cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Analisis Perbandingan CPU dan GPU (CUDA) Pada Klasifikasi Data Mining dengan Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor Kernel Algorthm Faris Muhammad; Ibnu Asror; Indra Lukmana Sardi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data mining merupakan proses semi-otomatis untuk pengekplorasian data yang berjumlah besar gunanya untuk mendapatkan pola yang berguna. Data mining ini merupakan proses gabungan antar bidang-bidang terutama adalah machine learning, analisis statistik dan basis data. Data mining berusaha untuk menemukan kaidah dan pola dari data.Salah satu task yang penting dalam data mining adalah classification (klasifikasi). Klasifikasi ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: terdiri dari data input yang disebut juga sebagai training set terdiri dari sejumlah examples (record) yang masing-masing memilki sejumlah atribut atau disebut juga fitur. Adapun tujuan klasifikasi ini adalah untuk menganalisa data input dan mengembangkan sebuah model yang akurat untuk setiap kelas berdasarkan beberapa variabel prediktor. Untuk menghasilkan informasi saat melakukan proses data mining kendala yang dihadapi adalah banyaknya jumlah data sehingga proses yang dilakukan oleh CPU akan berjalan sangat lambat apabila dirasakan. Untuk menanggulangi masalah ini maka proses data mining menggunakan GPU menjadi salah satu solusi dalam menangani running time yang lambat dan akurasi yang kurang baik. Melalu tugas akhir ini penulis akan mencoba menganalisis sebuah algoritma KNN Kernel, Metode ini merupakan perkembangan dari metode KNN Standard. Dimana pada metode KNN Standard proses klasifikasi dilakukan dengan melihat sejumlah k tetangga terdekat, dan akan diklasifikasikan berdasarkan jumlah kelas terbanyak pada sejumlah k tetangga terdekatnya. Classifier tersebut diuji menggunakan 3 fungsi Kernel. Hasil yang didapat dari percobaan penulis yaitu pada pembagian 5 fold total waktu CPU1: 1,68 s,CPU2: 15,63 s,GPU1: 12,29 s,GPU2: 4,61 s. dan pada pembagian 10 fold total waktu CPU1: 1,53 s,CPU2: 15,27 s,GPU1: 12,05 s,GPU2: 4,55. Akurasi yang didapatkan pada pembagian 5 fold 63,87% dan pembagian 10 fold 64,30% pada semua perangkat.Kata Kunci : data mining,klasifikasi,CPU, GPU,KNN Kernel Abstract Data mining is a semi-automatic process for exploring and analyzing large amounts of data to get useful patterns.Data mining is a joint process between fields, especially machine learning, statistical analysis and database. Data mining tries to find the rules and patterns of data. One important task in data mining is classification (classification). This classification can be described as follows: consists of input data which is also called training set consisting of a number of examples (records) which each have a number of attributes or also called features. The purpose of this classification is to analyze input data and develop an accurate model for each class based on several predictor variables. To produce information when doing data mining process, the obstacles faced are the large amount of data so that the process carried out by the CPU will run very slowly when felt. To overcome this problem, the data mining process uses GPU to be one of the solutions in handling slow running time and poor accuracy. Through this final project the author will try to analyze a KNN Kernel algorithm, this method is a development of the KNN Standard method. Where in the KNN Standard method the classification process is carried out by looking at a number of the closest neighbors, and will be classified based on the number of classes in the number of the closest neighbors. The classifier is tested using 3 Kernel functions. The results obtained from the authors' experiments are that the division of 5 fold total CPU time1: 1.68 s, CPU2: 15.63 s, GPU1: 12.29 s, GPU2: 4.61 s. and in dividing the 10 fold total CPU time1: 1.53 s, CPU2: 15.27 s, GPU1: 12.05 s, GPU2: 4.55. Accuracy obtained at 5 fold division is 63.87% and division of 10 fold is 64.30% on all devices. Keywords: data mining,classication,CPU,GPU,KNN Kernel
Analisis Kebutuhan Produk Brownies Zebra Di Vannisa Brownies Dengan Menggunakan Integrasi Product Quality Dan Model Kano Qisthi Mahran Harahap; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu pengembangan unit usaha yang sedang menjadi fokus pemerintah Jawa Barat, karena keberadaan UKM dapat menjadi solusi utama pemerintahan Jawa Barat dalam mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Barat. Salah satu UKM yang bergerak pada bidang kuliner khususnya pastry adalah Vanissa Brownies. Vanissa Brownies merupakan salah satu pelaku bisnis pastry yang mengeluarkan produk Brownies Zebra. Vanissa Brownies harus mampu mengetahui dan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan agar dapat bertahan di pasar bisnis kuliner khususnya di bidang pastry. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk Brownies Zebra di Vannisa Brownies menggunakan integrasi Product Quality dan model Kano dengan menentukan atribut kebutuhan pelanggan terhadap produk Brownies Zebra. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi 20 atribut kebutuhan produk Brownies Zebra yang digunakan untuk mengukur kinerja existing perusahaan dan mengategorikan atribut kebutuhan. Setelah itu, ditentukan atribut kebutuhan yang perlu diprioritaskan dalam pengembangan produk Brownies Zebra di Vannisa Brownies. Kata kunci: Brownies Vannisa, Analisis Kebutuhan, Product Quality, Model Kano.
Perencanaan Jaringan Lte-advanced Pro Menggunakan Metode Licensed Assisted Access Dengan Menggabungkan Spectrum Licensed Di Frequency 1800 Mhz Dan Unlicensed Di 5 Ghz Arif Mubarok; Uke Kurniawan Usman; Galih Purnomo Fitrianto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan internet mobile terus meningkat dengan rata-rata usia produktif menghabiskan 3 jam per hari melalui perangkat mobile. Banyaknya aktivitas didalam ruangan semakin banyak jumlah smartphone dan trafik yang berarti lonjakan besar pada langganan seluler. Seiring dengan meningkatnya lalu lintas data yang sangat besar dan kelangkaan spektrum yang tersedia serta beban biaya lisensi tinggi, penyedia layanan nirkabel merespons dengan melakukan penyesuaian terhadap teknologi LTE. Dengan hadirnya LTE-AP yang didukung spekturm unlicensed operator telkomsel bisa menikmati spectrum unlicensed untuk meningkatkan kapasitas dan throughput. Pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE-Advanced Pro menggunakan metode Licensed Assisted Access dengan menggabungkan spectrum unlicensed 20 MHz di band 36 (5180 MHz) dan sprectrum licensed 20 MHz di band 3 (1800 MHz). Untuk melihat peningkatan performansi penggunaan Licensed Assisted Access, dilakukan perencanaan Jaringan LTE-Advanced Pro non Licensed Assisted Access pada bandwidth 20 MHz di band 3 (1800 MHz). Dalam melakukan perencanaan jaringan LTE-AP, dilakukan analisis dan simulasi menggunakan software U-Net V500. Hasil simulasi untuk perencanaan jaringan LTE didapat nilai rata-rata RSRP ≥ -77.71 dBm, SINR ≥ 11.88 dB, Throughput ≥ 37.079 Mbps dan User connected = 98.00%, sedangkan LTE-AP didapatkan nilai rata-rata RSRP ≥ -73.51 dBm, SINR ≥ 17.02 dB, Throughput ≥ 49.739 Mbps dan User connected = 100,00%. Berdasarkan standart key performance indicators (KPI) operator Telkomsel, Dari hasil simulasi menggunakan software U-Net v500 perencanaan jaringan LTE dan LTE-AP mencapai standart KPI yaitu rata-rata throughput mencapai ≥ 12 Mbps dan user connected ≥ 90%. Berdasarkan hasil simulasi, perencanaan jaringan LTE-AP sangat baik untuk di implementasikan di kota bandung, karena dapat menjadi solusi keterbatasan spektrum operator serta performansi jaringan yang dihasilkan sangat baik dari sisi coverage dan capacity. Kata kunci : LTE-Advanced Pro, LTE_ Licensed Assisted Access, RSRP, SINR, Throughput, user connected. Abstract Mobile Internet usage continues to increase with an average age of productive spending 3 hours per day via a mobile device. The number of activities in the room, the more the number of smartphones and traffic which means a big spike in mobile subscriptions. Along with the increasing data traffic is very large and the limited spectrum available for wireless service providers to respond by making adjustments to the LTE technology. With the presence of LTE-AP supported spectrum unlicensed operator Telkomsel can enjoy the spectrum unlicensed to increase capacity and throughput. In this final project LTE-Advanced Pro network planning using Licensed Assisted Access method by combining 20 MHz spectrum unlicensed in band 36 (5180 MHz) and sprectrum licensed 20 MHz in band 3 (1800 MHz). To see the improved performance of Licensed Assisted Access usage, LTE Network planning is done using 20 MHz bandwidth in band 3 (1800 MHz). In conducting LTE-AP network planning, analysis and simulation using U-Net software V500. The simulation result for LTE network planning got the average value of RSRP ≥ -77.71 dBm, SINR ≥ 11.88 dB, Throughput ≥ 37,079 Mbps and User connected = 98.00%, while LTE-AP got the average RSRP ≥ -73.51 dBm, SINR nilai 17.02 dB, Throughput ≥ 49.739 Mbps and User connected = 100.00%. Based on the standard key performance indicators (KPI) Telkomsel operators, From the simulation results using U-Net v500 software LTE and LTE-AP network planning reached the standard of KPI that average throughput reaches ≥12 Mbps and user connected ≥ 90%. Based on the simulation results of LTE and LTE-AP network planning, LTE-AP network planning is better to be implemented in bandung city, because it can be a solution to the limitations of the operator spectrum and the network performance is very good in terms of coverage and capacity. Kata kunci : LTE-Advanced Pro, LTE_ Licensed Assisted Access, Reference Signal Received Power
Identifikasi Dan Klasifikasi Kemurnian Susu Sapi Berdasarkan Pemrosesan Sinyal Video Menggunakan Metode Discrete Cosine Transform (dct) Dan Support Vector Machine (svm) Kinanti Balqis Maharani; Bambang Hidayat; Sjafril Darana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah semakin tinggi, begitu pula mengenai makanan dan minuman. Susu merupakan salah satu minuman yang bermanfaat untuk tubuh dan kesehatan manusia, yang terbentuk dari olahan gizi hewan diantaranya berasal dari sapi perah yang mengandung protein dan kalsium yang dapat menjaga kesehatan gigi dan tulang. Mengingat bahan bersangkutan berbentuk cairan maka konsekuensinya yaitu sukar untuk diketahui kemurniannya secara kasat mata, terutama yang berada dipasaran. Susu mudah dipalsukan dengan cara dipalsukan dengan menambahkan bahan lain. Atas dasar informasi terdahulu, adalah sangat layak dicari suatu model kearah penetuan kondisi kemurniaannya. Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk mengidentifikasikan kemurnian pada susu sapi dengan cara melihat dari hasil rekaman video tetesan bulir-bulir susu sapi, dengan cara melihatnya frame by frame agar dapat menetukan jatuhnya bulir susu sapi per tetesan. Deteksi yang akan dilakukan menggunakan metode Discrete Cosine Transform (DCT) dan klasifikasi dengan Support Vector Machine (SVM). Discrete Cosine Transform adalah sebuah teknik yang digunakan untuk merubah sinyal menjadi komponen frekuensi dasar Sedangkan SVM sendiri adalah sebuah metode klasifikasi dengan tujuan menemukan hyperplane terbaik yang memisahkan kelaskelas yang ada. Berdasarkan hasil skenario pengujian terhapad sistem identifikasi dan klasifikasi kemurnian susu sapi dengan parameter kecepatan jatuhnya bulir susu sapi,warna dan bentuk tetesan jatuh nya bulir susu sapi, hasil tertingggi untuk identifikasi bentuk adalah 82.5% dengan waktu komputasi 92.5589 detik dan identifiasi warna adalah 52.5% dengan waktu komputasi 5.1749 detikKata Kunci: Discrete Cosine Transform, Support Vector Machine
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Bidang Tata Kelola Lingkungan Menggunakan Togaf Adm Pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Defri Hidayat; Irfan Darmawan; Putra Fajar Alam
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) merupakan instansi pemerintahan bergerak dibidang pengendalian lingkungan hidup. Beberapa kegiatan pada DLH Provinsi Jawa Barat khususnya bidang tata kelola lingkungan dirasa belum berjalan dengan efektif dan efisien. Penyebabnya adalah kegiatan yang berlangsung masih menggunakan media kertas dalam hal serah terima dokumen. Dengan memanfaatkan teknologi informasi maka permasalahan yang ada pada DLH Provinsi Jawa Barat khususnya bidang tata kelola lingkungan akan mudah diselesaikan. Pemanfaatan teknologi informasi harus selaras dengan dengan strategi bisnis yang ada sehingga dibutuhkan perancangan Enterprise Architecture. Dalam perancangan enterprise architecture dibutuhkan kerangka kerja (framework) yang digunakan untuk mengidentifikasi ruang lingkup arsitektur dan mendukung proses perancangan arsitektur. Salah satu framework yang ada adalah TOGAF dengan metode TOGAF ADM. Framework TOGAF dipilih karena memiliki beberapa kelebihan salah satunya fleksibel dan mudah diintegrasikan. TOGAF ADM memiliki 7 fase, yaitu Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solution, dan Migration Planning. Pada penelitian ini dengan menggunakan TOGAF ADM menghasilkan artifak-artifkak dalam bentuk Roadmap yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi DLH Provinsi Jawa Barat khususnya bidang tata kelola lingkungan. Kata Kunci: Enterprise Architecture, DLH, Framework, TOGAF ADM. Abstract Dinas Lingkungan Hidup (DLH) is government agency in the field of environment control. Some activities on DLH West Java especially the areas of governance environment are considered not running effectively and efficiently. The reason is that the activities are still using paper media in terms of handover of documents. By utilizing information technology then existing problem on DLH West Java, especially the areas of governance environment will be easier to solve. Utilizion of information technologi must be aligned with existing the business strategy so that required design of enterprise architecture. In the design of enterprise architecture needed a framework that is used to identify scope and support the process of architectural design. One of the existing framework is TOGAF with TOGAF ADM method. The TOGAF framework is chosen because it has several advantages, one of which is flexible and easy to integrate. TOGAF ADM has seven phases, that is Preliminary Phases, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solution, and Migration Planning. On this research by using the TOGAF ADM produces artifacts shaped the Roadmap used as a reference for DLH West Java especially the section of governance of environment. Keyword: Enterprise Architecture, DLH, Framework, TOGAF ADM
Perancangan Dan Implementasi Sistem Kendali Lengan Robot Penyortir Barang Berdasarkan Warna Aradea Putra Pangestu; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan mesin dalam suatu industri meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya kinerja industri di Indonesia. Untuk memenuhi agar tercapainya suatu industri yang berkompeten, maka dibutuhkann mesin- mesin yang dapat membantu menunjang kinerja proses produksi dalam industri tersebut. Beberapa industri memproduksi suatu produk dengan berbagai kemasan. Maka dari itu dibutuhkanlah suatu mesin yang dapat membantu proses pengklarifikasian produk tersebut berdasarkan kebutuhan, salah satunya yaitu pengklarifikasian produk berdasarkan warna. Pada tugas akhir ini purwarupa mesin penyortir barang akan dibuat untuk mengklaifikasikan barang berdasarkan warna. Tujuannya yaitu agar proses pemisahan barang dapat dilakukan secara akurat. Sebagai input dari alat ini digunakan kamera untuk mendeteksi posisi serta warna yang akan disortir. PC yang akan memproses warna dan koordinat. Arduino Mega 2560 sebagai main controller yang akan berperan sebagai pengontrol plant setelah menerima input dari data yang telah diproses oleh PC.Dari hasil tugas akhir didapatkan tingkat keakuratan pengambilan benda dipengaruhi oleh buffer yang diterima oleh Arduino Mega 2560 dari PC. Dengan buffer yang terus ada maka tingkat keakuratan akan menurun. Keakuratan dalam pendeteksian warna dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang ada pada ruangan tersebut sehingga beda intensitas cahaya, beda pula parameter HSV pada tiap warnanya, sehingga perlu dilakukan pengkalibrasian. Kata kunci : input, output, Arduino Mega 2560, PC, HSV, main controller, buffer
Sistem Pengontrol Dan Pemonitor Suhu, Kelembaban, Dan Penerangan Pada Lahan Parkir Bawah Tanah (basement) Vika Audina Matitaputty; Porman Pangaribuan; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertambahan penduduk di kota-kota metropolitan mengakibatkan peningkatan pembangunan gedung dan jumlah kendaraan. Namun keterbatasan lahan kota juga mengakibatkan penyempitan lahan parkir yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan. Oleh sebab itu untuk mengatasi hal tersebut pada gedung dibangun lahan parkir bawah tanah (basement). Tetapi pengeluaran biaya listrik pada basement cukup besar karena umumnya penerangan dan penggunaan kipas / fan basement untuk sirkulasi beroperasi selama 24 jam. Maka penulis memberi solusi untuk mengontrol dan memonitor suhu, kelembaban dan penerangan. Suhu dan kelembaban basement diatur sesuai dengan standar kesehatan dan kenyamanan yang dapat diterima oleh tubuh manusia. Ketika pembacaan suhu oleh sensor DHT11 tergolong terlalu panas maka kipas / fan basement akan bergerak. Jika pembacaan kelembaban oleh sensor DHT11 dianggap terlalu kering maka akan dikeluarkan embun melalui humidifier.. Sedangkan penerangan oleh lampu pada basement berdasarkan letak kendaraan dideteksi oleh proximity. Dari hasil penelitian yang telah dijalankan dapat merancang dan menerapkan sistem otomatis untuk mengontrol suhu, kelembaban, dan penerangan agar sesuai dengan peraturan Kementrian Kesehatan dalam waktu 5- 6 menit, serta memonitor suhu, kelembaban pada basement gedung. Kata Kunci : Basement , DHT11,Proximity Abstract Population growth in metropolitan cities resulted in increased construction of buildings and number of vehicles. But the limitation of urban land also resulted in narrowing of parking lots that is not proportional to the number of vehicles. Therefore, to overcome this in the building built underground parking (basement). But the cost of electricity in the basement is quite large because generally the lighting and the use of fan / fan basement for circulation operate for 24 hours. So the author gives a solution to control and monitor temperature, humidity and lighting. The basement temperature and humidity are arranged according to the standards of health and comfort acceptable to the human body. When temperature readings by DHT11 sensors are overheated the fan / fan basement will move. If the humidity reading by DHT11 sensor is considered too dry it will be released by humidifier dew .. Whereas lighting by the lights on the basement based on the location of the vehicle is detected by the proximity From the results of research that has been carried out, it can design and implement an automated system to control temperature, humidity, and lighting so that it complies with the Ministry of Health regulations within 5-6 minutes, as well as monitoring the temperature, humidity in the basement of the building. Keywords: Basement, DHT11, Proximity
Analisis Kelayakan Pembukaan Cabang Baru Bisnis Usaha Kecil Menengah Peyek Belut Sido Urip Secara Online Dan Offline Di Kota Yogyakarta Firdaus Wirawan; Endang Chumaidiyah; Sinta Aryani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Sido Urip merupakan pelopor berdirinya sentra produksi keripik peyek belut di kecamatan Godean yang terletak di kota Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2012, UKM Sido Urip berhasil meraih reputasi dan mulai dikenal masyarakat luas. Dikenalnya UKM Sido Urip oleh berbagai kalangan bukan berarti dalam periode berjalannya usaha, mereka tidak mengalami masalah. Semakin meningkatnya demand dari tahun ke tahun dan terbatasnya kapasitas maksimal produksi dari pihak UKM Sido Urip sendiri, menyebabkan pihaknya untuk menolak kelebihan demand, khususnya pada hari hari besar dimana permintaan akan produk keripik peyek belut dapat meningkat lebih dari 2x lipat. Oleh karena itu, pihak UKM Sido Urip merencanakan pendirian cabang baru dengan fungsi utama untuk menambah produktivitas, disamping mengembangkan sarana pemasaran yaitu dengan merambah on line marketing. Dalam upaya pendirian cabang baru, dilakukan studi penelitian untuk memastikan bahwa ekspansi bisnis tersebut layak dan dapat diimplementasikan. Untuk itu, di dalam penelitian ini, penulis akan melakukan studi dari aspek pasar, aspek teknis dan teknologis, aspek keuangan, serta melakukan analisis sensitivitas dan analisis risiko. Hasil dari penelitian ini di kelompokkan pada masing masing aspek. Pada aspek pasar, diketahui hasil dari penelitian ini adalah, pasar potensial berjumlah 70%, pasar tersedia berjumlah 96.7%, dan untuk penentuan pasar sasaran yang berdasarkan kapasitas produksi berjumlah total 0.01%. Untuk aspek teknis dan teknologi telah disimpulkan bahwa peralatan utama yang harap diperhatikan pengadaannya yaitu tungku pembakaran, mesin penggiling, dan mesin sealer. Dalam aspek keuangan diperoleh hasil IRR sebesar 24% sehingga rencana investasi pendirian cabang baru dinyatakan layak, karena jumlah Internal Rate of Return yang lebih besar dari jumlah MARR yang hanya sebesar 7%. Prediksi pengembalian modal investasi (Pay Back Period) dari UKM Sido Urip adalah 3 tahun 4 bulan. Sementara itu hasil dari jumlah NPV dari investasi ini adalah sebesar Rp 69.491.103 Kata Kunci : Enterpreneurship, Feasibility Study Analisys, Online Marketing
Sistem Kendali Anti Sway Overhead Crane Mohammad Joko Akbar; Mohamad Ramdhani; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan yang ketat dalam bidang industri membuat banyak perusahaan berlomba-lomba berinovasi untuk meningkatkan produktivitas pabriknya. Salah satunya dalam hal mobilitas alat berat, yaitu pengoperasian crane. Sway merupakan permasalahan yang kerap timbul pada saat pengoperasian crane. Sway adalah ayunan dari beban yang ditimbulkan saat motor crane melakukan percepatan atau perlambatan. Pengoperasian crane yang aman dan terkendali merupakan sesuatu yang diingikan oleh perusahaan. Anti Sway Overhead Crane merupakan suatu inovasi yang dibutuhkan oleh perusahaan yang berlatar belakang alat berat dalam pengoperasian crane. Anti Sway Overhead Crane merupakan prototipe yang menggunakan sistem anti sway dalam mengatasi sway yang terjadi pada beban yang diangkut oleh crane pada saat pengoperasianya. Sistem anti sway bekerja dengan cara memanipulasi pergerakan motor crane. Sistem anti sway dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan mengurangi resiko kerusakan properti perusahaan. Prototipe yang dibangun menggunakan mikrokontroler sebagai pengendalinya. Untuk meningkatkan kinerja prototipe dalam memindahkan barang dengan kecepatan yang tetap, metode yang dipakai adalah sistem kendali Proportional Derivative. Sistem anti sway akan bekerja untuk mengurangi osilasi yang terjadi pada beban. Sistem anti sway juga akan mempercepat kestabilan beban pada prototipe overhead crane. Kata Kunci : Overhead Crane, Arduino Uno, Kendali PD.
Penjadwalan Hybrid Flowshop Menggunakan Algoritma Simulated Annealing Untuk Meminimasi Makespan Produksi Pada Proses Dyeing Finishing (studi Kasus : Pt Nagasakti Kurnia Textile Mills) Komang Swari Pratiwi; Rino A Anugraha; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu masalah penjadwalan produksi yang dihadapi oleh perusahaan tekstil merupakan tipe penjadwalan hybrid flowshop, dimana terdapat beberapa mesin yang memiliki karakter sequence dependent setup time. PT Nagasakti Kurnia Textile Mills, memiliki permasalahan 56% adanya idle time yang disebabkan oleh tidak efisiennya penjadwalan, operator tidak memperhatikan urutan produksi dan adanya waktu set-up pewarnaan kain dan obat untuk setiap motif yang digambarkan pada diagram fishbone. Waktu idle tersebut mengakibatkan lead time produksi menjadi tinggi sehingga melewati due date yang ditetapkan oleh bagian produksi sebesar 71% dari 232 Surat Perintah Kerja (SPK). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh atau merancang sistem penjadwalan yang optimal dengan cara meminimasi makespan produksi. Maka dari itu untuk mewujudkan tujuan dari penelitian ini maka dipilihnya metode Algoritma Simulated Annealing (SA) yang dimana dibantu dengan aplikasi JetBrains PyCharm 1.2 2018. Algoritma SA merupakan algoritma penjadwalan yang biasanya memiliki banyak variasi urutan penjadwalan, selain itu sebagai metode pencarian acak untuk menghindari jebakan optimal lokal dengan tujuan mencari nilai yang optimum. Dari pengolahan data yang dilakukan, penjadwalan yang dilakukan oleh perusahaan menghasilkan makespan sebesar 483,66 jam dan hasil penjadwalan dengan menggunakan metode Algoritma Simulated Annealing (SA) menghasilkan makespan sebesar 400,24 jam. maka hasil makespan dengan penjadwalan SA lebih baik dengan selisih waktu 83,42 jam atau 17,00% dari kondisi awal. Selain itu hasil makespan dari SA dapat mengurangi rata-rata idle time sebesar 26% dan meningkatkan rata-rata utilitas mesin 14%. Kata Kunci: Hybrid flow shops, Algoritma Simulated Annealing, Makespan, , Sequence Dependent Setup Times. Abstract One of the production scheduling problems faced by the textile company is the hybrid flowshop scheduling type, where there are several machines that have sequence dependent setup time characters. PT Nagasakti Kurnia Textile Mills, has 56% problem of idle time caused by inefficient scheduling, operator does not pay attention to production sequence and the time of set-up dyeing of fabric and medicine for every motif depicted in fishbone diagram. The idle time resulted in a high production lead time resulting in a due diligence by 71% of the 232 Work Order Letter (SPK). The purpose of this study is to obtain or design an optimal scheduling system by minimizing the makespan production. Therefore, to realize the purpose of this study, the choice of Algorithm Simulated Annealing (SA) method which is assisted by JetBrains application PyCharm 1.2 2018. SA algorithm is a scheduling algorithm that usually has many variations of scheduling sequence, in addition as a random search method to avoid the trap optimally locally for the purpose of finding the optimum value. From the data processing done, the scheduling done by the company resulted in makepan of 483.66 hours and the scheduling result using Simulated Annealing Algorithm (SA) method resulted in makepan of 400.24 hours. then the results makespan with SA scheduling is better with a time difference of 83.42 hours or 17.00% of the initial conditions. Addition of the makepan results from SA can reduce the idle time average by 26% and increase the average 14% engine utility. Keywords: Hybrid flow shops, Simulated Annealing Algoritm, Makespan, , Sequence Dependent Setup Times.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue