cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
jurnalp3km@gmail.com
Phone
+6281377116720
Journal Mail Official
jurnalp3km@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.M. Yamin SH No 225 Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat (J-P3KM)
ISSN : -     EISSN : 28086449     DOI : http://doi.org/10.51849
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat (J-P3KM) merupakan wadah bagi insan akademis dan praktisi untuk mempublikasikan hasil pengabdian, pemberdayaan dan penyuluhan kepada masyarakat yang dilakukan secara individu maupun kolektif guna peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
Wirausaha untuk Sekolah, Sekolah untuk Wirausaha (Menumbuhkan Minat dan Motivasi Berwirausaha Pada Siswa) Syafrizaldi Syafrizaldi; Arif Fachrian; Muhammad Fadli
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.818 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v1i2.12

Abstract

Siswa SMA merupakan masa di remaja. Masa dimana individu mengalami pencarian identitas diri. Suatu masa yang sangat rentan akan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tidak jarang remaja terlibat dalam pergaulan bebas, menyalahgunaan narkoba, dan kenalan serta tawuran antar pelajar. Hal ini jika tidak diberikan penanganan yang baik maka akan semakin memperburuk keadaan para siswa yang ada. Disamping itu juga diperlukannya suatu langkah nyata yang melibatkan siswa kepada kegiatan-kegiatan positif dan sekaligus produktif. Kegiatan yang nantinya akan memberika penguatan kapasitas kompetensi kepribadian pada siswa. Karena kurikulum yang ada saat ini kurang memeberika ruang kepada peningkatan dan pengembangan kapasitas diri serta membina potensi-potensi siswa agar siswa mampu berpikir dan bertindak secara lebih positif yang bersumber dari potensi siswa tersebut juga. Dalam hal ini kami berinisiatif untuk melakukan kegiatan pelatihan Kewiruasahaan dengan judul “Wirausaha Untuk Sekolah, Sekolah Untuk Wirausaha. Harapan kami sederhana, bahwa setelah mendapatkan pelatihan ini siswa akan mengerti dan memahami serta menerapkan sikap yang positif, mampu memanfaatkan waktu luang untuk melakukan tindakan-tindakan yang positif dan produktif. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan ini siswa dapat termotivasi dan memilik minat untuk berwirausaha secara mandiri sehingga nantinya siswa dapat memiliki usaha yang dapat menopang kehidupan pribadi dan keluarga kelak.
Pelatihan Goal Setting untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Remaja Saat Pembelajaran Jarak Jauh Muhammad Erwan Syah; Dian Juliarti Bantam; Arini Mifti Jayanti
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.54 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v1i2.13

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Goal Setting, guna meningkatkan motivasi belajar pada remaja saat pembelajaran jarak jauh. Pengabdi pada PkM ini adalah dosen Prodi Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan mahasiswa dengan jumlah total pengabdi adalah 3 (tiga) orang. Peserta yang mengikuti PkM berjumlah 12 orang. Pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar Mc Cown (2016) adalah sebagai berikut: 1) keinginan atau inisiatif sendiri untuk belajar; 2) keterlibatan secara sungguh-sungguh dalam proses belajar dan tugas yang diberikan; 3) komitmen untuk terus belajar sehingga bertahan dalam pelajaran yang akan dijadikan sebagai alat ukur motivasi belajar. Skala berjumlah 38 aitem. Sedangkan modul pelatihan goal setting ini dikembangkan dengan menggunakan modifikasi dari prinsip goal setting dari Moran (Singgih-Salim & Sukadji, 2016) dan komponen goal setting dari Locke dan Latham (2013). Pelatihan Goal Setting pada PkM ini akan diberikan kepada peserta selama kurang lebih 4 jam. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi, simulasi/ role play, dan adanya permainan sebagai energizer, yang akan melibatkan semua peserta secara interaktif. PkM ini menggunakan Pre-Experimental Design, dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Analisis data menggunakan Parametric Paired Samples Test yang menunjukkan bahwa Pelatihan Goal Setting dapat meningkatkan Motivasi Belajar pada Remaja saat Pembelajaran Jarak Jauh (t=-2.832, p=0.016<0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah Pelatihan Goal Setting dapat meningkatkan Motivasi Belajar pada Remaja saat Pembelajaran Jarak Jauh.
Psikoedukasi Peran Orangtua Menciptakan Keluarga Tangguh di Masa Bencana pada Warga Tambak Lorok Kota Semarang Yuli Arinta Dewi; Abdul Haris Kuspranoto; Muhammad Ulin Nuha ABA; Muslihun Muslihun; Hendro Pratomo Setyo
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.795 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v2i1.14

Abstract

Tambak Lorok merupakan kawasan pesisir pantai utara yang terletak di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Kawasan ini sering terkena rob yang secara tidak langsung memengaruhi psikologi warga. Pandemi Covid-19 termasuk kategori bencana non alam yang juga melanda Tambak Lorok. Hal ini mendorong kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan cara psikoedukasi agar orang tua dapat menciptakan keluarga yang tangguh di masa bencana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan secara langsung oleh pelaksana pengabdian masyarakat. Hasil yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian ini agar orang tua dapat memberikan dukungan psikologis awal kepada anak saat menghadapi situasi sulit baik oleh insiden, situasi darurat maupun bencana.
Pelatihan Public Speaking pada Siswa SMKN 3 Lhokseumawe Ika Amalia; Ella Suzanna; Nur Afni Safarina; Raudhatul Jannah; Cut Meurah Hadiah
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.14 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v2i1.15

Abstract

SMKN 3 Kota Lhokseumawe adalah salah satu sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Lhokseumawe. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan public speaking guna meningkatkan kemampuan berbicara siswa di depan kelas dan di depan umum, meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan gagasan atau pendapat, motivasi belajar serta kepercayaan diri melalui Pelatihan public Speaking siswa SMKN 3 Kota Lhokseumawe. Pelaksanaan pegabdian ini dilakukan selama dua hari. Hari pertama yaitu pemberian psikoedukasi terkait Public Speaking dan di hari kedua yaitu Pelaksanaan Pelatihan Public Speaking. Adapun metode yang akan dilaksanakan dalam pengabdian ini yaitu menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan Pelatihan (Role Play). Pada pengabdian ini tim pelaksana mengharapkan mendapatkan output berupa siswa mampu memahami, mengaplikasikan serta meningkatkan kemampuan berbicara siswa di depan kelas dan di depan umum, meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan gagasan atau pendapat, dapat meningkatkan motivasi belajar serta kepercayaan diri siswa/ siswi baik dikelas, dilingkungan sekolah, lingkungan sekitar maupun di lingkungan kerjanya kelak.
Psikoedukasi untuk Meningkatkan Karakter Respect (Menghargai Diri Sendiri dan Orang Lain) di SMKN 5 Lhokseumawe Yara Andita Anastasya; Rini Julistia; Widi Astuti; Zainita Nanda Rizqi; Julianti Julianti
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.379 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v2i1.18

Abstract

SMKN 5 Lhokseumawe merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan negeri yang berada di kota Lhokseumawe. Salah satu permasalahan yang terdapat di SMKN 5 berupa rendahnya karakter respect. Mayoritas siswa menampilkan perilaku tidak hormat atau kurangnya rasa respect baik kepada guru dan teman di sekolah maupun orangtua di rumah. Perilaku tersebut tercermin dari sikap siswa yang berbicara tanpa memperhatikan tata krama atau sopan santun. Hal ini tidak hanya dilakukan kepada guru, namun juga kepada teman di sekolah, baik teman sebaya, kakak kelas maupun adik kelas. Hal ini menjadi alasan utama untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema psikoedukasi untuk meningkatkan karakter respect pada siswa di SMKN 5 Lhokseumawe. Karakter respect dimulai dari menghargai diri sendiri dan diikuti dengan menghargai orang lain. Tujuan dari pengabdian yaitu membantu siswa mengetahui pemahaman terkait respect serta pentingnya karakter respect. Metode pelaksanaan yang dilakukan ialah ceramah, tanya jawab, focus group discussion serta role play. Luaran yang dicapai berupa pemahaman mengenai respect serta upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karakter respect. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ialah siswa mampu meningkatkan karakter respect serta dapat mengaplikasikannya pada diri sendiri dan lingkungan eksternal seperti guru dan teman di sekolah maupun orangtua di rumah.
Psikoedukasi untuk Menumbuhkan Pengetahuan pada OrangTua Terkait Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Zurratul Muna; Rini Julistia; Dwi Iramadhani; Zikrina Arhami; Cut Miftahul Farrah
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.534 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v2i1.20

Abstract

Beberapa orang tua yang menyekolahkan anaknya di TKIT Anak Sholih tidak menyadari bahwa anak mereka mengalami keterlambatan dalam perkembangannya, terutama perkembangan dalam segi kualitatif. Kondisi ini disebabkan, orang tua bekerja, sibuk dengan kegiatan diluar rumah sehingga anak di percayakan pada orang lain seperti asisten rumah tangga tanpa kontrol dari orang tua. Kontrol yang kurang dari orang tua menyebabkan anak melakukan screen time tanpa batas waktu dan tanpa di kontrol yang boleh ditonton dan tidak boleh di tonton serta stimulus yang kurang memadai. Orang tua baru mendatangi tempat ahli seperti dokter anak atau psikolog anak saat pihak sekolah mengeluh bahwa anak mereka “terlambat” atau “ berbeda” dengan anak yang lain sesusianya, sehingga butuh pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini berkaitan dengan kesiapan anak untuk sekolah, keterlambatan anak dalam perkembangannya menganggu anak memasuki sekolah. Tujuan kegiatan ini memberikan, meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dini. Kegiatan ini terbagi menjadi 3 bagian yakni: pretest berupa pengisian kuesioner untuk melihat pengetahuan orang tua terkait tumbuh kembang anak. Kedua, psikoedukasi deteksi dini tumbuh kembang anak, ketiga posttest, pengisian kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman orang tua atas materi yang telah disampaikan dan untuk mengetahui keterampilan dalam mendeteksi dini masalah tumbuh kembang anak.
Tatalaksana dan Pencegahan Penyebaran Penyakit Scabies pada Santri Dayah Terpadu Al-Muslimun Lhoksukon Aceh Utara Riza Musni; Safuwan Safuwan; Nursan Junita; Ade Gita Shintiasa; Cut Meurah Diza Zuchra
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.287 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v2i1.23

Abstract

Dayah Terpadu Al-Muslimun Lhoksukon, menerapkan sistem belajar boarding school. Hasil wawancara dan penelusuran, ditemukan santri mengalami gatal akibat kudis. Dari hasil pengamatan para santri jarang menjemur kasur, tilam dan bantal, suka menggantung pakaian bercampur antara sesama santri, handuk saling pinjam, mandi kadang-kadang hanya satu kali sehari, kasur dan tempat tidur berhimpitan, tidur bersama di satu kasur, tidak tersedia ruang isolasi khusus bagi yang sedang sakit, dan kurang kebersihan personal. Jika ada santri terkena skabies atau kudis, maka situasi ini sangat mendukung terjadinya penularan sesamanya. Adapun tindakan yang dilakukan adalah; a) modifikasi lingkungan seperti; pengaturan tempat tidur, bantal, kasur, peralatan mandi, handuk, pakaian, dan barang pribadi lainnya terpisah antara santri yang terkena scabies dengan santri yang tidak terkena scabies (penerapan isolasi); b) menggiatkan kegiatan menjemur kasur, bantal, selimut dan handuk secara rutin dan menjadi budaya pokok para santri; c) pemberian dan penguatan informasi tentang sanitasi dan edukasi kesehatan kepada para santri, guru dan pengelola; d) monitoring tentang kesehatan dan personal hygiene para santri. Evaluasi dilakukan secara langsung (pengamatan) dan juga melalui pre test dan post test. Hasil evaluasi didapatkan tingginya antusiasme dan tingkat partisipasi peserta dalam setiap kegiatan. Evaluasi pasca kegiatan dilakukan untuk mengetahui secara jelas apakah kegiatan-kegiatan yang dipraktekkan dan pemberian edukasi dapat diterapkan menjadi pola rutinitas di dayah tersebut.
Penyuluhan Pentingnya Self Determination Bagi Siswa Di SMA XX Kota Medan Shirley Melita Sembiring Meliala
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i1.25

Abstract

Sebagai lulusan sekolah menengah akhir (SMA) yang mayoritas akan melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, maka penting bagi siswa SMA untuk memetakan karier apa yang akan mereka capai yang hal ini sejalan dengan jurusan yang akan mereka ambil pula. Self determination menjadi penting dengan kondisi yang dihadapi siswa SMA saat ini. Dengan self determination, siswa akan membantu dalam meregulasi dirinya, memunculkan kepercayaan diri serta penyesuaian diri terhadap akademisnya yang akhirnya akan membantu ia dalam mencapai prestasinya ataupun cita-citanya. siswa dengan self determination yang baik akan meningkatkan self motivated, internal locus of control, dan juga berpengaruh pada penurunan tingkat kecemasan dan helplessness. Self determination juga berperan dalam terciptanya lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa terlibat dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.
Psikoedukasi Kesiapan Sekolah pada Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak untuk Pendidikan Sekolah Dasar Widi Astuti; Dwi Iramadhani; Yara Andita Anastasya; Tri Widia Ningsih; Nurwafi Oktari
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i2.19

Abstract

Permasalahan yang sering muncul ketika anak memasuki sekolah dasar yaitu kemandirian,konsentrasi, masalah relasi sosial, masalahmotivasi, prestasi belajar rendah, tulisan besardan kasar, keliru menulis huruf dan angka,belum lancar membaca, dll, disamping ituterdapat pula masalah yang terkait dengan pola pengasuhan diantaranya mudah marah,memukul dan menyakiti teman.Mitra dalam pengabdian ini adalah TKIT Anak Shalih.Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk memberikanpsikoedukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Kemudian juga memberikan pengetahuan orang tua mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Psikoedukasi nantinya akan diberikan melalui metode ceramah, diskusi dan case study. Dalam penyelesaian masalah bagi mitra dilakukan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini yaitu diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesiapan sekolah anak. Luaran yang diharapkan dari pengabdian ini adalah publikasi media online, accepted jurnal nasional dan signed dokumen MOU.
Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pada Siswa di Panti Asuhan Dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual Rini Julistia; Zurratul Muna; Yara Andita Anastasya; Zulaikha Masrura; Nadia Safitri
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i2.21

Abstract

Panti asuhan Miftahul Jannah merupakan salah satu yayasan yang berada di kecamatan dewantara. Salah satu permasalahan yang terdapat di panti asuhan yaitu anak didik yang berada dipanti asuhan Miftahul Jannah masih tabu mengenai pentingnya pengetahuan mengenai kekerasan seksual. Anak didik di panti asuhan masih minim pengetahuan terkait dampak yang dapat terjadi dari kekerasan seksual, seperti dampak secara fisik dan psikologis. Selain itu anak yang berada dipanti asuhan tersebut tidak mengetahui apa itu kekerasan seksual, bentuk-bentuk serta dampak dari kekerasan seksual. Tujuan kegiatan pengabdian ini dapat memberikan peningkatkan pengetahuan tentang kekerasan seksual, bentuk-bentuk dan langkah yang harus dilakukan jika mengalami kekerasan seksual serta dampak dari kekerasan seksual. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, serta focus group discussion. Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sub bagian yakni kegiatan pree-test terlebih dahulu untuk melihat pengetahuan peserta didik dipanti asuhan terkait dengan kekerasan seksual. Kemudian kegiatan kedua yaitu pemberian psikoedukasi terkait kekerasan seksual dan kegiatan ketiga yaitu post-test untuk mengukur tingkat pemahaman dan pengetahuan terkait materi kekerasan seksual. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan anak di Panti asuhan sebelum dan sesudah dilakukannya psikoedukasi. Hasil ini dapat disimpukan bahwa anak panti asuhan memperoleh dampak terkait dengan psikoedukasi yang diberikan.