cover
Contact Name
Annissa Valentina
Contact Email
nisavalen26@umrah.ac.id
Phone
+6281957010398
Journal Mail Official
puslit_ppga@umrah.ac.id
Editorial Address
Universitas Maritim Raja Al Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, 29124
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak
ISSN : 29623979     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.31629/jga.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Riset Gender dan Anak Journal with e-ISSN:2962-3979, published by Study Center of Gender dan Children (PSGA) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepualaun Riau. The word Regalia comes from English which means symbol of greatness.The editor invites scientists, scholars, professionals, practitioners and researchers in various disciplines to contribute, both of research articles and literature reviews that is concerned with gender, children, elderly, and difabel studies in various perspectives including Islamic studies, religion, culture, politic, education, psychology, sexual harassment, parenting, race and minority class, language and literature, and feminism. The manuscripts accepted will be published after selection, review of sustainable reviewers, and editing process
Articles 52 Documents
Pembagian Peran Dalam Prosesi Sembahyang Arwah Masyarakat Flores Desa Pengudang Kabupaten Bintan Vegawati, Claris; Wahyuni, Sri
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i1.7629

Abstract

Sering kali dalam beberapa warisan budaya dan tradisi tertentu terdapat peran gender yang berbeda antara laki – laki dan perempuan dan seakan peran tersebut merupakan peran yang diharapkan kepada laki-laki dan perempuan yang besifat kodrati dan tidak dapat dipertukarkan. Pembagian peran inilah yang kemudian menempatkan posisi laki-laki dan perempuan pada posisi sosial tertentu. Peneltian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pembagian peran dalam prosesi sembahyang arwah masyrakat Flores Desa Pengudang Kabupaten Bintan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik menentukan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari temuan peneltian ini adalah adanya pembagian peran dalam prosesi sembahyang arwah disebabkan oleh adanya konstruksi sosial tentang peran gender antara laki-laki dan perempuan yang berkaitan dengan maskulinitas dan feminitas dalam masyarakat Flores yang pada kahirnya memunculkan anggapan terhadap perempuan bahwa perempuan adalah pendatang, perempuan itu dibeli, dan sesajen sebagai suatu hal yang sakral sehingga hal tersebut tidak dibenarkan untuk diperankan oleh perempuan.
PERSONAL BRANDING RENI SEBAGAI CALEG PEREMPUAN DALAM KONTESTASI POLITIK PEMILIHAN DPRD KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2024 Suryanti, Ulya Maylani; Wahyuni, Sri; Valentina, Annissa
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/q14a2271

Abstract

Kesenjangan partisipasi politik antara laki-laki dan perempuan di Indonesia masih menjadi tantangan serius, meskipun regulasi terkait kuota 30% keterwakilan perempuan telah diberlakukan. Dalam praktik pemilihan umum, perempuan kerap kali harus menghadapi sistem politik yang maskulin, sehingga membutuhkan pendekatan tersendiri agar dapat diterima publik. Artikel ini membahas bagaimana Reni, seorang calon anggota legislatif perempuan, membangun personal branding dalam Pemilu DPRD Kota Tanjungpinang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Tindakan Sosial dari Max Weber untuk menganalisis strategi yang digunakan. Hasil studi memperlihatkan bahwa personal branding berperan penting dalam membentuk opini publik. Reni menerapkan berbagai strategi, seperti kunjungan langsung ke masyarakat, partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, pemanfaatan media sosial, serta aksi nyata berupa pemberian bantuan kepada warga. Dengan strategi tersebut, ia berhasil kembali terpilih untuk periode keempat dan mencatat perolehan suara tertinggi di antara caleg perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan politik perempuan dapat dicapai melalui integrasi antara pembentukan citra diri, tindakan nyata yang berkelanjutan, dan pola komunikasi politik yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.
ANALISIS FAKTOR PENDORONG PERDAGANGAN PEREMPUAN INDONESIA KE KAMBOJA DAN STRATEGI PEMULANGAN YANG EFEKTIF (STUDI KASUS TPPO DI KABUPATEN KARIMUN) Efritadewi, Ayu; Sunarto, Dea Ayu Putri
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/8mfyyj77

Abstract

Human Trafficking Crimes (TPPO) are transnational crimes that violate human rights and have serious impacts on victims, especially women. This article aims to analyze the driving factors behind TPPO against Indonesian women to Cambodia, as well as to formulate effective strategies for the repatriation of victims. The study uses a normative legal approach by analyzing Law Number 21 of 2007 on the Eradication of TPPO and examining real cases involving a woman from Karimun Regency, Riau Islands. The findings indicate that the perpetrators' modus operandi has become increasingly sophisticated, utilizing social media to ensnare victims with promises of high-paying jobs. Vulnerability factors such as poverty, lack of information, and the weak socio-economic position of women are exploited by perpetrators through deception, forced labor, debt bondage, and communication cut-offs. This study highlights how the exploitation process is carried out systematically, from recruitment to being sent abroad, indicating the involvement of an organized human trafficking network. The strategy for repatriating victims of human trafficking cannot rely solely on logistical aspects but must include legal protection, psychological recovery, and social and economic reintegration. Challenges in repatriation include cross-border bureaucracy, victim identification, and the risk of revictimization if victims do not receive comprehensive support.This article recommends the need enhancing the capacity of families and communities in preventing human trafficking. This research is expected to contribute to the development of policies for the protection of female victims of human trafficking in Indonesia, particularly in the context of border areas and cross-border migration.
STRATEGI PARTAI DALAM KEMENANGAN CALEG PEREMPUAN (STUDI PADA PARTAI PKS, PDI PERJUANGAN DAN GOLKAR) DI TANJUNGPINANG TIMUR TAHUN 2024 Suryanti, Ulya Maylani; Evelin, Joana
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/m9qtvh69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi partai politik dalam memenangkan calon legislatif perempuan pada Pemilihan Umum 2024 di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Fokus penelitian diarahkan pada tiga partai politik besar, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan Partai Golongan Karya (Golkar). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi terhadap pengurus partai dan masyarakat pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah politik merupakan hasil perpaduan antara kebijakan afirmatif yang mewajibkan keterwakilan perempuan sebesar 30% dan strategi partai dalam membina serta mendukung kader perempuan. PDI-P menonjolkan pemberdayaan melalui organisasi perempuan internal, PKS memperkuat kapasitas kader lewat lembaga BPKK, sedangkan Golkar menerapkan sistem rekrutmen terbuka dan memberikan dukungan struktural melalui organisasi sayap seperti KPPG dan Al-Hidayah. Meskipun pendekatan yang dilakukan masing-masing partai berbeda, ketiganya memiliki tujuan serupa, yaitu meningkatkan kepercayaan publik terhadap caleg perempuan. Dari perspektif feminisme, partisipasi perempuan dalam politik tidak hanya mencerminkan upaya individu, tetapi juga merupakan bagian dari gerakan kolektif untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan keadilan sosial di tengah dominasi budaya patriarki. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan caleg perempuan tidak hanya ditentukan oleh strategi partai, tetapi juga oleh kemampuan mereka menembus batas-batas sosial dan membangun kepercayaan masyarakat.
CITRA DIRI PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN  DI TIKTOK: ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP NARASI "LEBIH CANTIK SAAT SENDIRI" Syahrani, Nazwa Divia
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/8vmt6q54

Abstract

Narasi "Lebih Cantik Saat Sendiri" di TikTok sebagai representasi citra diri perempuan pasca perceraian dalam konteks sosiologi gender, media-komunikasi, dan keluarga di Indonesia. Narasi tersebut seringkali menggambarkan peningkatan kepercayaan diri perempuan  setelah perceraian, namun juga berpotensi mereproduksi norma patriarki. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana narasi ini merepresentasikan citra diri dari perspektif sosiologi identitas, mengidentifikasi faktor sosiologis seperti norma gender, stigma sosial, dan pengaruh media digital, serta mengevaluasi kontribusinya pada pemberdayaan perempuan atau reproduksi stereotip gender. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis konten video TikTok terkait, dengan sampel narasi yang dikumpulkan dari akun pengguna Indonesia. Hasil kajian menunjukkan narasi tersebut membentuk identitas positif sebagai bentuk empowermen, namun dipengaruhi oleh stigma sosial yang menekankan kecantikan sebagai ukuran nilai perempuan, serta norma gender yang masih patriarkal. Implikasi penelitian ini berkontribusi pada pemahaman sosiologis tentang dinamika media digital dalam membentuk citra diri, mendorong kampanye kesetaraan gender, dan mengurangi stereotip yang merugikan perempuan pasca perceraian di masyarakat Indonesia.
STRATEGI KETERCAPAIAN KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF KOTA TANJUNGPINANG PERIODE 2019-2024 Mowong, Lavionita Gerciani; Kustiawan, Kustiawan; Winarti, Novi
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ny7nfn07

Abstract

Based on Law No. 7 of 2017 concerning Political Parties, and Law No. 10 of 2008 concerning General Elections which states that include at least 30% of women's representation in legislative elections and in the management of political parties. In this case, the government has provided opportunities and efforts in fulfilling representation in women, but in fact there are still many factors related to women's participation in politics which makes women's positions less viewed in terms of politics so that with this regulation it is hoped that women can get their rights and also have enthusiasm in politics, especially in the legislature. In the Tanjungpinang City legislative election for the 2019 period, there were ten (10) political parties that succeeded in positioning female legislative candidates, so that the calculation of female DPRD members in the 2019-2024 period reached eleven (11) people with a total percentage of 36.67%. Therefore, this study aims to find out how the Strategy for Achieving Women's Representation in the Tanjungpinang City Legislative Election for the 2019-2024 Period. then there is a strategy carried out by the winning political party and also of course there is a movement of strategies per individual or legislative candidates who apply their own strategies in the legislative elections. In fulfilling the representation of women during the legislative elections, there is a theory of political strategy proposed by Peter Schrorder. Where the theory is such as the theory of situation analysis, strategy control, strategy implementation, strategy formulation and strategy evaluation. From this theory, strategies and implementation will be obtained carried out by the winning political party in achieving the representation of women.
Persepsi Toxic Masculinity di Kalangan Mahasiswa Batak Toba di Kota Medan Esra Jona L Hasibuan
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 5 No 1 (2026): Juli, 2026
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/pczase51

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi toxic masculinity di kalangan mahasiswa Batak Toba di Kota Medan. Fokus penelitian adalah pada ketegangan antara nilai budaya patrilineal yang kuat dan arus modernitas yang ada di kampus. Nilai tradisional Batak Toba seperti hamoraon (kekayaan), hagabeon (keturunan), dan hasangapon (kehormatan) secara historis membentuk standar maskulinitas yang kaku, termasuk tuntutan untuk mendominasi, menekan emosi, dan superioritas gender. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa Batak Toba memahami, menegosiasikan, dan membangun kembali identitas maskulinitas mereka ketika berhadapan dengan isu kesetaraan gender di ruang akademis. Dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi serta teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini melakukan wawancara mendalam dengan mahasiswa Batak Toba berusia 18–25 tahun yang kuliah di Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mengalami negosiasi identitas yang rumit. Mereka mengakui beberapa praktik budaya sebagai toxic, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai tertentu dalam identitas kultural mereka. Pengalaman merantau di kota menghasilkan perubahan persepsi yang signifikan, terutama terkait peran gender dan kebebasan berekspresi. Penelitian ini menambah literatur sosiologi gender dengan perspektif khusus tentang maskulinitas etnis dalam konteks urban Indonesia.
Catcalling Terhadap Kebebasan Perempuan di Ruang Publik (Studi Kasus: Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak) Zira Patia
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 5 No 1 (2026): Juli, 2026
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/n1spk824

Abstract

Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisis fenomena catcalling yang terjadi pada perempuan di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak dan untuk mengidentifikasi faktor penyebab serta dampak yang ditimbulkan dari catcalling terhadap rasa aman dan kebebasan bergerak pada perempuan di Jalan Ahmad Yani. Catcalling merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual verbal atau non verbal yang terjadi di ruang publik. Namun, kebanyakan orang masih sering menganggap catcalling ini sebagai sekedar candaan atau pujian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 korban perempuan dan 2 pelaku laki-laki yang sering melakukan aktivitas di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman catcalling di Jalan Ahmad Yani yang dialami oleh para korban terjadi dalam berbagai bentuk, seperti siulan, komentar berkonotasi seksual, panggilan tidak pantas, hingga mengikuti korban. Faktor penyebab terjadinya catcalling, antara lain masih kuatnya budaya patriarki, stereotip gender serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelecehan seksual. Dampak yang dirasakan korban, yakni rasa takut, tidak nyaman, trauma psikologis, serta membatasi diri dalam beraktivitas di ruang publik. Maka dari itu, studi ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi publik mengenai pelecehan seksual, penguatan peran pemerintah dan aparat terkait, serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang aman dan inklusif bagi perempuan. Kata kunci: Catcalling, Pelecehan Seksual, Kebebasan Perempuan, Ruang Publik, Gender
Hak dan Kewajiban Anak Laki- Laki dan Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an muhammad said aqil; Muhammad Fauzan
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 5 No 1 (2026): Juli, 2026
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/84c39439

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak melalui pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban. Namun, dinamika modern saat ini sering kali memicu ketidakseimbangan peran, di mana fokus cenderung tertuju pada penuntutan hak anak sembari mengabaikan kewajiban mereka terhadap orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep hak dan kewajiban anak dalam keluarga dengan mengintegrasikan perspektif hukum positif di Indonesia dan perspektif teologis Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode normatif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan merujuk pada teks regulasi hukum Indonesia dan kitab-kitab tafsir otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia (UU Perkawinan No. 1/1974, UU Perlindungan Anak No. 23/2002, dan UU No. 35/2014) secara yuridis mewajibkan anak untuk menghormati, mematuhi, dan memelihara orang tua di masa tua mereka. Selaras dengan hal tersebut, Al-Qur'an melalui konsep birrul walidain menyejajarkan ketaatan kepada Allah dengan kewajiban berbakti kepada orang tua (ihsanan dan qaulan kariman), tanpa membedakan gender antara anak laki-laki dan perempuan. Keseimbangan antara pemenuhan hak anak oleh orang tua dan pelaksanaan kewajiban oleh anak merupakan fondasi utama dalam menciptakan harmoni keluarga dan mencegah konflik domestik, sekaligus menjadi tantangan moral yang krusial bagi generasi muda di era digital saat ini.
PRAKTIK KEPEMIMPINAN LURAH DALAM PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KELURAHAN HILIR KANTOR KECAMATAN PUTUSSIBAU UTARA KABUPATEN KAPUAS HULU DALAM SUDUT PANDANG BORDEAU Faraz Sumaya
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 5 No 1 (2026): Juli, 2026
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/yev5e785

Abstract

Stunting merupakan salah satu isu nasional yang menjadi fokus pemerintah untuk menurunkan angka stunting melalui berbagai program intervensi stunting baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kelurahan merupakan salah satu sasaran pelaksanaan program penurunan angka stunting dikarenakan kelurahan merupakan struktur terkecil dalam tata kelola pemerintahan. Lurah Hilir Kantor dalam kurun waktu tahun 2023-2005 berhasil menurunkan angka stunting di kelurahan. Penelitian ini mengeksplorasi praktik kepemimpinan Lurah Hilir Kantor dalam melaksanakan program penurunan angka stunting dengan menggunakan sudut pandang Teori Praktik Sosial milik Pierre Bourdieu yang membahas tentang habitus dan modal yang dimiliki seorang Lurah dan arena tempat pelaksanaan program penurunan stunting itu dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penulisan deskriptif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa Sebagai aktor yang memiliki pengalaman dalam birokrasi dan melaksanakan nilai-nilai ASN dalam pelayanan publik yang kemudian membentuk habitus, memiliki modal sosial yaitu mempunyai komunikasi yang baik dengan berbagai instansi dan unsur masyarakat, modal kultural yaitu memiliki latar belakang pendidikan dengan program studi yang mempelajari tentang tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan sosial serta memiliki hubungan kekeluargaan, modal ekonomi yaitu memiliki independensi secara finansial dan posisinya sebagai pengatur anggaran, serta legitimasinya sebagai Lurah berhasil dibawa kedalam arena lokal untuk menurunkan stunting di Kelurahan Hilir Kantor.