cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020" : 26 Documents clear
PERBEDAAN WAKTU PENURUNAN pH PLAK GIGI PADA ANAK KARIES RAMPAN DAN KARIES SEDANG (STUDI PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK FKIP UNSYIAH BANDA ACEH) Dharli Syafriza; Irwan Rahmat
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.95 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17077

Abstract

Bakteri yang terpapar sukrosa akan dengan cepat menghasilkan asam dan menyebabkan penurunan pH plak. Produksi asam oleh bakteri merupakan faktor penting dalam patogenesis karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan menurunkan pH plak mencapai level kritis 5,5 pada anak karies rampan dan karies sedang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional pada 2 kelompok yaitu 25 anak dengan karies rampan dan 25 anak dengan karies sedang berdasarkan pemeriksaan skor deft. pH plak diperiksa dengan alat untuk mendeteksi fermentasi plak kariogenik (plaque indicator kit). Hasil menunjukkan bahwa pH plak anak karies rampan lebih cepat turun mencapai level kritis 5,5 dibandingkan anak karies sedang.
HUBUNGAN KEBIASAAN PARAFUNGSIONAL DENGAN GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULA PADA MAHASISWA FKG USU Saragih -; TSM. Chairunnisa R
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.577 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17070

Abstract

Sistem stomatognasi terdiri dari sendi temporomandibula, otot dan gigi. Fungsi sistem stomatognasimeliputi fungsi pengunyahan, penelanan, fonasi, pernapasan, dan ekspresi wajah ketika berbicara.Bila fungsi normal dipengaruhi oleh masalah lokal atau sistemik yang melampaui toleransi fisiologis,respon patologi memicu berbagai macam tanda dan gejala yang menandai gangguan senditemporomandibula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaanparafungsional dengan gangguan sendi temporomandibula pada mahasiswa FKG USU. Jenispenelitian ini adalah cross-sectional dengan rancangan analitik deskriptif. Subjek pada penelitian iniberjumlah 115 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan bantuan kuesioner danHelkimo’s Index. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil daripenelitian ini yaitu terdapat hubungan kebiasaan parafungsional dengan gangguan senditemporomandibula pada mahasiswa FKG USU (p=0.0001). Masing-masing kebiasaan parafungsional(clenching, grinding, menggigit kuku, mengunyah permen karet dan menopang dagu) memilikihubungan yang signifikan dengan gangguan sendi temporomandibula. Dari penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa kebiasaan parafungsional mempengaruhi kesehatan sendi temporomandibula.
SINDROMA BRUGADA DAN PENATALAKSANAANYA PADA LANSIA (Laporan Kasus) Azhari Gani; Munifah Abdat
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1838.407 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17094

Abstract

Sindroma Brugada ditandai dengan elevasi segmen ST di sadapan prekordial kanan EKG, yangdikaitkan dengan resiko tinggi sudden cardiac death. Sindroma ini lebih banyak dialami oleh laki-lakiusia muda atau dewasa yang sehat. Penderita dapat mengalami gejala seperti pingsan, palpitasi,kematian mendadak akibat jantung, dan dapat pula tanpa gejala sebelumnya (spontan). Jika pasienmengalami masalah gigi maka perawatan gigi pada pasien dengan penyakit saluran jantung sulit karenaadanya potensi risiko kejadian yang mengancam jiwa. Dilaporkan satu kasus seorang laki-laki 75tahun dengan keluhan pingsan 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Sebelumnya pasien merasa tidakenak badan, jantung berdebar-debar dan tidak sadarkan diri. Berdasarkan pemeriksaan fisik tidakditemukan kelainan. Sedangkan hasil pemeriksaan EKG ditemukan gambaran coved pada sadapanprekordial kanan ( V1,V2 dan V3 ). Hasil laboratorium dalam batas normal. Pasien tidak mempunyairiwayat sinkop, jantung berdebar dan nyeri dada sebelumnya. Pasien didiagnosa dengan SindromaBrugada tipe 1 dan diterapi dengan Bisoprolol 1 x 2,5 mg dan Aspilet 1 x 80 mg. Pasien kemudiandirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan Electrophisiology Study dan direncanakan untukpemasangan ICD.
KILAU PERMUKAAN MATERIAL RESTORATIF GLASS-HYBRID SETELAH PERENDAMAN PADA BERBAGAI pH SALIVA BUATAN Claudia Anggasaputra; Yosi Kusuma Eriwati; Siti Triaminingsih
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.759 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17066

Abstract

Material restoratif glass-hybrid mengalami peningkatan kekasaran dalam larutan dengan pH rendah namun belum banyak diteliti nilai sifat kilau permukaannya dalam saliva pH rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pH saliva buatan terhadap sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid. Spesimen restorasif glass-hybrid (EQUIA® Forte Glass-Hybrid Restorative System, GC Japan) (90 buah) dibagi dalam 9 kelompok (n=10) perlakuan perendaman dalam saliva buatan dengan pH 4,5; 5,5; 7, dan waktu perendaman 1 jam, 24 jam, dan 72 jam. Uji kilau permukaan menggunakan Glossmeter (Novo-Curve Rhopoint Instrument, UK) dengan sudut 60o. Data dianalisa statistik dengan One-way ANOVA untuk mengetahui kemaknaan nilai kilau permukaan antar kelompok spesimen. Nilai kilau permukaan pada kelompok perendaman dalam saliva buatan pH 4,5 selama 1 jam, 24 jam dan 72 jam menghasilkan nilai 35,8±2,77 GU; 37,07±2,03 GU, dan 41,3±4,09 GU. Kelompok dalam saliva buatan pH 5,5: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam mengalami kenaikan nilai kilau permukaan menjadi 33,68±3,23 GU; 34,145±2,6 GU, dan 37,73±1,81 GU. Nilai surface gloss pada perendaman saliva buatan pH 7: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam adalah 32,93±3,23 GU; 32,77±2,42 GU, dan 32,98±2,34 GU. Disimpulkan pada pH saliva buatan lebih rendah dan peningkatan lama perendaman terjadi peningkatan sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid.
PERSEPSI TERHADAP SENYUM ESTETIK (STUDI PADA MAHASISWI PREKLINIK KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA) Rachmi Fanani Hakim; Wita Dwi Azizi; Taufiqi Hidatullah; Fakhrurrazi Fakhrurrazi
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.473 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17072

Abstract

Kepercayaan diri dalam interaksi sosial dan karakteristik psikologis individu dapat dipengaruhi oleh senyum yang estetik. Seseorang dapat dianggap ramah, populer, mudah bergaul, dan cerdas serta lebih menunjukkan perilaku yang positif bila memiliki senyum estetik. Seseorang yang memiliki senyum estetik akan lebih dapat diterima dalam masyarakat. Senyum yang estetik dapat dijadikan sebagai indikator evaluasi pasca perawatan. Penilaian terhadap senyum biasanya bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh persepsi individu. Persepsi setiap individu dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi terhadap senyum estetik. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswi kedokteran gigi Universitas Syiah Kuala angkatan 2015-2016. Subjek dipilih sesuai kriteria inklusi, yang terdiri dari 58 orang yang dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Subjek diminta mengisi kuesioner yang berisikan 7 pertanyaan. Masing-masing pertanyaan menampilkan 3 foto. Jawaban yang dipilih subjek dihitung menggunakan perhitungan Landis dan Koch. Hasil penelitian menunjukkan 86,2% subjek memiliki persepsi sangat baik dan baik, 13,8% subjek memiliki persepsi sedang sampai buruk. Kesimpulan penelitian ini adalah persepsi mahasiswi Kedokteran Gigi angkatan 2015-2016 Universitas Syiah Kuala terhadap senyum estetik adalah baik.
HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA DENGAN PERFORMA MASTIKASI BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP Luthfiani Indah Lubis; Ismet Danial Nasution
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.12 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17067

Abstract

Edentulus merupakan kehilangan seluruh gigi permanen pada maksila dan mandibula yang mengganggu mastikasi, namun dapat dihindari dengan menggunakan GTL. Tujuan GTL adalah tercapainya performa mastikasi yang baik. Keberhasilan GTL disebabkan oleh GTL yang retentif dan stabil yang sebagian besar tergantung pada saliva. Laju aliran saliva penting dalam pembentukan adhesi dan kohesi antara basis GTL dan mukosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan laju aliran saliva dengan performa mastikasi berdasarkan jenis kelamin pada pemakai gigi tiruan lengkap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan sampel penelitian pemakai GTL dengan oklusi klas I sebanyak 38 orang, dengan kriteria selalu memakai GTL selama siang hari dan ketika makan serta pemakaian minimal 6 bulan pasca pemasangan di RSGM USU. Setiap pasien dilakukan pengumpulan saliva untuk mengukur laju aliran saliva dan pengunyahan Color Changeable Chewing Gum untuk menilai performa mastikasi, kemudian hasil dianalisis dengan uji Chi-Square. Pada hasil penelitian ini laju aliran saliva memiliki hubungan signifikan dengan performa mastikasi pada laki-laki, namun tidak pada perempuan. Laju aliran saliva dapat dijadikan pertimbangan penilaian performa mastikasi pada jenis kelamin laki-laki sehingga dapat digunakan sebagai dasar edukasi hasil evaluasi mastikasi pemakai gigi tiruan lengkap.
PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK DENGAN INTELLECTUAL DISABILITY RINGAN DALAM ANESTESI UMUM (Laporan Kasus) Naninda Berliana Pratidina; Arlette Suzy Puspa Pertiwi; Eriska Riyanti; Willyanti Soewondo
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.692 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17075

Abstract

Intellectual disability (ID) mengacu pada sekelompok gangguan pada fungsi adaptif dan intelektual serta terjadi sebelum usia dewasa. ID bukan merupakan satu kesatuan, melainkan gejala umum dari disfungsi sistem saraf. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya perawatan gigi pada anak ID ringan dengan anestesi umum. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun datang ke Poliklinik Kedokteran Gigi Anak RSGM Universitas Padjadjaran dengan keluhan gigi yang kotor dan berbau tidak sedap yang sudah terjadi sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Pasien didiagnosis ID ringan sejak usia 3 tahun. Pemeriksaan fisik, ekstra oral, radiografi toraks dan laboratorium menunjukkan tidak ada kelainan signifikan. Pemeriksaan intraoral: pulpitis reversibel pada gigi 55, 53, 63, 65, 75, dan 85, pulpitis ireversibel pada gigi 54, nekrosis pulpa pada gigi 64, 73, 74, 83, dan, 84, serta gingivitis marginalis kronis pada rahang atas dan bawah. Perawatan yang dilakukan adalah skeling dan profilaksis rahang atas dan bawah, aplikasi fluor topikal serta ekstraksi gigi 54, 64, 74, 73, 83 dan 84 dalam anestesi umum. Pasien merespon baik terhadap perawatan yang dilakukan. Perawatan gigi dan mulut dengan anestesi umum untuk penyandang ID dapat dijadikan pilihan pada pasien yang tidak kooperatif. Dokter gigi anak berperan penting dalam peningkatan kesehatan gigi dan rongga mulut pada penyandang ID.
PORPHYROMONAS GINGIVALIS DAN PATOGENESIS DISFUNGSI KOGNITIF: ANALISIS PERAN SITOKIN NEUROINFLAMASI Citra Feriana Putri; Endang Winiati Bachtiar
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.026 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17068

Abstract

Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri utama penyebab penyakit periodontal. Bakteri ini memiliki faktor virulensi seperti lipopolisakarida dan gingipain. Faktor virulensi ini dapat membuatnya lolos dari sistem imun periodontal lalu masuk ke dalam sirkulasi darah atau bakterimia. Bakterimia yang terjadi kemudian menyebabkan bakteri berpindah ke sistem saraf pusat sehingga mengaktivasi mikroglia dan respon neuroinflamasi. Neuroinflamasi merupakan proses inflamasi kompleks yang terjadi di sistem saraf pusat sebagai mekanisme pertahanan dalam melawan patogen, toksin, atau faktor yang menyebabkan neurodegenerasi. Proses neuroinflamasi ini diregulasi oleh aktivitas sel neuron, glia, dan sel endotel di dalam sistem neurovaskular. Produksi mediator inflamasi yang berlebihan oleh sel-sel tersebut dapat menyebabkan kematian sel neuron dan berhubungan dengan terjadinya disfungsi kognitif, seperti penyakit Alzheimer. Dalam tinjauan pustaka ini akan dipaparkan tentang imunopatogenesis Porphyromonas gingivalis pada disfungsi kognitif melalui aktivasi neuroinflamasi di otak.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BIDURI (Calotropis gigantea) TERHADAP Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 Zulfan M Alibasyah; Diana Setya Ningsih; Maya Putri Sinda
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.891 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17076

Abstract

Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 merupakan bakteri biakan murni yang bersifat anaerob fakultatif Gram-negatif. Bakteri ini dominan pada periodontitis agresif lokalisata dan berperan penting dalam patogenesisnya. Daun biduri (Calotropis gigantea) mengandung flavonoid, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid yang merupakan senyawa antibakteri. Metode maserasi dilakukan untuk pembuatan ekstrak Calotropis gigantea dengan menggunakan etanol 70% sebagai bahan pelarut. Penelitian ini termasuk eksperimental laboratoris menggunakan metode difusi sumuran dalam pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun Calotropis gigantea terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Setiap konsentrasi menunjukkan hasil zona hambat sebesar 3,3 mm, 9,6 mm, 11 mm, 12,7 mm, 14,4 mm, dan 16,6 mm. Didapatkan hasil zona hambat yang berbeda pada berbagai konsentrasi, dan hasil hambatan semakin besar pada konsentrasi yang semakin tinggi. Analisis dengan uji one way Anova menunjukkan nilai signifikansi p0,05 yang menyatakan semua hasil penelitian ini memiliki perbedaan bermakna. Berarti bahwa ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) dalam berbagai konsentrasi di atas dapat menghambat pertumbuhan Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523.
PERIODONTITIS DAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR (Tinjauan Pustaka) Rita Zahara Ibrahim; Miftahur Rahmah
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.247 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17069

Abstract

Infeksi oral terutama karies gigi dan penyakit periodontal seperti gingivitis dan periodontitis merupakan penyakit yang sangat lazim terjadi pada manusia namun sering diabaikan. Masyarakat umumnya masih kurang peduli dengan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Munculnya lubang pada gigipun seringkali diabaikan sampai benar-benar nyeri saat mengunyah dan mengganggu aktivitas. Padahal sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi oral yang tidak segera ditangani berisiko menimbulkan masalah pada sistem kardiovaskular. Sebagaimana yang telah diketahui, penyakit kardiovaskular masih merupakan salah satu penyebab kematian tersebesar di dunia. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang berkaitan dengan hubungan sebab-akibat antara infeksi oral terutama periodontitis dengan risiko penyakit kardiovaskular serta mekanisme yang berperan didalamnya.Kata Kunci: Infeksi oral, periodontitis, kebersihan mulut yang buruk, penyakit kardiovaskular

Page 1 of 3 | Total Record : 26