cover
Contact Name
Maman Hilman
Contact Email
hilmanmaman410@gmail.com
Phone
+62265-776324
Journal Mail Official
jigteknik@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis Jawa Barat
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Industrial Galuh
Published by Universitas Galuh
ISSN : 26564424     EISSN : 26854848     DOI : 10.25157/jig
Jurnal Industrial Galuh merupakan publikasi ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian dan rekayasa desain yang melingkupi semua aspek disiplin ilmu Teknik Industri dan kajian yang relevan dengan ilmu Teknik Industri.
Articles 92 Documents
ANALISIS SISTEM ANTRIAN DENGAN METODE MULTIPLE SERVER UNTUK OPTIMALISASI PELAYANAN PENUMPANG KAI DI STASIUN X DAERAH OPERASI 2 R. RUHELI
Jurnal Industrial Galuh Vol. 8 No. 02 (2026): Jurnal Industrial Galuh
Publisher : Teknik Industri Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jig.v8i02.6274

Abstract

Abstrak- PT. Kereta Api (Persero) merupakan alternatif transportasi darat yang unggul, namun efisiensi pelayanan stasiun tetap menjadi kunci kepuasan pelanggan. Stasiun X Daop 2 menghadapi masalah penumpukan antrean pada loket pelayanan fisik akibat ketidakseimbangan antara laju kedatangan penumpang dan kapasitas pelayanan pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola kedatangan, mengukur kecepatan pelayanan, serta menentukan jumlah loket yang optimal menggunakan pendekatan teori antrean jalur majemuk dengan model Multi-Channel Single-Phase (M/M/s/I/I). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kedatangan penumpang mencapai 10,514 orang/jam dengan kecepatan pelayanan petugas sebesar 9,9 menit/penumpang (6,061 penumpang/jam/server). Pada kondisi eksisting dengan 2 loket, tingkat kesibukan petugas terlampau tinggi hingga mencapai 86,7%. Hal ini memicu hambatan aliran penumpang (bottle-neck) yang menyebabkan rata-rata waktu tunggu dalam antrean menjadi sangat lama, yaitu 30,06 menit dengan rata-rata 5,27 orang dalam barisan. Berdasarkan simulasi performa antrean dan analisis ekonomi, jumlah fasilitas pelayanan yang paling optimal untuk Stasiun X adalah 3 loket paralel. Skenario 3 loket berhasil memangkas probabilitas mengantre dari 80,6% menjadi 32,7%, serta memotong waktu tunggu secara signifikan sebesar 91,4% menjadi hanya 2,56 menit. Secara finansial, skenario ini menghasilkan total biaya operasional terendah, yaitu Rp 133.669/jam.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME DI CV. RAJA NGEMIL BANDUNG MIftah Farid Juliansyah; Yusup Kurnia; Maman Hilman
Jurnal Industrial Galuh Vol. 8 No. 02 (2026): Jurnal Industrial Galuh
Publisher : Teknik Industri Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jig.v8i02.6419

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pengelolaan persediaan bahan baku yang lebih baik dapat menghemat biaya dengan menerapkan metode JIT di CV. Raja Ngemil Bandung. Perusahaan saat ini menghadapi kendala dalam pengelolaan bahan baku, yang mengakibatkan pembelian tidak terencana, tingkat persediaan yang tidak stabil, serta tingginya biaya pembelian dan penyimpanan. Selama periode Januari hingga Juni 2026, kebutuhan tepung sebagai bahan baku utama mencapai 4.250 kg, dengan frekuensi pembelian sebanyak 24 kali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi perusahaan, yang mencakup informasi mengenai penggunaan bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, frekuensi pemesanan, serta rincian proses produksi. Penelitian ini menganalisis sistem persediaan yang ada saat ini dan membandingkannya dengan metode EOQ serta metode JIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan sistem persediaan saat ini, perusahaan mengeluarkan total biaya sebesar Rp7.530.000 dengan 24 kali pemesanan. Metode EOQ menyarankan pemesanan sebanyak 2.429 kg dalam dua kali pesan, Sementara itu, penerapan metode JIT menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal adalah 4.207 kg, yang dilakukan melalui satu kali pemesanan namun dengan tiga kali pengiriman terpisah. Total biaya persediaan menggunakan metode JIT adalah Rp874.642. Hal ini menghasilkan penghematan sebesar Rp6.655,357 dan efisiensi biaya sebesar 88,38%. Metode JIT terbukti menjadi solusi yang bermanfaat bagi CV. Raja Ngemil Bandung dalam mengelola persediaan dan melakukan penghematan biaya secara lebih efisien.

Page 10 of 10 | Total Record : 92