cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Estimasi Bobot Sapi Berdasarkan Registrasi Citra Digital Dengan Metode Blob Dan Klasifikasi Learning Vector Quantization : Cattle Weight Estimation Based On Digital Image Registration With Blob Method And Learning Vector Quantization Classification Insani Sekar Wangi; Bambang Hidayat; Endang Yuni
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSapi merupakan salah satu hewan ternak yang banyak dimanfaatkan oleh manusia. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai bahan pangan manusia. Bobot hidup sapi dapat diduga dan diketahui dengan cara mengukur lingkar dada, panjang badan, dengan timbangan secara konvensional, perkiraan secara visual oleh manusia maupun dengan rumus yang telah ditetapkan. Namun cara-cara tersebut kurang efektif dan masih sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, untuk mempermudah proses estimasi bobotsapi agar pemberian pakan dan obat secara tepat, di dalam penelitian tugas akhir ini dibahas mengenai teknik identifikasi dan klasifikasi bobot sapi pada suatu peternakan dengan menggunakan teknik pengolahan citra digital.Pada tugas akhir ini telah dibuat aplikasi berbasis Matlab untuk membantu mengetahui bobot ternak sapi dengan menggunakan metode pengolahan citra, yang dilengkapi dengan registrasi citra berbasis metodeBlob Detection serta proses klasifikasinya menggunakan Learning Vector Quantization (LVQ). Didapatkan tingkat akurasi sebesar 76,2%. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pelaku bisnis ternak sapi dalam standar akurasi yang tepat dalam mengetahui bobot ternak sapi.Kata Kunci:Pengolahan CitraDigital,registrasi citra, Blob Detection, Learning Vector QuantizationAbstractCows are one of the cattle animals that many people took benefit for. People raised the cows mainly to be used their milks and meat as human food. The cattle life weight can be predicted and known by measuring the chest circumference, body length, with conventional scales, visual prediction by humas or with settled formula. But these methods are less effective and still difficult to do. Therefore, to simplify the process of estimation a cattle weight so that the feeding and medicinal treatment are properly given, in this final project research is discussed about the identification and classification techniques of cattle weight using digital image processing techniques.In this final project Matlab-based application has been made to help determine the weight of cattle using image processing methods, which are equipped with registration methods based on the Blob Detection method using the Learning Vector Quantization (LVQ)classification.Obtained an accuracy rate of 76,2%. The results of this study are expected to be able to help cattle business players in the right standard of accuracy in knowing the weight of cattle.Keywords: Digital Image Processing, image registration, Blob Detection, Learning Vector Quantization
Perancangan Dan Implementasi Sistem Monitoring Suhu Pemantau Dehidrasi Berbasis Fuzzy Logic Dan Iot Anita Auliani; Aji Gautama Putrada; Novian Anggis Suwastika
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dehidrasi terkadang dianggap sebagai permasalahan yang tidak perlu ditangani secara serius. Kebanyakan orang tidak menganggap air sebagai nutrisi padahal air lah yang paling banyak penting dari semua nutrisi. Kebanyakan anak-anak dan remaja menganggapnya sebagai haus biasa sehingga air mineral sering dianggap remeh. Kesibukan menjadi salah satu faktor terbesarnya. Padahal 60% lebih total massa badan adalah kandungan air, sehingga hal itu menjadi penting bagi kesehatan tubuh dalam menjalani hari-harinya. Kandungan air sangat penting bagi jaringan tubuh, kulit, sel-sel dan seluruh organ yang ada di dalam tubuh. Berdasarkan masalah ini, solusi yang akan dibuat pada penelitian kali ini yaitu sebuah alat pemantau dehidrasi berbasis mikrokontroler sebagai alternatifnya. Teknologi ini nantinya akan memberi alarm pemberitahuan bahwa ia sedang mengalami dehidrasi sehingga perlu untuk minum air untuk mendapat cairan (hidrasi) yang tepat. Kemudian ketika seseorang berada di dalam ruangan dengan suhu ruangan dan suhu tubuh tertentu, maka alat tersebut akan memeriksanya. Selanjutnya alat akan memberi tahu melalui Smartphone jika orang tersebut sedang mengalami dehidrasi berdasarkan parameter suhu tersebut. Pengerjaan alat menggunakan fuzzy logic sebagai metode penelitiannya. Hasil pengujian mengatakan jika suhu diatas 37℃ sudah mengalami dehidrasi dari ringan sampai berat. Parameter suhu tubuh menjadi fokus pada alat pemantau dehidrasi, sedangkan suhu ruangan menjadi parameter pendukung alat. Kata Kunci: dehidrasi, fuzzy logic, mikrokontroler, sensor MLX900614 Abstract Dehydration is sometimes considered a problem that does not need to be taken seriously. Most people do not consider water as a nutrient even though water is the most important of all nutrients. Most children and adolescents consider it normal thirst so that mineral water is often underestimated. Busyness is one of the biggest factors. Though 60% more total body mass is water content, so it becomes important for the health of the body in carrying out his days. Water content is very important for body tissues, skin, cells and all organs in the body. Based on this problem, the solution that will be made in this study is a microcontroller-based dehydration monitor as an alternative. This technology will later give an alarm notification that he is dehydrated so it is necessary to drink water to get the right liquid (hydration). Then when someone is in a room with a certain temperature and body temperature, the device will check it. The tool will then notify the Smartphone if the person is dehydrated based on these temperature parameters. Work on tools using fuzzy logic as the research method. The test results say if the temperature above 37 ℃ has dehydrated from mild to severe. The parameters of body temperature are the focus of the dehydration monitor, while the room temperature is the supporting parameter of the device. Keywords: dehydration, fuzzy logic, microcontroller, sensor MLX900614
Implementasi Load Balancer Dengan Lightweight Virtualization Menggunakan Docker Untuk Layanan Video On Demand Novia Indrawati; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini minat masyarakat Indonesia akan streaming video di internet berupa Video On Demand sangatlah meningkat, dari mulai video hiburan hingga edukasi. Dengan kebutuhan akan VOD yang massive ini, provider layanan VOD harus mempersiapkan server handal untuk mengatasi kenaikan trafik dan beban kerja pada server. Maka peran load balancer dibutuhkan dalam kondisi tersebut untuk mendistribusikan beban trafik ke beberapa server cluster secara seimbang sehingga server tidak mengalami kelebihan trafik (overload) atau bahkan down. Penerapan teknologi virtualisasi berbasis container digunakan dalam pengimplementasian load balancer ini. Container adalah teknologi virtualisasi pada level sistem operasi yang memungkinkan setiap proses atau aplikasi dapat berjalan pada tiap container dengan berbagi kernel sistem operasi yang sama. Berbeda hal nya dengan Virtual Machine (VM) yang merupakan teknologi virtualisasi pada level hardware, sehingga memerlukan sistem operasi secara keseluruhan untuk membangun satu VM. Hal ini lah yang membuat container dikenal sebagai teknologi lightweight virtualization. Tugas Akhir ini akan mengimplementasikan load balancer yang dijalankan di atas teknologi container. Container yang digunakan adalah docker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari load balancer pada layanan VOD. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server dengan menggunakan load balancing lebih baik dibandingkan dengan single server, karena beban kerja dan beban trafik tidak lagi dilayani oleh satu server lagi melainkan beban dibagi ke tiga buah server. Pada penelitian ini juga diketahui, algoritma yang paling baik digunakan untuk load balancing adalah least connectiion, karena dapat terdapat penurunan CPU Utilization sebesar 5.17 %. Kata Kunci : Load Balancer, Video On Demand, Container, Lightweight Virtualization, Kubernetes Abstract Nowadays, streaming video such as Video On Demand on internet become one of the highest consumptions in cyber world. Education and even entertainment is provided. Because of massive demand on video streaming, provider must prepare relliable server to resolve overcome the increase in traffic and workload on the server. Then in these conditions the role of load balacer is needed to distribute traffic load to several cluster servers in a balanced manner so that the server does not experience excess traffic (overload) or even down. The application of container-based virtualization technology is used in implementing this load balancer. Container is a virtualization technology at the operating system level that allows each process or application to run on each container by sharing the same operating system kernel. It's different between container and Virtual Machine. Virtual Machine (VM) which is a virtualization technology at the hardware level, so it requires the whole operating system to build a VM. This is what makes containers known as lightweight virtualization technology. This Final Assignment will implement load balancers that run on container technology. The container used is the docker. This study aims to determine the performance of load balancers on VOD services. From the results of the research conducted, it is known that server performance using load balancing is better than a single server, because the workload and traffic load are no longer served by one server but rather the burden is divided into three servers. In this study it is also known, the best algorithm for load balancing is least connectivity because there can be a decrease in CPU Utilization of 5.17%. . Keywords : Load Balancer, Video On Demand, Container, Lightweight Virtualization, Kubernetes
Deteksi Citra Sidik Bibir Suku Sunda Dan Suku Minangkabau Dengan Metode Histogram Of Oriented Gradient (hog) Dan Linear Discriminant Analysis (lda) Pada Populasi Mahasiswa Universitas Telkom Risva Ulva Fauzia; Bambang Hidayat; Fahmi Oscandar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Odontology forensik adalah sebuah cabang ilmu dari ilmu kedokteran gigi yang bertujuan untuk menerapkan pengetahuan kedokteran gigi dalam memecahkan masalah hukum dan kejahatan. Cabang ini telah digunakan bertahun tahun untuk mengidentifikasi korban dan tersangka dalam kasus pencurian, pelecehan, bencana alam, kecelakaan dan kejahatan yang lainnya. Ilmu kedokteran gigi forensik dapat menentukan identitas seseorang berdasarkan identifikasi salah satunya adalah identifikasi pola sidik bibir. Sidik bibir yang dimiliki oleh individu memiliki sifat konsisten, stabil sepanjang hidup, dan tidak akan berubah baik pola ataupun karakteristiknya. Pada Tugas Akhir telah dilakukan perancangan dan penelitian sebuah simulasi untuk identifikasi pola sidik bibir pada suku Sunda dan suku Minangkabau dengan menggunakan citra digital berdasarkan citra sidik bibir. Dengan menggunakan metode ekstraksi ciri Histogram of Oriented Gradients (HOG) dan untuk klasifikasi menggunakan metode Linear Discriminant Analysis (LDA). Hasil dari Tugas Akhir ini adalah suatu sistem yang mampu melakukan identifikasi pola sidik bibir suku Sunda dan suku Minangkabau berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tschuhashi. Sistem tersebut mempunyai performansi dengan tingkat akurasi terbesar 79.66% dengan waktu komputasi 250.0025 detik dengan menggunakan 174 sampel citra latih dan 116 citra uji. Hasil ini didapatkan menggunakan parameter HOG yaitu Cell Size 4×4, Block Size 2×2 dan Bin Numbers 9 dengan parameter statistika mean pada proses klasifikasi LDA. Kata Kunci: Sidik, Bibir, HOG, LDA, forensik, Suku, Minangkabau, Sunda Abstract Forensic Odontology is a branch of science from dentistry that aims to apply dental knowledge in solving legal and crime problems. This branch has been used for years to identify victims and suspects in cases of theft, harassment, natural disasters, accidents and other crimes. Forensic dentistry can determine one's identity based on identification, one of which is identification of lip print patterns. The lip prints that are owned by an individual have a consistent, stable nature throughout life, and will not change either the pattern or the characteristics. In the Final Project the design and research of a simulation for identification of lip print patterns in the Sundanese and Minangkabau tribes has been carried out using digital images based on lip print images. This proses uses the extraction method characteristic of Histogram of Oriented Gradients (HOG) and the Linear Discriminant Analysis (LDA) method for classification. The results of this Final Project are a system that is able to identify the lip print patterns of Sundanese and Minangkabau tribes based on the Suzuki and Tschuhashi classifications. The system has the highest accuracy with 79.66% with computation time of 250.0025 seconds using 174 training image samples and 116 test images. These results are obtained using the HOG parameter, Cell Size 4 × 4, Block Size 2 × 2 and Bin Numbers 9 with the statistical parameters mean in the LDA classification process. Keywords: lip prints, lips, HOG, LDA, forensics, Suku, Minangkabau, Sundanese
Tes Adaptif Berbasis Komputer Untuk Penelusuran Peminatan Pada Program Studi S1 Sistem Komputer Stephen Lie Juliando Soetopo; Burhanuddin Dirgantoro; Ratna Astuti Nugrahaeni
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak “TES ADAPTIF BERBASIS KOMPUTER UNTUK PENELUSURAN PEMINATAN PADA PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER” dibuat untuk mempercepat dan mempermudah dalam melakukan tes penelusuran keahlian via web menggunakan html dan penerapan kecerdasan buatan untuk melakukan analisa sehingga hasil tes dapat diperoleh tepat setelah tes selesai diadakan. Hal ini akan sangat mempersingkat waktu dan memungkinkan untuk melakukan tes dengan skala yang masif karena analisa dilakukan oleh komputer. Soal diklasifikasikan ke 3 kategori yang mana setiap kategorinya mewakilkan keahlian yang mereka miliki yaitu Penalaran Matematis (Kalkulus, fisika, matematika dasar), Logika (Kalimat terbuka-tertutup, kalkulus predikat-proposisi), dan Penalaran Grafis (Pencocokkan gambar). Setiap klasifikasi akan dibagi ke 4 skala level dari terendah hingga tertinggi diwakili dengan variabel X, untuk kemudian dikalkulasikan dan ditampilkan bersama dengan infographic dari hasil test setiap mahasiswa. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah mengimplementasikan algoritma Fuzzy sebagai sistem untuk merekomendasikan salah satu dari tiga peminatan yang terdapat di Program Studi S1 Sistem Komputer. Dikarenakan banyaknya mahasiswa yang mengambil peminatan yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya, maka dengan adanya sistem ini dapat membantu seseorang dalam memilih atau mempertimbangkan peminatan yang nantinya akan diambil. Kata Kunci : Adaptive-test, Interest, computer-based test, computer engineering Abstract “COMPUTER-BASED ADAPTIVE TESTS FOR SPECIALIZATION SEARCH IN COMPUTER ENGINEERING STUDY PROGRAM" was made to speed up and simplify the testing of expertise via web by using html and the application of artificial intelligence to conduct analysis, so that the test results can be obtained right after the test is completed. This will greatly shorten the time and make it possible to carry out tests on a massive scale because the analysis is done by the computer. Questions are classified into 3 categories where each category represents their expertise, namely Mathematical Reasoning (Calculus, physics, elementary mathematics), Logic (Open-closed sentence, Predicate-proposition calculus), and Graphic Reasoning (Image Matching). Each classification will be divided into 4 level scales from the lowest to the highest represented by variable X, to then be calculated and displayed along with the infographic from the test results of each student. The purpose of this Final Project is to implement the Fuzzy algorithm as a system to recommend one of the three specializations found in the Computer Systems S1 Study Program. Due to the large number of students who take specialization that is not in accordance with their interests and talents, the existence of this system can help someone in choosing or considering which specialization that will later be taken.
Rancang Bangun Alat Uji Tarik Untuk Karakterisasi Sifat Mekanik Dan Listrik Pada Material Konduktif Fleksibel Christo Sebastian Kristena; Ismudiati Puri Handayani; Indra Chandra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Elektronik fleksibel merupakan sebuah peranti elektronik yang memanfaatkan material konduktif atau semikonduktor yang dideposisi di atas substrat fleksibel. Karena bentuknya yang mudah diubah, elektronik fleksibel memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya, sebagai sensor elastis yang dapat diletakkan pada pakaian atau organ tubuh untuk memantau kinerja dari tubuh manusia dan perangkat yang dapat ditekuk. Sifat fleksibel ini dapat meningkatkan ketahanan dari sebuah rangkaian elektronik karena tidak mudah patah. Dalam mengaplikasikan elektronik fleksibel, perlu diperhatikan pengaruh tarikan mekanik terhadap sifat mekanik dan listrik bahan tersebut. Substrat elastis harus dipilih yang mampu mempertahankan sifat elastisitasnya. Selain itu elemen konduktif yang dideposisi di atas substrat fleksibel harus dijaga agar secara fisis tidak rusak dan masih memiliki sifat listrik yang sama meskipun sudah mengalami tarikan mekanik berkali-kali. Mempertimbangkan hal ini, telah dirancang dan dikembangkan alat uji tarikan pada material konduktif fleksibel untuk mempelajari sifat mekanik material dan hubungan antara sifat mekanik dengan sifat listrik dari material tersebut. Bagian bidang penarik pada alat uji tarikan ini dibuat dengan dimensi 15 x 8 x 3 cm sehingga dapat diintegrasikan dengan alat uji lain seperti mikroskop yang dapat digunakan untuk mengamati perubahan fisik bahan yang diuji. Hasil pengujian tanpa beban, menunjukkan bahwa alat mampu memberikan gaya maksimum sebesar 26,59 N dan bergeser secara simetris sebesar 40,00 mm pada saat gaya maksimum diterapkan. Gaya dapat divariasi dengan resolusi sebesar 0,14 N sedangkan pergeseran memiliki resolusi sebesar 0,02 mm. Pengujian alat untuk mengkarakterisasi substrat polyethylene terephthalate (PET) dengan ukuran 6,50 x 3,80 x 0,17 mm menunjukkan alat mampu memberikan gaya maksimum sebesar 2,16 N dengan variasi terkecil 0,14 N serta pergeseran maksimum sebesar 0,16 mm dan variasi pergeseran terkecil 0,01 mm. Pada saat elemen konduktif pasta perak dideposisi di atas PET dan diuji dengan alat ini, diperoleh informasi bahwa resistansi relatif stabil pada saat material ditarik dengan regangan 0,10 % dan bertambah hingga sekitar 10,00  pada saat penarikan dengan besar regangan 1,00%. Hasil karakterisasi dua elemen konduktif yang berbeda resistansi juga memperlihatkan bahwa material yang lebih konduktif cenderung lebih stabil terhadap tarikan mekanik. Kata Kunci : Alat uji tarikan, flexible electronics, material konduktif fleksibel Abstract Flexible electronics is an electrical device using flexible substrate in which a conductive or a semiconducting material is deposed on it. Due to the capability of changing its geometry, flexible electronics has many applications, such as elastic sensor or bendable devices that can be put on clothing or human’s organ to examine human body performance. To apply flexible electronics into devices, it is important to understand the effects of mechanical tensile force to the mechanical and electrical properties of the material. The material should be able to maintain its elasticity, physical properties, as well as electrical properties after experiencing mechanical tensile forces for many times. Considering to this issue, a mechanical test instrument has been designed and built to characterize the mechanical properties of flexible conductive material and to study the correlation between mechanical and electrical properties of the material. The instrument is connected to digital microscope so that any physical changes of the material including any possible damages after mechanical stretches are observed. The instrument is able to generate a maximum force of 26.59 N and a maximum displacement of 40,00 mm. The smallest variation of the mechanical force and displacement are 0.14 N and 0.02 mm, respectively. The instrument is able to generate a maximum force of 2.16 N on 6.50 x 3.80 x 0.17 mm PET. This force triggers a maximum stretch of 0.13 mm. The smallest stretch is 0.01 mm. This mechanical stretch affects the material resistance. The resistance of silver paste deposed on top of PET is observed to be relatively constant when 0,10% strain is applied. However, this resistance changes about 10,00  when 1,00% strain is applied. Less resistive material is observed to be more stable against the mechanical strain. Keywords: Conductive material, flexible electronics, PET, tensile test instrument
Analisis Pengaruh Penerapan Listen Before Talk (lbt) Pada Ltelicensed Assisted Access (laa) Terhadap Wi-fi 5ghz Dilla Fajar Sukma Dilaga; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan pengguna yang semakin bertambah setiap tahunnya, terutama pada kawasan dengan kepadatan penduduk yang tinggi akan menjadi masalah yang serius apabila tidak ditanggulangi dengan efektif. Baik dari pengguna yang menginginkan user experience yang lebih baik maupun dari operator menginginkan jaringan yang dapat melayani pelanggan dengan baik dalam hal kapasitas maupun layanan. Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas adalah penggunaan spektrum frekuensi secara maksimal, tetapi kesediaan sumber daya spektrum frekuensi terbatas. Pemanfaatan spektrum unlicensed dianggap 3GPP sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk memenuhi pertumbuhan trafik yang terus meningkat. Ketersediaan spektrum yang tinggi (500 MHz) hampir di seluruh dunia menjadikan penggunaan pada spektrum ini memiliki peluang baik. LTE Release 13 memungkinkan penggunaan spektrum frekuensi unlicensed yang disebut dengan Licensed-Assisted Access (LAA). Pada LTE-LAA, spektrum licensed LTE digunakan sebagai primary cell yaitu untuk membawa informasi serta mengangkut trafik data. Sedangkan spektrum unlicensed 5 GHz digunakan sebagai secondary cell yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta pembagian spektrum secara adil. LTE-LAA tidak akan menggantikan peran Wi-Fi namun akan berkoeksistensi sehingga menjadi tetangga yang baik dan tidak merugikan Wi-Fi ataupun teknologi lainnya dalam rentang frekuensi tersebut. Hasil simulasi menghasilkan indeks fairness throughput 64 pengguna untuk FTP over UDP pada skenario 1 sebesar 0.998, skenario 2 sebesar 0.857 dan skenario 3 sebesar 0.997, sementara latency sebesar 0.991 untuk skenario 1, 0.849 skenario 2 dan 0.999 skenario 3. Sedangkan untuk FTP over TCP fairness throughput pada skenario 1 sebesar 0.779, skenario 2 sebesar 0.639 dan skenario 3 sebesar 0.741, sementara latency 0.959 untuk skenario 1, 0.875 skenario 2 dan 0.949 untuk skenario 3. Kata kunci : LTE-LAA, unlicensed, Wi-Fi, fairness, integrity KPI. Abstract The more users are increasing, the greater the area that will increase in size, the more difficult it will be to overcome effectively. Both from users who want a better user experience from operators who can provide customers well in terms of capacity and service. One way to increase capacity is the use of maximum frequency, but the source of availability of the frequency spectrum is limited. The use of the spectrum without permission is considered 3GPP as one of the solutions that is expected to obtain ever-increasing traffic growth. Consider high spectrum (500 MHz). LTE 13 releases allow the use of unlicensed frequency variations called License-Assisted Access (LAA). In LTE-LAA, a combination of licensed LTE is used as primary cells to carry information and transport traffic data. Whereas the 5 GHz unlicensed spectrum is used as secondary cells that are proposed to increase capacity and distribute the spectrum fairly. LTE-LAA will not take on the role of Wi-Fi but will coexist so that it becomes a good neighbour and does not violate Wi-Fi or other technologies in that frequency range. The simulation results produce a throughput fairness index of 64 users for FTP over UDP in scenario 1 of 0.998, scenario 2 of 0.857 and scenario 3 of 0.997, while latency is 0.991 for scenario 1, 0.849 for scenario 2 and 0.999 scenario 3. While FTP over TCP throughput fairness index in scenario 1 is 0.779, scenario 2 is 0.639 and scenario 3 is 0.741, while latency is 0.959 for scenario 1, 0.875 scenario 2 and 0.949 for scenario 3. Keywords: LTE-LAA, unlicensed, Wi-Fi, fairness, KPI integrity
Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bahaya Banjir Trisa Putri Siregar; Sony Sumaryo; Wahmisari Priharti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di beberapa daerah baru-baru ini telah menimbulkan kerugian yang cukup signifikan. Sementara sistem peringatan banjir yang sudah ada hanya memberitahukan bahwa banjir akan datang tanpa adanya prediksi kapan musibah tersebut akan terjadi. Penelitan ini menggunakan metode kuantitatif dengan memperhatikan variabel ketinggian air dan variabel debit air yang dihitung menggunakan sensor ketinggian air untuk memperingatkan bahaya banjir. Informasi peringatan musibah banjir diberikan melalui layanan sms dan bunyi buzzer. Perancangan tersebut akhirnya menghasilkan suatu sistem peringatan dini bahaya bencana banjir. Hasil perancangan sistem yang diimplementasikan dalam bentuk contoh asli sistem peringatan dini telah bekerja dengan baik sesuai dengan perancangan yang direncanakan. Peringatan bencana diberikan dalam bentuk pesan singkat peringatan bencana banjir kepada masyarakat di daerah rawan banjir dan buzzer sebagai media peringatan lain yang berfungsi memberikan peringatan langsung jika pesan peringatan bencana tidak terkirim ke nomor tujuan. Kata Kunci : Peringatan banjir, Bahaya dini banjir, sms gateway banjir
Aplikasi Identifikasi Ras Manusia Menggunakan Metode Image Registration Dan Scale Invariant Feature Transform (sift) Dengan Klasifikasi K-nearest Neighbors (knn) Rakhman Kurniadi; Bambang Hidayat; Johan Arif
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ras manusia dapat di identifikasi melalui bentuk dari wajahnya dan manusia cenderung dapat dengan mudah mengidentifikasi ras yang orang lain miliki jika ras orang tersebut sama dengan yang ia miliki. Hal tersebut disebabkan oleh informasi yang terdapat pada wajah manusia serta kemampuan manusia dalam memproses secara preseptual. Kemampuan tersebut merupakan salah satu kelemahan yang harus diperbaiki untuk dapat memproses informasi yang dimiliki secara lebih efektif dan efisien yang dapat digunakan untuk kebutuhan forensik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian identifikasi informasi demografis citra wajah manusia berdasarkan metode Image Registration dan Scale Invariant Feature Transform (SIFT) dengan klasifikasi K-Nearest Neighbors (KNN). Pengujian difokuskan untuk mengidentifikasi 3 ras besar manusia yaitu Kaukasoid, Negroid, dan Mongoloid. Hasil pengujian penelitian ini mendapatkan nilai akurasi sebesar 41.67%. Kata kunci : Ras, Forensik, Image Registration, SIFT, KNN Abstract Human race can be identified through the shape of his face and humans tend to be able to easily identify races that other people have if that person's race is the same as his own. This is caused by information contained in the human face and the human ability to process in a preseptual manner. This capability is one of the weaknesses that must be corrected to be able to process information more effective and efficient that can be used for forensic needs. In this project, the identification of human facial demographic information was tested based on the Image Registration and Scale Invariant Feature Transform (SIFT) method with the K-Nearest Neighbors (KNN) classification. The tests focused on identifying 3 major human races, Caucasoid, Negroid, and Mongoloid. The results of this project are have an accuracy of 41.67%. Keywords: Races, Forensic, Image Registration, SIFT, KNN
Identifikasi Pola Rugae Palatina Berdasarkan Metode Image Registration Dan Deformable Template Dengan Klasifikasi Support Vector Machine (svm) Pada Populasi Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi Angkatan 2015 Universitas Telkom Zagitha Devy Harerra; Bambang Hidayat; Yuti Malinda
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang paling rawan terhadap bencana alam. Hal tersebut juga dapat dilihat dari letak geografis Indonesia yang mengakibatkan Indonesia sangat rawan akan bencana alam. Selain bencana alam, tingkat kecelakaan pada Indonesia cenderung tinggi di ASEAN. Tingkat terjadinya bencana alam dan kecelakaan yang tinggi dapat menelan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki sistem yang canggih yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi para korban tersebut. Pada umumnya metode yang digunakan oleh tim forensik adalah identifikasi sidik jari. Namun identifikasi melalui sidik jari tersebut sulit untuk digunakan apabila kondisi pada sidik jari korban mengalami perubahan, misalnya lecet atau luka bakar bahkan rusak dan sudah tidak berbentuk. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah identifikasi rugae palatina. Terbukti bahwa pola dari rugae palatina setiap individu berbeda dan mempunyai ciri khas masing-masing. Rugae palatina terdapat didalam rongga mulut sehingga membuat rugae palatina terlindungi dari trauma. Pada tugas akhir ini, telah dikembangkan rancangan suatu sistem yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu berdasarkan pola rugae palatina dengan menggunakan pengolahan citra digital. Melalui tahapan yang dilakukan meliputi perekaman data, pemugaran citra dengan proses Image Registration , pre-processing, Deformable Template sebagai ektraksi ciri dan sebagai klasifikasi adalah Support Vector Machine (SVM). Melalui aplikasi yang dikembangkan metode sudah diperoleh tingkat akurasi sebesar 73.56%. Kata Kunci : Rugae Palatina, Image Registration, Deformable Template, Support Vector Machine (SVM) Abstract Indonesia is one of the countries in the world that are most vulnerable to natural disasters. It can also be seen from the geographical layout of Indonesia which resulted in Indonesia is very prone to natural disasters will be. In addition to natural disasters, the rate of accidents in Indonesia tends to be high in the ASEAN. The high rates of natural disaster and accident are costing casualties. Therefore, Indonesia must have sophisticated systems that can be used to identify the victims. In general the methods used by the forensic team is fingerprint identification. However the identification through fingerprints that are hard to use if condition on sacrifice fingerprint changes, such as blisters or burns even damaged and is not shaped. One alternative that can be used to address such matters is the identification of the Palatine Rugae. It is evident that the pattern of the Palatine Rugae every individual is different and has the characteristic of each. Palatine Rugae contained in the oral cavity thus creating protected Palatine Rugae of trauma. In this final task, it has been developed a system that can identified a person based on their rugae palatina pattern with a digital image processing. Through the stages being performed include: data recording, restoration process image with image registration, pre-processing, Deformable Template as feature extraction and the classification is Support Vector Machine (SVM). Expected through an application developed methods obtained at least 73,56% accuracy. Keywords : Rugae Palatina, Image Registration, Deformable Template, Support Vector Machine (SVM)

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue