cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domain Dss Dan Mea (studi Kasus : Bappeda Kabupaten Tulungagung) Erricson Hardiansyah; Eko Darwiyanto; Ibnu Asror
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTata kelola Teknologi Informasi adalah hal yang harus dikuatkan untuk pelaksanaan e-government demitercapainya good governance. Dalam pelaksanaan e-government, Bappeda Kabupaten Tulungagung tidakoptimal dalam menerapkan tata kelola TI, mengingat bahwa TI dapat membantu tercapainya tujuanbisnis dari setiap perusahaan/instansi dengan efektif dan efisien. Untuk membantu Bappedamenyelaraskan TI dengan tujuan bisnisnya, tata kelola TI harus diperhatikan. COBIT 5 merupakankerangka kerja yang memiliki mekanisme COBIT 5 Goals Cascade untuk membantu menyelaraskan TIdengan tujuan bisnis perusahaan/instansi, dan juga menyediakan assessment model (penilaian) padacurrent capability level (kemampuan saat ini) sehingga dapat dilakukan evaluasi agar TI yang ada padaBappeda selaras dengan tujuan bisnisnya, dimana target capability level Bappeda adalah level 2(Managed Process). Penelitian ini juga dibantu dengan pairwise comparison matrix dari metodologi AHPuntuk penentuan prioritas domain process Assessment dilakukan pada domain yang terseleksi yaituDSS03 dengan hasil capability level 1, DSS04 dengan hasil capability level 1, MEA01 dengan hasilcapability level 1, dan MEA02 dengan capability level 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa DSS03,DSS04, dan MEA01 belum dapat mencapai capability level yang di harapkan sehingga harus menerapkanrekomendasi yang telah diberikan oleh penelitian ini untuk mencapai capability level 2.Kata kunci : COBIT 5, AHP, e-governmentAbstractInformation Technology governance is something that must be strengthened for the implementation of egovernmentin order to achieve good governance. In the implementation of e-government, BappedaKabupaten Tulungagung is not optimum in implementing IT governance, considering that IT can help thebusiness goals of every company / agency be effectively and efficiently achieved. To help Bappeda align ITwith its business objectives, IT governance must be considered. COBIT 5 is a framework that has aCOBIT 5 Goals Cascade mechanism to help align IT with the business goals of the company / agency, andalso provide an assessment model (assessment) at the current capability level (current capability) so thatevaluation can be done so that IT is in Bappeda in line with its business objectives, where Bappeda'starget capability level is level 2 (Managed Process). This study was also assisted by a pairwise comparisonmatrix of the AHP methodology to determine the priority of the Process Assessment domain carried out inthe selected domains, DSS03 with capability level result is 1, DSS04 with capability level result is 1,MEA01 with capability level result is 1, and MEA02 with capability level result is 2 So it can be concludedthat DSS03, DSS04, and MEA01 have not reached the expected capability level so they must implementthe recommendations given by this study to achieve capability level 2.Keywords: COBIT 5, AHP, e-government 
Perbandingan Peformansi Terhadap Algoritma Breadth First Search (BFS) & Depth First Search (DFS) Pada Web Crawler Aditya Eka Wibowo; Kemas Muslim Lhaksmana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembang pesatnya dunia internet dan kebebasan dari sesorang untuk membuat suatu halaman web maka mengakibatkan halaman web bekembang jumlahnya dengan sangat pesat dan hal tersebut menjadi suatu permasalahan untuk seseorang melakukan pencarian data yang memang dibutuhkan dari suatu halaman web. Banyak pengguna yang mencari suatu berita akan tetapi masih meragukan akan suatu isi dari informasi tersebut. Maka diperlukan suatu scan atau “crawl” ke semua halaman-halaman Internet untuk membuat index dari data yang dicarinya. Dalam penelitian ini mengkaji hasil pengujian menunjukkan bahwa BFS dan DFS berhasil crawling URL dengan baik serta menganalisa backlinks terhadap SEO yang berbeda. Kata kunci : Web Crawler, Breadth First Search, Depth First Search, backlink
Penentuan Parameter Sensor Pelat Sebidang Secara Eksperimental Untuk Mengukur Kapasitansi Bahan Kayu Dan Logam Anggraeni Dwi Setyowati; Dudi Darmawan; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSensor kapasitif merupakan salah satu metode untuk mengukur besaran listrik suatu objek berdasarkanperubahan nilai kapasitansi. Sensor kapasitif dirancang menggunakan pelat tembaga yang dipasang sebidangagar dapat mempermudah pengukuran sehingga ketika melakukan pengukuran ditempat lebih praktis cukupdengan meletakkan elektroda diatas objek. Untuk merancang sensor pelat sebidang dilakukan penentuanparameter sensor kapasitif pelat sebidang secara eksperimental untuk mendapatkan hasil yang optimal padaparameter sensor kapasitif pelat sebidang. Parameter pelat sebidang yang digunakan yaitu luas dan jarakantar elektroda. Sensor kapasitif yang dirancang akan diukur dengan LCR meter 9184. Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan hasil yang optimal pada parameter sensor pelat sebidang berupa luas danjarak elektroda yaitu 0.5 cm dan 100 cm2 dengan nilai kapasitansi 7.7 pF. Pada pengujian sensor kapasitifpelat sebidang telah mampu mendeteksi ada atau tidaknya logam dan kayu di dalam suatu objek uji dandapat membedakan variasi jenis objek uji hanya saja nilai kapasitansi yang didapatkan relatif kecil yaitudengan besar pF.Kata kunci : Sensor Kapasitif, Kapasitor Pelat Sebidang, LCR meter 9184 AbstractCapacitive sensor is one of method to measure the electrical amount of an object based on conversion incapacitive value. The capacitive sensor is designed using a copper plate that is installed in plot so that itcan facilitate measurement therefore when making measurements in place it is more practical to simplyplace the electrode on top of the object. To design a plot plate sensor, the determination of the plotcapacitive sensor parameters. The plot plate parameters used are the are and distance between electrodes.The capacitive sensor designed will be measure to the LCR meter 9184. Based on the research that hasbeen done the optimal results on the plate sensor parameters are in the form of the width and distance ofthe electrodes is 0.5 cm and 100 cm2. Based on testing the plot plate capacitive sensor has been able todetect the presence or absence of metal and wood in a test object in a test object and can discriminatevariations types of objects, hence capacitance value is relatively small.Keywords: capacitance sensor, plate-field capacitive sensor, LCR meter 9184
Analisis Dan Implementasi Komunikasi Antar Node Ipfs (interplanetary File System) Pada Smart Contract Ethereum Achmad Muhaimin Aziz; Avon Budiyono; Adityas Widjajarto
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kontrak tertulis mempunyai beberapa kelemahan yaitu kontrak dapat hilang dan rusak, tidak hemat biaya dan salah satu pihak bisa saja melakukan kecurangan. Solusi untuk itu adalah menggunakan smart contract Ethereum. Smart contract Ethereum merupakan protokol komputer yang berfungsi untuk memfasilitasi, memverifikasi, atau menegakakan negoisasi secara digital yang ditulis melalui kode program. Smart contract bekerja tanpa melalui pihak ketiga dan memiliki proses transaksi yang kredibel sehingga tidak bisa dilacak ataupun diubah. Namun teknologi Blockchain tidak cocok untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan biaya mahal, maka penulis mengkombinasikan teknologi IPFS pada Ethereum Blockchain. Jadi pada Ethereum Blockchain hanya menyimpan hash file nya saja, kemudian hash file ini dapat dihubungkan dengan file pada IPFS untuk mengaksesnya. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem DApp (Decentralized applications) berbasis web yang menerapkan IPFS pada smart contract Ethereum serta menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC). Hasil akhir dari penelitian ini adalah pembahasan mengenai integritas data dan Qualitas of Service (QoS) komunikasi antar node IPFS pada smart contract Ethereum sebagai acuan untuk implementasi pada perusahaan. Dengan hasil implementasi tersebut diperoleh bahwa integritas data yang dimiliki oleh IPFS sangat baik dengan memenuhi aspek information security dan memiliki Quality of Service dengan nilai rata – rata throughput sebesar 56.40 Kbps, 65.80 Kbps, dan 66.31 Kbps, untuk nilai rata – rata packet loss sebesar 1.92%, 1.57% dan 0.85%, sedangkan untuk nilai rata – rata delay sebesar 24.78 ms, 25.87 ms dan 20.17 ms dengan nilai rata – rata indeks Quality of Service yaitu 3 yang memenuhi kategori memuaskan berdasarkan standar THIPON. Kata Kunci : Blockchain, Smart Contract, Ethereum, IPFS, Node, Integirtas Data, Quality of Service (QoS) Abstract A written contract has several weaknesses, the contract can be lost and damaged, it is not cost effective and one party can commit fraud. The solution for that is to use the smart contract Ethereum. Smart contract Ethereum is a computer protocol that functions to facilitate, verify, or enforce digital negotiations written through the program code. Smart contract works without going through a third party and has a credible transaction process so that it cannot be tracked or changed. But Blockchain technology is not suitable for storing large amounts of data and expensive costs, so the author combines IPFS technology on Ethereum Blockchain. So the Ethereum Blockchain only stores the hash of the file, then the hash of this file can be connected to the file on IPFS to access it. In this study a web-based DApp (Decentralized applications) system was built that implemented IPFS on the smart contract Ethereum and used the Network Development Life Cycle (NDLC) method. The final result of this study is a discussion of data integrity and Quality of Service (QoS) communication between IPFS nodes on the smart contract Ethereum as a reference for implementation of the company. With the results of the implementation it was found that the data integrity possessed by IPFS was very good by fulfilling aspects of information security and having Quality of Service with average throughput values of 56.40 Kbps, 65.80 Kbps, and 66.31 Kbps, for average packet loss values of 1.92 %, 1.57% and 0.85%, while the average value of delay is 24.78 ms, 25.87 ms and 20.17 ms with the average value of the Quality of Service index which is 3 which satisfies the satisfying category based on THIPON standards. Key Word : Blockchain, Smart Contract, Ethereum, IPFS, Node, Data Integrity, Quality of Service (QoS).
Implementasi Emergency Light Untuk Jalur Evakuasi Terdekat Saat Gempa Menggunakan Algoritma Greedy Search Dimas Rizki Agusta; Sidik Prabowo; Novian Anggis Suwastika
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Letak geografis negara Indonesia masuk kedalam daerah Ring of Fire yang menyebabkan banyakterjadinya bencana gunung meleteus dan gempa bumi. Bencana gempa bumi juga banyak terjadi di Indonesiasalah satu penyebabnya yaitu Indonesia mempunyai banyak gunung berapi yang aktif dan dapat menyebabkangempa vulkanik. Gempa bumi juga bisa bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu salah satunya akibatpergeseran lempeng tektonik yang bisa berakibat fatal pada kehidupan makhluk hidup bila terjadi dalamskala besar. Dengan kemajuan teknologi pada saat ini, sudah banyak teknologi yang diciptakan salah satunyauntuk peringatan dini akan terjadinya gempa bumi hingga kecerdasan buatan yang dapat memprediksi kapandan dimana gempa susulan itu akan terjadi. Untuk membantu dalam proses evakuasi dalam gedung secaraefisien maka penilitian ini dibuat bertujuan untuk dapat menunjukan emergency exit atau pintu keluarterdekat dan jauh dari sumber getaran yang terindikasi lebih besar. Dalam sistem yang dibangun, prosesvalidasi nantinya akan dibuktikan dengan cara membandingkan final path yang dihasilkan dengan hasil tiaplocal optimum yang dipilih. Pengujian dilakukan dengan dua skenario yang berbeda. Yang pertama yaituterdapat indikasi anomali getaran pada node exit. Untuk skenario yang kedua yaitu tidak terdapat indikasianomali getaran. Pada pengujian ini menghasilkan hasil akhir final path dengan tingkat akurasi 100% denganhasil yang didapat tiap pengujian skenario berbeda tergantung dari skenario yang diujikan.Kata kunci : Gempa bumi, Emergency Light, Algoritma Greedy SearchAbstract The geographical location of Indonesia is included in the Ring of Fire area which causes many volcaniceruptions and earthquakes. Earthquake is also a lot happening in Indonesia, one of the causes is that Indonesiahas many active volcanoes and can cause volcanic earthquake. Earthquake can also be caused by severalfactors, one of which is the shift of tectonic plates that can be fatal to the life of living things when occurring ona large scale. With technological advances at this time, there has been a lot of technology created; one of whichis for early warning of earthquakes to artificial intelligence that can predict when and where the aftershockswill occur. To assist in the evacuation process in the buildings efficiently, the study is intended to be able toshow the nearest emergency exit or exit and away from the source of vibration. In the built-in system, thevalidation process will later be proven by comparing the final path generated with the result of each selectedlocal optimum. Testing was conducted with two different scenarios. The first scenario showed that there wasan indication of vibration anomaly on the exit node. Meanwhile, for the second scenario, there is no vibrationanomaly. The test results in a final path ending with an accuracy rate of 100% with the results obtained byeach test scenario different depending on the tested scenario.Keywords: Earthquake, Emergency Light, Algoritma Greedy Search
Integrasi Line Bot Layanan Pesan Antar Makanan “dikampus” Menggunakan Line Front-end Framework (liff) Dengan Metode Iterative Incremental Arya Wirasandi; Soni Fajar Surya Gumilang; Muhammad Azani Hasibuan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas Telkom pada tahun 2018 adalah 24.602, jumlah ini jauh lebih meningkat dibandingkan pada tahun 2017 dengan jumlah mahasiswa 23.051. Hal ini diikuti dengan pertumbuhan jumlah warung yang mencapai 703 pada tahun 2018. Peningkatan jumlah warung dan mahasiswa mendorong pengusaha warung untuk berinovasi dengan memberikan layanan pesan antar makanan atau delivery makanan, sayangnya penyebaran informasi makanan dan minuman masih mengunakan media konvensional seperti brosur, sehingga ketika warung memiliki menu baru ataupun perubahan harga maka warung harus melakukan cetak dan memberikan ulang brosur kepada mahasiswa sedangkan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, yaitu sulitnya mahasiswa mengetahui status warung ataupun harga menu terkini. startup Dikampus lahir untuk menjawab permasalahan tersebut, yaitu dengan cara menghubungkan mitra startup Dikampus atau pemilik warung dengan mahasiswa melalui line bot. line bot sendiri pada dasarnya merupakan sebuah akun line official dengan fitur reply text yang lebih banyak dan yang tidak dapat dilakukan akun line official biasa. Serta web yang terintegrasi didalamnya dengan bantuan line front-end framework (LIFF). Pengembangan line bot sendiri menggunakan metode iterative incremental dengan pengumpulan requirement wawancara secara kualitatf sehingga menghasilkan line bot dengan fitur seperti pemesanan makanan, registrasi hingga manajemen konfirmasi yang terdiri dari 2 iterasi, untuk hasil pengujian ketersediaan aplikasi, mengunakan tiga tahapan seperti unit testing, integration testing dan stress testing dengan total keberhasilan pada stress mencapai 99.3%. Kata Kunci : Delivery makanan, chatbot, messaging API, Dikampus, web, web service, iterative incremental Abstract The growth in the number of Telkom University students in 2018 was 24,602, this number is far more than in 2017 with 23,051 students. This was followed by the growth in the number of stalls reaching 703 in 2018. Increasing the number of stalls and students encouraged stall entrepreneurs to innovate by providing food delivery services or food delivery, unfortunately the dissemination of food and beverage information was still using conventional media such as brochures, so that when stalls having a new menu or changing prices, the stalls must print and give back the brochure to students while the problem faced by students, namely the difficulty of students knowing the status of the stall or the current menu price. Dikampus startups were born to answer these problems, namely by connecting Dikampus startup partners or stall owners with students through a bot line. The line bot itself is basically an official line account with more reply text features and which cannot be done with a regular official line account. As well as the integrated web therein with the help of line front-end framework (LIFF). The development of line bot itself uses an iterative incremental method by collecting qualified interview requirements so as to produce a line bot with features such as food ordering, registration and confirmation management consisting of 2 iterations, for the results of testing application availability, using three stages such as unit testing, integration testing and stress testing with total success at stress reaches 99.3%. Key Word : Food delivery, chatbot, messaging API, Dikampus, web, web service, iterative
Analisis Biaya Perawatan Dengan Metode Cost Of Unreliability (cour) Mesin Tower 4 Untuk Satu Sistem Pasca Perbaikan Di Pt. Xyz Rizki Suryo Wibowo; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi surat kabar terbesar di Jawa Barat. Setiap harinya perusahaan mampu memproduksi hampir 100000 eksemplar setiap harinya. Untuk memenuhi pesanan koran setiap hari dengan tepat waktu. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah keandalan mesin. Data berupa Mean Time to Repair, Mean Time to System Failure dan Mean Downtime berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Kemudian akan didapatkan hasil dari Reliability Analysis dari sistem mesin yang diteliti dengan dilakukan permodelan untuk menentukan sistem kritis menggunakan Reliability Block Diagram pada Analytical Approach, pada waktu 78 jam, masingmasing sistem memiliki nilai Reliability 22%, 23% dan 40%. Rata-rata nilai Maintainability masing-masing sistem pada t = 9, t = 6 dan t = 1 adalah 98%, 96% dan 85%. Nilai Inherent Availability setiap sistem adalah 98,530%, 98,135% dan 99,592% dan nilai Operational Availability setiap sistem adalah 99,690%, 99,845 dan 100%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan World Class Maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya dari setiap sistem yang disebabkan oleh ketidakhandalan adalah Rp5.045.527.928, Rp5.128.013.994 dan Rp3.693.237.580 dan berdasarkan active repair time Rp8.364.232.761, Rp10.404.655.551 dan Rp6.017.568.031 berdasarkan pada downtime. Kata kunci: Reliability, Availability, Maintainability, Cost of Unreliability, World Class Key Performance Indicator, Reliability Block Diagram. Abstract PT.XYZ is one of the largest newspaper producing companies in West Java. Every day the company is able to produce nearly 100,000 copies every day. To fulfill daily newspaper orders on time. One way to minimize the losses that might have to be borne by the company is to increase the reliability of the production system itself and the Cost of Unreliability to find out how much the costs generated by machine reliability problems. The data in the form of Mean Time to Repair, Mean Time to System Failure and Mean Downtime are useful to assess the performance of the system that works.Then the results of the Reliability Analysis of the engine system examined by modeling are performed to determine the critical system using the Analytical Approach Reliability Block Diagram, at 78 hours each system has a Reliability value of 22%, 23% and 40%. The average value of Maintainability of each system at t = 9, t = 6 and t = 1 is 98%, 96% and 85%. The Inherent Availability value of each system is 98,530%, 98,135% and 99.592% and the Operational Availability value of each system is 99,690%, 99,845 and 100%. Based on the evaluation that has been done by using the world class maintenance Key Performance Indicator, indicators from the leading and lagging availability have reached the given indicator target. The result of the Cost of Unreliability calculation shows that the cost of each system caused by unreliability is Rp5.045.527.928, Rp5.128.013.994 and Rp3.693.237.580 and based on active repair time Rp8.364.232.761, Rp10.404.655.551 and Rp6.017.568.031 based on downtime. Keywords: Reliability, Availability & Maintainability, Cost of Unreliability, World Class Key Performance Indicator, Reliability Block Diagram.
Desain Dan Implementasi Pengukuran Debit Air Menggunakan Sensor Water Flow Berbasis Iot
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem pengukuran semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Karena hal tersebut, terciptanya berbagai macam pengukuran debit air secara digital. Namun masih banyak pula pengukuran debit air yang basisnya masih manual, contohnya flow meter yang biasa kita lihat pada perumahan pada umumnya. Dalam tugas akhir ini, penulis akan mencoba menerapkan teknologi mikrokontroler pada flow meter dengan menggunakan sensor water flow yang kemudian dikontrol oleh NodeMCU dan dihitung berapa debit air yang keluar, kemudian hasilnya akan ditampilkan ke dalam aplikasi Android. Lalu hasil yang telah didapat berupa jumlah pemakaian per-bulannya dan akan ditampilkan juga di dalam aplikasi Android yang dapat diakses melalui jaringan internet. Pada tugas akhir ini didapat hasil pengujian yaitu data akurasi sensor water flow yang mempunyai rata-rata membaca data sebesar 0.34 detik lebih lama dari waktu yang sudah ditentukan, data akurasi pengujian alat secara keseluruhan tanpa menggunakan Blynk yang mempunyai nilai rata-rata akurasi sebesar 99.06%, serta data akurasi pengujian set point pada aplikasi Blynk yang mempunyai nilai rata-rata akurasi sebesar 97.91% Kata Kunci : Flow meter, NodeMCU, Android, Water Flow Sensor, IoT
Perancangan Pengukuran Kinerja Pada Proses Layanan Pengembangan Karir Di Career Development Center Universitas Telkom Dengan Menggunakan Framework Balanced Scorecard Pada Perspektif Customer Medianti Arifia Dewi; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran kinerja layanan merupakan tingkat tercapainya tujuan layanan yang terkait dimana tujuan tersebut dirumuskan dari requirements dari pengguna layanan. Pada saat ini Career Development Center (CDC) telah menerapkan sistem pengukuran kinerja baik pada tingkat institusi, unit kerja, proses, maupun individu. Namun ukuran kinerja yang telah ada belum memenuhi kriteria indicator kinerja yang baik, maka dari itu penelitian ini akan dirancang kembali indikator kinerja sesuai dengan kriterianya dengan menggunakan Balanced Scorecard berfokus pada perspektif customer Perancangan ulang Key Performance Indicator ini dimulai dengan identifikasi masing-masing layanan dan kebutuhan customer serta perumusan tujuan tiap layanan. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan perumusan indicator dan formulanya dan yang terakhir menganalisis akseptabilitas oleh pihak CDC. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan Key Performance Indicator yang telah mencakup formula ukuran kinerja dan telah memenuhi tingkat acceptability yang tinggi dan akan diusulkan kepada pihak CDC Universitas XYZ untuk diterapkan dalam operasionalnya sehingga dapat meningkatkan kinerja di setiap layanan agar dapat memenuhi tujuan awal dari layanan itu sendiri. Kata kunci: Acceptability, Balanced Scorecard, Career Development Center, Key Performance Indicator, Ukuran Kinerja
Pengolahan Citra Pada Sistem Pemantauan Pertumbuhan Daun Sawi Metode Hidroponik Wick Berbasis Iot Ayu Amalia; Hertiana Bethaningtyas Dyah K; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini objek yang dipilih adalah sawi, karena sawi memiliki bentuk daun yang beraturan. Sistem yang digunakan pada metode hidroponik ini yaitu sistem wick atau sistem sumbu. Padapenelitian ini akan digunakan segmentasi citra untuk proses pengolahan citra tersebut. Metode yangdigunakan pada segmentasi citra tersebut yaitu thresholding. Pengambilan gambar daun sawi dilakukandari tampak atas dengan menggunakan kamera Arducam dan ESP32 yang akan mengunggah gambarmelalui wi-fi yang sudah dihubungkan antara komputer dan ESP32. Lalu gambar tersebut di proses diMATLAB sebagai software untuk melakukan proses pengolahan citra. Pada pengolahan citra tersebutdigunakan dengan menggunakan metode thresholding. Dari metode pengolahan citra di MATLAB tersebutakan menghasilkan nilai luas area dari objek yang berupa daun sawi tampak atas, nilai luas area tersebutyang merupakan nilai piksel yang akan ditampilkan di platform IoT yaitu thingspeak. Hasil dari penelitianini diharapkan akan membantu mempermudah pemantauan pertumbuhan daun sawi. Dari pengujian 100data dengan membandingkan luas area piksel dari nilai RGB yang sebenarnya dan nilai RGB yang telahditentukan memiliki nilai error yaitu 0,679%. Konversi data dari piksel ke cm2 memiliki error yaitu 0,7%. Kata Kunci : ArduCam, ESP32, Hidroponik, MATLAB, IoT.Abstract In this study the object chosen is mustard greens, because mustard has a regular leaf shape. Thesystem used in this hydroponic method is the wick system or axis system. In this study, image segmentationwill be used for the image processing. The method used in the image segmentation is thresholding. Takingpictures of mustard leaves is from the top view using the Arducam and ESP32 that will upload images viaWi-Fi that have been connected between the computer and ESP32. Then the image is processed in MATLABas a software for image processing. The image processing is used using the thresholding method. From theimage processing method in MATLAB, it will produce a value of the area of the object in the form ofmustard leaves appearing above, the area value which is the pixel value that will be displayed on the IoTplatform is thingspeak. The results of this study are expected to help facilitate monitoring of mustard leafgrowth. From testing 100 data by comparing the pixel area of the actual RGB value and the RGB value thathas been determined has an error value of 0.679%. Data conversion from pixel to cm2 has an error of 0.7%.Keywords : ArduCam, ESP32, Hydroponics, MATLAB, IoT.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue