cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Sistem Kendali Terpusat Kebutuhan Tanaman Hidroponik Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Android Cornelius Situmorang; Budhi Irawan; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era kehidupan modern sekarang ini sudah sangat jarang ditemukan lahan pertanian yang tersedia dikota-kota besar, terlebih bagi masyarakat perkotaan yang tinggal di pemukiman padat, perumahan dan dengan bentuk hunian yang minimalis. Hidroponik menjadi sebuah alternative bagi masyarakat yang ingin berkebun namun tidak memiliki cukup tempat dan waktu untuk bercocok tanam. Hidroponik merupakan metode bercocok tanam yang tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam dan tidak perlu lahan yang luas, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Keadaan ini menimbulkan kebutuhan sebuah aplikasi yang memungkinkan untuk mengendalikan sistem hidroponik serta menampilkan data yang diterima dari hidroponik. Sebuah field dimana analisis berbasis pakar yang dapat menjalankan sistem aliran air, pengendalian nutrisi, kadar ph pada tanaman hidroponik secara mandiri. Dalam penelitian ini adalah aplikasi sistem kendali hidroponik menggunakan sistem pakar. Kata kunci: Hidroponik, berbasis pakar, aplikasi Abstract In the era of modern life now it is very rare to find agricultural land available in big cities, especially for urban communities who live in dense settlements, housing and with a minimalist form of dwelling. Hydroponics is an alternative for people who want to garden but do not have enough space and time to grow crops. Hydroponics is a method of farming that does not require soil as a planting medium and does not need large tracts of land, with an emphasis on meeting the nutritional needs of plants. This situation raises the need for an application that makes it possible to control the hydroponic system and display data received from hydroponics. A field where expert-based analysis can run water flow systems, control nutrients, pH levels in hydroponic plants independently. In this study is the application of a hydroponic control system using an expert system. Keywords: Hydroponics, expert based, application
Perancangan Chatbot Penjualan Obat Bebas Berbasis Whatsapp Dengan Integrasi Robotic Process Automation (RPA) Muh. Iqbal Iswanto Djamal; Kris Sujatmoko; Iwan Iwut Tritoasmoro
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Layanan kesehatan mengalami banyak perubahan semenjak era new normal akibat pandemi COVID-19. Upaya pengurangan infeksi virus dengan pembatasan tatap muka manjadi masalah yang berdampak pada pelayanan kesehatan. Bagi pengusaha farmasi yang pendapatan utamanya dari penjualan alat kesehatan dan obat bebas mengalami penurunan omzet yang cukup parah ditambah munculnya ditributor obat online tidak resmi yang dengan klaim obat yang mereka jual sebagai obat COVID-19. Layanan telefarmasi dapat menjadi solusi bagi para apotek untuk menangani permasalahan di atas. Pada penelitian ini penulis akan merancang chatbot telefarmasi penjual obat dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang memanfaatkan metode Natural Language Processing (NLP) dan sistem yang terotomasi dengan Robotic Proces Automation (RPA). Setelah perancangan, penulis melakukan pengujian dengan metode kuesioner kepada 30 responden yang menunjukan hasil tes berupa skor sebesar 89%. Kata kunci— chatbot, robotic process automation (RPA), natural language processing (NLP), telefarmas
Analisis Kelayakan Pembukaan Cabang Bisnis Bloom Coffee Di Kota Cirebon Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Nabila Aurellia Ghaisani; Farda Hasun; Sinta Aryani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bloom Coffee adalah coffee shop yang berada di Jalan Raden Sartika, Kabupaten Sumber, Jawa Barat. Bloom Coffee menjual minuman berbahan dasar kopi dan beberapa makanan ringan lainnya. Dilihat dari data yang ada, minat masyarakat terhadap konsumsi kopi terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Kota Cirebon. Hal ini dipandang sebagai peluang untuk memperbesar pasar dan melakukan perluasan bisnis Bloom Coffee dengan cara membuka cabang baru di Kota Cirebon. Pembukaan cabang baru tentunya akan membutuhkan investasi yang besar, sehingga karenanya perlu dilakukan analisis kelayakan terlebih dahulu. Penelitian ini melakukan analisis kelayakan pendirian cabang Bloom Coffee dari aspek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial. Menurut perhitungan, dengan MARR 10%, rencana pembukaan cabang baru Bloom Coffee dikatakan layak untuk dilakukan dengan NPV sebesar Rp 69.086.173,69, IRR sebesar 22%, dan PBP pada 4,406 tahun (jika memperhitungkan time value of money) atau 4,1 tahun (jika tidak memperhitungkan time value of money). Selain itu, analisis sensitivitas menunjukkan bahwa investasi ini tidak sensitif terhadap peningkatan harga bahan baku, karena peningkatan bahan baku sebesar 39,22% baru akan mengubah kelayakan investasi. Namun investasi ini relatif sensitif terhadap penurunan harga jual, penurunan harga jual sebesar 11,70% dapat mempengaruhi kelayakan investasi. Kata kunci: Analisis Kelayakan, NPV, IRR, PBP, Analisis Sensitivitas, Bloom Coffe
Wireless Sensor Network Untuk Menganalisis Perilaku Jembatan Single Degree Of Freedom Dengan Menggunakan Metode Hilbert Huang Transform Rayhan Muhammad; Setyorini Setyorini; Seno Adi Putra
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pengembangan prasarana jalan dan jembatan terutama jalan yang menghubungkan daerah terisolasi atau pun akses yang sulit untuk menuju pusat perekonomian sehingga distribusi hasil bumi dapat dengan mudah di salurkan tanpa harus memakan biaya yang sangat mahal,pertumbuhan penduduk dan perekonomian akan bertambah pesat seiring dengan bertambahnya sarana dan prasarana jalan. Damage Detection berbasis Huang Hilbert Transform atau yang lebih dikenal sebagai HHT dapat diaplikasikan ke dalam prediksi kesehatan jembatan dimana HHT sendiri memiliki algoritma prediksi yang menggunakan energi frekuensi time atau yang di kenal sebagai gelombang lambda sehingga algoritma tersebut dapat digunakan sebagai menentukan frekuensi jembatan. Agar mempermudah jalannya algoritma HHT dibutuhkan juga dukungan berupa node sensor yang berfungsi sebagai pengumpulan data seperti sensor SunSPOT. Hasil pengujian dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa hasil dari SunSpot Solarium memiliki kinerja yang sangat baik untuk melakukan pengambilan data pada sistem sensor accelerometer dan sink node, data yang dihasilkan yaitu data accelerometer sebanyak 512 data sample dan waktu sampling adalah 512 detik. Perolehan nilai hasil rata-rata frekuensi dari masing-masing HHT dan FFT di setiap percobaan, maka untuk model terbaik dari kondisi jembatan berstruktur normal didapat dengan model terbaik yaitu dengan nilai frekuensi HHT 17.38 Hz dan nilai frekuensi FFT 15.93 Hz, sedangkan untuk model terbaik dari kondisi jembatan berstruktur rusak didapat dengan model terbaik dengan nilai frekuensi HHT 16.38 Hz dan nilai frekuensi FFT 15.60 Hz. Sedangkan hasil rata-rata nilai frekuensi untuk setiap kali percobaan pada kondisi jembatan berstruktur normal untuk HHT sebesar 16.7480 Hz dan untuk waktu dari rata-rata setiap sensor 0.8675 m/s dan untuk kondisi jembatan berstruktur rusak yaitu 15.9179 Hz dan untuk waktunya dari setiap rata-rata 0.825 m/s. Waktu yang dihasilkan dari HHT ialah waktu dari setiap sensor dimana frekuensi muncul di waktu keberapa, maka dapat dilihat bahwa jembatan dengan kekakuan yang semakin rendah, maka frekuensi yang dihasilkan semakin besar. Kata kunci : HHT, IMF, FFT, Damage Detection, SunSpot Abstract In the development of road and bridge infrastructure, especially roads that connect isolated areas or difficult access to the center of the economy so that the distribution of agricultural products can be easily distributed without having to be very expensive, population and economic growth will increase rapidly along with the increase in facilities and road infrastructure. Huang Hilbert Transform-based Damage Detection or better known as HHT can be applied to bridge health predictions where HHT itself has a prediction algorithm that uses time-frequency energy or what is known as lambda waves so that the algorithm can be used to determine the bridge frequency. To facilitate the operation of the HHT algorithm, support is also needed in the form of sensor nodes that function as data collection such as the SunSPOT sensor. The test results from this study can be concluded that the results of the SunSpot Solarium have very good performance for capturing data on the accelerometer sensor system and sink node, The resulting data are 512 accelerometer data samples and 512 seconds of sampling time. Obtaining the average frequency value of each HHT and FFT in each experiment, then for the best model of normal structured bridge conditions, the best model is obtained with the HHT frequency value 17.38 Hz and the FFT frequency value 15.93 Hz, while for the best model of The condition of the damaged structured bridge is obtained with the best model with the HHT frequency value of 16.38 Hz and the FFT frequency value of 15.60 Hz. While the results of the average frequency value for each experiment on a normal structured bridge condition for HHT is 16.7480 Hz and for the average time of each sensor is 0.8675 m / s and for a damaged structured bridge is 15.9179 Hz and for the time of each 0.825 m / s average. The time generated from HHT is the time of each sensor where the frequency appears at what time, it can be seen that the bridge with the lower the stiffness, the greater the resulting frequency. Keywords: HHT, IMF, FFT, Damage Detection, SunSpot
Prediksi Retweet Berbasis Fitur Content Similarity Dan Content Based Dengan Menggunakan Metode Support Vector Machine ( Svm ) Rafi Hafizhni Anggia; Jondri Jondri; Kemas Muslim Lhaksmana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi berkembang sangat pesat sehingga membantu kebutuhan manusia untuk mendapatkan sarana informasi dan komunikasi. Didalam media sosial seperti twitter sangat mudah sekali untuk mendapatkan informasi terkini seperti isu politik, kesehatan dan lainnya. Salah satu fitur penyebarannya yaitu retweet maka informasi akan cepat berpindah dari penguna satu ke pengguna lainnya. Penelitian ini berupaya untuk membangun sebuah sistem prediksi retweet dari isi konten pengguna dengan berbasis fitur Content Similarity dan Content Based menggunakan metode klasifikasi Support Vector Machine. Pembagian dataset menggunakan k fold cross validation dengan nilai k=10. Hasil akhir pada penelitian ini mendapatkan nilai akurasi rata rata sebesar 71.84%. Kata kunci : Twitter, Retweet, Content Similarity, Support Vector Machine
Perancangan Human Machine Interface Pada Stasiun Kerja Pick And Place Simulator Bottling Plant Menggunakan Metode V-model R Mirza F Juarsah; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sejalan berkembangnya industri 4.0, banyak perusahaan industri manufaktur yang menerapkan sistem Internet of Things yang diintegrasikan dengan SCADA. Menurut Wicaksono (2012) SCADA adalah sistem yang dapat melakukan pengawasan, pengendalian dan akuisisi data terhadap suatu plant dari jarak jauh secara detail sehingga operator tidak perlu datang menuju plant jika terjadi masalah selama proses berlangsung. Human Machine Interface (HMI) merupakan bagian penting dari sistem SCADA . Secara sederhana HMI berfungsi sebagai “jembatan” bagi manusia untuk memahami proses yang terjadi pada mesin. Tanpa HMI, manusia akan kesulitan dalam mengawasi dan mengendalikan mesin tersebut. HMI dalam industri manufaktur berupa suatu tampilan GUI (Graphic User Interface) pada suatu tampilan layar komputer yang akan dihadapi oleh operator mesin maupun pengguna yang membutuhkan data kerja mesin. HMI terdapat berbagai macam visualisasi untuk Monitoring dan data mesin yang terhubung secara online dan real time (Heri Haryanto dkk,2012). Dengan berkembangnya Internet of Things kini perangkat lunak mobile seperti laptop dan handphone dapat berfungsi sebagai HMI pada sistem SCADA. Dengan menggunakan perangkat lunak tersebut tentunya akan mempermudah dalam melakukan aktifitas pengawasan dan pengontrolan pada mesin, karena bentuk fisiknya yang kecil dan bisa diakses melaui jaringan internet. Mengacu pada penjelasan di atas maka perlu adanya upaya dalam menghadapi revolusi Industri 4.0 dimana segala aktifitas sudah memanfaatkan internet atau Internet of Things (IoT). Maka dari itu pada penelitian ini akan di buat perbaikan perancangan sistem SCADA Human Machine Interface simulator bottling plant khususnya pada proses pick and place yang dapat terhubung dengan menggunakan perangkat lunak mobile yang berbasis Internet of Things (IoT). Hal tersebut dapat memudahkan pengguna untuk melakukan aktivitas dalam pengontrolan,pengawasan dan monitoring baik secara online dan real time serta memungkinkan akses jarak jauh dari lokasi dan perangkat manapun dengan menggunakan koneksi internet. Metode penelitian yang digunakan untuk perbaikan perancangan sistem SCADA pada simulator bottling plant yaitu menggunakan metode model-v. Menurut Supriyatin (2015) dalam Ade Suryadi (2018) Model-v merupakan perluasan dari metode waterfall karena tahapan pengembangan yang dilakukan sama, tetapi pada metode waterfall dilakukan secara linear sedangkan pada metode model-v dilakukan secara bercabang .Alasan penggunaan metode tersebut karena V-Model yang terdiri dari tahapan aktivitas analisis kebutuhan, spesifikasi, desain arsitektur, detil desain, pengkodean, serta beberapa pengujian seperti pengujian unit, pengujian integrasi, dan pengujian sistem.. Kata kunci : Internet of Things, V-model, Human machine interface, Industri 4.0, Iot, Scada Abstract One of the developments in industry 4.0 is the Internet of Things (IoT). Internet things that are very closely related to the industrial revolution 4.0. In more advanced technology in all fields. New technologies and discussions that discuss the physical, digital and biological world will change the patterns of life and human interaction. The manufacturing world which is part of the industrial world also involves changes made by industry 4.0. The manufacturing industry is now familiar with automation technology that uses machines to demand human labor. Automation has many roles in the industrial world to increase production and also assist operators in carrying out work. . Internet of Things in its application can also be used, tracking, tracking objects and related events related to automatic and real-time, for example in the manufacturing industry, the Internet of Things can be used as a liaison between production machines so that it can run well and as a detector. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 57942 In line with the development of industry 4.0, many manufacturing industry companies are implementing the Internet of Things system that is integrated with SCADA. In the face of the Industrial 4.0 revolution where all activities have taken advantage of the internet or the Internet of Things (IoT). Therefore, the development of the design of the SCADA Human Machine Interface simulator of a pick and place station bottling plant is carried out that can be connected using an Internet of Things (IoT) based mobile device. This can make it easier for users to carry out activities in controlling, monitoring and monitoring both online and real-time as well as remote access from any location and device that uses an internet connection. In developing the system using the v-model method. Keywords: Internet of Things, V-model, Human machine interface, Industry 4.0, Iot, Scada
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Sistem Satu Data Pada Fungsi Wajib Berkaitan Pelayanan Dasar Pembangunan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Menggunakan Togaf Adm Devita Ayu Wulandari; Irfan Darmawan; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Satu Data adalah sebuah inisiatif pemerintah Indonesia untuk mendorong pengambilan kebijakan berdasarkan data. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan pemenuhan atas data pemerintah yang akurat, terbuka, dan interoprable. Dengan demikian, pemanfaatan data pemerintah tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal antar instansi, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan data publik bagi masyarakat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyadari belum optimalnya integrasi data pembangunan sehingga perlu meningkatkan kualitas pengelolaan data maupun informasi. Enterprise Architecture atau EA diperlukan dalam upaya mendukung daya saing dan transformasi bisnis. Kata kunci : Satu Data, Enterprise Architecture, Framework TOGAF ADM, Teknologi Informasi, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Abstract – One Data is an agreement of the Indonesian government to encourage policy making based on data. To realize this, it is necessary to fulfill government data that is accurate, open and intertwined. Thus, the use of government data is not only limited to the use between internal institutions, but also as a form of meeting public data needs for the community. The Government of West Java Province realizes that it is not yet optimal in integrating development data so it needs to improve the quality of data management and information. Enterprise architecture or EA is needed in supporting supporting competitiveness and transforming business. Keywords: One Data, Enterprise Architecture, TOGAF ADM Framwork, Information Technology, West Java Provincial Government.
Usulan Perancangan Pemeliharaan Kendaraan Load Lugger 03 Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (Rrcm) Pada Pt Krakatau Jasa Logistik Zul Arffan; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Jasa Logistik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa logisitik dan salah satunya internal handling untuk customer. Kendaraan load lugger 03 merupakan internal handling pada perusahaan yang digunakan selama 24 jam. Oleh karena itu, kendaraan dituntut untuk memenuhi kebutuhan konsumen berupa membawa raw material di perusahaan konsumen. Pada perusahaan PT Krakatau Jasa Logistik sudah menerapkan preventive maintenance dan corrective maintenance tetapi kegiatan pemeliharaan tersebut belum optimal dan menyebabkan pengeluaran biaya yang tinggi. Maka dari itu, penelitian ini menerapkan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Tujuan dalam pemeliharaan ini untuk mengetahui usulan perancangan maintenance, waktu interval pemeliharaan, dan total biaya pemeliharaan. Dalam menentukan komponen kritis pada kendaraan, penelitian ini menggunakan metode Risk Priority Number dan didapatkan empat komponen kritis yaitu hose, ban, controller valve, dan jack hydraulic. Dengan menggunakan metode RRCM didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaan. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data didapatkan ketentuan 5 proposed maintenance task dengan 2 (dua) scheduled on condition task dan 3 (tiga) scheduled discard task. Untuk scheduled on condition task pada komponen controller valve dilakukan pengecekan berskala selama 56 pekan sekali dan pengecekan berskala pada komponen hose selama 3 pekan sekali. Untuk scheduled discard task pada komponen pergantian ban dilakukan sebanyak 2 pekan sekali, pergantian komponen hose sebanyak 10 pekan sekali, dan komponen jack hydraulic sebanyak 25 pekan sekali. Total biaya pemeliharaan usulan didapatkan sebesar Rp206,024,342 memiliki selisih senilai Rp60,857,470 dari nilai biaya maintenance eksisting perusahaan. Perbandingan dari total biaya pemeliharaan eksisting dan usulan didapatkan bahwa perusahaan dapat menghemat biaya pemeliharaan sebesar 23%. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.9, No.3 Juni 2022 | Page 1739 Kata kunci : Maintenance, Reliability and Risk Centered Maintenance, Proposed Maintenance Task, Maintenance Cost
Penentuan Komposisi Plesteran Melalui Pengukuran Tegangan Induksi Medan Magnet Rosalinda Natalia Simanjuntak; Dudi Darmawan; Abrar Ismardi
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plesteran merupakan lapisan penutup dinding yang terbentuk dari campuran semen, pasir dan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variasi komposisi bahan plesteran terhadap nilai tegangan menggunakan metoda induksi medan magnet. Dari pengukuran karakterisasi koil tanpa objek diperoleh frekuensi kerja yang optimal di 250 kHz, 20 Vpp dengan tegangan 14,279 Volt, pada pasangan koil 300 lilitan yang jarak antar koilnya 0,5cm. Frekuensi kerja digunakan untuk pengukuran karakterisasi koil di tiga keadaan variabel bebas komposisi plesteran. Peningkatan massa pasir menyebabkan penurunan terhadap nilai tegangan, nilai yang terukur dari 14,167 Volt menurun hingga 14,029 Volt dengan hasil regresi liniernya y = -0,0032x + 14,252 dan R2 = 0.9826. Pertambahan massa semen menunjukkan kenaikan pada nilai tegangan, nilai yang terukur dari 14,256 Volt menaik hingga 14,358 Volt dengan hasil regresi liniernya y = 0,0022x + 14,203 dan R2 = 0,9955. Pertambahan kuantitas air menyebabkan penurunan terhadap nilai tegangan, pada massa 35 gram nilai yang terukur dari 14,887 Volt menurun hingga 14,589 Volt dengan hasil regresi liniernya y = -0,0137x + 15,128 dan R2 = 0,9288, sedangkan pada massa 25 gram, nilai yang terukur 14,373 Volt menurun hingga 14,212 Volt dengan hasil regresi liniernya y = -0,0086x + 14,776 dan R2 = 0,9504. Kata kunci : Plesteran, Metoda Induksi Medan Magnet, Karakterisasi Koil, Frekuensi Kerja
Perancangan Alat Pembaca Isyarat Tangan Wasit Service Badminton Menggunakan Sensor Flex Jatmiko Kuntoro Nugroho; Achmad Rizal; Dien Rahmawati
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— The badminton service referee is an important role in a match leader, not only leading in a match but also being a helper, enforcer, separator, court, in this final project the author can produce the best 100% accuracy and the lowest is 73% testing that focuses on trying movements one by one. Furthermore, for testing all movements the highest accuracy result was 87.5% and the lowest result was 62.5%. This is influenced by the continuous tool usage factor, the flex sensor which has a tolerance value of ± 30% and the influence of the quality of the sensor used. So that the results of the displayed image do not match. Another factor is that the tool fails to display the interface signal between Arduino Uno and Ms Visual Studio, which cannot appear on the screen. Keywords—badminton referee, judge service, sensor flex, accelerometer, arduino. Abstrak— Wasit Servis badminton merupakan peran penting dalam sebuah pemimpin pertandingan,tidak hanya memimpin dalam sebuah pertandingan namun juga bisa menjadi penolong, penegak, pemisah, pengadil, Tugas akhir ini penulis dapat menghasilkan akurasi terbaik 100% dan yang paling terendah adalah 73% pengujian yang berfokus mencoba gerakan satu per satu. Selanjutnya untuk pengujian semua gerakan mendapakatn hasil akurasi tertinggi 87.5% dan hasil paling terendah 62.5%. Hal ini dipengaruhi oleh faktor penggnaan alat terus menerus, sensor flex yang memiliki nilai toleransi ±30% dan pengaruh kualitas sensor yang digunakan. Sehingga hasil gambar yang ditampilkan tidak sesuai. Faktor lain alat tersebut gagal menampilkan gambar isyarat antarmuka antara Arduino uno dilayar. Kata Kunci— wasit bandminton, hakim service, sensor flex, akselerometer, arduino

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue