cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Perbandingan Performansi Posisi Penguat Optik Hybrid Soa – Edfa (semiconductor Optical Amplifier - Erbium Doped Fiber Amplifier) Pada Sistem Dwdm (dense Wavelength Division Multiplexing) Berbasis Soliton Arumadina Islamiq; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguat hybrid adalah suatu cara untuk memberikan performansi yang lebih baik karena dapat mengoptimalkan peningkatan spektrum lebar bandwidth dari sistem DWDM, mengurangi kerugian karena induksi non linearitas dan mencegah penggunaan biaya tinggi. Tugas Akhir ini menganalisis penguat optik Hybrid SOA-EDFA sebagai power amplifier (Booster), inline amplifier, preamplifier dengan menggunakan sebuah pulsa soliton. Serta akan menganalisis pengaruh bitrate dan panjang link terhadap BER, Q-factor. Simulasi ini dirancang dengan jumlah 16 buah kanal, panjang gelombang pada windows daerah C-Band (1510nm – 1560nm), pompa laser 980 nm, power input 3 dBm, bandwidth 20 Gbps dan akan disimulasikan menggunakan software OptiSystem 7.0. Dari hasil analisis yang dilakukan bahwa penguat Hybrid SOA-EDFA ini memiliki korelasi terhadap kinerja sistem DWDM ini, dimana didapatkan skema preamplifier yang terbaik diantara keempat skema Hybrid SOA-EDFA yang dirancang karena pada skema preamplifier nilai Q faktor bernilai paling maksimal yaitu sebesar 9.7024 atau 1.46494x10-22 pada BER dengan panjang link 50 km dan bitrate 2.5 Gbps. Sedangkan nilai Q faktor yang bernilai paling mínimum yaitu sebesar 0 atau 1 untuk nilai BER yang terjadi pada skema sistem tanpa penguatan yaitu kondisi panjang link 100 km hingga 200 km dengan bitrate 2.5 Gbps, 5 Gbps, dan 10 Gbps. Sehingga Skema preamplifier sangat cocok digunakan untuk link jauh. Skema Inline Amplifier dan Booster amplifier bisa bekerja untuk link jauh namun perfomansinya buruk karena nilai Q faktor di bawah standart kelayakan. Dan skema tanpa penguatan tidak layak digunakan karena performansinya sangat buruk. Kata kunci : DWDM, Hybrid, EDFA, SOA, Soliton
Pengembangan Sarung Tangan Sonar Sebagai Alternatif Alat Bantu Navigasi Bagi Tunanetra Menggunakan Arduino Yudhi Triarnowo; Erwin Susanto; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini, tongkat masih banyak digunakan oleh penyandang tunanetra. Tongkat memiliki berbagai keterbatasan seperti : keterbatasan jangkauan alat,, tidak dapat mendeteksi berbagai halangan di sekeliling penyandang dalam waktu yang cepat, juga tidak dapat mendeteksi objek yang bergerak dengan cepat. Pada tugas akhir ini, dirancang alat bantu navigasi tunanetra dalam bentuk sarung tangan yang memanfaatkan sensor ultrasonik dengan mikrokontroller arduino sehingga mampu mendeteksi berbagai halangan yang diam atau objek yang bergerak di sekitar penyandang tunanetra secara instan. Alat ini mempunyai jarak efektif antara 5cm – 1m. Pengguna dapat merasakan adanya halangan melalui umpan balik berupa getaran dari motor vibrator yang dirasakan oleh tangan penyandang tunanetra yang intensitasnya berbanding terbalik dengan jarak halangan/objek pada tiga arah di sekeliling penyandang tunanetra. Alat bantu ini telah diujicoba kepada tunanetra dengan tanggapan yang cukup baik, meskipun tunanetra pada awalnya cukup bingung dengan cara kerja alat ini. Akurasi pembacaan jarak dari alat ini juga telah diuji dengan hasil yang cukup memuaskan. Hasil rata – rata akurasi yang didapatkan adalah 97.98% untuk sensor tipe HC SR-04 dan 97.6% untuk sensor tipe Parallax PING. Kata kunci :Sarung Tangan, Sensor Ultrasonik, Vibrator, Mikrokontroller, dan Arduino.
Deteksi Sleep Apnea Melalui Analisis Suara Dengkuran Dengan Metode Mel Frekuensi Cepstrum Coefficient Fively Darmadi; Achmad Rizal; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tidur menyebabkan otot faring menjadi kendor dan menyebabkan penyempitan, sehingga menimbulkan getaran udara yang menjadi suara dengkuran (snoring). Bahkan penyempitan ini dapat menyebabkan udara tidak masuk ke paru-paru, ini yang disebut sleep apnea, dan akibat terfatal dari sleep apnea adalah kematian. Dalam penelitian ini dilakukan analisa suara dengkuran untuk mendeteksi sleep apnea pada pasien yang mendengkur. Sistem identifikasi ini secara umum dibagi 2, yaitu ekstraksi ciri menggunakan metode Mel Frequency Cepstrum Coefficient (MFCC), dan klasifikasi menggunakan metode K Nearest Neighbor (K-NN). Hasil yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibuat dapat mengidentifikasi jenis suara dengkuran menggunakan pengolahan sinyal wicara. Setelah dilakukan analisis perhitungan didapatkan akurasi tertinggi untuk sleep apnea adalah 80% sedangkan snoring 96%. Kata kunci: Snoring, Sleep Apnea, Mel Frequency Cepstrum Coefficient, K Nearest Neighbor.
Micro Coil Pada 300 Khz, 500 Khz, Dan 1 Mhz Sebagai Induktor Magnetik Untuk Wireless Power Transfer M. Maulana Nugraha; Levy Olivia Nur; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan micro-coil sebagai induktor magnetik untuk wireless power transfer. Tugas akhir ini melalui proses perancangan dan realisasi yaitu melalui proses perancangan dan menggunakan simulasi 3D. SRF yang didapatkan dari perhitungan matematis sebesar 297,88KHz, 499,28KHz, dan 980,01KHz. SRF yang dihasilkan menggunakan simulator sebesar 300KHz, 500KHz, dan 1MHz. Adapun hasil dari pengukuran realisasi micro coil FR4 adalah sebesar 299,5 KHz, 500,2KHz, dan 1MHz. 
Implementasi Process Mining Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus: Event Log Rekam Medis Pasien Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar) I Gede Dito Wisnu Murti; Imelda Atastina; Angelina Prima Kurniati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap organisasi menggunakan sistem informasi dalam menunjang efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional organisasi. Salah satu organisasi yang menggunakan sistem informasi adalah rumah sakit. Rumah sakit berusaha untuk memberikan pelayanan perawatan medis terbaik kepada pasien. Setiap pasien mendapat perawatan medis yang berbeda sesuai dengan masalah kesehatan masing-masing pasien. Sehingga standar perawatan medis yang berlaku di rumah sakit pada prakteknya sering berbeda dengan keadaan sebenarnya. Perlu dilakukan audit untuk mengevaluasi organisasi dan proses yang terjadi untuk memastikan validitas dan kehandalan informasi pada organisasi dan proses yang berkaitan. Audit dilakukan dengan process mining karena memiliki kemampuan untuk melakukan ekstraksi event log pada data rekam medis yang digunakan untuk penelitian. Hasil dari process mining berupa model proses. Mining dilakukan dengan algoritma genetika karena menggunakan strategi pencarian global dimana fitness pada kandidat model dihitung dengan membandingkan model proses dengan semua traces pada event log sehingga proses pencarian menjadi sangat global. Model proses terbaik ditentukan dari hasil algoritma genetika dengan fitness terbaik. Dari hasil percobaan diperoleh model proses terbaik dengan nilai populasi 100, generasi 4000, fitness 0.974. Kemudian dilakukan conformance checker untuk melihat kesesuaian antara model proses dengan event log. Rekomendasi diberikan berdasarkan hasil analisa dari conformance checker dan performance analysis with petri net. Ditemukan bottleneck pada aktivitas GEN dan PRO, maka rekomendasi yang bisa diberikan menambah sarana medis, tenaga medis dan mencatat secara otomatis hasil uji laboratorium dan resep obat. Kata kunci : Audit, Process Mining, Algoritma Genetika.
Analisis Penilaian Kesiapan & Implementasi Sistem Informasi B-m@x dengan ITIL Versi 3 pada Domain Service Transition & Service Operation) Studi kasus PT.PLN Regional Jawa Barat dan Banten Nadya Annisa; Angelina Kurniati; Shinta Puspitasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

B-m@x adalah salah satu hasil inovasi dari PT.PLN yang digunakan untuk membatu petugas lapangan dalam melakukan baca meter, yang telah diimplementasikan sejak April 2013. Aplikasi ini melibatkan beberapa bagian kerja dalam menjalankannya, antara lain bagian server data, back office unit setiap area dan petugas lapangan. Penerapan aplikasi ini masih digunakan untuk daerah Jawa Barat dan Banten, Pada pelaksanaannya PT. PLN masih mengalami permasalahan, salah satu yang sering terjadi keterlambatan dalam pengiriman data baca meter. Berbagai faktor terjadi yang menyebabkan hal ini terjadi. Untuk mencapai target agar nantinya dapat di implementasikan pada regional yang lebih besar dan penggunaan yang maksimal, perlu dilakukan evaluasi service management sistem informasi B- m@x. Sesuai dengan SK DIR PT PLN, proses, pengembangan dan pemeliharaan sistem teknologi informasi hanya dapat dilaksanakan setelah dilakukan pengujian dan analisa resiko terhadap sistem teknologi informasi eksiting maupun terhadap bisnis perorangan. Untuk itu perlu dilakukan audit sistem informasi b-m@x menggunakan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) versi 3 yang memiliki focus pada pengembangan tata kelola teknologi informasi khususnya dalam hal layanan (IT service)Selain itu, ITIL sangat tepat digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan sebuah teknis pelaksanaan, karena sifatnya best practice dan memiliki library yang terinci untuk mengembangkan langkah- langkah dalam prosedur.Best Practice adalah suatu cara yang paling efisien (upaya paling sedikit) dan efektif (hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur yang dapat dilakukan berulang yang mana telah terbukti berhasil digunakan banyak pihak dalam jangka waktu yang cukup lama. Standar prosedur layanan teknologi informasi berbasis ITIL versi 3 menjadi referensi dalam pendefinisian dan implementasi proses-proses layanan teknologi informasi B-m@x. Kata kunci: b-m@x, PT.PLN, audit sistem informasi
Perancangan Usulan Perawatan Mesin Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Reliable Centred Maintenance Di Pt Perkebunan Nusantara Viii Pabrik Rancabali Muharam Ginanjar Jatnika; Haris Rachmat; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI PT Perkebunan Nusantara VIII adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi teh, karet, kelapa sawit, dan kina. Dalam proses produksi teh di PT Perkebunan Nusantara VIII terdapat empat proses yaitu, proses pelayuan proses penggilingan, proses yang ketiga adalah proses oksidasi enzimatis, proses keempat adalah proses pengeringan, dilanjutkan proses sortasi dan terakhir proses pengepakan. Dari setiap proses tersebut memiliki mesin-mesin yang memiliki fungsinya masing-masing. Untuk mengoperasikan mesin dan peralatan secara efektif dan efisien diperlukan sistem perawatan mesin yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Reliable Centred Maintenance (RCM) dengan menggabungkan analisis kualitatif yang meliputi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Decision Worksheet. Dari hasil penentuan sistem kritis, sub-sistem penggilingan terpilih sebagai sub-sistem kritis yang akan dibahas lebih lanjut daam penelitian ini. Kemudian ditentukan kebijakan perawatan dan interval waktu perawatan yang efektif sesuai dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliable Centred Maintenance. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM yang dilakukan pada equipment sub-sistem penggilingan, diperoleh 20 scheduled on condition, dan 5 scheduled restoration task. Sementara interval waktu perawatan masing- masing equipment berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Selisih biaya perawatan apabila perusahaan menggunakan kebijakan preventive maintenance adalah 2%, lebih kecil dibandingkan jika perusahaan masih menggunakan kebijakan corrective maintenance. Kata kunci: RCM, FMEA, Decision Worksheet, interval perawatan.
Deteksi Apnea Tidur Melalui Sinyal Elektrokardiogram Menggunakan Metode Discrete Wavelet Transform, Principal Component Analysis Dan Linear Dscriminant Analysis Meidiana Ajeng Lestari; Achmad Rizal; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sleep Apnea merupakan gangguan tidur yang langka, pendeteksiannya pun perlu dilakukan secara tepat salah satunya melalui sinyal elektrokardiogram yang dapat mendeteksi Sleep Apnea lebih mudah dan tepat. Penilitian ini dilakukan untuk medeteksi penyakit Sleep Apnea menggunakan perbandingan dua buah metode, yaitu Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Principal Component Analysis (PCA) serta diklasifikasian menggunakan Linear Discriminant Analysis (LDA). Sistem yang dibuat dengan metode PCA mendapatkan akurasi yang cukup baik, yaitu 79.16%, sensitivitas 73.3% dan spesifitas 88.8% dengan pengambilan 1-60 PC. Waktu komputasi untuk metode PCA didapatkan 9.2 s. Sedangkan sistem dengan metode DWT mendapatkan hasil akurasi 75%, sensitivitas 68.75% dan spesifitas 87.5% dengan dilakukan proses windowing menggunakan overlapping 25%, menggunakan jenis wavelet Discrete Meyer, dan melakukan dekomposisi di level ke-5. Waktu komputasi metode DWT didapatkan 34 s. Kata kunci : Sleep Apnea, DWT, PCA, LDA
Perankingan Jawaban Yang Terklasifikasi Pada Komunitas Tanya-jawab Dengan Term Frequency Dan Similarity Measure Features Ali Ridho Fauzi Rahman; Moch. Arif Bijaksana; Ade Romadhony
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sekali orang bertukar informasi melewati forum online.Salah satu forum yang menyediakan lahan untuk bertukar informasi seputar Negara Qatar yaitu Qatar Living Website Forum memiliki banyak sekali orang yang bertanya maupun menjawab mengenai hal-hal yang ada di sekitar Negara Qatar,namun banyak sekali jawaban dari responden yang tidak berkaitan dengan hal yang ditanyakan.Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian perankingan jawaban menggunakan metode Term Frequency dan Similarity Measure Features.Metode Term Frequency ini memiliki keunggulan untuk menghitung score kalimat jawaban yang akan dirangkingkan berdasarkan banyaknya jumlah term yang ada pada setiap kalimat jawabannya,sedangkan Similarity Measure Features dibagi menjadi dua fitur yaitu Semantic Similarity dan Jaccard Similarity memiliki keunggulan untuk menghitung besarnya kesimilaritasan antar kalimat berdasarkan kemiripan makna dan konten kalimat tersebut.Perankingkan jawaban dilakukan berdasarkan score Term Frequency nya dan tingkat keakurasian Similarity Measure Features nya dengan tahapan Preprocessing,Feature Calculation,dan Ranking the Result with MAP evaluation.Dari pengujian yang dilakukan,fitur yang memiliki tingkat kelayakan untuk merankingkan jawaban dengan MAP sebesar 80% adalah fitur Semantic Similarity yang merupakan salah satu fitur dari Similarity Measure Features. Kata kunci : Semantic Similarity,Jaccard Similarity,Term Frequency,Questioning Answering
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Monitoring Dan Evaluasi Bappeda Kabupaten Bandung Menggunakan Framework Togaf Adm Widyatasya Agustika Nurtrisha; Yuli Adam Prasetyo; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bappeda Kabupaten Bandung merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertugas untuk mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan. Dalam melakukan aktivitas bisnisnya Bappeda Kabupaten Bandung perlu memanfaatkan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) yang dapat menunjang proses bisnis di internal organisasi khususnya pada fungsi monitoring dan evaluasi. Berdasarkan perancangan business architecture yang dilakukan bahwa fungsi bisnis existing belum memenuhi keseluruhan requirement. Serta sistem Informasi yang dikembangkan pada fungsi monitoring dan evaluasi yaitu Electronic Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) yang merupakan sistem untuk pelaporan pelaksanaan kegiatan pembangunan. Namun sistem ini perlu dilakukan improvement terkait rekomendasi untuk perencanaan pembangunan selanjutnya. Dengan demikian perlunya integrasi data dengan sistem pada fungsi perencanaan pembangunan yaitu RKPD Online untuk dapat membandingkan antara realisasi pembangunan yang dilakukan dengan evaluasi terhadap realisasinya dan diperlukan pula aplikasi Geographic Information System (GIS) sehingga dapat terlihat bagaimana pemerataan pembangunan di suatu wilayah tertentu. Kemudian pada bidang teknologi permasalahan yang ada yaitu tidak adanya pemisahan server aplikasi sehingga berisiko kelebihan beban serta pengontrolan server tidak tersentralisasi karena server masih terdapat pada setiap SKPD. Untuk mencapai SI/TI dengan bisnis organisasi tersebut dilakukan dengan cara menerapkan enterprise architecture (EA). Hasil dari penelitian ini dihasilkan rancangan EA berdasarkan TOGAF ADM sebagai acuan pengembangan TI selanjutnya dalam bentuk roadmap. Kata Kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Pemerintahan

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue