cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Sistem Otomasi Pintu Pengaman Rel Dan Kereta Listrik Berbasis Wireless Sensor Network M. Efa Arnerio Martha; Basuki Rahmat; Junartho Halomoan
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi transportasi pada zaman ini telah berkembang sangat pesat, namun keseluruhan transportasi masih membutuhkan human resource, sebagai contoh kereta listrik. Adanya human resource pada sistem kereta maka memungkinan adanya human error yang dapat menyebabkan kecelakaan seperti pada palang pintu jalan lalu lintas dan tabrakan antara kereta. Oleh sebab itu dibutuhkan sistem otomasi pada kereta guna mengurangi masalah tersebut. Kendali pergerakan dan pintu pengaman jalur kereta listrik merupakan solusi dari sistem otomasi. Human resource bertugas untuk memantau kereta listrik dan keadaan rel jika terjadi adanya masalah. Transmisi node menggunakan topologi star dan topologi tree guna membandingkan waktu transmisi. Topologi star membutuhkan 1.0113 detik untuk mentransmisikan data, sedangkan topologi tree membutuhkan 3.034 detik. Jarak yang dapat dijangkau menggunakan nRF24L01 pada node yaitu 90 meter. Prototipe kereta yang digunakan berjumlah dua buah untuk membandingkan kecepatan. Kecepatan prototipe kereta A adalah 0.1818 m/s pada jalur lurus dan 0.1493 m/s pada jalur belok. Kecepatan prototipe kereta B adalah 0.1860 m/s pada jalur lurus dan 0.1516 m/s pada jalur belok. Sensor pengaman jalur yang digunakan berjumlah empat buah sebagai pendeteksi arah datang kereta. Kata Kunci: Limit Switch, Wireless Sensor Network, Pulse Width Modulation, pengaman jalur, kendali kecepatan.
Perancangan Dan Pengukuran Sistem Manajemen Kinerja Menggunakan Metode Balanced Scorecard (studi Kasus Pada Pt. Primarindo Asia Infrastructure Tbk.) Leonardo Fredy Putra; Christanto Triwibisono; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. merupakan Perseroan yang bergerak dalam bidang produksi alas kaki. Perseroan ini menggunakan sistem pengukuran tradisional yaitu hanya melihat dari aspek keuangan sehingga aspek non-keuangan cenderung diabaikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merancang dan mengukur sistem manajemen kinerja Perseroan menggunakan metode Balanced Scorecard dengan 4 instrumen yang dimiliki yaitu Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis Internal, dan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran. Dalam perancangan sistem manajemen kinerja dihasilkan 14 KPI bagi Perseroan. Pengukuran yang dilakukan pada 14 KPI tersebut menghasilkan nilai kinerja keseluruhan Perseroan mencapai 63% dari nilai kinerja maksimal 100%. Penentuan traffic light system pada KPI menghasilkan 9 KPI yang bertanda hijau atau pencapaian kinerjanya tinggi, 2 KPI bertanda kuning atau pencapaian kinerjanya cukup baik, dan 3 KPI bertanda merah atau pencapaian kinerjanya tergolong rendah. Hasil pengukuran dan perancangan sistem manajemen kinerja dapat dijadikan sebagai tolak ukur Perseroan dalam melakukan proses evaluasi maupun perbaikan untuk meningkatkan kinerja demi tercapainya visi dan misi PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. Kata Kunci : Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicator (KPI), Analytical Hierarchy Process (AHP), Traffic Light System
Analisa Pengaruh Objek Spasial Terhadap Harga Sembako Di Kota Bandung Seno Anunggroho; Kiki Adhinugraha; Ibnu Asror
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the analysis of influence of spatial object that exists around the market in Bandung against the price of basic food. To determine the required price data analysis is complete food prices, Basic food data obtained from the Office of Industry and Trade of West Java and will only take sampling from 5 markets in the city of Bandung that is Kiara Condong Market, Baru Market, Sederhana Market , Andir Market Dan Kosambi Market. The theory to be used in this research is Iterative Dichotomiser 3 one of theory from decision tree,the author use this method because the decision tree can find hidden relationships or patterns between variables .With this analysis we can know how the influence of the object on the price of basic food in the city of Bandung.Kata Keyword : Decision Tree, ID3,Basic Food
Estimasi Berat Karkas Dan Klasifikasi Daging Sapi Berdasarkan Deteksi Tepi Canny, Discrete Wavelet Transform, Dan Support Vector Machine Mona Renasari; Bambang Hidayat; Sjafril Darana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, permintaan akan produk sapi di Indonesia terus meningkat, khususnya menyangkut akan daging sapi. Bobot sapi merupakan indikator yang paling penting untuk mengetahui keberhasilan pemeliharaan dan pertumbuhannya. Peternak umumnya melihat bobot hidup sapi untuk menentukan harga sapi dalam bidang pemasaran. Berbagai cara yang dilakukan untuk mengetahui bobot sapi, salah satunya dengan menggunakan timbangan ternak. Namun keadaan di lapangan, mengingat minimnya fasilitas timbangan ternak, sehingga peternak harus melakukan penafsiran bobot badan secara subjektif. Hal tersebut dinilai tidak efektif, karena dapat merugikan calon pembeli daging sapi. Solusi yang tepat pada masalah diatas yaitu bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat diaplikasikan dengan menggunakan pengolahan citra untuk mengetahui akurasi ukuran fisik tubuh ternak sapi (lebar dada dan panjang badan). Pengolahan citra dilakukan dengan proses segmentasi citra dengan mengabaikan background dan objek-objek yang ada disekitar sapi yang bersifat mengganggu (noise). Setelah itu, akan dilakukan proses identifikasi untuk mendapatkan ukuran panjang badan dan lebar dada ternak sapi. Tugas akhir bertujuan untuk mengetahui berat karkas sapi, dengan memanfaatkan pengolahan citra. Teknik yang digunakan untuk segmentasi sapi adalah metode Discrete Wavelet Transform (DWT) dan klasifikasinya menggunakan Support Vector Machine (SVM). Estimasi bobot karkas sapi dirancang mengunnakan aplikasi berbasis Matlab. Metode DWT dan klasifikasi SVM dapat menghasilkan suatu sistem yang memiliki estimasi bobot sapi sebesar 86.1% dan akurasi klasifikasi sebesar 85% dengan waktu komputasi 6.6175 detik. Kata Kunci: Discrete Wavelet Transform, Support Vector Machine, Karkas sapi
Implementasi Wireless Sensor Network Untuk Monitoring Dan Controlling Gas Karbon Monoksida Pada Ruangan Tertutup Piove Wiraguna; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu polutan udara yang memiliki karakteristik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa sehingga sulit dideteksi oleh indra manusia. CO memiliki sifat racun sehingga sangat berbahaya. Manusia sulit menyadari tingkat kadar gas CO yang berada pada level berbahaya. Bila kadar gas CO berlebih pada suatu lingkungan akan mengancam kesehatan manusia hingga berujung pada kematian. Meninjau permasalahan tersebut, perlu adanya sistem yang dapat melakukan monitoring gas CO agar dapat mengetahui kadar gas pada ruangan dan sistem controlling untuk mengurangi kadar gas yang berlebih. Sistem yang dibuat terdiri dari sensor MQ-7, relay, exhaust fan, NodeMCU dan teknologi Wireless Sensor Network. Sistem dimulai dengan mendeteksi gas kemudian data dikirim dan ditampilkan. Bila gas CO melebihi batas aman yaitu 500 ppm, maka exhaust fan akan aktif. Untuk mengetahui kualitas jaringan yang dibuat maka perlu dilakukan pengujian dalam beberapa skenario. Berdasarkan hasil pengujian jarak jangkauan maksimum koordinator sebesar 12 meter. Ketika jarak node yang terhubung semakin menjauhi koordinator, delay cenderung akan semakin membesar dan throughput akan semakin mengecil. Ketika sistem dijalankan secara keseluruhan, delay pada aktuator lebih besar dari pada delay sensor node. Pada saat menggunakan MQTT, Sesuai standar ITU-T G114 kualitas sistem berada pada kualitas yang baik untuk MQTT dan pada HTTP sensor node berada pada kualitas yang baik sedangkan aktuator node berada pada kualitas yang buruk. Pada sistem ini penggunaan protokol MQTT lebih baik dibanding HTTP karena pada protokol MQTT hanya melakukan satu kali proses koneksi diawal sehingga membuat delay lebih kecil dibanding HTTP. sedangkan pada HTTP akan selalu melakukan proses koneksi setiap data ingin dikirim lalu menutup koneksi ketika data telah selesai dikirim sehingga membuat delay HTTP lebih besar. Throughput pada MQTT lebih kecil dibanding throughput pada HTTP Kata Kunci: Wireless Sensor Network, karbon monoksida, monitoring dan controlling ABSTRACT Carbon monoxide (CO) is one of the air pollutants that has characteristic odorless, colorless, and tasteless CO difficult to be detected by the human senses. Co is toxic air so it is very dangerous. When CO levels in a closed room is over, will threatening health and lead to death. The victim of poisoning does not feel poisoned but only feeling tired, weak and want to rest until death. Reviewing the problem, human need a system that can monitor the CO levels in the room and controlling system to reduce CO. The system consists of MQ-7 sensor, relay, exhaust fan, NodeMCU and Wireless sensor network technology. The system starts with CO detection and then sent data and display data. When the CO exceeds the safe limit of 500 ppm, the exhaust fan will be active. To determine the quality of the network made it is necessary to test in several scenarios. Based on the result of testing the range of the coordinator's maximum range of 12 meters. As the distance of the connected node farther away from the coordinator, the delay tends to increase and the throughput diminishes.. On overall system, the delay in the actuator is greater than the sensor node delay. When using MQTT, according to the ITU-T G114 standard the quality of the system in good quality for the MQTT and on the HTTP, node sensor in acceptance quality and actuator node in bad quality. In this system, using the MQTT protocol is better during HTTP because in the MQTT protocol only one time the connection process. That is stored makes the delay smaller than HTTP. While on HTTP it will always make the connection process every packet will to send and closing connection if sending packet finished. That is make large delay in HTTP. Throughput in the MQTT is less likely throughput in HTTP Keywords: Wireless Sensor Network, Carbon Monoxide, monitoring and controlling
Peringkasan Pada Review Produk Menggunakan Metode Crf Dan Knn Pursita Kania Praisar; Warih Maharani; Nungki Selviandro
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan internet pada saat ini, banyak orang yang memanfaatkannya dengan membuat sebuah tampilan website online berisi informasi yang dibutuhkan oleh para konsumen. Salah satu diantaranya adalah website yang berisi tentang konten-konten belanja secara online. Selain memudahkan dalam berbelanja, pada website belanja online juga sering ditemukan fitur review product atau tanggapan dari barang yang dijual pada website belanja online tersebut. Tanggapan mengenai sebuah barang pada satu website online sering dijadikan sebagian acuan terhadap sebuah kualitas barang. Banyaknya tanggapan terhadap sebuah barang dalam satu website online, menjadikan kesulitan tersendiri untuk menyimpulkan hasil dari tanggapan barang tersebut. Maka dari itu untuk mempermudah dalam menyimpulkan hasil tanggapan dari sebuah barang, perlu dibuat sebuah sistem peringkasan untuk menganalisa hasil tanggapan dari konsumen dalam suatu website belanja online. Sistem peringkasan ini dilakukan menggunakan metode CRF (Conditional Random Fields) untuk ekstraksi aspeknya dan K-NN untuk klasifikasinya. Parameter yang dibutuhkan pada sistem ini adalah persentase data training, penggunaan lemmatization pada preprocessing, nilai standar deviasi pada ekstraksi aspek, nilai learning rate pada ekstraksi aspek, threshold pada ekstraksi opini, dan nilai k pada klasifikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai efektif parameter inputan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai efektif presentase data training adalah 70%, digunakannya tahap lemmatization pada preprocessing, nilai efektif standar deviasi adalah 1.75, nilai efektif learning rate adalah 0.01, nilai efektif threshold adalah 0.5 dan nilai efektif k adalah >7. Kata kunci: Summarization,CRF, K-NN
Implementasi dan Analisis Kesamaan Semantik Antar Kata Bahasa Indonesia Menggunakan Metode GloVe Ramanti Dwi Indrapurasih; Moch. Arif Bijaksana; Indra Lukmana Sardi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesamaan semantik adalah salah satu pengukuran yang ada pada text mining untuk mencari nilai kesamaan makna antar kata. Kesamaan semantik ini dapat diaplikasikan pada berbagai aplikasi. Pengukuran ini dilatarbelakangi dimana saat ini komputer belum dapat menyamakan persepsi manusia terkait penilaian kesamaan antar kata. Maka dari itu dalam tugas akhir kali ini membahas mengenai kesamaan semantik antar kata bahasa Indonesia dengan menggunakan metode GloVe . Metode GloVe adalah suatu model untuk unsupervised learning pada representasi kata yang mengungguli model lainnya di word analogy, word similarity, dan named entity recognition. Dengan inputan berupa corpus Wikipedia Bahasa Indonesia dan skor yang dihasilkan dihitung nilai korelasinya menggunakan correlation pearson dengan membandingkan skor hasil gold standard dari WordSim-353, SimLex-999 dan Miller Charles. Hasil dari penelitian tugas akhir ini merupakan nilai korelasi antara metode GloVe dengan gold standard SimLex-999, WordSim353, dan Miller Charles. Pada penelitian tugas akhir ini menghasilkan nilai korelasi pada gold standard dengan nilai korelasi yang didapatkan sebesar 0.1165 untuk Miller Charles, 0.2280 untuk SimLex-999 dan 0.2849 untuk WordSim-353. Kata kunci : Text mining, Kesamaan Semantik, GloVe Abstract Semantic similarity is one of the text mining’s measurement to find the value of the similarity between word’s meaning. This semantics similarity can be applied in various applications. The measurement’s background is caused where the computer not able yet to equate human’s perspective related to measurement of the similarity between words. Therefore, this thesis will discuss about semantics similarity between words in Bahasa Indonesia by using GloVe method. GloVe method is a model for unsupervised learning on words representation that surpass another models in word analogy, word similarity and named entity recognition. With the input of a Wikipedia corpus of Bahasa Indonesia and the correlation value from resulted score is calculated with correlation pearson by comparing it with gold standard score from WordSim-353, SimLex999, and Miller Charles. The final result from this thesis produce a correlation value in gold standard with the obtained correlation value is 0.1165 for Miller Charles, 0.2280 for SimLex-999 and 0.2849 for WordSim353. Keywords: Text mining, Semantics Similarity, GloVe
Analisis Kelayakan Pendirian Toko Offline Dan Pabrik Konveksi Byadimaprani Di Kota Tasikmalaya Indra Rukmananda Hendrayana; Endang Chumaidiyah; Budi Praptono
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ByAdimaprani adalah sebuah perusahaan fashion muslim wanita yang memproduksi berbagai macam pakaian muslim wanita. ByAdimaprani berdiri sejak tahun 2015 dan dalam pemasarannya saat ini menggunakan media online. Dalam rangka meningkatkan pendapatan setiap produk, memenuhi permintaan konsumen dan memperluas pasar, maka pemilik usaha memutuskan untuk membuat toko offline ByAdimaprani sekaligus pabrik konveksi. Dengan melakukan analisis kelayakan ini, perusahaan mengetahui apa saja yang dipersiapkan dan mengetahui risiko yang dapat timbul dalam pengembangan usaha yang dilakukan agar perusahaan juga mengantisipasi risikorisiko yang ditimbulkan. Aspek pasar pada penelitian ini didapatkan dengan menyebarkan 400 kuisioner keseluruh kecamatan di Kota Tasikmalaya. Hail penyebaran kuisioner didapat pasar potensial memiliki persentase 91% untuk hijab, 92.8% untuk atasan dan 89.5% untuk bawahan. Pasar sasaran ditentukan oleh pemilik perusahaan sebesar 2% dari pasar tersedia. Penentuan lokasi ditentukan menggunakan metode factor rating dan lokasi yang dipilih adalah Jl. Pataruman. Adapun hasil perhitungan yang ada didalam aspek finansial yang menunjukan nilai tingkat investasi dengan nilai MARR 9% didapat nilai NPV sebesar Rp. 164.401.868, IRR = 26% dan PP selama 4.027 tahun. Pendirian toko offline dan konveksi ByAdimaprani dinyatakan layak karena nilai IRR lebih besar dari nilai MARR, NPV bernilai positif dan umur Payback Period kurang dari umur investasi. Kata kunci : ByAdimaprani, Analisis Kelayakan, NPV,IRR, PP
Desain Dan Implementasi Modul Pembangkit Listrik Mikrohidro Pada Rumah Dengan Pompa Penyimpanan Energi Gorbi Prasetya; Sony Sumaryo; Cahyantari Ekaputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah energi listrik yang dihasilkan dengan menggunakan energi air yang bergerak mengubah energi potensial air menjadi energi listrik. Turbin air digunakan untuk mengubah energi potensial air menjadi kerja mekanis poros yang akan memutar generator untuk menghasilkan energi listrik. Dalam Tugas Akhir kali ini telah dilakukan perancangan dan implementasi Pembangkit listrik Micro Hydro Pumped Storage dengan metode pembangkitan energi yang identik dengan hydroelectric plant pada sebuah Solar Home yang digunakan sebagai penyimpan daya bantuan. Penyimpanan air dilakukan dengan cara memompa air dari tempat penyimpanan air yang lebih rendah menuju tempat penyimpanan air yang berada di tempat yang lebih tinggi menggunakan daya berlebih yang dihasilkan oleh PV. Pada saat beban listrik sebuah rumah terlalu besar atau baterai tidak sanggup untuk menyuplai daya yang cukup ke beban, maka Pumped Storage akan membuka keran sehingga air dapat mengalir dari tempat penyimpanan yang tinggi menuju tempat penyimpanan yang lebih rendah sehingga dapat menjadi sebuah pembangkit listrik tenaga air yang digunakan untuk menghasilkan daya listrik bantuan Kata kunci : Pembangkit Listrik Tenaga Air, HydroElectric plant, Energy Storage, PLTMH Abstract Hydro electric power plant is a current energy which has been generated from a water movement (called as water potential energy), water potential energy is used to give an input to water turbine. Water potential energy will give an input to the water turbine and will make a rotor from water turbine rotate to create current energy. In this final project the writer will will design and implement a micro hydro electric pumped storage with a metode who identic with a hydroelectric plant in the smart home, it used as a backup power in the smart home. a lower place storage will send the water to a higher storage with a PV power. When the electrical load is over than PV can be give or when the battery can’t supply enough energy to the load, then pumped storage will opened and start working to produce an extra energy from a higher place of storage to the lower place of storage for smart home. Key word kunci: pumped storage HydroElectric plant, Energy Storage, PLTMH
Analisis Packet Loss Pada Wlan 802.11n Qos Mode Basic Service Set Berbasis Adith Priyo Pratama; Erna Sri Sugesti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WLAN merupakan sebuah perangkat pengiriman data pada jaringan komputer tanpa menggunakan media transmisi kabel (wireless) dimana mobilitas dan fleksibilitas dari perangkat ini sangat baik. WLAN telah distandarisasi oleh IEEE 802.11 dan sudah terdapat beberapa perubahan. Eksperimen ini QoS dari perangkat WLAN 802.11n dengan parameter packet loss yang ingin diketahui menggunakan aplikasi Wireshark. Eksperimen ini ingin membuktikan kinerja perangkat access point Cisco WAP321 Wireless-N. Pengerjaan dilakukan pada daerah tertutup (indoor). Metode yang dilakukan berupa jumlah user yang disebar dengan jarak antara access point kepada user yang berbeda serta pengaturan konfigurasi pada access point tersebut. Parameter uji yang akan dikonfigurasi meliputi transmit power, beacon interval, fragmentation threshold, RTS threshold, AIFS, contention window, dan TXOP limit. Hasil eksperimen ini menunjukan jangkauan AP terbaik berada pada konfigurasi transmit power 100%. Untuk nilai packet loss, konfigurasi beacon interval 100 ms, fragmentation threshold 728 bytes, dan RTS threshold 1024 bytes memeperoleh nilai packet loss yang lebih baik. Sementara pengaruh QoS terhadap performansi, parameter AIFS skema AIFS3, contention window skema CW1, dan TXOP limit skema TL3, memberikan nilai rata-rata terbaik untuk packet loss, throughput, dan RTT delay.Kata Kunci : WLAN, IEEE 802.11n, QoS, Packet Loss, Cisco WAP321 Wireless-N Access Point.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue