cover
Contact Name
Ali Rahman
Contact Email
ali@uinsgd.ac.id
Phone
+6285721730810
Journal Mail Official
conferences.uinbandung@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jl. AH Nasution No.105 Cibiru, Bandung 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Gunung Djati Conference Series
ISSN : 27746585     EISSN : -     DOI : -
Gunung Djati Conference Series merupakan penyedia layanan publikasi dan konferensi berbagai bidang keilmuan yang diterbitkan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian. Penerbit ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel, kemudian penerbit menyerahkan semua template ke pelaksana konferensi keilmuan. Penerbitan artikel ini dilakukan sesuai kegiatan yang dilaksanakan oleh penyelenggara konferensi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,955 Documents
Dia Tidak Terlihat Tetapi “Kekal” Siti Nurlaela; Sifa Hidayatul Lutfiah; Syifa Fauziah Choirunnisa
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlu kita ketahui, Allah itu bersifat sempurna, tersucikan dari segala kekurangan. Salah satu sifat wajib bagi Allah yaitu mukhalafatuhu lil hawaditsi (Allah berbeda dari makhluk-makhluk-Nya). Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa Allah wajib berlainan atau tidak sama dengan al-hawadits (hal-hal baru atau makhlukNya). Surga dan neraka pada hakekatnya adalah ciptaan Allah swt, kedua itu merupakan makhluk ciptaan Allah swt, dan tentunya tidak akan kekal, yang kekal hanyalah Allah swt. Tetapi, surga dan neraka dikekalkan atas kehendak Allah swt, kekekalan Allah swt tentunya sangat berbeda dengan kekekalan makhluk ciptaannya. Sudah tertera di dalam Al-Qur`an tentang gambaran-gambaran terkait hari akhir berikut juga tentang surga dan neraka. Bukan hanya itu, Al-Qur`an juga memuat tentang siapasiapa saja yang termasuk ke dalam surga dan neraka. Salah satu contohnya yaitu orang yang beriman akan masuk ke surga dan orang yang mengerjakan larangan Allah swt akan masuk ke surga, para penghuni surga dan neraka akan kekal, tentunya atas kehendak Allah swt. Allah swt Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Dia dapat melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya.
Neraka Bentuk Siksa Yang Nyata Bagi Manusia Shima Nabila Putri; Syifa Syukria; Siti Somsah; Syafa Sayyidatina Maryam
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neraka merupakan api yang menyala yang siap menjalankan tugas dari Rabbnya, yaitu membakar. Neraka menjadi tempat Allah memberi ganjaran kepada umat manusia yang tidak mengikuti apa yang diperintahkan atau menjauhi larangan-Nya.Untuk itulah, maka neraka disebutkan juga sebagai tempat seburuk-buruknya bagi orang-orang yang lalai atas tugasnya sebagai hamba. Keberadaan neraka menjadi suatu yang pasti ada dan diyakini keberadaannya. Allah swt.telah menggambarkan tentang pedihnya siksaan-Nya dan dahsyatnya api neraka-Nya di dalam al-Quran dengan pensifatan yang sedemikian banyak dan pengulangan yang beraneka ragam. hal tersebut Allah swt sifatkan tentang api Neraka dan apa yang Allah swt siapkan berupa siksaan dan kepedihan serta yang terkandung di dalamnya berupa makanan dari zaqqum, addhori’, air yang mendidih, belenggu, dan rantai yang membuat getar hati orang-orang beriman yang takut kepada Allah swt. yang maha perkasa lagi maha kuat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan merumuskan secara mendalam perspektif neraka sebagai bentuk siksaan yang nyata bagi umat manusia. penulis memaparkan hasil pembahasan dan sub masalah dalam artikel ini. Metode yang digunakan adalah penelitian yang meliputi metode pengumpulan data dan metode pengolahan dan analisis data.
Mendidik Tauhid dengan Mengimplementasikan Metode Pembelajaran Sopi Dwi Sanubari; Yulifia Nur Rafni; Zaki Nurdiansyah Wahid
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuannnya untuk mengetahui metode pengajaran dan Pendidikan para nabi dan rasul dalam mendidik jiwa tauhid, serta memudahkan kepada umatnya dalam memahami ketauhidan. Menunjukkan dan menjelaskan kepada kaumnya ke jalan yang akan mengantarkan kepada-Nya. Juga agar kita bisa mempelajari tauhid yang merupakan salah satu cara atau jalan menuju surga atau jalan kebenaran. Dari metode para nabi dan rasul dalam mendidik jiwa tauhid kita bisa mengaplikasikannya dalam pengajaran jiwa tauhid pada kehidupan saat ini yang jauh dari zamannya. Mendidik jiwa tauhid adalah inti misi utama para nabi dan rasul. Beberapa metode yang bisa diaplikasikan dalam pengajaran Ilmu tauhid yaitu penerapan dan kebijakan metode-metode sangat diperlukan. Rasulullah adalah seorang pengajar dan pendidik. Beliau memberikan pengajaran dan pendidikan tentang makna dan maksud ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an, hikmah (as-Sunnah), Di samping memberikan pengajaran tentang perilaku positif melalui teladan yang baik dan pengajaran tentang keesaan Allah. Rasulullah mendidik umatnya dengan rasa empati, & kasih sayang juga Rasulullah berjuang tanpa pamrih, Rasulullah tidak pernah memikirkan imbalan atas pengajaran yang diberikan kepada para sahabatnya. dengan metode pendidikan yang cocok untuk umat di zaman sekarang. perbedaannya dengan penelitian-penelitian yang sudah ada kami akan memberikan metode mendidik tauhid dengan metode yang sudah ada namun mengaplikasikannya dengan pembelajaran yang dilakukan guru kepada peserta didiknya, ataupun orang tua kepada anaknya semoga dengan ini bisa membantu dalam proses mendidik tauhid kepada anak.
Eksistensi Tauhid dalam Kehidupan Zaman Sekarang Sophi Fitria Adawiyah; Suci Rizki Amalia; Syahrul Gunawan; Yulia Nurfadila
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu tauhid bukan sekedar ilmu pelajaran. Lebih dari itu, Ilmu Tauhid berperan penting bagi kehidupan, terutama untuk kehidupan saat ini. Masyarakat saat ini sangat perlu mempelajari Ilmu Tauhid, guna memperkokoh keimanan dan tauhid serta mampu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya. Semakin maraknya perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari kebenaran, membuat manusia lambat laun terjerumus ke dalam jalan kejahatan. Untuk mengatasi masalah ini, Ilmu Tauhid adalah solusi utamanya. Hal ini karena Ilmu Tauhid memiliki banyak fungsi antara lain: (1) Dapat membuat manusia selalu mensyukuri nikmat dan cobaan yang Allah berikan, (2) Dapat memunculkan sikap pengharapan, optimisme dan kesungguhan dalam hidup, (3 ) Dapat mendidik pikiran manusia sehingga memiliki perspektif. luas dan mau berpikir tentang ciptaan-Nya, (4) Bisa merendahkan diri dan tidak mudah tertipu oleh nafsu yang ada pada manusia.
Menerima Segala Bentuk Ketetapannya Agar Mendapat Ridhanya Selvi Isvi Sivani; Siti Nurul Aeni Latipah; Taufik Hidayat; Wendy RobiyatiIslamiyati
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemaknaan iman kepada al-qadha dan al-qadar serta implementasi dalam kehidupan masih terkesan mempertentangkan kehendak Allah dan kehendak manusia, sehingga sering terjadi “Salah kaprah” dalam mengamalkan rukun iman yang satu ini. Pada intinya, al-qadha dan al-qadar memiliki makna yang sejalan, yaitu ketetapan atau keputusan Allah SWT. atas makhluknya yang harus kita terima dan pengukuhan ilmu-Nya mengetahui tentang apa yang terjadi berupa perbuatan para hamba-Nya. Pencatatan takdir itu ditetapkan Allah sesuai dengan ketentuan-ketentuan-Nya jauh sebelum langit dan bumi diciptakan (Lauhul Mahfudz), dan karena apa yang telah diketahui-Nya itu pasti terjadi. Rasulullah SAW. telah mengisyaratkan kepada kita untuk tidak pasrah begitu saja terhadap takdir, karena manusia sendiri mempunyai peran penting dan dipermudah dalam setiap amalan mereka.
Memperkokoh Keimanan Kepada Allah Sania Permata Sari; Siti Amalia Nurfadhillah; Try Sabdo Sarwo Wibowo; Yasmine Nurul Syifa
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada artikel ini penulis mengkaji mengenai Keimanan.Yaitu Iman kepada Allah SWT yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Sebagai umat Islam, kita perlu menjaga dan memperkokoh keimanan kita kepada Allah SWT. Iman kepada Allah merupakan asas dan pokok dari keimanan, yakni keyakinan yang pasti bahwa Allah adalah Rabb dan pemilik segala sesuatu, Dialah satu-satunya pencipta, pengatur segala sesuatu, dan Dialah satu-satunya yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ialah Allah yang disifati dengan sifat yang sempurna dan mulia, tersucikan dari segala kekurangan dan cacat. Ini merupakan perwujudan tauhid yang tiga, yatu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhdi asma’ wa shifat. Keimanan kepada Allah mengandung tiga macam tauhid ini, karena makna iman kepada Allah adalah keyakinan yang pasti tentang keesaan Allah Ta’ala dalam rububiyah, uluhiyah, dan seluruh nama dan sifat-Nya. Sikap memperkokoh keimanan kepada Allah Swt, sangat penting dalam segala aspek kehidupan, dalam keyakinan, beragama, belajar, berkarir, berumah tangga, atau berbisnis. Konsep memperkokoh keimanan kepada Allah Swt, perlu ditelusuri lebih lanjut terkait dengan relevansinya dengan materi ilmu tauhid, agar mempunyai basis yang kuat dalam konteks metologis dan epistimologis. Iman kepada Allah dengan benar akan menghasilkan buah yang agung bagi orang-orang yang beriman, yaitu terwujudnya ketauhidan kepada Allah Ta’ala, di mana tidak ada tempat bergantung selain Allah dalam rasa harap dan takut , serta tidak ada yang berhak disembah selain Allah.
Maksiat Merusak Fitrah Seorang Muslim Sophia Lubbina; Syhadad Nabill Mudzafar; Ukhtiza Qolbiya Hasna; Yuliana Yuliana
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia diciptakan Allah dalam struktur yang paling baik diantara makhluk Allah yang lain. Struktur manusia terdiri atas unsur jasmaniah (fisiologis) dan rohaniah (psikologis). Dalam unsur ini Allah memberikan seperangkat kemampuan dasar yang memiliki kecenderungan, dalam psikologi disebut potensialitas atau disposisi. Yang menurut pandangan Islam dinamakan “Fitrah”. Salah satu fitrah manusia adalah adanya nafsu untuk melakukan hal-hal yang bajik dan menyimpang dari kebenaran Allah SWT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengedukasi kepada sesama muslim untuk menghindari terjadinya maksiat agar tidak merusak fitrah berakidah yang dimilikinya. Teknik analisis penelitian ini melibatkan interpretasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif (penalaran kritis). Manusia memiliki peran tidak hanya mengikuti nafsu yang baik tapi juga harus menjaga nafsu yang dapat merusak fitrahnya. Merubah paradigma manusia yang banyak dosa menjadi manusia yang bertakwa. Perlu adanya penguatan terhadap imannya agar dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Menganalisa Kesadaran Mahasiswa PAI UIN Sunan Gunung Djati Bandung Angkatan 2021 Terhadap Hak dan Kewajiban Sebagai Muslim Miftahul Fikri; Firli Maulana M; Hanani Husna A; Hilmi Lutfiyah M; Ia Kusnia
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak dan kewajiban seorang muslim itu begitu banyak, mulai dari hal yang sepele bahkan sampai kepada hal yang melibatkan pahala dan dosa. Manusia memiliki kewajiban untuk menjaga hubungannya dengan sang Tuhan (hablum Minallah) dan sesama manusia (Hablum Minannas) agar mendapatkan hak yang seharusnya. Setelah seseorang mengetahui hak dan kewajibannya sebagai seorang muslim, otomatis dia akan memenuhi suatu hal yang seharusnya dilakukan dan jika lalai maka dia akan merasa tidak tenang.
Mengukur Tingkat Keyakinan Umat Muslim Terhadap Neraka Ranti Aminatul Hikmah; Raziat Atiani Mula’Azzuarni; Rozita Aufa Irdina; Dwi Fikry Al-Ghifary
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas ujian akhir semester ganjil mata kuliah ilmu tauhid. Dari segi materi, artikel ini bertujuan untuk mengetahui seberapa yakinnya umat muslim terhadap keberadaan dan siksaan neraka yang Allah ciptakan, serta kiat-kiat yang perlu dilakukan supaya terhindar dari siksaan tersebut. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket/kuesioner. Hasil penelitian ini menyatakan bahwasanya para responden meyakini akan keberadaan neraka dan siksaan yang terdapat didalamnya, dengan adanya bukti yang tertera jelas dalam al-Qur’an dan hadits. Salah satu cara yang dapat mereka lakukan agar terhindar dari siksa neraka adalah dengan memperbanyak amal sholeh dan sering bertaubat kepada Allah swt. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa responden meyakini adanya neraka, siksaan, karena adanya dalil-dalil yang nyata. Tentunya mereka juga mengetahui apa yang harus dilakukan semasa hidupnya di dunia agar terhindar dari siksa Allah yang sangat pedih di dalam neraka.
Pengetahuan Mahasiswa PAI UIN Sunan Gunung Djati Bandung Angkatan 2021 Mengenai Kisah Walid bin Mughirah Fawwaz Dhiya Ulhaq; Ghea Lastya; Guspiyar Rahman; Ilma Ibni Sabila; Ainun Ni’mah
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode kisah merupakan salah satu cara Allah SWT untuk mendidik dan mengajari manusiasebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai dengan psikologi manusia yang kebanyakan memangmenyukai cerita. Salah satu kisah terdahulu yang dapat dijadikan 'ibrah adalah kisah WalidbinMughirah yang merupakan ayahanda dari Khalid bin Walid ra. Walid bin Mughirah merupakansalah satu pemuka Suku Quraisy. Secara umum, Walid bin Mughirah dikisahkan merupakanseorang yang pandai dan kuat. Akibat kelebihannya tersebut, Walid merasa lebih pantas memiliki banyak pelajaran di dalamnya. Sebagai mahasiswa UINSunanGunung Djati khususnya jurusan PAI, sudah sepantasnya mengetahui berbagai kisah 'ibrahsebagai salah satu bahan pembelajaran, baik untuk diri sendiri maupun bagi peserta didik. Makadari itu, penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa PAI UIN Sunan GunungDjati khususnya angkatan 2021 mengenai kisah Walid bin Mughirah, seberapa dalammengetahui kisah tersebut, dan apakah mampu mengambil pelajaran serta menerapkannyapada kehidupan sehari-hari

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 62 (2026): Education and Social Humanities Conference (ESHCo) Vol. 59 (2025): Prosiding Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-10 Tahun 2025 Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025 Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020 Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019 Vol. 61 No. 1 (2025): International Conference of the 17th OISAA’s International Symposium Türkiye Vol. 60 (2025): The 10th Conference Series Learning Class: Religious and Social Humaniora Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3) Vol. 54 No. 3 (2025): Mathematics Education on Research Publication (MERP) III Vol. 52 (2025): The 9th Conference Series Learning Class: Religious and Social Humaniora Vol. 50 (2025): The 3rd Students Conference of Social Science, Political Science, and Public Adminis Vol. 56 (2025): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 51 (2025): SCOPE – Sustainability Conference on People and Environment Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024 Vol. 45 (2024): The 2nd Annual Islamic Education Management Conference 2024 Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024 Vol. 38 (2024): Seminar Nasional Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) 2023 Vol. 46 (2024): The 8th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 43 (2024): The 7th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 41 (2024): The 6th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 39 (2024): The 2nd Students Conference of Social Science, Political Science, and Public Adminis Vol. 42 (2024): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 40 (2024): Mathematics Education Research Publication II Vol. 37 (2024): Conference on Participation and Development in Community Creative Industries (CPD-CC Vol. 30 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi ke-4 Tahun 2023 Vol. 36 (2023): Annual Islamic Education Management Conference 2023 Vol. 35 (2023): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) Tahun 2023 Vol. 34 (2023): Prosiding Seminar Nasional Kimia Tahun 2023 Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023 Vol. 18 (2023): Prosiding Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) Tahun 2022 Vol. 32 (2023): The 5th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 31 (2023): The 4th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 28 (2023): The 3rd Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 27 (2023): The 1st Students Conference of Social Science, Political Science, and Public Adminis Vol. 26 (2023): The 1st Arabic Language Learning International Conference (ALLICO) Vol. 21 (2023): The 1st Nurjati Conference Vol. 20 (2023): The 2nd Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 19 (2023): The 4th Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) Vol. 29 (2023): Conference on Islamic Civilization (CIC) Vol. 25 (2023): Seminar Isu Kontemporer Vol. 24 (2023): Multidisciplinary Research Vol. 23 (2023): Religious Studies Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak Vol. 15 (2022): Prosiding Seminar Nasional Kimia Tahun 2022 Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat Vol. 7 (2022): Seminar Nasional Kimia 2021 Vol. 10 (2022): Islamic Religions Education Conference (IRECON) Series 1 Vol. 9 (2022): The 3rd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) Vol. 8 (2022): The 2nd Conference on Ushuluddin Studies Vol. 17 (2022): Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 16 (2022): CATAH: Conference Article of Takhrij Al-Hadith Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE) Vol. 12 (2022): Mathematics Education on Research Publication (MERP I) Vol. 11 (2022): Conference Series Learning Class Vol. 6 (2021): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) 6 Tahun 2021 Vol. 3 (2021): Mini Seminar Kelas Data Mining 2020 Vol. 2 (2021): Seminar Nasional Tadris Kimiya 2020 Vol. 4 (2021): The 1st Conference on Ushuluddin Studies Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadits Studies Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies Vol. 1 (2021): Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) More Issue