cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perancangan Ulang Hopper Dan Simulasi Aliran Bahan Baku Pada Hammer Mill Di Pt. Xyz Dengan Metode Reverse Engineering Afi Ihsanul Arief; Agus Kusnayat; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan kopi memiliki banyak kegunaan, dimulai dari untuk diolah menjadi minuman, kecantikan, penghilang bau sampai bisa dijadikan pakan ternak. Cara membuat pakan ternak melalui kulit kopi mentah biasanya dilakukan dengan cara tradisional dan menggunakan alat bantu mesin pengolah seperti hammer mill. Pengolahan menggunakan alat bantu mesin hammer mill menjadi populer di zaman sekarang karena dapat menghemat tenaga kerja dan waktu. Setiap proses membutuhkan waktu siklus yang mempengaruhi biaya akhir produksi. Salah satu proses pengolahan ini adalah proses pemindahan kulit kopi dari suatu proses ke proses lainnya yang melewati wadah atau hopper. Objek penelitian ini adalah mensimulasikan perpindahan kulit kopi dari penampungan ke mesin penumbuk melewati hopper, menggunakan desain hopper yang optimal agar bahan baku mengalir lancar untuk mengurangi waktu siklus. Perangkat lunak yang digunakan adalah Autodesk Inventor dan Altair Edem. Melakukan redesign hopper dengan menggunakan Autodesk Inventor sedangkan untuk analisis simulasi menggunakan Altair Edem. Hasil simulasi dari Altair Edem menunjukkan terjadinya blocking didalam hopper eksisting dan dilakukan perbandingan dengan rancangan hopper terbaru untuk mengeliminasi area stagnan ataupun blocking. Analisis dari Altair Edem juga menunjukkan peningkatan 26% lebih banyak partikel yang masuk dan residence time partikel yang meningkat sebanyak 150% dibanding dengan hopper eksisting. Hasil yang didapat menunjukan bahwa kemiringan sudut hopper sangat mempengaruhi laju aliran bahan baku, dan pada penelitian ini didapatkan sudut yang paling optimal dalam proses distribusi bahan baku melalui hopper adalah 500 . Setelah itu, desain hopper yang terpilih akan dibuktikan dengan simulasi visual pergerakan aliran bahan baku dan membuat protipe serta pengujian langsung. Dengan desain ini, waktu siklus (residence time) menurun dan laju kulit kopi dengan lancar turun ke mesin hammer mill. Kata kunci: hopper, reverse engineering, hammer mill, partikel, residence time
Purwarupa Muatan Automatic Dependent Surveillance Contract (ads-c) Pada Pesawat Microlight Menggunakan Jaringan Seluler 4g Lte Farid Farhan Fadhlurrahman; Heroe Wijanto; Girardi Soejatman
eProceedings of Engineering Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat microlight adalah jenis pesawat yang hanya mampu mengangkut 2 orang. Jenis pesawat ini sangat digemari di dunia Olahraga Kedirgantaraan. Namun pesawat ini sangat susah dideteksi oleh RADAR Bandara. Salah satu solusi untuk menyelesaikannya yaitu menggunakan ADS-C. ADS-C Adalah teknologi flight tracker transpunder yang digunakan di dunia penerbangan oleh pemandu lalu lintas udara (PLLU) diterapkan di pesawat terbang yang berfungsi untuk mengirim informasi identitas dan posisi pesawat yang sedang mengudara menggunakan satelit datalink. Namun harga penyewaan satelit datalink untuk transponder ADS-C pada pesawat masih relatif mahal dan tidak bisa dijangkau oleh penggiat hobby pesawat microlight. Pada tugas akhir ini dirancang sebuah konsep model dan muatan low cost ADS-C transponder berupa flight tracker untuk pesawat jenis microlight yang berfungsi sebagai alat transmisi data ADS-C dengan memanfaatkan jaringan seluler 4G LTE yang tersebar di wilayah Indonesia agar pesawat microlight dapat dideteksi oleh Air Traffic Control (ATC). Dalam tugas akhir ini perancangan muatan menggunakan GPS Module sebagai sumber informasi posisi, ketinggian, dan kecepatan pesawat, Raspberry Pi 3 Model B sebagai minikomputer yang mengolah data ADS-C, modem Huawei E8372 sebagai media penyambungan jaringan seluler 4G LTE. Komponen modul tersebut akan didesain sesuai ukuran agar dapat diletakan pada pesawat microlight dan sejenisnya. Dari hasil pencapaian perancangan dan pembuatan purwarupa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada di dunia penerbangan khsusnya di penerbang pesawat microlight dan pemandu lalu lintas udara (ATC) dan hal yang bermanfaat. Selain itu dari hasil pengujian muatan ini diharapkan mendapatkan hasil dan parameter yang didapat seperti efisien muatan dan keakuratan data yang didapatkan selama percobaan dan penelitian. Kata Kunci : ADS-C, Muatan, Pesawat Microligh
Klasifikasi Teks Multi Label Pada Hadis Terjemahan Bahasa Indonesia Menggunakan Chi-square Dan Svm Fakhri Taufiqurrahman; Said Al Faraby; Mahendra Dwifebri Purbolaksono
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis yaitu pedoman dalam islam setelah Al-Quran yang dijadikan sebagai sumber hukum dalam islam. Akan tetapi terdapat permasalahan ketika mentukan hadis mana saja yang merupakan anjuran, larangan, dan informasi. Oleh karena itu dibutuhkan klasifikasi teks untuk mengelompokan hadis ke dalam satu atau lebih dari anjuran, larangan, dan informasi, yang disebut dengan klasifikasi multi-label. Permasalahan dalam klasifikasi teks yaitu terdapat banyak fitur, sehingga perlu dilakukan seleksi fitur dengan tujuan memangkas fitur yang ada kemudian mentukan fitur paling berpengaruh terhadap kelas target. Pada penelitian ini Chi-Square digunakan untuk melakukan seleksi fitur dan Support Vector Machine (SVM) untuk melakukan klasifikasi teks. Dengan menggunakan metode evaluasi performa Macro F1-Score hasil yang didapat ketika menggunakan Chi-Square dan SVM yaitu sebesar 75.32%. Kata kunci : hadis, klasifikasi teks, multi-label, chi-square, support vector machine.
Perancangan Program Peningkatan Employee Engagement & Satisfaction Di Pt Abc Menggunakan Pendekatan Loyalty 3.0 Prandika Pratanto; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan produk dan layanan telekomunikasi, informatika, dan jaringan dengan sasaran untuk menjadi salah satu dari 10 perusahaan di Asia Pasifik dengan kapitalisasi pasar terbesar di industri telekomunikasi pada tahun 2020. Produktivitas karyawan semakin penting untuk menjadi landasan tercapainya tujuan perusahaan. Namun, pada PT ABC terdapat masalah pada tingkat engagement karyawan yang berkurang dari nilai 84.49% menjadi 81.50% yang disebabkan beberapa faktor seperti halnya pada tingkat engagement generasi-z dan millennial-y yang cenderung memiliki tingkat engagement lebih rendah daripada generasi sebelumnya. Sedangkan untuk mencapai tujuan perusahaan, diketahui karyawan yang memiliki engagement dan kepuasan yang tinggi terhadap perusahaan akan cenderung akan mempunyai rasa dan ikut andil terhadap perusahaan sehingga akan memacu untuk bekerja lebih produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang program peningkatan employee engagement & satisfaction. Pada penelitian kali ini, menggunakan model dari konsultan Aon Hewitt dalam perancangan alat ukur yang dilakukan terhadap 30 orang karyawan. Alat ukur ini digunakan untuk mengukur tingkat engagement dan kepuasan. Setelah mendapatkan hasil dari pengukuran tingkat engagement dan kepuasan, Selanjutnya dilakukan analisis pada perancangan program peningkatan employee engagement menggunakan metode PDBO. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai tingkat engagement pada PT ABC dapat membuat rancangan program employee engagement dengan mengacu pada beberapa aspek yang memiliki nilai yang rendah yaitu sebesar 5.77 (leadership), 7.13 (the work), dan 5.70 (the basic). Sehingga dapat ditetapkan rancangan program employee engagement yaitu Fast Feedback, Goals, serta Points. Kata Kunci : employee engagement, kepuasan, PDBO ABSTRACT PT ABC is a telecommunication company that provide product and services in telecommunication informatics, and networks that have target to become one of ten the biggest market capitalizations Asian Pasific telecommunication industry company in 2020. Employee productivity is increasingly important to be the goal of the company achieved. However, PT ABC have a problem with the level of employee engagement which decreased from 84.49% to 81.50% due to several factors such as the z-generation and millenial-y engagement levels whisch tended to have lower engagement rates than the previous generation. Whereas to achieve company goals, it is known that employees who have high engagement and satisfaction with the company will tend to have a sense of and contribute to the company that it will spur to work more productively. The purpose of this study was to measure the level of employee engagement and satisfaction than design a program to increase employee engagement. In this reasearch, using a model from consultant Aon Hewitt in designing measuring instruments carried out on 30 employees. This measurement tool is used to measure the level of engagement and satisfaction. Furthermore, an analysis was conducted on the design of employee engagement improvement programs using the PDBO method. Based on the results of the research, the value of engagement level at PT ABC As for designing engagement programs there are references to several aspects that have a low value on aspects of satisfaction namely 5.77 (leadership), 7.13 (the work), dan 5.70 (the basic). The conclusion is employee engagement program that have to build is Fast Feedback, Goals, and Points. Keywords : employee engagement, satisfactiom, PDBO
Analisa Interference Coordination Menggunakan Soft Frequency Reuse (sfr) Pada Cellular Heterogeneous Network Lydia Desta Monika; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penggunaan seluler semakin berkembang, semua menginginkan terhubung dengan internet, permintaan terhadap kapasitas user yang meningkat dan area cakupan luas. Diperkenalkan Heterogeneous Network (HetNet) yang mengkombinasikan macro cell dengan small cel yang menggunakan daya transmisi rendah. Penggunaan HetNet dapat menyebabkan interferensi yang dapat menurunkan kualitas sinyal terima. Interferensi yang terjadi pada HetNet yaitu Co-tier interference dan Cross tier interference. Untuk menanggulangi interferensi dapat menggunakan interference coordination, salah satu metode yang digunakan yaitu Soft Frequency Reuse (SFR) yang memiliki ciri khas membagi daerahnya menjadi dua, yaitu cell center dan cell edge. Pada penelitian ini digunakan alokasi daya dan subcarrier untuk user. Hasil simulasi yang didapatkan untuk nilai SINR dan throughput pada Heterogeneous Network dengan menggunkan metode SFR mengalami peningkatan. Rata-rata nilai SINR yang diperoleh adalah sebesar 13,067 dB dan untuk nilai throughput memiliki nilai rata - rata sebesar 17,951 Mbps. Dibandingkan dengan user yang tidak menggunakan femto cell memiliki nilai rata- rata yang lebih rendah yaitu 7,548 dB untuk SINR dan 8,958 Mbps untuk nilai throughput. User yang berada di cell edge mendapatkan kualitas sinyal yang lebih baik. Kata kunci : Heterogeneous Network, SFR, SINR, throughput, interferensi Abstract Increased cellular usage is increasing, all needs are connected to the internet, demand for user capacity is increasing and areas are expanding. Introduced heterogeneous network (HetNet) which combines macro cells with small cells. Using HetNet can cause interference that can reduce the quality of the received signal. Interference that occurs in HetNet is Co-tier and Cross-tier interference. To overcome interference can use interference coordination, one of the methods used is Soft Frequency Reuse (SFR) which has the characteristic of dividing its area into two, namely the cell center and the cell edge. In this simulation the power and subcarrier allocations are used to the user. Simulation results obtained for the value of SINR and throughput on heterogeneous networks using the SFR method increase the increase. The average value of SINR obtained is 13,067 dB and for the value of throughput has an average value of 17,951 Mbps. Compared to users who do not use femto cells, they have a lower average value of 7.548 dB for SINR and 8.958 Mbps for throughput. Users on the edge of the cell get better signal quality. Keywords: Heterogeneous Network, SFR, Interference, SINR, Throughput
Perancangan dan Implementasi Produk S-LUCY (Smart Light Ultimate Control By Website) Untuk Smart Switch Menggunakan Sensor PIR dan Sensor LDR Alifianti Mustika Tri Widodo; Nyoman Bogi; Arif Indra Irawan
eProceedings of Engineering Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Teknologi yang efisien diharapkan mampu menjadi sistem kendali dan keamanan yang dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada rumah pribadi maka muncul ide untuk menggunakan alat S-LUCY Smart Switch yang merupakan alat yang berguna untuk mempermudah user untuk mengatur nyala atau matinya lampu secara otomatis dan manual. Penambahan sensor PIR dan sensor LDR yang ada bertujuan untuk mendeteksi keadaan lingkungan agar lampu bisa menyala otomatis sesuai dengan masukan dari sensor. Alat SLUCY smart switch ini mempunyai konsep Internet of Things (IoT), Dengan system ini, penggunaan lampu lebih efisien karena lampu akan menyala pada saat yang ditentukan. Dari hasil pengukuran, didapat bahwa smart switch bekerja secara efisien dengan pengujian fungsionalitas didapatkan bahwa lampu dapat menyala dalam beberapa kondisi, pengujian power supply didapatkan tegangan output cukup stabil dengan error 1,00% tanpa beban dan 0,20% dengan beban, pengujian sensor dilakukan pada sensor PIR yang menyatakan sensor dapat mendeteksi gerakan manusia dengan jarak kurang lebih sama dengan spesifikasi sensor yaitu 0-5 meter dan sensor LDR dengan perbandingan menggunakan lux meter menghasilkan error sebesar 2,10%, pengujian sistem manual dan otomatis yang sesuai dengan keadaan lingkungan, dan pengujian subjektif didapatkan rata-rata penggunaan smart switch sudah efisien. Dengan hasil pengujian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa S-LUCY smart switch merupakan teknologi yang cukup efisien saat penggunaannya karena bekerja secara tepat dan meminimalisir penggunaan listrik berlebih. Kata kunci—efisiensi, internet of things, smart switch
Rancang Bangun Sistem Otomasi Pemberian Larutan Nutrisi Dan Ph Pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (nft) Dengan Metode Fuzzy Logic Pada Tanaman Kailan Muhamad Haryanto; Ahmad Qurthobi; Rahmat Awaludin Salam
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun ke tahun lahan menjadi permasalahan utama dalam bercocok tanam. Salah satu solusi terhadap hal tersebut yaitu dengan menerapkan sistem hidroponik menggunakan metode Nutrient Film Technique (NFT). Metode ini memiliki kelebihan yaitu memanfaatkan air yang tersirkulasi sebagai media tanam agar memperoleh nutrisi, oksigen dan air sehingga pertumbuhan tanaman dapat meningkat dengan hasil yang optimal. Pada penelitian ini, tanaman yang digunakan yaitu tanaman kailan dengan nilai kebutuhan nutrisi 500-600 ppm di minggu pertama HSS dan nilai kadar pH 5.5-6.5 yang dapat digunakan sebagai setting point sistem. Untuk mempertahankan kedua nilai tersebut maka diperlukan sistem kendali fuzzy logic dengan menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai mikrokontroler, baling-baling sebagai pengaduk larutan, pompa air DC 12 volt dan pompa peristaltik DC 12 volt sebagai aktuator, sensor pH dan sensor total dissolved solid (TDS) sebagai input. Ketika nilai pH <5.5 dan TDS <500 ppm maka pompa pada buffer pH up (kalium hidroksida) dan pompa TDS up (Nutrisi AB mix) aktif namun ketika nilai pH >6.5 dan TDS >600 ppm maka pompa pada buffer pH down (asam fosfat) dan pompa TDS down (air baku) aktif hingga kedua nilai sesuai setting point dengan dibantu pengaduk yang aktif setiap 20 detik. Pada pengujian sensor pH dan sensor TDS memiliki nilai error yang kecil dengan Error rata-rata sensor pH adalah 0,078 dan akurasi mencapai 99,92%. Error rata-rata sensor TDS 5,88 ppm dengan akurasi mencapai 99,31%. Perbedaan pertumbuhan tanaman kailan menggunakan sistem kendali cenderung lebih cepat jika dilihat dari jumlah daun, lebar batang, lebar daun dan tinggi tanaman dibandingkan tanpa menggunakan sistem kendali. Kata Kunci: Aktuator, Hidroponik, Logika Fuzzy, Nutrisi, Sensor, pH
Desain Dan Implementasi Sistem Telemedicine Untuk Monitoring Kelainan Detak Jantung Dengan Notifikasi Realtime Deny Kurniawan; Favian Dewanta; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Implementasi monitoring kesehatan yang dapat diakses dari jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) masih tergolong rendah, terlebih lagi dengan kondisi pandemi menjadikan monitoring kesehatan susah untuk dilakukan. Untuk itu perlu adanya sistem telemedicine yang memungkinkan untuk monitoring kesehatan secara mandiri dan hasilnya dapat dikonsultasikan ke dokter. Elektrokardiogram (EKG) yang dibenamkan dalam sistem Telemedicine memungkinkan pengguna untuk melakukan perekaman detak jantung secara mandiri. Alat ini menggunakan sensor AD8232 sebagai sensor detak jantung dan ESP32 sebagai mikrokontroler untuk pemrosesan datanya. Data yang diperoleh dikirim ke smartphone melalui koneksi Bluetooth Low Energy (BLE). Untuk menjamin keamanan data, sistem ini sudah dilengkapi enkripsi AES 256 bit dengan kunci statis. Tingkat akurasi alat untuk merekam detak jantung mencapai 98,94% dibandingkan dengan alat tensimeter digital omron yang juga memiliki fungsi untuk mendeteksi detak jantung. Dengan komunikasi BLE alat ini memiliki delay sebesar 16,29ms untuk data yang terenkripsi dan 16,19ms untuk data yang tidak dienkripsi. Throughput pada data yang dienkripsi sebesar 3439,47Bytes/s dan pada data yang tidak dienkripsi sebesar 2485,58Bytes/s yang menjadikan alat ini tidak terdapat packet loss. Alat ini mampu bertahan 6,5jam dari kondisi baterai terisi penuh. Kata kunci : Telemedicine, Internet of Things, Aritmia, Elektrokardiogram, Enkripsi AES Abstract The number of implementations of health monitoring that can be accessed remotely based on Internet of Things (IoT) are still relatively low, especially with pandemic conditions making health monitoring difficult. For this reason a telemedicine system is needed which allows us to do self check up and the result can be consulted with a doctor. An electrocardiogram (ECG) embedded in the telemedicine system allows the users to record heart rate by themselves. This device uses the AD8232 sensor as a heart rate sensor and the ESP32 as a microcontroller for data processing. The data obtained are sent to the smartphone via Bluetooth Low Energy (BLE) connection. To ensure the data are secure, this system is equipped with AES 256 bit encryption with a static key. The accuracy of the device for recording heart rate reaches 98.94% with respect to the Omron digital tensimeter which also has a heart rate monitoring capability. With the BLE communication, this device has a delay of 16.29ms for the encrypted data and 16.19ms for the unencrypted data. Throughput on encrypted data is 3439.46Bytes/s and on unencrypted data is 2485.58Bytes/s which make this device does not have packet loss. This device also can last up to 6.5hours from a fully charged battery. Keywords: Telemedicine, Internet of Things, Arrhythmia, Electrocardiogram, AES Encryption
Analisis Performansi Proses Scaling Pada Kubernetes Dan Docker Swarm Menggunakan Metode Horizontal Scaler Bayu Arifat Firdaus; Vera Suryani; Siti Amatullah Karimah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Container merupakan teknologi yang belakangan ini banyak digunakan karena adanya fitur-fitur tambahan yang sangat mudah dan nyaman digunakan, khususnya bagi development and operations (dev ops), dengan Container memudahkan system administrator dalam mengelola aplikasi termasuk membangun, memproses dan menjalankan aplikasi pada server Container. Container Orchestration adalah salah satu teknologi Container. Dengan Container Orchestration proses pembuatan maupun penggunaan system tersebut akan semakin mudah tetapi seiring dengan permintaan pengguna yang terlalu banyak sehingga layanan tersebut tidak berjalan maksimal.Oleh karena itu Container Orchestration harus memiliki skalabilitas dan performansi yang bagus. Skalabilitas di perlukan untuk system dapat menyesuaikan kebutuhan dengan permintaan user . Dan performansi di perlukan untuk menjaga kualitas layanan yang diberikan. Dalam penelitian ini membahas Container Orchestration Kubernetes dan Docker Swarm dari sisi skalabilitas dan performansinya. Yang menjadi parameter pembanding antara Kubernetes dan Docker Swarm adalah Load Testing untuk skalabilitas, waktu scaling up dan scaling down untuk performansi . Hasil penelitian menunjukan untuk skalabilitas Kubernetes memakan lebih banyak resource Cpu Utilization yaitu pada 10000 user Kubernetes memakan resource Cpu Utilization dengan rata rata 94,20 % sedangkan pada Docker Swarm dengan rata rata 92,28% di karenakan di dalam Kubernetes sendiri memiliki system yang kompleks terutama komponen komponen khusus seperti API, Etcd, Scheduler ,Controller manager, kubelet,kube-proxy untuk menjalankan Container . Sementara di dalam Docker Swarm hanya memiliki komponen Swarm Manager dan Docker Daemon saja . Untuk Performansi scaling up pada Kubernetes lebih di unggulkan karena penskalaan otomatis sedangkan Docker Swarm penskalaan dilakukan manual tetapi dari segi Load Balancing Docker Swarm lebih cepat yaitu dengan waktu rata rata 55,8 second sementara Kubernetes 61,2 second . Untuk scaling down Docker Swarm di unggulkan dari segi menghapus Container. Di karenakan penghapusan di lakukan manual yaitu dengan waktu rata-rata 11,4 second. Meskipun Kubernetes terlihat lebih lama dalam menghapus tapi di dalam Kubernetes terdapat penghapusan Container otomatis yaitu dengan waktu rata rata 4 minute 49 second. Kata kunci : Container Orchestration, Kubernetes ,DockerSwarm,scaling up dan scaling down Abstract Container is a technology that is widely used lately because of the additional features that are very easy and convenient to use, especially for development and operations (dev ops), with Container making it easy for system administrators to manage applications including building, processing and running applications on Container servers. Container Orchestration is one of Container technology. With Container Orchestration, the process of making and using the system will be easier, but along with too many user requests, the service will not run optimally. Therefore, Container Orchestration must have good scalability and performance. Scalability is needed for the system to match the needs of the user request. And performance is needed to maintain the quality of services provided. In this study, discussing Container Orchestration Kubernetes and Docker Swarm in terms of scalability and performance. The comparison parameters between Kubernetes and Docker Swarm are load testing for scalability, scaling up time and scaling down for performance. The results showed that the scalability of Kubernetes consumed more resources Cpu Utilization, namely in 10000 Kubernetes users consumed resources Cpu Utilization with an average of 94.20%, while at Docker Swarm with an average of 92.28%, because inside Kubernetes itself had complex systems, especially special components such as API , Etcd, Scheduler, Controller manager to run Container. While in the Docker Swarm only has a Swarm Manager and Docker Daemon component only. For scaling up performance in Kubernetes is more favored due to automatic scaling while the Docker Swarm scaling is done manually but in terms of Load Balancing Docker Swarm is faster, with an average time of 55.8 seconds while Kubernetes 61.2 second. For Scaling Down Docker Swarm featured in terms of removing the container. Because the removal is done manually with an average time of 11.4 seconds. Although Kubernetes looks longer to delete but inside Kubernetes there is automatic Container removal, which is on average time 4 minutes 49 seconds..
Prediksi Curah Hujan Dari Data Satelit Himawari-8 Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (KNN) Nisya, Hikmah; Setianingsih, Casi; Harjupa, Wendi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— cuaca adalah fenomena yang terjadi di atmosfer bumi yang berlangsung selama beberapa hari, dan yang berlangsung lama disebut iklim. Kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti suhu, tekanan udara, kecepatan angin, kelembapan udara, dan curah hujan. Perkiraan cuaca di Indonesia tidak menentu dan akan berubah setiap minggunya. Untuk memprediksi suhu dan kondisi cuaca secara akurat di suatu tempat, diperlukan teknologi yang dapat menganalisa dan memprediksi suhu dan kondisi cuaca di daerah tersebut. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah aplikasi Machine Learning (ML). penelitian yang dilakukan pada tugas akhir ini membahas tentang prediksi suhu awan dan hujan menggunakan data dari Satelit Himawari-8 dengan menerapkan metode K-Nearest Neighbor (KNN). Hasil prediksi yang telah didapatkan akan dibandingkan Kembali untuk mengetahui dan menilai kesesuaian hasil. Prediksi dengan fakta yang terjadi secara langsung untuk mendapatkan hasil prediksi yang optimal. Dalam prediksi hujan ini menggunakan NetCDF (ekstensi .nc) untuk melakukan proses prediksi, untuk memprediksi suhu awan dan hujan digunakan metode K-Nearest Neighbor (KNN) dengan titik acuan suhu. Pengujian data dari 180 dataset telah dilakukan dan telah diperoleh hasil akurasi tertinggi beserta peta plot. Tingkat akurasi yang dihasilkan adalah 90-100 %.Kata kunci— Curah hujan, suhu awan, Himawari -8, Machine Learning, K-Nearest Neighbor.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue