cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Perancangan Dan Implementasi Untuk Penyortiran Buah Tomat (lycopersicum Esculentum) Dengan Metode Learning Vector Quantizationprototype Gayuh Erlanggono G; Rumani Rumani; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan buah yang dikonsumsi setiap hari oleh penduduk Indonesia Identifikasi kematangan buah tomat pada umumnya  masih banyak dilakukan secara manual oleh petani[2],Perkembangan teknologi informasi memungkinkan identifikasi tingkat kematangan buah berdasarkan ciitra dengan bantuan komputer. Cara komputasi ini dilakukan dengan menggunakan camera sebagai pengolah citra dari gambar yang direkam (image processing). Buah tomat diidentifikasi berdasarkan input RGB warna citra yang didapat dari hasil capture, setelha mendapatkan citra RGB akan di konversikan ke nilai HSV untuk pendeteksian kualitasnya. Dari beberapa sampel pola data HSV buah tomat dengan tingkatan kualitas yang berbeda didapatkan hasil beberapa golongan tingkat kematangan,beberapa tingkat golongan kematangan ini akan diklarifikasikan dengan algoritma Learning Vector Quantization yakni data RGB diolah menjadi data HSV dan diklasifikasikan dengan algoritma ini untuk mendapatkan tingkat kematangan dan kualitas yang akurat.
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Hidrogen Pada Reaktor Anaerob Dengan Substrat Kulit Pisang Wenny Harifadillah. A; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk dari energi terbarukan adalah biomassa, biomassa diperoleh dari bahan organik dan biasanya merupakan produk buangan. Biomassa merupakan salah satu energi terbarukan yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Dari bahan tersebut, dihasilkan beberapa gas yang bermanfaat seperti hidrogen. Hidrogen memiliki kalor pembakaran tertinggi yaitu dan merupakan energi bersih karena hasil pembakaran hanya menghasilkan uap air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses fermentasi anaerobik. Pada proses ini tidak menggunakan bakteri tambahan, atau enzim, hanya melakukan tahap pre-treatment dengan melakukan pemanasan substrat selama 15 menit. Selama proses berlangsung suhu akan dijaga konstan dalam kondisi mesophilic. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah digester anaerob berbahan kaca dengan dimensi tinggi 23 cm, diameter sebesar 11 cm dan volume substrat sebesar 1.4 liter. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gas hidrogen tertinggi dihasilkan mencapai 47% pada hari kedua untuk substrat kulit pisang. Dimana temperatur substrat dijaga konstan pada 25ºC. kata kunci : biomassa, hidrogen, fermentasi, digester anaerob
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Persegi Panjang Dengan U Slot Dan Proximity Coupled Untuk Wifi 5,5 Ghz Muhamad Erianto Septayadi; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Antena merupakan salah satu komponen terpenting pada sistem telekomunikasi. Antena memiliki peran sebagai pengubah arus listrik sebagai gelombang elektromagnetik. Jenis dari macam antena sangat beragam salah satunya yaitu antena mikrostrip. Antena mikrostrip merupakan antena dengan bentuk efektif dan efisien sehingga cukup mudah untuk difabrikasi dan diaplikasikan. Pada Tugas Akhir ini akan dibuat Antena mikrostrip Rectangular U Slot Patch berbentuk Rectangular digunakan karena proses fabrkasi yang mudah. Banwidth yang dibutuhkan pada wi-fi 5 GHz keatas dapat digunakan dengan skala besar. Sehingga berdasarkan hasil penelitian sebelumnya pada Tugas Akhir ini akan dirancang Antena dengan pemberian slot yang dapat meningkatkan nilai bandwidth dan mengubah pencatu menjadi proximity coupled akan meningkatkan nilai bandwidth dan memperbesar nilai gain yang didapat. Hasil Fabrikasi pada Antena 5,5 GHz dengan U-Slot dan Proximity Coupled terbukti dapat bekerja optimal dengan nilai VSWR 1,2 , Bandwidth 230 MHz, Return Loss -25,82 dB , Gain 3,97 dBi , serta polarisasi Ellips dan pola radiasi unidireksional. Kata kunci : Antena Mikrostrip, Wi-fi, U-Slot , Proximity Coupled Abstract An antenna is one of the matters in the telecommunications system. An antenna has a role as a modifier electric current as electromagnetic waves. A type of sorts of an antenna vary greatly one of them is an antenna microstrip. An antenna microstrip an antenna efficient so easy enough to fabricate and applied. In this final task will be built an antenna rectangular patch microstrip with u slot and proximity coupled that can works at the frequency of work 5,5 ghz wifi. Banwidth needed on wifi above 5 ghz can be used in a large scale. So based on the previous studies antennae with the slot can increase the value of bandwidth and change pencatu be proximity coupled will increase the value of bandwidth to ≥ 100 mhz and gain ≥ 3,5 dbi. Hopefully with that method we applied , an antenna can work optimum at the frequency of the work. The result of fabrication on antenna 5,5 GHz with U-Slot and Proximity Coupled can work optimaly and has the value of VSWR 1,1 , Bandwidth 230 MHz, Return Loss -25.82 dB , Gain 3.97 dBi , Ellips polarization and has Unidirectional radiation pattern.. Keyword : Microstrip Antenna , Wi-fi , U-Slot , Proximity Coupled
Desain Dan Implementasi Kendali Pid Pada Beam And Ball System Hindami Muhammad; Mohamad Ramdhani; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beam and ball system adalah sebuah sistem yang terdiri dari sebuah bidang segi empat (beam) dan sebuah bola (ball). Beam and ball system adalah salah satu alat peraga yang umum digunakan dalam mempelajari sistem kontrol. Beam and ball system sering digunakan sebagai alat peraga karena mudah dimengerti sebagai sistem dan berbagai metode kontrol dapat diterapkan pada sistem ini. Beam and ball system terdiri dari sensor, bidang segi empat yang terpadu dengan motor listrik dan bola. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi posisi bola pada bidang segi empat. Bila bola dalam keadaan bergerak, maka motor listrik akan menggerakan bidang segi empat agar bola diam pada posisi yang ditentukan. Metode kendali yang digunakan adalah metode kendali PID karena dapat menghasilkan keluaran nilai error yang rendah dengan cara yang sederhana. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah keluaran beam and ball system dengan nilai error steady state sebesar 1%, 1.6% dan 3.67%, dan nilai overshoot sebesar 6.7%, 28.8%, dan 22.7%.Kata kunci: Beam and ball system, PID
Paralelisasi Klasifikasi Data Ekspresi Gen Kanker Dengan Algoritma Deep Neural Network Menggunakan Stacked Sparse Autoencoder Aswindo Putra; Jondri Jondri; Fitriyani Fitriyani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bidang bioinformatika menjadi populer saat ini sebagai solusi bagi dunia medis. Salah satunya klasifikasi penyakit kanker menggunakan data gene expression. Deep learning telah menjadi penelitian yang menarik pada bidang bioinformatika. Banyak penelitian tentang klasifikasi kanker yang diangkat menggunakan deep learning. Klasifikasi menggunakan data gene expression berguna di dunia medis. Karena dapat mengklasifikasikan penyakit hanya menggunakan gen. Penelitian ini mengangkat klasifikasi gene kanker menggunakan metode deep neural network dengan stacked spare autoencoder dan autoencoder sebagai metode extraksinya. Selain itu digunakan juga sparse autoencoder sebagai representasi dari pembelajaran neural network. Ini digunakan untuk mengurangi masalah saat pembelajaran. Fine-tune digunakan sebagai optimasi bobot dan bias untuk jaringan neural network dengan metode gradient descent. Pengklasifikasian hasil dari pembelajaran menggunakan softmax classifier. Data yang digunakan bersumber dari portal of National Center for Biotechnology Information. Jumlah dataset yang digunakan sebanyak 1065 sampel dari 8 kategori kelas untuk beberapa penyakit kanker dan non kanker. Dengan ini diperoleh hasil akurasi tertinggi 97,3 % untuk training dan 92,6 % untuk testing. Paralelisasi dari algoritma ini dapat bekerja dengan baik, dimana efesiensi terhadap waktu komputasi lebih cepat dengan speed up sekitar 13,03 terhadap komputasi sekuensial. Tentunya ini menjadi momentum untuk mengembangkan algoritma neural network lainnya dengan teknik paralelisasi. Kata Kunci : Deep Learning, SSAE, Parallel Computing, High Performance Computing, Cancer Classification, gene expression Nowadays, research in bioinformatics can be one of the popular researches for the medical professional researcher. One of them is the classification using data gene expression. Deep learning has become an interesting research in bioinformatics fields. Many kinds of research about cancer classification are appointed using deep learning. Classification using gene expression dataset is useful in the medical profession. Because it can classify diseases using gene only. This research raised the classification gene expression cancer using deep neural network with stacked sparse autoencoder and autoencoder as an extraction method. In addition, sparse autoencoder is also used as a represented of neural network learning. Fine tuning is used as weight and bias optimization for neural network with gradient descent method. Classification of the learning result using the softmax classifier. This research, the data is sourced from the portal of National Center for Biotechnology Information. With this obtained, the highest accuracy of 97.3% for training and 92,6 % for testing. Parallelization for this algorithm work quite well, this shows to the efficiency of the computation time is faster with speed up 000% for sequential computation. Of course, this research becomes the best moment for other neural network algorithm development with parallelism technique. Keyword: Deep Learning, SSAE, Parallel Computing, High Performance Computing, Cancer Classification, gene expression
Penerapan Algoritma Artificial Immune System Untuk Penyusunan Rencana Perjalanan Pariwisata Muhammad Zaid Dzulfikar; Kemas Muslim Lhaksamana; Z K A Baizal
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandung adalah kota yang memiliki alam yang indah, masyarakat yang ramah, kuliner yang menggoda lidah, dan segudang sejarah. Maka tidak aneh jika banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang senang menghabiskan waktu untuk berwisata di kota kembang ini. Bicara soal waktu, masih banyak dari wisatawan yang waktunya tidak terkoordinir dengan baik dalam menghabiskan waktunya saat berwisata. Tentu hal ini disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah rute tujuan yang tidak optimal. Pada tugas akhir ini kami berusaha membantu wisatawan dengan menghasilkan rute wisata yang optimal dengan constraint waktu dengan harapan waktu wisatawan yang terbuang menjadi lebih sedikit. Kasus ini serupa namun tak sama dengan Travelling Salesman Problem (TSP). Pada TSP, semua node dianggap sama sehingga kunjungan dapat dimulai dari mana saja asalkan kembali ke tempat tersebut. Sedangkan pada kasus ini, node yang mewakili tujuan wisata berbeda-beda jenisnya, seperti hotel, rumah makan, dan sebagainya. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki preferensi terhadap urutan node yang ingin dikunjungi. Algoritma yang akan digunakan dalam kasus ini adalah Artificial Immune System (AIS). AIS adalah algoritma yang terinspirasi dari sistem kekebalan tubuh manusia. Algoritma AIS dalam kasus ini akan menghasilkan satu buah antibody yang merepresentasikan solusi urutan rute kunjungan wisata yang optimal. Kata kunci: Perutean, Artificial Immune System, Travelling Salesman Problem
Perancangan Pengisian Daya Nirkabel Untuk Baterai 12 Volt Pada Automatic Guided Vehicle Andi Aswin; Agus Rusdinar; Estananto Estananto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada era sekarang teknologi semakin maju dan berkembang dengan cepatnya. Hampir setiap teknologi yang diciptakan membutuhkan energi listrik. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini pengiriman daya atau energi listrik bisa melalui udara tanpa menggunakan kabel seperti pada umummnya. Namun untuk teknologi pada AGV (Automatic Guided Vehicle) pengisian tranfer dayanya masih secara konvensional yaitu dengan menggunakan kabel. Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengatasi proses transfer dayanya sehingga menjadi lebih efisien. Dengan menerapkan teknologi wireless charging proses pengisian daya pada AGV bisa lebih efisien. Sumber tegangan 220 V dengan frekuensi 50 Hz akan diteruskan ke power supply yang merubah tegangan AC ke DC dan akan diubah lagi pada inverter dari tegangan DC ke AC diteruskan langsung ke kawat penghantar (coil primer) untuk pengiriman daya melalui udara. Hasil yang telah dicapai pada tugas akhir ini adalah jumlah daya yang dikirim lebih dari 6,75 watt dengan frekuensi 9 KHz. Jarak optimal pengiriman daya adalah 0 - 5 cm. Jadi jarak pada pengisian daya nirkabel sangat berpengaruh terhadap kualitas dari proses pengiriman daya yang dilakukan. Kata Kunci: Pengisian daya nirkabel, pengiriman daya, inverter, induktansi. Abstract In the present era technology is getting more advanced and growing rapidly. Almost every technology created requires electrical energy. Along with the current technological development of power delivery or electrical energy can be through the air without using a cable as in general. But for the technology on AGV (Automatic Guided Vehicle) charging power transfer is still conventionally by using cable. The purpose of this final task is to overcome the transfer process so that power becomes more efficient. By applying wireless charging technology the charging process at AGV can be more efficient. A 220 V power source with 50 Hz frequency will be forwarded to a power supply that changes the AC voltage to DC and will be converted again to the inverter from DC to AC voltage forwarded directly to the primary coil for air delivery. The results that have been achieved in this final project is the amount of power delivered more than 6.75 watts with a frequency of 9 KHz. The optimal distance for sending power is 0 - 5 cm. So the distance on wireless charging greatly affects the quality of the power delivery process performed. Keywords: wireless power charging, power transfer, inverter, inductance
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Pada Dinas Koperasi Dan Ukm Di Kabupaten Majalengka Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard Amelia Rengganis; Budhi Yogaswara; Rosad Hadi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Majalengka memiliki visi yang sama yaitu terwujudnya koperasi dan UMKM menjadi pelaku utama dalam perekonomian kerakyatan. Namun dalam kenyataannya dinas tidak memiliki penilaian kinerja untuk UKM sehingga dinas tidak dapat mengelola UKM dengan baik. Penelitian yang dilakukan adalah untuk merancang pengukuran kinerja UKM dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja balanced scorecard terdiri dari empat perspektif yaitu perspektif financial, perspektif customer, perspektif bisnis internal, dan perspektif learning and growth. Tahapan penyelesaian yang dilakukan adalah menentukan sasaran strategi berdasrkan visi misi dan setelah sasaran strategi didapatkan maka akan mendapatkan indikator kinerja. Setelah indikator kinerja diketahui maka melakukan perhitungan pembobotan untuk mengetahui indikator mana yang lebih penting. Setelah melakukan perhitungan pembobotan didapatkan bahwa perspektif financial mendapatkan nilai 21.1% , perspektif customer 22.2% , perspektif bisnis internal 37.9% , perpektif learning and growth 19% . Perspektif bisnis internal memiliki bobot tertinggi artinya adalah bahwa perspektif bisnis internal lebih penting dibandingkan perpektif yang lain. Kata Kunci : Indikator Kinerja, UKM dan Balanced Scorecard
Evaluasi Tingkat Kematangan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (ppdb) Menggunakan Business Process Maturity Model (bpmm) Di Smk Telkom Bandung Nurul Jihad Fathurrahma; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung melaksanakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ajaran baru yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Proses penerimaan peserta didik baru harus diolah sedemikian rupa sehingga pelaksanaanya benar-benar dapat menjaring siswa yang berpotensi agar siswa memiliki keberhasilan yang tinggi dalam mengikuti program-program pendidikan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kematangan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Telkom Bandung. Dalam penelitian ini digunakan Business Process Maturity Model (BPMM) pada tingkat kematangan level 3 dan menggunakan process area Organizational Process Management (OPM). Tahap pengukuran dimulai dari merancang instrumen pertanyaan evaluasi berdasarkann specific goals dan specific practice. Instrumen diterjemahkan menjadi 13 pertanyaan. Kemudian diajukan kepada narasumber. Wawancara menghasilkan nilai attained yang terdiri dari skor 0-5 yaitu nilai yang diperoleh oleh SMK berdasarkan seberapa jauh pelaksanaan proses. Dari attained tersebut maka diperoleh gap untuk setiap pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur tingkat pemenuhan kematangan Level 3 OPM dan mengetahui usulan perbaikan yang tepat. Berdasarkan perhitungan, hasil tingkat pemenuhan kematangan pada specific goals 1 adalah sebesar 84% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan yang diajukan, specific goals 2 adalah 48% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan, dan specific goals 3 yang mencapai 87% dari 3 pertanyaan dengan rata-rata adalah sebesar 73%. Secara keseluruhan proses PPDB belum memenuhi tingkat kematangan Level 3 OPM karena masih terdapat praktis yang belum terlaksana atau belum mencapai tahap perbaikan berkelanjutan, sehingga saran perbaikan yang dapat diajukan adalah perlunya penetapan dan pengimplementasian proses secara konsisten untuk menuju perbaikan berkelanjutan. Selain itu, diajukan penerapan knowledge management diantara para pegawai dan penyediaan sharing session untuk meningkatkan motivasi kerja. Kata kunci: Penerimaan Peserta Didik Baru, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management Abstract SMK Telkom Bandung have routine activities every year and that is Student Admission. Student Admission process should be managed properly so the implementation can really capture potential students and in the future, every students have a high probability of success in following educational programs at school. Based on the statement, it necessary to evaluate Student Admission process. This research is using Business Process Maturity Model (BPMM) at maturity level 3 and Organizational Process Management (OPM) as process area. The evaluation step starts with designing an evaluation instrument based on specific goals and specific practice. The instrument translates into 13 questions according to the number of specific practices and then questions will be interviewed to sources. Interview result obtain an attained value that consist of score from 0-5. Attained value obtained by SMK Telkom based on how far the process implementation. From the attained, gap for each question can be known. A gap is analyzed to find out the improvements that can be proposed. The results of the analysis are also intended to measure the level of maturity completion in Level 3 – OPM. Based on the calculation, the results of the level of maturity completion in specific goals 1 is 84% from 5 interview questions, specific goals 2 is 48% from 5 questions, and specific goals 3 which reached 87% of 3 questions with average is 73%. Overall, Student Admission process cannot complete maturity level 3 - OPM because there are still practice that has not been implemented or has not reached the score 5 which means practice reach the stage of continuous improvement. So, my suggestion that can be proposed is the need of consistently establishment and implement process to get continuous improvement. In addition, we can suggest the application of knowledge management among personnel so their workload is evenly distributed. Moreover, the team should provide sharing session to improve work motivation. Keywords: New Student Admission, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management
Perancangan Dan Analisis Titik Labuh Jaringan Cincin Palapa Dan Jaringan Ekstensi Untuk Pulau Maluku Hersanda Narpatangga Kistrawan; Akhmad Hambali; Tjahjo Adiprabowo R
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari ujung timur sampai ujung barat dengan letak geografis terbentang jauh dan menjadikan komunikasi terkendala oleh waktu dan jarak. Untuk mengatasi kendala geografis ini, dibutuhkan jaringan infrastruktur telekomunikasi yang dapat memperkecil jarak dan mempersingkat waktu untuk menyatukan pulau-pulau di Indonesia dalam satu lingkaran jaringan komunikasi.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi membuat mega-proyek jaringan “ Palapa Ring “ merupakan jaringan kabel serat optic berkapasitas tinggi yang dibentangkan dibawah laut dan berfungsi sebagai penghubung pengiriman data dan informasi. Skema perancangannya, jaringan Palapa Ring untuk Pulau Maluku ini kabel yang dibentangkan dibawah laut akan menjadi backbone dan menghubungkan pulau-pulau pada titik labuh. Selanjutnya jaringan titik labuh akan terhubung dengan jaringan ekstensi untuk dapat mencapai titik di setiap kabupaten dan kota di Pulau Maluku yang tidak menjadi titik labuh jaringan Palapa Ring tersebut. Perencanaan dari lokasi titik labuh maupun jaringan ekstensi mempertimbangkan berbagai parameter seperti letak geografis dan kepadatan penduduk, serta mensimulasikan dengan optic system. Setelah itu dilakukan perhitungan Optical Link Budget dan Rise Time Budget yang berguna untuk dasar tolak ukur perencanaan yang dapat di implementasikan dilapangan. Kata Kunci : Palapa Ring, Titik Labuh, Jaringan Ekstensi, Maluku

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue