cover
Contact Name
Annissa Valentina
Contact Email
nisavalen26@umrah.ac.id
Phone
+6281957010398
Journal Mail Official
puslit_ppga@umrah.ac.id
Editorial Address
Universitas Maritim Raja Al Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, 29124
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak
ISSN : 29623979     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.31629/jga.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Riset Gender dan Anak Journal with e-ISSN:2962-3979, published by Study Center of Gender dan Children (PSGA) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepualaun Riau. The word Regalia comes from English which means symbol of greatness.The editor invites scientists, scholars, professionals, practitioners and researchers in various disciplines to contribute, both of research articles and literature reviews that is concerned with gender, children, elderly, and difabel studies in various perspectives including Islamic studies, religion, culture, politic, education, psychology, sexual harassment, parenting, race and minority class, language and literature, and feminism. The manuscripts accepted will be published after selection, review of sustainable reviewers, and editing process
Articles 46 Documents
Hijaber Vapers di Kota Syariat: Identitas, Stigma, dan Simbol Sosial Barakah, Fadlan; Almunawar, Zacky; Nisak, Cut Lusi Chairun; Nusuary, Firdaus Mirza; Fatia, Dara
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 1 (2025): Juli, 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i2.7126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi diri perempuan berhijab pengguna vape (hijaber vapers) di Kota Banda Aceh dalam konteks sosial yang sarat nilai religius dan norma patriarkal. Fenomena ini menarik karena memperlihatkan ketegangan simbolik antara citra religius yang melekat pada hijab dan gaya hidup modern yang diasosiasikan dengan penggunaan vape. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teori interaksi simbolik dari George Herbert Mead sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan berhijab berusia 18–25 tahun yang aktif menggunakan vape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijaber vapers memaknai vaping sebagai ekspresi kebebasan, pencitraan diri, dan bentuk resistensi simbolik terhadap ekspektasi sosial. Meskipun menghadapi stigma dan tekanan sosial, mereka menegosiasikan identitasnya melalui pemisahan makna antara religiusitas dan gaya hidup personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi diri hijaber vapers dibentuk dalam ruang tarik-menarik antara agensi individu dan kontrol sosial, sekaligus membuka ruang baru bagi redefinisi identitas perempuan dalam masyarakat religius.
Gender Dalam Pengetahuan Orang Tua Terhadap Stunting: Studi Di Kelurahan Teluk Air Kabupaten Karimun Nadeak, Irma Dolsye Maria; Syafitri, Rahma; Wahyuni, Sri
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 1 (2025): Juli, 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i2.7502

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan anak dan masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengetahuan orang tua tentang stunting (Studi tentang Relasi Gender dalam Keluarga) di Kelurahan Teluk Air, Kabupaten Karimun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua mengenai stunting bervariasi. Orang tua yang memiliki pemahaman cukup tentang gizi dan pertumbuhan anak cenderung lebih aktif dalam melakukan pencegahan stunting. Sementara itu, pada keluarga yang masih memusatkan tanggung jawab pengasuhan hanya pada ibu, penanganan stunting cenderung kurang optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih terbatas, padahal partisipasi kedua orang tua sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Relasi gender yang seimbang, di mana ayah dan ibu berbagi tanggung jawab dalam pengasuhan dan pengambilan keputusan, terbukti lebih efektif dalam upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya peran bersama dalam keluarga menjadi kunci untuk menurunkan angka stunting. Sejalan dengan teori konsep Gender, penelitian ini berupaya mengkaji pengetahuan orang tua mengenai stunting dengan menggunakan perspektif Relasi Gender.
Menembus Batas Patriarki: Perjuangan Perempuan Dalam Dinamika Politik Desa Padilah, Ahirul Habib; Zulkarnain, Zulkarnain; Rudiyanto, Yustinus
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 1 (2025): Juli, 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i2.7523

Abstract

Artikel ini membahas ketimpangan gender dalam politik desa di Indonesia dengan menyoroti dominasi struktur patriarki yang menghambat keterlibatan perempuan dalam ruang kekuasaan lokal. Meskipun Undang-Undang Desa memberi ruang partisipasi masyarakat tanpa diskriminasi gender, representasi perempuan sebagai kepala desa masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 5,85 persen dari total desa di Indonesia pada 2025. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, artikel ini mengkaji hambatan struktural, kultural, dan regulatif yang membatasi partisipasi perempuan, serta menggali potensi strategi afirmatif sebagai jalan menuju tata kelola desa yang adil gender. Dengan memanfaatkan kerangka teori patriarki (Walby), representasi politik (Phillips), dan feminisme interseksional (Crenshaw), tulisan ini mengungkap bahwa perjuangan perempuan dalam politik desa bukan sekadar persoalan keterwakilan simbolik, tetapi upaya kolektif untuk mentransformasikan struktur sosial yang tidak setara. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan, penguatan kapasitas politik perempuan, dan pengarusutamaan gender dalam seluruh proses pembangunan desa.
Implementasi Aturan Guru Yang Mendisiplinkan Murid Al Farizi, Farhan; Efritadewi, Ayu; Bayu, Bayu
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 1 (2025): Juli, 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i2.7524

Abstract

Fenomena kriminalisasi terhadap guru dalam menjalankan tugas pendisiplinan terhadap siswa semakin meningkat di Indonesia. Tindakan disiplin yang dulunya dianggap wajar kini sering dianggap sebagai pelanggaran hukum akibat perubahan persepsi masyarakat dan penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum serta upaya perlindungan terhadap guru yang dikriminalisasi saat mendisiplinkan siswa. Metode yang digunakan adalah normatif-empiris dengan studi kasus di Kabupaten Lingga, melalui wawancara dengan guru, pihak kepolisian, dan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perlindungan hukum bagi guru telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dan diperkuat oleh nota kesepahaman antara POLRI dan PGRI, implementasinya masih lemah. Banyak guru merasa takut dalam menegakkan disiplin karena minimnya perlindungan nyata. Oleh karena itu, perlunya peningkatan budaya hukum, substansi hukum yang jelas, serta sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat dan aparat penegak hukum demi melindungi profesi guru dari kriminalisasi yang tidak tepat.
Transformasi Peran Gender Keluarga Suku Laut Desa Kelumu Di Era Modernisasi Nabila, Shalihatun; Suryaningsih, Suryaningsih; Niko, Nikodemus
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 1 (2025): Juli, 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i2.7525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran gender dalam keluarga Suku Laut di Desa Kelumu, Kabupaten Lingga, setelah mereka berpindah dari kehidupan nomaden di perahu menuju kehidupan menetap di darat. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji perubahan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam keluarga setelah relokasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data memanfaatkan konsep peran gender, yang merujuk pada perspektif budaya dalam membedakan peran sosial laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pembagian peran keluarga. Perempuan, yang sebelumnya hanya menjalankan tugas domestik, kini berperan dalam aktivitas produktif, seperti menjual kajang, membuat tikar, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Laki-laki, selain bekerja sebagai nelayan, juga mulai beradaptasi dengan aktivitas di darat, seperti membuat perahu untuk dijual dan ikut serta dalam kegiatan desa. Perubahan ini mencerminkan konstruksi sosial peran gender yang lebih fleksibel dan setara, sejalan dengan pengaruh modernisasi terhadap kehidupan masyarakat.
Kekerasan di Layar: Analisis Simulacra dalam Representasi Anak di Media Online Elsera, Marisa
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i1.7622

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk representasi kekerasan pada anak melalui media online. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori simulacra dari Jean Baudrillard. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan kekerasan di media online mempengaruhi representasi kekerasan pada anak. Akhirnya anak bukan hanya merepresentasikan kekerasan yang ada tapi juga menginternalisasi citra dan narasi yang diproduksi oleh media. Proses imitasi, citra atau duplikasi dari representasi realitas kekerasan kemudian melampui realitas yang ada sehingga membentuk realitas baru. Kasus-kasus kekerasan anak yang disebabkan oleh media online dapat menggunakan game online, media sosial, film dan televisi hingga aktivitas kreatif yang sering diakses anak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa desensitisasi terjadi pada anak karena paparan yang berulang.
Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Usia Prasekolah di Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur Ningsih, Emilia; Husni, Alfi; Arfa, Desmayeti
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i1.7623

Abstract

Dalam perkembangan pola pikir anak keluarga merupakan tempat dan sekaligus lingkungan yang pertama bagi anak. Sehingga orang tua harus benar-benar bisa menjadi orang tua yang bisa menjalankan perannya masing-masing yaitu ayah dan ibu yang bisa memberikan pola asuh yang baik dan tepat untuk anaknya. Metode yang digunakan peneliti di dalam penelitian ini dengan cara metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan penelitian di lokasi Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur. Berdasarkan hasil keterangan yang di dapati oleh peneliti setelah melakukan peneltian kepada informan yaitu orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu bekerja yang memiliki anak yang masih berusia Prasekolah di Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur. Seperti yang dilakukan oleh 2 pasang orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu bekerja di Perumahan Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur. Bahwa meskipun mereka bekerja dan anaknya di titipkan kepada pengasuhnya orang tua ayah dan ibu ini tetap berprinsip memberikan pola asuh secara otoriter dengan alasan agar anak mereka menjadi lebih mandiri, tanggung jawab, disiplin, anak menjadi patuh dan takut untuk melakukan hal atau tindakan yang tidak diinginkan tuanya yang bersifat tidak baik untuk anaknya menurut kedua orang tuanya.
Resosialisasi Keluarga Pada Anak Berhadapan dengan Hukum di Kecamatan Batu Aji Kota Batam Lisdianingrum, Fitria Nur; Syafitri, Rahma
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i1.7624

Abstract

Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang telah menyelesaikan pasca rehabilisasi sering kali menemui kesulitan dalam proses kembali ke dalam masyarakat. Hal ini juga dikarenakan adanya stigma buruk dan juga penolakan dari lingkungan sekitar yang dapat mendorong anak tersebut kembali ke perilaku yang lama dan tidak diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu di sinilah pentingnya peran keluarga dalam membantu Anak Berhadapan Hukum untuk melewati tahapan tersebut. Maka dari itu diperlukannya adanya peran keluarga dalam resosialisasi pasca rehabilisasi oleh pihak keluarga untuk mengembalikan anak tersebut ke dalam masyarakat dan juga agar anak tersebut tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum di Kecamatan Batu Aji Kota Batam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dan juga menggunakan informan sebanyak 3 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik dan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran oleh tallcot parson. Hasil penelitian ini ialah peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum sangat penting, peran keluarga tersebut dapat dilihat dari pendekatan pihak keluarga, peningkatan kontrol keluarga, komitmen pihak keluarga pada Anak Berhadapan Hukum, kerjasama dalam resosialisasi pihak keluarga dengan pihak lain, penerapan norma dan nilai, dari peran keluarga tersebut dapat membuat Anak Berhadapan Hukum mendapatkan penerimaan kembali ke dalam masyarakat.
Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan Setiawan, Eko
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v4i1.7625

Abstract

Studi gender saat ini, melihat bahwa ketimpangan gender disebabkan karena ketidakmampuan bersaing dengan kaum lelaki. Oleh karena, upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempuan dan mengajak mereka berperan serta dalam pembangunan. Namun kenyataannya proyek-proyek peningkatan peran serta perempuan, salah arah dan justru mengakibatkan beban bagi perempuan tanpa hasil yang memang menguatkan kedudukan perempuan sendiri. Dalam realitas di tengah masyarakat terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal. Bahkan ada nilai yang mengemukakan bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya ke dapur juga”. Ada pula anggapan seorang gadis harus cepat-cepat menikah agar tidak menjadi perawan tua. Paradigma seperti inilah yang menjadikan para perempuan menjadi terpuruk dan dianggap rendah kaum laki-laki
Ketidakadilan Gender dalam Budaya Patriarki Sefthiyan, Muhammad Faried; Mumtaz, Muhammad Aryo; Asyami, Sajidah; Septiadi, Andi
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i1.7627

Abstract

Dalam bermasyarakat pasti ada sesuatu yang lebih di unggulkan. Contoh kedudukan laki-laki yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Atau seseorang yang memiliki sifat yang tidak sesuai dengan Masyarakat umum. Dalam hal ini budaya Patriarki akan berperan penting dalam bersosial di Masyarakat karena menjadikan peran laki-laki lebih dominan dibanding Perempuan. Pada hal ini Perempuan harus diunggulkan dan orang-orang berbeda baik sifat dan ras yang tidak sesuai khalayak umum harus dianggap setara sebagaimana mestinya. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah kualitatif yang mana sumber yang kami dapat berasal dari jurnal, artikel dan video yang beredar di internet, serta penelitian terdahulu. Dalam pembahasan ini isu ketidakadilan gender dalam budaya patriarki telah berdampak pada kehidupan sosial bermasyarakat dari zaman dahulu hingga sekarang, di mana terdapat perbedaan hak yang didapat kepada Perempuan dalam hal kebebasan yang sebelumnya mereka tidak dapatkan di antaranya Perempuan pada zaman dahulu tidak mendapat Pendidikan yang layak, sulit mendapat pekerjaan, bahkan mereka kurang mendapat hak dalam hukum yang berlaku. Pada masa ini telah terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap budaya patriarki, di mana Perempuan dapat mengutarakan hak-hak yang bahkan setara dengan laki-laki.