisi ini bisa mempengaruhi interaksi sosial antar lansia. Penelitian ini dilakukan di Rumah Bahagia Bintan dengan tujuan untuk melihat bentuk interaksi sosial antar lansia. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Adapun hasil penelitian adalah bentuk interaksi sosial antar lansia terdiri dari dua bentul yaitu asosiatif diantaranya: lansia saling membangunkan, membantu mencuci pakaian lansia lain, membantu mendorong lansia yang menggunakan kursi roda saat jalan pagi, membersihkan kamar lansia, bergotong royong, toleransi antar sesama, serta belajar bahasa daerah dan bahasa asing. Sedangkan interaksi sosial disosiatif diantaranya: perselisihan antar lansia, dan saling memfitnah lansia lain.