cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Studi Kelayakan Bisnis Pada Perancangan Sistem Informasi Persediaan Butik Sanique.88 Muhammad Fajar; Budi Praptono; Bobby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sanique.88 merupakan sebuah butik yang berlokasi di Kabupaten Garut, yang sudah berjalan selama 3 tahun, usahanya berkembang dengan menjadi reseller dari beberapa brand seperti Deenay, Ridcoll, Mylady hijab, Versus City, dan berbagai brand lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur kelayakan usaha Sanique.88 dilihat dari segi finansial atas penambahan fasilitas berupa sistem usaha berbasis web. Dalam penelitian ini total modal yang dibutuhkan oleh Sanique.88 adalah sebesar Rp 256.538.617. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan analisis kelayakan bisnis maka didapatkan bahwa NPV sebesar Rp 158.671.198, IRR sebesar 39.09% dan Payback Period sebesar 2.96 tahun. Kata Kunci: Analisis Kelayakan, Analisis Incremental, NPV, IRR, PBP. Abstract Sanique.88 is a boutique located in Garut Regency, which has been running for 3 years, its business has grown by becoming a reseller of several brands such as Deenay, Ridcoll, Mylady hijab, Versus City, and various other brands. This study aims to measure the feasibility of the Sanique business.88 from a financial point of view on the addition of facilities in the form of a web-based business system. In this study, the total capital required by Sanique.88 was IDR 256,538,617. After calculating using a business feasibility analysis, it is found that the NPV is IDR 158,671,198, an IRR of 39.09% and a Payback Period of 2.96 years. Keywords: Feasibility Analysis, Incremental Analysis, NPV, IRR, PBP
Perancangan Dan Implementasi Sistem Deteksi Manusia Menggunakan Citra Webcam Dengan Fitur Notifikasi Pada Ponsel Reyhan Ivandhani; Iwan Iwut Tritoasmoro; Nur Ibrahim
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencurian merupakan permasalahan yang sering terjadi, ketika tidak adanya pengawasan terhadap suatu ruangan maupun barang yang memiliki nilai penting bagi pemiliknya, kita tidak bisa memantau kondisi yang terjadi jika tidak adanya pengawasan, hal ini sering menjadi kendala. Pengawasan dapat dikerjakan dengan menggunakan kamera pengawas CCTV, namun hal ini hanya dapat melakukan pemantauan secara pasif. Diperlukan sistem yang dapat mengidentifikasi sesuatu bila terdapat penyusup. Pada penelitian ini merancang suatu sistem pendeteksi objek manusia dimana hasil yang diperoleh nantinya dapat di notifikasikan pada mobile phone. Metode sistem untuk mengenali objek manusia menggunakan Haar Cascade Clasifier. Tingkat akurasi yang dicapai oleh sistem untuk mendeteksi objek manusia 82% - 94% dan pengiriman notifikasi mencapai tingkat akurasi 100%.Kata kunci : Haar Cascade Clasifier, OpenCV, Deteksi Objek Manusia, Mobile Phone Notifikasi
Identifikasi Batik Pekalongan Menggunakan Metode Gray Level Co-occurrence Matrix Dan Probabilistic Neutral Network Frisnanda Aditya; Jangkung Raharjo; Nur Ibrahim
eProceedings of Engineering Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik adalah kesenian menggambar diatas kain yang dalam pembuatannya dilakukan secara khusus. Kerajinan batik setiap daerah memiliki ciri khas tertentu salah satunya batik Pekalongan. Perkembangan dan jenis yang membedakan batik dari negara lain masih belum banyak yang mengetahui, dikarenakan belum adanya pendataan secara komputerisasi yang baik dan belum adanya aplikasi untuk menganalisis batik Pekalongan guna membantu pengetahuan masyarakat Indonesia. Berdasarkan permasalahan diatas penulis membuat sistem yang dapat mengidentifikasi motif batik Pekalongan. Pada Tugas Akhir ini telah dilakukan penelitian Identifikasi batik Pekalongan menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix sebagai metode ekstraksi ciri dan metode Probabilistic Neural Network sebagai klasifikasi. Metode Gray Level Co-occurrence Matrix merupakan matriks yang mengandung informasi mengenai posisi ketetanggaan piksel yang memiliki tingkat keabuan tertentu. Jaringan Probabilistic Neural Network jauh lebih relatif tidak sensitif terhadap outlier dan menghasilkan prediksi probabilitas target yang akurat. Dari hasil pengujian pengklasifikasian ini diperoleh akurasi terbaik 98,33%. Akurasi diperoleh dari pengujian 150 citra menggunakan parameter Gray Level CoOccurrence Matrix kontras-korelasi-energy-homogenitas, dengan nilai sudut 𝟎°, 𝟒𝟓°, 𝟗𝟎°𝟏𝟑𝟓°, dan radius = 1 dan Probabilistic Neural Network yaitu, ukuran gambar 256 × 256, dan nilai spread 0.1.Kata Kunci: Batik, Gray Level Co-Occurrence Matrix, Probabilistic Neutral Network Abstract Batik is the art of drawing on fabric which is specially made in its making. Batik crafts in each region have certain characteristics, one of which is Pekalongan batik. Not many people know about the development and types that distinguish batik from other countries, due to the lack of a good computerized data collection and the absence of applications to analyze Pekalongan batik to help the knowledge of the Indonesian people. Based on the above problems the writer makes a system that can identify Pekalongan batik motifs. In this Final Project a research on Pekalongan batik identification has been carried out using the Gray Level Co-occurrence Matrix method as a feature extraction method and the Probabilistic Neural Network method as a classification method. The Gray Level Co-Occurrence Matrix method is a matrix that contains information about the neighboring pixel positions that have a certain gray level. Probabilistic Neural Networks are far more relatively insensitive to outliers and produce accurate target probability predictions. From the test results obtained the best accuracy of 98,33%. Accuracy was obtained from testing 150 images using the parameter Gray Level Co-Occurrence Matrix contrast-correlation-energy-homogeneity, with angular values 𝟎°, 𝟒𝟓°, 𝟗𝟎°𝟏𝟑𝟓°, and radius = 1. While Probabilistic Neural Network uses the 256×256 image size parameter and the Spread value 0.1. Keywords: Batik, Gray Level Co-Occurrence Matrix, Probabilistic Neural Network
Dashboard Web Logger Pada Sistem Management Air Berbasis Gis Studi Kasus Pdam Kabupaten Madiun Antaufany Puji Rahmadha; Umar Ali Ahmad; Jati Satria Wicaksana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan PDAM contohnya seperti bagaimana cara monitoring pipa dan kualitas air yang didistribusikan sangatlah menjadi hal yang sangat penting diperhatikan dikarenakan hal ini akan berpengaruh pada konsumen dari segi kenyamanan dan kelayakan air yang dialirkan. Tugas akhir ini berjudul “Dashboard Web Logger Pada Sistem Management Air Berbasis GIS Studi Kasus PDAM Kabupaten Madiun” sebuah Dashboard Website yang berisikan beberapaindikator dan informasi yang dapat digunakan untuk monitoring Smart Water Management seperti melihat debit air, kualitas air, panel pompa dan pressure solar dengan cepat dan akurat dengan menggunakan beberapa jenis sensor sesuai kebutuhan masing-masing IoT. Pada halaman Dashboard Website juga terdapat teknologi yang dinamakan GIS (Geographic Information System). Dasboard web portable berbasis GIS memiliki kemampuan secara geografis yang dapat mengolah dan memvisualisasikan data yang terkait dengan posisi letak sensor pada peta. Berdasarkan hasil dari tugas akhir ini dapat disimpulkan bahwa dashboard website berbasis GIS dapat memudahkan pengguna untuk melakukan monitoring dengan aktual dikarenakan data yang dikirimkan bersifat langsung real-time. Kemudahan monitoring data dan kondisi pipa juga sangat memudahkan pengguna dikarenakan dashboard website dapat digunakan untuk pemantauan dimana saja dan kapan saja tanpa memerlukan datang langsung ke lokasi. Kata kunci : Dashboard, Debit, GIS, Kualitas, Website
Analisis Data Mining Untuk Klasifikasi Data Kualitas Udara Dki Jakarta Menggunakan Algoritma Decision Tree Dan Support Vector Machine Adinda Inez Sang; Edi Sutoyo; Irfan Darmawan
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya pencemaran udara karena kualitas udara sudah tergabung dengan berbagai komponen senyawa. Menurut IQ Air 2020 prov. Untuk memantau pencemaran udara setiap harinya, Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU). Penggunaan data mining merupakan metode yang cocok untuk mengetahui informasi pencemaran udara di Provinsi DKI Jakarta. Metode data mining yang digunakan yaitu klasifikasi karena metode ini dapat mengolah data parameter ISPU menjadi informasi yang memberitahukan tingkat kualitas udara perharinya dengan menggunakan algoritma Decision Tree dan Support Vector Machine (SVM). Hasil dari penerapan data mining untuk klasifikasi kualitas udara di DKI Jakarta yaitu algoritma Decision Tree memiliki performa yang lebih baik dengan rasio terbaik 90:10 dibandingkan dengan algoritma SVM dengan rasio terbaik 60:40 dan untuk melakukan klasifikasi kualitas udara di DKI Jakarta. Pada algoritma Decision Tree mendapatkan nilai Precision sebesar 99,02%, Recall 99,73%, F1-Measure 99,37%, Akurasi 99,40% dan pada algoritma SVM mendapatkan nilai Precision sebesar 95,82%, Recall 88,89%, F1-Measure 92,22% dan Akurasi 94,93%. Kata kunci : Klasifikasi, Kualitas Udara, Decision Tree, SVM
Perancangan User Interface Pada Aplikasi Konsultasi Dan Edukasi Hiv/aids Bagi Remaja Penyandang Tunanetra Dengan Interaksi Multimodal Menggunakan Metode User Centered Design Muhammad Reza Rahmawan; Herdiani Anisa; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perhatian terhadap angka kematian yang semakin meningkat membuat dunia khawatir tentang penyebaran HIV/AIDS. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan pada awal tahun 2019 ditemukan kasus baru bahwa yang terinfeksi HIV adalah penyandang tunanetra. Oleh karena itu, sejak usia remaja sangat penting dibekali suatu edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya HIV/AIDS serta layanan konsultasi yang bertujuan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan terhadap masalah yang berkaitan dengan HIV & AIDS. Pada zaman modern seperti saat ini, tunanetra sudah terbiasa mengoperasikan aplikasi berbasis mobile dengan bantuan pembaca layar untuk menunjang kegiatan mereka. Namun pada umumnya aplikasi edukasi tentang HIV/AIDS tidak dapat digunakan oleh penyandang tunanetra karena lebih banyak dirancang dengan desain yang universal dan fitur interaktif yang kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan pertimbangan khusus dalam merancang userinterface sebagai media edukasi dan konsultasi HIV/AIDS bagi penyandang tunanetra untuk memastikan kesesuaian dan aksesibilitas bagi mereka. Pada tugas akhir ini, perancangan user interface menggunakan metode User Centered Design yang berfokus pada kebutuhan serta karakteristik pengguna, kemudian dilakukan evaluasi usability sebanyak 2 tahap menggunakan metode Heuristic Evaluation. Perbaikan yang dilakukan pada evaluasi tahap 1 berpengaruh pada menurunnya temuan masalah serta nilai rata-rata severity ratings menjadi 0, dimana angka tersebut menunjukkan tidak adanya masalah usability yang ditemukan. Sehingga rancangan user interface yang telah dihasilkan dapat digunakan dengan mudah oleh remaja penyandang tunanetra karena telah memenuhi seluruh heuristic guidelines untuk accessibleapp. Kata kunci : HIV/AIDS, tunanetra, user interface, user centered design, heuristic evaluation Abstract Attention to increasing mortality rates makes the world worry about the spread of HIV / AIDS. Data from the Health Office shows that in early 2019 new cases were discovered that those infected with HIV were people with visual impairment or blind. Therefore, since adolescence it is very important to provide education to increase awareness of the dangers of HIV / AIDS and consultation services aimed at increasing the ability to make decisions about issues related to HIV & AIDS. At this time, visual impairment or blind people are accustomed to operating mobile-based applications with the help of screen readers to support their activities. But mostly, not all educational applications about HIV/AIDS can be used by visual impairment or blind people because they are build with more universal designs and complex interactive features. Therefore, special considerations are needed in designing the user interface as a media for HIV / AIDS education and consultation for blind people to ensure their suitability and accessibility. This study uses the User Centered Design method that focuses on the needs and characteristics of users, then usability evaluation was done in 2 stages by using the Heuristic Evaluation method. Improvements made in the evaluation phase 1 affect the decrease in problem findings and the average of severity ratings become 0, the number indicates that no usability problems were found. So that the results of the user interface design can be used easily by teenagers with visual impairments because it meets all the heuristic guidelines for accessible app. Keywords: HIV / AIDS, visual impairment, user interface, user centered design, heuristic evaluation
Analisis Dan Benchmarking Disk Performance Pada Windows Azure Virtual Machine (vm) Dan Amazon Web Service Ec2 Syihan Qaes Yamani; Rd Rohmat Saedudin; Ahmad Almaarif
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada era teknologi ini peran dari cloud computing sangat membantu penggunanya baik manusia secara individu maupun perusahaan. Cloud Computing sendiri adalah suatu layanan teknologi informasi dimana resource diambil dari internet melalui tool dan aplikasi berbasis website dan tidak terkoneksi lansung ke server. Terdapat dua contoh layanan cloud computing yaitu Windows Azure, dan Amazon Web Services. Pada analisis ini membahas perbandingan kinerja dan layanan disk performance dari dua platform Cloud Computing yaitu Amazon Web Services dan Microsoft Azure. Platform diuji menggunakan Virtual Machine yang sudah di sediakan dari masing-masing platform. Pengukuran performa dilakukan dengan menggunakan Phoronix Test Suite pada size b1ms, b2s, dan b2ms pada Windows Azure dan t2.small, t2.medium, dan t2 large pada Amazon Web Services dan hasil yang disajikan berupa parameter IOzone Write, IOzone Read, Dbench, dan UnpackKernel. Kata Kunci: Windows Azure, Amazon Web Services, disk performance Abstract In this technological era the role of cloud computing is very helpful for users both individuals and corporate individuals. Cloud Computing itself is an information technology service where resources are taken from the internet through web-based tools and applications and not connected to direct servers. There are three examples of cloud computing services namely Windows Azure, and Amazon Web Services. This analysis discusses the application of disk performance and service performance from the Cloud Computing platform, namely Amazon Web Services and Microsoft Azure. Platforms value using Instances that have been provided from each platform. Performance measurements are carried out using the Phoronix Test Suite at b1ms, b2s, and b2ms in Windows Azure and t2.small, t2.medium, and large t2 at Amazon Web Services and the results contain the parameters IOzone Write, IOzone Read, Dbench, and Unpack-Kernel. Keywords: Windows Azure, Amazon Web Services, disk performance
Pengaruh Variasi Waktu Dan Jenis Limbah Padat Kelapa Sawit Pada Pirolisis Menjadi Asap Cair Sahmoen Gunawan Bancin; Amaliyah Rohsari Indah Utama; Libertus Darus
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit menjadi sektor perkebunan utama di Kalimantan Barat dan penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Industri ini semakin berkembang dalam produksinya diiringi pertambahan volume limbah. Diantaranya Limbah padat belum dimanfaatkan secara optimal dan dapat diolah (dipirolisis) menjadi produk bernilai ekonomis (asap cair) yang selanjutnya menjadi bahan baku kimia dan bahan bakar. Pada penelitian pirolisis limbah padat kelapa sawit menjadi asap cair menggunakan variabel waktu operasi (60, 90, 120, 150, 180 menit) dan jenis limbah padat (cangkang, pelepah dan tandan kosong) pada suhu tetap 350°C. Hasil pirolisis (asap cair) dengan rendemen tertinggi 17,43% terdapat pada pelepah dengan lama pirolisis yaitu 120 menit dengan pH terendah 2,66. Total fenol asap cair yang tertinggi dihasilkan oleh cangkang yaitu 15,35%. Hal tersebut membuktikan jika semakin lama waktu pirolisis semakin tinggi juga nilai rendemen asap cair, begitu pula variasi limbah padat mempengaruhi nilai pH dan fenol asap cair. Kata Kunci: Asap Cair, Limbah Kelapa Sawit, Pirolisis, Rendemen
Sistem Pemetaan Pada Kursi Roda AutonomSistem Pemetaan Pada Kursi Roda Autonomous Menggunakan Sensor Lidar A1m1ous Menggunakan Sensor Lidar A1m1 Risna Septisari; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Adanya batasan kemampuan secara fisik dan mental, penyandang disabilitas memiliki kemungkinan untuk menggunakan kursi roda dalam membantu pergerakannya [1]. Kursi roda pada umumnya terdapat 2 jenis diantaranya kursi roda manual dan kursi roda otonomus. Kursi roda manual adalah kursi roda yang pergerakannya masih dibantu oleh orang lain dalam mendorong kursi roda atau kursi roda manual bisa digerakkan dengan memutar roda yang ada di samping kanan dan kiri kursi roda. Sedangkan, kursi roda otonomous adalah kursi roda yang pergerakannya dibantu oleh kontroler berbentuk joystick dimana pengguna dapat bebas menggerakan kursi roda dari satu tempat ke tempat yang lain. Kursi roda otonomous ini belum sepenuhnya menjadi otonomous dikarenakan kursi roda otonomous tersebut dalam perpindahannya masih di kontrol oleh kontroler yang mana diinginkan berupa fitur kursi roda tersebut dapat berjalan sendiri sesuai navigasi [2]. Untuk memenuhi fitur tersebut bagian pertama yang dibutuhkan adalah sistem pemetaan. Sistem pemetaan adalah sistem penggambaran atau pembacaan dari permukaan suatu objek yang diperkecil dengan menggunakan skala untuk mempresentasikan ukuran peta yang tergambar dengan ukuran peta sebenarnya [2]. Untuk mendapatkan penggambaran dari permukaan suatu objek perlu adanya sebuah sensor yang dapat membaca permukaan suatu objek. Salah satu sensor yang dapat menggambarkan sistem pemetaan 2 dimensi dengan baik adalah sensor LiDAR. Dalam sistem pemetaan biasanya dinyatakan dengan menggunakan parameter jarak, sudut dan nilai x, y. Pada penelitian sistem pemetaan sebelumnya sistem pemetaan memiliki parameter dalam pembacaan sudutnya 00 hingga 0,50 pada jarak 0 – 1500 mm [3]. Dalam penelitian sistem pemetaan ini akan dibuat sistem pemetaan dengan pengukuran ruangan jarak ukur sejauh 1 meter hingga 5 meter dalam pembacaan sudut 0, 45, 90, 135, 180, -45, -90, -135, -180. Pada penelitian ini sensor LiDAR akan diletakkan pada titik tengah sebuah ruangan dalam keadaan diam dan tidak berpindah sehingga, sistem pemetaan ruangan mampu menggambarkan peta ruangan secara keseluruhan melalui bantuan framework Robot Operating System kemudian ditampilkan melalu software Rviz. Input untuk pembuatan peta berasal dari nilai jarak dan sudut pembacaan sensor LiDAR. Hasil penelitian ini adalah didapatkannya sistem pemetaan 2 dimensi pada ruangan tertutup, beserta nilai jarak dalam satuan meter dan sudut dalam satuan derajat dengan nilai error sebesar 0.99% sebagai bukti bahwa sensor LiDAR merupakan sensor yang dapat berfungsi dengan baik dan diterapkan pada kursi roda otonomus. Kata Kunci : Sensor LiDAR, Sistem Pemetaan. Abstract There are limitations on physical and mental abilities, people with disabilities have the possibility to use a wheelchair to help their movement [1]. There are generally 2 types of wheelchairs, including manual wheelchairs and autonomous wheelchairs. A manual wheelchair is a wheelchair whose movement is still assisted by others in pushing a wheelchair or a manual wheelchair can be moved by turning the wheels on the right and left of the wheelchair. Meanwhile, an autonomous wheelchair is a wheelchair whose movement is assisted by a joystickshaped controller where users can freely move the wheelchair from one place to another. This autonomous wheelchair has not yet become fully autonomous because the autonomous wheelchair in its displacement is still controlled by the controller, which means that the wheelchair feature can run independently according to navigation [2]. To fulfill this feature, the first part needed is a mapping system. Mapping system is a system of depicting or reading from the surface of an object which is reduced by using a scale to present the size of the map drawn with the actual map size [2]. To get a depiction of the surface of an object, it is necessary to have a sensor that can read the surface of an object. One of the sensors that can describe the 2-dimensional mapping system well is the LiDAR sensor. In a mapping system it is usually expressed using parameters of distance, angle and the values of x, y. In previous mapping system research, the mapping system had parameters in the angle reading of 00 to 0.50 at a distance of 0 - 1500 mm [3]. In this mapping system research, a mapping system will be made with the ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.8, No.2 April 2021 | Page 10702 measurement of a measuring distance of 1 meter to 5 meters in an angle reading of 0, 45, 90, 135, 180, -45, -90, - 135, -180. In this study, the LiDAR sensor will be placed at the center point of a room in a stationary state and not moving so that the room mapping system is able to describe a map of the room as a whole through the help of the Robot Operating System framework then displayed through the Rviz software. The input for map creation comes from the distance and angle values of the LiDAR sensor reading. The results of this study are the obtaining of a 2-dimensional mapping system in a closed room, along with distance values in meters and angles in degrees with the error value as much as 0.99 % proove that the LiDAR sensor is a sensor that can function properly and is applied to autonomous wheelchairs. Keywords: LiDAR sensor, mapping system.
Perancangan Enterprise Architecture Yogya Group Pada Fungsi Sales Dan Marketing Menggunakan Togaf Adm Ahmad Fakhri Rizaldi; Rd Rohmat Saedudin; Berlian Maulidya Izzati
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Yogya Group adalah sebuah perusahaan ritel modern asli Indonesia dengan format Supermaket dan Departement Store. Pada awal berdirinya perusahaan ini hanya menjual batik saja, akan tetapi dengan kerja keras yogya group melakukan pembenahan, keinginan dan kebutuhan pelanggan dipenuhi, sehingga yang tadinya hanya toko batik berubah menjadi toko kelontong. Untuk itu demi mewujudkan sebuah toko yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dibutuhkan pemasaran yang baik untuk memperkenalkan perusahaan ini serta penjualan yang bagus agar mereka dapat bertahan. Dari keinginan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut dibutuhkan fungsi sales dan marketing yang baik untuk menarik minat masyarakat. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi (SI) sangat dibutuhkan dalam suatu proses bisnis di perusahaan. Karena ketika suatu perusahaan dapat berkembang semakin besar maka tingkat kerumitan akan semakin tinggi juga. Salah satu tujuan penerapan Enterprise Architecture (EA) adalah mengorganisasikan proses bisnis dan infrastruktur teknologi informasi yang diintegrasikan dan distandarisasi tergantung kepada visi misi dan model operasional perusahaan. Untuk melakukan perancangan EA diperlukan suatu metodologi yang sesuai serta mudah digunakan, TOGAF ADM adalah metodologi yang cocok dan lengkap. Tahapan-tahapan dalam merancang enterprise architecture sangatlah penting karena akan berlanjut pada tahapan selanjutnya yaitu implementasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peran enterprise architecture di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang ritel khususnya pada fungsi sales dan marketing. Keuntungan dari tahapan ini nantinya akan menghasilkan suatu enterprise architecture yang bisa dijadikan perusahaan untuk mencapai tujuan strategis mereka. Kata Kuncis: Yogya Group, sales and marketing, retail, enterprise architecture, TOGAF ADM. Abstract Yogya Group is a modern Indonesian retail company with the format Supermaket and Department Store. At the beginning of the establishment, the company only sold batik, but with the hard work of the Yogya group, it made improvements, requests and customer needs, making what was once just a batik shop turned into a grocery store. For this reason, in order to create a store that can meet the needs of the people, Indonesia needs good marketing to introduce this company, and good sales so they can survive. From the desire to meet customer needs, a good sales and marketing function is needed to attract the interest of the community. By using Information Technology (IT) and Information Systems (SI) are needed in a business process in the company. Because the compilation of a company can develop, the higher the level of difficulty, the higher it will be. One of the goals of implementing Corporate Architecture (EA) is to organize business processes and information technology infrastructure that is integrated and standardized depending on the company's vision and mission and operational models. To do the EA design, a solution that is easy to use is needed, TOGAF ADM is a suitable and complete agreement. The stages in the completion of enterprise architecture are discussed important because they will be continued at the next stage that will be implemented. The purpose of this study is to discuss the role of corporate architecture in companies engaged in retail specifically in the sales and marketing function. The advantage of this stage will be to produce a corporate architecture that companies can use to achieve their strategic goals. Keyword: Yogya Group, sales and marketing, retail, enterprise architecture, TOGAF ADM

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue