cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014" : 23 Documents clear
Konsentrasi Hambat dan Bunuh Minimum Ekstrak Buah Jamblang (Syzygium Cumini) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Santi Chismirina; Sri Rezeki; Zulfa Rusiwan
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.743 KB)

Abstract

Kandidiasis oral merupakan suatu infeksi jamur di rongga mulut yang paling sering disebabkan oleh Candida albicans. Ada beberapa obat antijamur yang dapat digunakan untuk perawatan kandidiasis oral, namun harganya tergolong mahal dan berisiko terjadinya efek samping seperti mual, pusing, lesu, dan terjadinya resistensi obat antijamur. Alternatif lain yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit akibat infeksi mikroorganisme adalah obat-obat yang berasal dari tanaman herbal. Salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat antijamur adalah buah jamblang (Syzygium cumini). Penelitian ini menggunakan metode Standart Plate Count (SPC) untuk melihat KHM dan KBM ekstrak buah jamblang terhadap pertumbuhan Candida albicans. Buah jamblang diekstraksi dengan metode sokletasi dan dibuat pengenceran bervariasi yaitu 25, 50, 75, dan 100%. Candida albicans yang telah dikultur pada media SDA dipaparkan dengan ekstrak dan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 48 jam. Hasil penelitian menggunakan uji analisis One-Way Anova menunjukkan bahwa ekstrak Syzygium cumini berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans. Konsentrasi terkecil terjadinya penurunan pertumbuhan koloni C. albicans adalah pada ekstrak Syzygium cumini dengan konsentrasi 25%, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai KHM terdapat pada konsentrasi 25% dan KBM pada konsentrasi 100%.
Metode Mengatasi Bau Mulut Yulia Rachma Wijayanti
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.39 KB)

Abstract

Bau mulut seringkali dijadikan alasan pasien untuk berobat ke dokter gigi. Bau mulut akan menjadi masalah ketika kita berkomunikasi dengan seseorang, hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan kadar volatile sulfur compound di dalam rongga mulut, yakni ketika ada peningkatan aktivitas bakteri anaerob di dalam rongga mulut. Salah satu metode mutakhir dalam mengukur bau mulut dapat menggunakan GS – SCS Oral Chroma. Oral Chroma merupakan kromatograf gas yang praktis dan sederhana, dapat memberikan sensitivitas tinggi untuk volatile sulfur compound, dengan komponen H2S, CH3SH dan (CH3)2S. Dalam pemprosesan data, Oral Chroma dapat memberikan tampilan grafis pada komputer termasuk komentar evaluasi singkat mengenai nilai pengukuran yang membantu dalam analisis data, sehingga dapat digunakan oleh para klinisi untuk berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada pasien yang menderita bau mulut mengenai hal-hal yang terkait dengan kesehatan rongga mulutnya. Cara mengatasi bau mulut dapat menggunakan pedoman Treatment Needs. Hal tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi bau mulut secara tuntas.
Perbandingan Efektifitas Penyuluhan Metode Ceramah dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa SD Zuraida Usman Bany; Sunnati .; Winda Darman
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.096 KB)

Abstract

Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak telah mengalami peningkatan tetapi prevalensi karies gigi pada anak tetap tinggi. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas penyuluhan metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas V SDN 7 Labuhanhaji. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan rancangan pretest dan posttest group design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 40 siswa, yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan subjek adalah total sampling. Skor pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan diukur dengan memberikan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang bermakna pada kedua metode (p0,05). Peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sesudah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah lebih baik dibandingkan dengan metode demonstrasi (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan metode ceramah lebih efektif dibandingkan metode demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
Management Of A Radicular Cyst With Synthetic Bone Graft Subtitute (Case Report) Fisna Melia
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.58 KB)

Abstract

The radicular cyst has been classified as inflammatory cyst, as a consequence to pulpal necrosis following caries, with an associated periapical inflammatory response. Many times it is difficult to differentiate periapical cysts from the obligatory pre-existing chronic periapical periodontitis lesions radiographically. This paper presents a case of radicular cyst in the maxillary anterior region and removal of the cyst followed at all times with the laying of a bone graft substitute in which the defectarea.
Efektifitas Berkumur Dengan Obat Kumur Kombinasi Minyak Esensial dan Teh Hijau Sunnati .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.067 KB)

Abstract

Plak adalah lapisan lunak berwarna kuning keabu-abuan pada permukaan gigi yang terdiri atas mikroorganisme. Akumulasi plak pada permukaan gigi merupakan penyebab utama penyakit periodontal. Pencegahan penyakit periodontal dapat dilakukan dengan kontrol plak secara mekanis (sikat gigi dan dental floss) dan kimiawi (pasta gigi dan obat kumur). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur kombinasi minyak esensial dan teh hijau. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental klinis. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa(i) SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pada hari pertama penelitian dilakukan pemeriksaan indeks plak, lalu subjek berkumur dengan obat kumur kombinasi minyak esensial dan teh hijau selama tiga hari. Pada hari ketiga, subjek kembali diperiksa indeks plak. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan penurunan indeks plak yang signifikan (p0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur kombinasi minyak esensial dan teh hijau.
Gambaran Kebutuhan Perawatan Gigi Dan Mulut Pada Pasien Di Posyandu Lansia Puskesmas Herwanda .; Liana Rahmayani; Sari Nurmalia
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.464 KB)

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya masalah kesehatan gigi dan mulut. Kebutuhan perawatan gigi dan mulut dapat dilihat melalui perceived need yaitu kebutuhan perawatan menurut persepsi individu dan evaluated need yaitu kebutuhan perawatan yang ditentukan melalui pemeriksaan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perawatan gigi dan mulut pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan di Posyandu Lansia Puskesmas Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 32 orang yang diambil secara total sampling kemudian subjek diwawancarai terkait penilaian perceived need dan dilakukan pemeriksaan klinis untuk melihat evaluated need yaitu pemeriksaan kedalaman dan luas kavitas, derajat kegoyangan gigi, resesi gingiva, poket gingiva, kehilangan gigi, dan sisa akar. Dari hasil penelitian diperoleh perceived need berupa pencabutan 25%, tambal 12,5%, gigi palsu 18,8%, keluhan lain 3,1%, dan tidak membutuhkan perawatan 40%. Kebutuhan perawatan berdasarkan evaluated need berupa gigi tiruan 100%, ekstraksi 75%, restorasi 62,5% dan perawatan periodontal 59,4%.
Pengaruh Kesadahan Air Sebagai Media Perendaman Terhadap Pelepasan Monomer Sisa Resin Akrilik Heat Viona Diansari; Liana Rahmayani; Ariefa Thaulia Rahim
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.85 KB)

Abstract

Resin akrilik heat cured merupakan bahan yang paling sering digunakan untuk basis gigi tiruan, tetapi resin jenis ini memiliki kelemahan yaitu mengandung monomer sisa. Kandungan monomer sisa yang tinggi dapat menyebabkan iritasi dan hipersensitivitas terhadap jaringan rongga mulut. Perendaman basis resin akrilik dalam air merupakan cara efektif untuk meminimalkan jumlah monomer sisa pada resin akrilik, namun kualitas air yang digunakan perlu diperhatikan mengingat terdapat berbagai jenis kesadahan air. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral sehingga diduga dapat mempengaruhi jumlah pelepasan monomer sisa resin akrilik heat cured. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh kesadahan air sebagai media perendaman terhadap pelepasan monomer sisa resin akrilik heat cured. Spesimen dalam penelitian ini berbentuk disk dengan diameter 50 ± 1 mm dan ketebalan 2 ± 0,5 mm. Spesimen sebanyak 30 dibagi dalam 3 kelompok yaitu 10 spesimen untuk perendaman dalam air sangat sadah, 10 spesimen untuk perendaman dalam air moderat sadah dan 10 spesimen untuk perendaman dalam aquades. Penelitian dilakukan dengan menentukan kurva kalibrasi monomer sisa di dalam air sangat sadah, air moderat sadah dan aquades. Selanjutnya spesimen tiap kelompok direndam dalam media perendaman selama 24 jam dan diukur jumlah monomer sisa yang terlepas menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Oneway ANOVA. Hasil analisis menunjukkan terdapat pelepasan jumlah monomer sisa yang tidak bermakna setelah direndam dalam air sangat sadah, air moderat sadah dan aquades (p0,05). Kesimpulan penelitian ini adanya pengaruh kesadahan air sebagai media perendaman terhadap pelepasan monomer sisa resin akrilik heat cured yang tidak bermakna.
Efek Antibakteri Sea Cucumber (Stichopus Variegatus) Sebagai Bahan Medikamen Saluran Akar Terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis (In Vitro) Gita Tarigan; Trimurni Abidin; Harry Agusnar
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.166 KB)

Abstract

Tujuan perawatan endodonti adalah untuk mengeliminasi mikroorganisme dan beberapa produk dari saluran akar sehingga gigi dapat dipertahankan selama mungkin di dalam mulut. Banyak bakteri yang terdapat pada saluran akar salah satunya adalah bakteri anaerob yaitu Enterococcus faecalis, bakteri ini umumnya bakteri yang paling banyak ditemukan dalam saluran akar. Umumnya bakteri ini didapat karena adanya kegagalan dalam perawatan saluran akar. Bahan medikamen yang umumya digunakan di klinik adalah kalsium hidroksida. Sea cucumber adalah salah satu bahan alam yang sudah banyak digunakan dibidang kesehatan. Oleh karena itu, sea cucumber diteliti sebagai salah satu bahan medikamen saluran akar dalam membunuh bakteri Enterococcus faecalis. Efek sea cucumber pada bakteri Enterococcus faecalis dapat dilihat pada konsentrasi (0,1%, 0,2%, 0,25%, 0,3%, 0,4%, 0,5%) dan waktu (4, 6, 8, dan 24 jam) lalu dilakukan pengukuran viabilitas dengan menggunakan 3-(4,5-dimethythiazol-2-yl)-2,5-diphenyl tetrazoliun bromide (MTT) assay dan dibaca dengan microplate reader panjang gelombang 650 nm. Hasil penelitian didapat sea cucumber memiliki efek terhadap Enterococcus faecalis pada waktu 4, 6 konsentrasi yang terbaik adalah 0,3% , sedangkan pada waktu 8 jam konsentrasi yang terbaik dalam membunuh bakteri Enterococcus faecalis adalah 0,5%. Konsentrasi yang paling kecil yaitu 0,2% didapat pada waktu 24 jam. Secara statistik Sea Cucumber memiliki efek terhadap Enterococcus faecalis dengan hasil yang signifikan (p0,05). Sebagai kesimpulan, sea cucumber efektif terhadap Enterococcus faecalis.
Perbandingan Jumlah Koloni Streptococcus Sp, Lactobacillus Sp Dan Candida Sp Di Dalam Rongga Mulut Pasien Skizofrenia Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Muhammad Qadri
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.632 KB)

Abstract

Pasien skizofrenia dapat mengalami masalah gigi dan mulut yang sama dengan orang normal sebagai populasi umum. Namun bukti menunjukkan bahwa mereka memiliki resiko lebih besar mengalami penyakit di rongga mulut dan lebih membutuhkan perawatan rongga mulut. Terjadinya penyakit di rongga mulut sangat erat kaitannya dengan peningkatan jumlah koloni mikroorganisme seperti Streptococcus sp, Lactobacillus sp dan Candida sp. Peningkatan jumlah koloni mikroorganisme dapat meningkatkan status mikroorganisme tersebut menjadi patogen yang menyebabkan suatu penyakit di rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni Streptococcus sp, Lactobacillus sp dan Candida sp di rongga mulut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan eksperimental laboratoris yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 47 pasien skizofrenia laki-laki dan perempuan. Pada subjek dilakukan pengambilan sampel di rongga mulut dengan menggunakan cotton wooden steril yang kemudian dibawa ke laboratorium untuk dikultur dan dihitung jumlah koloni mikroorganismenya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni Streptococcus sp yang dikultur pada media selektif TYS20B sebanyak 93,2 x 106 CFU/ml, Lactobacillus sp yang dikultur pada media selektif MRSA sebanyak 0,6 x 106 CFU/ml, dan Candida sp yang dikultur pada media selektif SDA sebanyak 30,5 x 106 CFU/ml. Streptococcus sp merupakan mikroorganisme paling dominan pada rongga mulut pasien skizofrenia Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh sehingga dapat dikatakan karies gigi sangat rentan terjadi di rongga mulut pasien tersebut.
Kista Dentigerous Pada Anak-anak Fakhrurrazi .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.735 KB)

Abstract

Kista dentigerous atau kista folikular merupakan kista odontogenik yang dihubungkan dengan mahkota gigi yang impaksi, embedded, tidak erupsi atau yang sedang tumbuh. Kista ini merupakan jenis kista odontogenik yang kedua paling sering terjadi, sekitar 14%-24% dari seluruh kista rahang. Kista ini, biasanya terjadi pada usia dekade pertama dan ketiga serta dapat ditemukan pada anak-anak dan remaja periode pertumbuhan gigi campuran. Perawatan untuk kista ini dapat dengan enukleasi atau marsupialisasi, tergantung dari umur pasien, keparahan impaksi dan bentuk akar yang berhubungan dengan gigi. Dilaporkan sebuah kasus kista dentigerous yang besar pada anak-anak yang berhubungan dengan impaksi gigi molar di mandibular yang dilakukan perawatan dengan enukleasi.

Page 1 of 3 | Total Record : 23