cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Implementasi Naive Bayes Classifier untuk Prediksi Kepribadian Big Five pada Twitter Menggunakan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) dan Term Frequency-Relevance Frequency (TF-RF) Faidh Ilzam Nur Haq; Erwin Budi Setiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kepribadian seseorang sangat membantu sebagai penilaian dalam berbagai hal seperti perekrutan, karir, dan kesehatan. Metode yang biasa digunakan dalam analisis kepribadian dengan cara wawancara, observasi, dan survei kuesioner. Penelitian ini mencoba memberi solusi dengan cukup menggunakan media sosial yaitu twitter, dengan menganalisa informasi data pengguna twitter tersebut, hal ini untuk menambah metode dari analisis kepribadian. Teori klasifikasi kepribadian menggunakan Big Five Personality yang terdiri dari openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism. Metode yang digunakan yaitu Naïve Bayes Classifier dengan pembobotan menggunakan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) dan Term Frequency-Relevance Frequency (TF-RF). Kata Kunci :Twitter, Big Five Personality, Naïve Bayes Classifier, TF-IDF dan TF-RF
Desain Jaringan Komunikasi Lte Untuk Penumpang Kereta Cepat 140 Km/jam Jakarta-surabaya Jalur Cirebon – Pekalongan Nia Soniyanti; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) penggunaan kereta untuk perjalanan jauh menjadi pilihan utama untuk masyarakat karena biaya yang murah dan tepat waktu. Indonesia akan membangun sarana transportasi kereta cepat pada rute Jakarta – Surabaya dengan kecepatan 140 km/jam pada frekuensi 900 MHz. Namun, sisi negatif ketika berada di dalam kereta cepat, delay yang tinggi menyebabkan packet loss yang sangat besar. Demi menunjang kenyamanan penumpang selama melakukan komunikasi dalam perjalanan dilakukan penelitian agar terpenuhinya Quality of Service (QoS) pada kereta cepat dengan delay maksimal ≤ 40 ms. Metode yang digunakan yaitu coverage dan capacity planning menggunakan network dimensioning dan perhitungan jarak maksimum coverage untuk mengakumulasi jumlah site serta kapasitas tiap site yang diperlukan dan melakukan simulasi. Untuk perhitungan delay total menggunakan simulator delay. Simulasi jaringan microcell LTE dengan memperhitungkan letak eNodeB existing dan RRU extend yang dikhususkan untuk jalur kereta cepat dengan memperhatikan delay, throughput, SINR, RSRP dan overlapping Berdasarkan simulasi dan perhitungan diperoleh delay total sistem yaitu sebesar 38,6287 ms dan delay handover 20 ms. Nilai overlapping 1483 m dengan persentase coverage total area yang didapat yaitu 37,07%. Perancangan dengan adanya eNodeB existing menghasilkan RSRP -62,88 dBm, nilai SINR 8,96 dan jumlah site 37. Perancangan yang tidak memakai eNodeB existing memiliki hasil RSRP -64,81 dBm, SINR sebesar 8,74 dB dan jumlah site 38. Perancangan ini dikatakan layak karena memenuhi persyaratan LTE kereta cepat dimana delay total ≤ 40 ms dan kualitas jaringan memenuhi standar KPI Telkomsel. Kata Kunci: Delay, Handover, Overlapping, LTE, Kereta Cepat Abstract As stated by Badan Pusat Statistik (BPS), long distance travel by train become a first choice for the community because of the safety, low cost and right on time schedule. Indonesia will build high speed train facilities on the Jakarta - Surabaya route with speed 140 km/h at 900 MHz frequency. However, there is a disadvantage when on a high speed train, high latency lead to huge packet loss. In order to provide comfort for passenger during communication, thus a research is conducted on high speed train with maximum allowed delay ≤ 40 ms. Method that used during the research included the design of coverage areas and capacity planning using network dimensioning, which is a method for accumulating the number of sites and the capacity of each site needed. Performing simulation and calculating the total delay using a delay simulator. Simulation network of the LTE communication by taking coordinate existing eNodeB and RRU extend which are specifically for high speed train without neglecting to delay, throughput, SINR, RSRP and overlapping. Based on the simulation and calculation, the total system delay is 38.6287 ms and the handover delay is 20 ms. The value of overlapping is 1483 m with the percentage of total coverage area obtained is 37.07%. Network design that used existing RRU produced RSRP -62.88 dBm, SINR 8.96 and amount of sites are 37. Design that did not use the existing RRU has result RSRP -63.43 dBm, SINR values of 8.74 dB and make 38 sites. This design is feasible, because it meets the requirements of LTE high speed train where total delay ≤ 40 ms and network quality meet requirements Telkomsel KPI Keywords: Delay, Handover, Overlapping, LTE, High Speed Train
Perancangan Sistem Erp Manajemen Rantai Pasok Halal Untuk Industri Makanan Modul Purchase Dengan Metode Asap (studi Kasus: Vannisa Brownies) Dhea Khairani Zahra; Ari Yanuar Ridwan; Muhardi Saputra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Pada saat ini, pertumbuhan di sektor makanan dan produk halal sangat tinggi. Hal ini dapat menjadi potensi bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri halal global. Salah satu cara untuk mendukungnya yaitu dengan melakukan proses sertifikasi secara cepat dan transparan. Vannisa Brownies merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi makanan berupa kue. Vannisa Brownies menggunakan standar halal dan sertifikasi yang ditetapkan oleh Komisi Fatwa MUI dan LPPOM MUI serta menyusun Sistem Jaminan Halal (SJH) secara manual dan didokumentasikan sesuai dengan kondisi perusahaan. Penelitian ini berfokus pada sistem halal SCM untuk proses bisnis pengadaan berbasis ERP yang dikembangkan menggunakan Odoo modul purchase dan menggunakan metode ASAP. Hasil dari penelitian ini adalah adanya sistem manajemen rantai pasok halal berbasis ERP untuk industri makanan yang saling terintegrasi pada modul purchase, manufacturing dan sales & marketing. Sistem ini sebagai salah satu cara untuk menjamin integritas halal di seluruh proses rantai pasok makanan (pengadaan, produksi dan penjualan) secara cepat dan transparan sehingga dapat mendukung Indonesia untuk menjadi pusat industri halal global. Kata kunci: Halal SCM, ERP, Integritas halal, Odoo, Purchase, Metode ASAP Abstract Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world. At present, growth in halal product and food sectors is very high. This can be a potential for Indonesia to become the center of global halal industry. One way to support it is by conducting a certification process quickly and transparently. Vannisa Brownies is a company engaged in the food production, that is cakes. Vannisa Brownies uses halal standard and certifications that set by the MUI Fatwa Commission and LPPOM MUI and also compose the Halal Assurance System (HAS) manually and is documented according to company’s real conditions. This research focuses on the ERP-based halal SCM system for procurement business process which developed by using Odoo‘s Purchase Module with ASAP method. The result of this research is the design of ERP-based halal supply chain management system for food industry which are integrated for purchase, manufacturing and sales & distribution modules. This system is one way to ensure halal integrity in food supply chain processes (procurement, production and sales) quickly and transparently so that it can support Indonesia to become the center of global halal industry. Keywords: Halal SCM, ERP, Halal Integrity, Odoo, Purchase, ASAP Method
Pemodelan Bukaan Angin Untuk Simulasi Computational Fluid Dynamic (cfd) Hendrawan Nursulistiyono; Amaliyah Rohsari Indah Utama; Wahyu Sujatmiko
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKenyamanan ruangan merupakan unsur penting yang di harapkan pada sebuah ruangan. Terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi kenyamanan, salah satunya sirkulasi udara pada ruangan. Masukan udara pada ruangandiantaranya dihasilkan dari bukaan jendela. Oleh karena itu, di perlukannya pengukuran aliran udara pada bukaanuntuk memastikan besar kecepatan udara yang memasuki ruangan agar dapat dilihat profil persebarannya. Padapenelitian ini dilakukan pemodelan bukaan angin dengan dua batasan yang berbeda. Pada batasan pertama akanmensimulasikan 14 jenis bukaan yang diletakkan pada terowongan angin, dengan tujuan untuk mengetahui profilkecepatan yang terletak pada bukaannya, sedangkan pada keadaan kedua akan mensimulasikan aliran udara padaruangan dengan masukan berupa hasil dari profil kecepatan simulasi pada batasan pertama. Kedua kondisi tersebutdisimulasikan menggunakan metode CFD dengan mesin OpenFOAM (Open Field Operation And Mmanipulation).Simulasi tersebut berupa pemodelan aliran udara luar ruangan (Outdoor Airflow) dan pemodelan aliran udara dalamruangan (Indoor Airflow). Telah dihasilkan perumusan metode konfigurasi model bukaan angin untuk simulasi CFD,Dihasilkan model untuk 14 jenis bukaan antara lain : bukaan atas 150, bukaan atas 300, bukaan bawah 150, bukaanbawah 300, bukaan kanan 150, bukaan kanan 300, bukaan kiri 150, bukaan kiri 300, louver 150, 300, 450, 600, 750 dan900. Dengan proses memastikan kondisi profil kecepatan (Fix Profile) bukaan pada bangunan di dalam terowonganangin (wind tunnel) sama dengan kondisi kecepatan di ruangan pada simulasi aliran udara dalam ruangan. Kata Kunci: CFD, Airflow, Louver, Wind Tunnel, Model Bukaan. OpenFOAM AbstractRoom comfort is an important element that is expected in a room. There are some important factors that affect comfort, one of them is air circulation in a room. Air inflow in a room among others is generated by window louvre. Therefore, airflow measurement is needed on louvres to ensure how quick the air velocity entering the room, so that the spread profilecan be examined. In this research louvre modeling is done with two different parameters. The first parameter will simulate14 louvre types that has been placed in a wind tunnel with the intention of finding out velocity profile in the louvre,meanwhile the second parameter will simulate airflow in a room with the first parameter’s velocity profile result as theinput. Both conditions can be simulated with CFD using OpenFOAM (Open Field Operation And Manipulation). Thatsimulation is an outdoor room airflow modeling (Outdoor Airflow) and indoor room airflow modeling (Indoor Airflow).formulation of wind opening model configuration method for CFD simulation has been formulated, It is then generated 14louvre models : top hung window 150, top hung window 300, bottom hung window 150, bottom hung window 300, righthung window 150, right hung window 300, left hung window 150, left hung window 300, louvre 150, 300, 450, 600, 750 and900. With the process to ensure that louvre velocity profile (Fix Profile) in a building inside the wind tunnel equals with thevelocity condition in a room in the indoor air simulation.Keywords: CFD, Airflow, Louvre, Wind Tunnel, Louvre Model, OpenFOAM
Optimasi Dan Manajemen Cluster Linux Menggunakan Custom Linux Dan Drbl Ryan Gani Dharmawan; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo AnsoriI
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komputer semakin pesat seiring dengan perkembangan perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan. Membangun sebuah jaringan komputer tentu membutuhkan banyak hardware. Apabila jaringan computer yang ingin dibangun memiliki komputer yang begitu banyak maka akan semakin banyak resources yang digunakan, baik itu perangkat keras dan perangkat lunak. Selain itu, membangun computer cluster dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Masalah utama dari computer cluster adalah disk-failures. Akan memakan banyak waktu jika ingin memperbaiki satu-persatu komputer yang bermasalah. Selain itu, tidak mudah untuk mengelola banyak komputer segaligus. Untuk mengatasi masalah itu maka dalam tugas akhir ini dibangun sebuah jaringan diskless untuk mengatasi permasalahan yang ada. Tugas akhir ini dibuat untuk mengurangi resiko disk-failures dan mempermudah dalam hal maintenance. Untuk mengelolanya pun cukup dengan menginstal DRBL pada satu server tanpa perlu melakukan instalasi pada komputer lain dan dapat dikonfigurasi secara sekaligus. Sistem diskless bekerja pada jaringan menggunakan kabel UTP dan komputer lain harus memiliki fasilitas PXE. Kata kunci : diskless, PXE, DRBL
Prediksi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung menggunakan Hybrid Random Forest (RF) dan Genetic Algorithm (GA) Maharani Padma Utami; Fhira Nhita; Annisa Aditsania
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Ageypti. Nyamuk tersebut berada di wilayah tropis dan sub tropis seperti Asia Tenggara. Di Indonesia, khususnya Kabupaten Bandung jumlah kasus penyakit ini cenderung meningkat dan daerah penyebarannya semakin luas. Oleh karena itu, diperlukan informasi mengenai penyebaran untuk membantu menganalisa dalam menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk menanganinya pada masa yang akan datang. Dalam menyusun informasi ini, dilakukan pengolahan data penyinaran lama matahari, kelembapan, angin, temperature, uap, curah hujan, jumlah kasus, jumlah penduduk dan presentase PHBS di Kabupaten Bandung menggunakan metode Hybrid Random Forest dan Genetic Algorithm untuk menemukan prediksi penyebaran penyakit yang hasilnya ditampilkan dengan tools yaitu GIS (Geographic Information System). Perbandingan menggunakan algoritma Random Forest tanpa Genetic Algorithm dan Random Forest dengan Genetic Algorithm, adalah akurasi rata-rata sebesar 83,42% dan 89,12 %. Kata kunci : prediksi, penyebaran, demam berdarah dengue, Random Forest, Genetic Algorithm
Deteksi Target Pada Radar Menggunakan Metode Order Statistik Muhammad Hegi Rinaldi; Fiky Y. Suratman; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radar mempunyai tiga subsistem utama yaitu transmitter, receifer, dan signal processing. Pada subsistem processing signal terdapat proses deteksi. Proses deteksi pada radar sangat penting, karena dapat menentukan ada atau tidaknya target. Namun dalam proses deteksi sering ditemukan deteksi error. Salah satunya adalah false alarm, false alarm merupakan kondisi dimana saat keadaan tidak ada target tetapi radar mendeteksi adanya target. Metode OS-CFAR digunakan untuk mengatasi false alarm pada radar. Metode OS-CFAR merupakan pengembangan dari CFAR yang didesain untuk kondisi lingkungan noise heterogen dan dapat menekan masking sasaran, dengan begitu OS-CFAR dapat menekan tepi clutter dari false alarm. Dari hasil pengujian pada kondisi lingkungan noise heterogen dengan parameter jumlah sampel = 2000, sel referensi = 16, sel guard = 2 dan nilai Probabilitas false alarm = sampai . Didapatkan hasil Pfa aktual sebesar 0,1458 pada Pfa nominal , 0,0329 pada Pfa nominal , 0,0062 pada Pfa nominal dan 0,0026 pada Pfa nominal . Pengujian ini juga menggunakan metode algoritma Neyman-Pearson dan Cell Averaging CFAR sebagai pembanding dengan Order Statistik CFAR. Hasil perbandingan dengan algoritma Neyman-Pearson dan CA-CFAR adalah pada algoritma OS-CFAR dapat menekan taget masking sehingga menghasilkan nilai false alarm yang konstan dan membuat parameter threshold lebih baik pada kondisi noise heterogen. Kata Kunci : Radar, deteksi, threshold, CFAR, OS-CFAR, CA-CFAR, Neyman-Pearson, false alarm Abstract Radar have three main subsystems, it were transmitter, receifer, and processing signal. In the processing signal there is a detection process. The detection process in radar is very important, because it can determine exists or does not exist targets. But in the detection process error detection is frequently found. One of them is a false alarm, A false alarm is a condition where there is no target but the radar detects a target. To resolve false alarm on the radar, can be solved by using the detection method Order Statistics Constant False Alarm Rate (CFAR). The OS-CFAR method is the perfection of CFAR that is designed for heterogeneous noise conditions and can suppress target masking, so OSCFAR can suppress the clutter of a false alarm. From the test result on heterogeneous noise conditions with the parameter number of samples = 2000, reference cells = 16, guard cells = 2 and Probability false alarm = to . Obtained the actual Pfa result of 0,1458 at nominal Pfa , 0,0329 at nominal Pfa , 0,0062 at nominal Pfa and 0,0026 at nominal Pfa . In this test also using Neyman-Pearson and Cell Averaging CFAR algorithm as a comparison for Order Statistic CFAR. The result of the comparison with Neyman-Pearson and CA-CFAR algorithm is OS-CFAR algorithm can suppress target masking that produce a constant false alarm value and make a better threshold parameter in heterogen condition. Keywords : Radar, detection, threshold, CFAR, OS-CFAR, CA-CFAR, Neyman-Pearson, false alarm
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Domain Bai Pada Cobit 5 Studi Kasus : Diskominfotik Kbb Ayu Priyambodo; Irfan Darmawan; Rahmat Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bandung Barat merupakan instansi pemerintahan yang bergerak di bidang komunikasi, informatika dan statistik yang menggunakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berdasarkan hasil penilaian evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terhadap Kabupaten Bandung Barat menghasilkan nilai Indeks SPBE yang rendah. Sehingga di perlukan perancangan Tata Kelola TI pada Dinas komunikasi, Informartika dan Statistik yang dapat meningkatkan nilai Indeks SPBE menggunakan kerangka kerja COBIT 5 pada domain Build, Acquire and Implement (BAI) agar dapat meningkatkan nilai Indeks SPBE. Hasil penelitian ini adalah rekomendasi perancangan people, process dan technology. Usulan pada perancangan people dengan mengunakan domain BAI adalah penambahan tiga personel pada Seksi Layanan e-Governmant, selain penambahan personel juga ada penambahan diskripsi dan kompetensi yang dapat dimiliki personel sesuai dengan tugas jabatan dan bidangnya. Pada usulan perancangan process terdapat empat rekomendasi Kebijakan dan SOP (Standard Operating Procedure) dan pada usulan terakhir pada perancangan technology terdapat lima rekomendasi dan satu langkah penggunaan atau IK yang dapat mendukung tercapainya penerapan Tata Kelola SPBE TI. Kata Kunci : Tata Kelola TI, SPBE, COBIT 5, BAI Abstract The Office of Communication, Information and Statistics of West Bandung Regency is a government institution engaged in communication, informatics and statistics that uses an Electronic-Based Government System (SPBE). Based on the evaluation results of the Ministry of Administrative Reform and Bureaucratic Reform (PANRB) on West Bandung District, the SPBE Index scores were low. It requires an IT Governance design in the Office of Communication, Informatics and Statistics that can increase the value of SPBE using COBIT work on domain 5 on the Build, Obtain and Implement (BAI) domain in order to increase the SPBE Index value. The results of this study are a discussion of the design of people, processes and technology. Use in the design of people using the BAI domain is the agreement of three people in the e-Governmant Service Section, in addition to personnel approval there is also support for descriptions and competencies that personnel can support in accordance with the design tasks and fields. In the design process related to the discussion of the Policy and SOP (Standard Operating Procedure) and at the time of the final approval on the design of technology related to five recommendations and one step of use or IK that can support the achievement of the implementation of SPBE IT Governance. Keywords: IT Governance, e-Government, COBIT 5, BAI
Analisis Perancangan Sistem Bisnis Salon Secara Online Dan Offline Berbasis Web Di Salon Alvion Raden Henry Heriansyah; Endang Chumaidiyah; Rahmat Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi seperti sekarang ini, akses terhadap informasi dapat dilakukan lebih mudah dengan menggunakan internet. Ditinjau dari hasil data infografis, hampir seperempat penduduk Indonesia menggunakan teknologi internet. Sistem informasi yang dibentuk menggunakan bahasa pemrograman PHP dan jenis rancangan database menggunakan MySQL. Merujuk pada fenomena di atas, laporan ini dibuat dengan meneliti pembuatan sebuah aplikasi sistem informasi berbasis web untuk sistem boking order pada salon Alvion. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuat desain perancangan sistem dengan menggunakan notasi grafis. Rancangan ini melibatkan 2 aktor yang memiliki aktifitas yang berbeda-beda yaitu admin dan user dalam melakukan order booking. Supaya rancangan dapat menghasilkan hasil yang baik, maka diterapkan model proses perkembangan perangkat lunak menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen sehingga dapat menghasilkan sebuah sistem yang fungsional. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa dengan diterapkan nya perancangan sistem booking order yang berbasis web dengan cara metode pengembangan sistem dan pemberian notasi grafis, maka customer dan pemilik usaha dapat dengan mudah mengakses data order karena telah terhubungnya sistem secara online. Selain itu dengan adanya sistem informasi ini, konsumen juga dipermudah dalam proses booking order. Kata Kunci : Sistem Informasi, Perancangan, Website. Abstract In the current era of globalization, access to information can be done more easily by using the internet. Judging from the results of infographic data, almost a quarter of Indonesia's population uses internet technology. Information systems are formed using the PHP programming language and the type of database design using MySQL. Referring to the above phenomenon, this report was made by examining the making of a web-based information system application for the boking order system at the Alvion salon. The first step is to design a system design using graphical notation. This design involves 2 actors who have different activities, namely admin and user in making booking orders. In order for the design to produce good results, then the software development process model applied using a component-based construction approach so that it can produce a functional system. In this study it was concluded that by implementing a web-based booking order system design by means of system development methods and graphical notation, customers and business owners can easily access the order data because the system is connected online. Besides this information system, consumers are also facilitated in the process of booking orders. Keywords :. Information System, Desaining, Website
Analisis Ketepatan Deteksi Malware Pada Software Antivirus Menggunakan Metode Analisis Statis Leidy Kurnia Hatika; Avon Budiyono; Ahmad Almaarif
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Malware merupakan software yang melakukan malicious action dan dirancang untuk merusak, mengganggu kinerja komputer, mencuri informasi rahasia dan mengendalikan sistem dari jarak jauh tanpa diketahui oleh user. Berdasarkan laporan Cyber Security Business yang ditulis oleh Steve Morgan pada tahun 2016, menyebutkan bahwa seluruh dunia telah kehilangan data yang sebagian serangannya disebabkan oleh malware dan diperkirakan akan merugikan dunia lebih dari US $6 triliun pada tahun 2021. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka diciptakan antivirus untuk melindungi komputer dari serangan malware. Antivirus menggunakan signature untuk mendeteksi malware, tetapi penggunaan antivirus untuk mendeteksi serangan malware berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan analisis yang bertujuan untuk memahami apa yang dilakukan oleh malware serta menganalisis ketepatan deteksi malware pada antivirus. Pada penelitian ini, analisis dilakukan menggunakan metode static analysis dan scanning sampel malware pada software antivirus. Analisis pada software antivirus dilakukan dengan cara melakukan scanning sampel malware pada Virus Total dengan melihat hasil scanning terbanyak, lalu dilanjutkan dengan mencari tahu karakteristik dari sampel malware yang diuji. Dari pengujian yang dilakukan, hasil yang didapatkan menggunakan metode static analysis hanya berfokus pada value string yang ditemukan pada sampel malware dan dibandingkan dengan karakteristik malware berdasarkan hasil scanning terbanyak pada software antivirus. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah hasil deteksi malware pada software antivirus sesuai dengan hasil analisis yang didapatkan dengan metode static analysis. Dari penelitian yang dilakukan, hanya tiga dari sepuluh sampel malware yang dapat dianalisis dan diperoleh hasil ketepatan deteksi pada sampel pertama sebagai spybot sebesar 100%, sampel kedua sebagai trojan sebesar 75% dan sampel ketiga sebagai trojan sebesar 87,5%. Kata kunci: malware, malware analysis, static analysis malware, antivirus. Abstract Malware is software that performs malicious actions and is designed to damage, regulate computers, open confidential information and control the system remotely without being noticed by the user. Based on the Cyber Security Business report written by Steve Morgan in 2016, said that the whole world had lost data, some of which were caused by malware and expected to harm the world more than the US $ 6 trillion in 2021. With these problems, the antivirus was created to protect computers from malware attacks. Antivirus uses signatures to detect malware, but the use of antivirus to detect malware attacks has different results. Therefore the analysis is needed to understand what is done by malware and analyze the accuracy of detection of malware on antivirus. In this research, the analysis was carried out using static analysis methods and scanning malware samples on antivirus software. Analysis of antivirus software is done by scanning malware samples in the Virus Total by seeing the most scanning results, then proceed to find out the characteristics of the tested malware samples. From the tests, the results obtained by using static analysis focuses only on the value's string found in the malware samples and compared with the characteristics of malware based on the most scanning results on antivirus. This is intended to see whether the results of malware detection on software are in accordance with the results of the analysis obtained by static analysis methods. From this research, only three out of ten malware samples can be analyzed and the results of the accuracy of detection in the first sample as Spybot were obtained by 100%, the second sample as a Trojan by 75% and the third sample as a Trojan by 87.5%. Keywords: malware, malware analysis, static analysis malware, antivirus.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue