cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015" : 20 Documents clear
Pengaruh Durasi Perendaman Resin Akrilik Heat Cured Dalam Minuman Teh Rosella (Hibiscus Sabdariffa) Terhadap Perubahan Dimensi Viona Diansari; Sri Fitriyani; Aldita Dwy Gustya
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.207 KB)

Abstract

Resin akrilik heat cured dapat mengalami perubahan dimensi ketika direndam dalam cairan. Resin akrilik yang bersifat menyerap air dapat dipengaruhi oleh komposisi, durasi perendaman dan jenis larutan yang digunakan. Jenis larutan yang bersifat asam seperti teh rosella diduga dapat menyebabkan erosi dan menurunkan tegangan permukaan material resin akrilik sehingga memudahkan penetrasi molekul cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam minuman teh rosella selama 1, 3, 5 dan 7 hari terhadap perubahan dimensi. Spesimen pada penelitian ini berbentuk silinder dengan diameter 50 ± 1 mm dan ketebalan 0.5 ± 0.1 mm. Dua puluh spesimen awalnya direndam dalam aquades selama 24 jam untuk mengurangi monomer sisa kemudian dikeringkan dengan desikator dan diukur berat awalnya sebelum perlakuan (W1). Seluruh spesimen dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 10 spesimen direndam dalam larutan teh rosella dan 10 spesimen direndam dalam aquades (kontrol) selama 1, 3, 5 dan 7 hari. Kemudian diukur berat akhir pada setiap perendaman (W2) dengan menggunakan neraca analitik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan repeated ANOVA dan diuji lanjut pairwise comparison. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna perubahan dimensi setelah direndam dalam minuman teh rosella selama 1, 3, 5 dan 7 hari (p0.05), namun hasil uji lanjut menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p0.05) antara perubahan dimensi 1 dan 7 hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam minuman teh rosella terhadap perubahan dimensi.
Koreksi Gigi Insisivus Sentral Rahang Atas yang Mengalami Rotasi Berat Menggunakan Alat Whip Komalawati .
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.32 KB)

Abstract

Artikel ini untuk memperkenalkan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior pada anak remaja. Desain alat dan uji coba ini adalah laporan kasus seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan gigi geligi campuran maloklusi kelas I yang mengalami rotasi berat pada gigi insisivus sentral kiri rahang atas dan terdapat mesiodens di antara gigi insisivus sentral. Hal yang pertama kali dilakukan adalah mencabut gigi supernumerary, dan kemudian dilakukan pemasangan alat lepasan yang terdiri dari whip, spring cantilever dan bonded tube pada gigi yang mengalami rotasi. Setelah 8 bulan, insisivus sentral kiri atas berada pada arah yang tepat secara ortodonti. Dilakukan fibrotomi suprakrestal melingkar di samping koreksi berlebihan pada gigi dan satu minggu setelah pembedahan, alat tersebut dilepas dan dimulai untuk penggunaan retensi. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah alat whip, merupakan suatu alat lepasan yang sangat efektif untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior.
Kandidiasis Orofaring Pada HIV/AIDS Masra Lena Siregar
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.598 KB)

Abstract

Masalah HIV/AIDS adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Kandidiasis orofaring merupakan manifestasi klinis yang pertama kali muncul pada pasien HIV/AIDS dan merupakan infeksi oportunistik yang tersering ditemukan yang disebabkan oleh jamur spesies Candida. Prevalensi kandidiasis orofaring telah dilaporkan terjadi 50–95% pada pasien HIV/AIDS. Gejala klinis kandidiasis kadang-kadang asimtomatik, gejala yang paling umum adalah rasa tidak enak dan terbakar pada mulut, munculnya plak berwarna putih, perubahan rasa dan kesukaran menelan makanan baik cair maupun padat. Diagnosis definitif dilakukan dengan cara ditemukannya spesies Candida pada pemeriksaan kerokan dengan larutan KOH. Obat-obatan yang sering digunakan dalam terapi kandidiasis adalah golongan azol, namun banyak yang mengalami kegagalan terapi disebabkan karena pada pasien HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh akibat limfosit T CD4+ yang rendah, penggunaan preparat azol jangka lama, dan disebabkan isolat Candida albicans, oleh karena itu terapi terbaik adalah meningkatkan kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS dengan terapi antiretroviral.
Hubungan Waktu Kehadiran Fasilitator Dengan Learning Objectives Terhadap Nilai Akhir Mahasiswa Blok 2 FKG Unsyiah Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Mauliza Hanim
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.769 KB)

Abstract

Metode Problem-Based Learning (PBL) merupakan suatu metode baru yang diterapkan dalam pendidikan medis. Penerapan metode tersebut mengandalkan mahasiswa bekerjasama dalam beberapa kelompok kecil, diberi kasus dalam bentuk skenario, mereka berdiskusi secara aktif untuk mencapai sasaran belajar (learning objectives) dan dipandu oleh seorang dosen yang bertugas sebagai fasilitator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu kehadiran fasilitator dengan learning objectives dan terhadap nilai akhir (DPNA) mahasiswa. Tempat penelitian di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2013 bertepatan dengan dilaksanakannya Blok 2 pada Semester 1. Subjek penelitian terdiri dari 6 kelompok tutorial dengan 7 skenario. Alat yang digunakan berupa kuisioner dan Borang B, Panduan BPF, dan hasil DPNA. Data dianalisis dengan analisis Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives menunjukkan hubungan yang lemah dan negatif (R= -0,246), fasilitator dan Nilai DPNA menunjukkan hubungan yang lemah dan positif (R= 0,357) (p0,01). Kesimpulan adalah dari penelitian ini waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives dalam pelaksanaan Blok 2 Tahun Ajaran 2013/2014 belum berperan dengan baik dalam menciptakan kecenderungan berpikir kritis yang dicita-citakan oleh penerapan Metode Problem-Based Learning (PBL).
Hidroksiapatit dan Aplikasinya di Bidang Kedokteran Gigi Martha Mozartha
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.359 KB)

Abstract

Hidroksiapatit merupakan biokeramik yang digunakan secara luas di bidang biomedis, karena kemiripannya dengan mineral utama penyusun tulang dan gigi. Berbagai penelitian membuktikan biokompatibilitas hidroksiapatit dan memiliki kemampuan osteokonduktif. Peneliti juga telah melakukan eksperimen dengan menambahkan material ini ke berbagai bahan restorasi dan bahan yang digunakan dalam perawatan endodontik. Makalah ini bertujuan untuk membahas literatur yang melakukan penelitian mengenai hidroksiapatit dan aplikasinya secara klinis di bidang kedokteran gigi.
Gigi Tiruan Sebagian Overlay: Laporan Kasus Pocut Aya Sofia
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.778 KB)

Abstract

Gigi tiruan sebagian overlay merupakan protesa lepasan yang menutupi permukaan oklusal dan mendapat dukungan dari gigi penyangga. Gigi tiruan sebagian overlay memiliki keuntungan bersifat reversibel, pembuatannya lebih mudah, lebih murah, dapat meningkatkan estetik sehingga sistem mastikasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat meningkatkan bicara. Gigi tiruan sebagian overlay dapat digunakan sebagai protesa interim dan definitif, biasanya digunakan untuk pasien dengan penurunan dimensi vertikal oklusal dan mengalami keausan gigi yang berat, maloklusi dental dan skeletal yang berat, dan pasien dengan keterbatasan finansial. Gigi tiruan sebagian overlay dapat dibuat dari metal maupun akrilik atau kombinasi keduanya. Pada laporan kasus ini akan membahas mengenai pengembalian dimensi vertikal oklusal secara bertahap dengan pembuatan gigi tiruan sebagian overlay rahang atas dan rahang bawah pada pasien yang mengalami kehilangan banyak gigi.
Immuno-biokompatibilitas Pada Material Implan: Review Article Basri A. Gani
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.543 KB)

Abstract

Imuno-biokompatibilitas merupakan pengetahuan yang secara khusus mempelajari respons imun terhadap biomaterial, prosthesa, alat kedokteran memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan material implan beradaptasi dengan perubahan fisiologi tubuh seperti interaksi komponen darah, akumulasi partikel, dan respons terhadap organ. Tulisan ini menjelaskan beberapa variabel yang berhubungan dengan biokompatibilitas seperti komponen biokompatibilitas, biokompatibilitas pada dental material, imunokompatibilitas, serta pertimbangan uji biokompatibilitas yang direferensikan oleh badan standar internasional seperti FDA, NAMSA dan standar ISO 10993. Aspek yang menjadi penilaian penting dari biokompatibilitas adalah kesesuaian antara perubahan sistem imun dengan adaptasi material implan yang tidak merugikan host seperti kerusakan sel dan jaringan sebagai akibat dari toksisitas, imunogenesitas, genetoksisitas, dan mutagenitas.
Overdenture Dengan Koping Dome-shaped Untuk Menambah Dukungan Gigi Tiruan dan Mencegah Resorpsi Linggir Alveolar: Laporan Kasus Nidya Prettysia Sembiring; Syafrinani .
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.67 KB)

Abstract

Prinsip perawatan prostodonsia adalah menggantikan apa yang telah hilang serta melestarikan gigi dan struktur rongga mulut yang masih ada. Mempertahankan gigi yang tersisa akan mencegah resorpsi linggir alveolar. Resorpsi menyebabkan luas jaringan pendukung gigi tiruan berkurang. Overdenture merupakan alternatif perawatan yang dapat menambah dukungan terhadap gigi tiruan. Tujuan penulisan laporan kasus ini untuk menjelaskan pengelolaan pasien dengan kondisi hanya beberapa gigi tersisa di anterior rahang bawah, menggunakan overdenture dengan koping domeshaped. Pasien laki-laki usia 56 tahun, datang ke RSGMP FKG USU ingin dibuatkan gigi tiruan pada rahang atas dan rahang bawah karena kesulitan saat mengunyah. Pada pemeriksaan intraoral terlihat gigi yang tersisa kaninus kiri dan kanan rahang bawah, dengan kondisi kaninus kiri mobiliti derajat 1 dan kaninus kanan mobiliti derajat 3. Pilihan perawatan terhadap kasus ini adalah overdenture dengan koping dome-shaped pada gigi kaninus kiri rahang bawah serta pembuatan kerangka logam sebagai penguat basis gigi tiruan rahang bawah. Gigi kaninus kanan diekstraksi karena mengalami mobiliti parah dan tidak dapat dipertahankan. Penggunaan overdenture dengan koping dome-shaped pada gigi yang tersisa di rahang bawah dapat menambah dukungan gigi tiruan dan mencegah resorpsi linggir alveolar.
Sitologi Tumor Odontogenik: Ameloblastoma Vera Dewi Mulia
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.311 KB)

Abstract

Ameloblastoma adalah tumor odontogenik jinak dan bersifat agresif secara lokal. Angka kejadian tumor ini sekitar 1% dari seluruh tumor pada tulang rahang. Biasanya terjadi pada regio mandibula, dan hanya sedikit kasus di maksila. Ameloblastoma mempunyai kecendrungan untuk rekurensi, karena itu sangat diperlukan diagnosis yang akurat sebelum menentukan teknik pembedahan. Gejala klinis dan radiologis ameloblastoma dapat menunjukkan gambaran yang tidak spesifik, gambarannya bisa menyerupai odontogenic cyst dan tumor lain. Fine Needle Aspiration Cytology (FNAB) merupakan suatu teknik yang mudah dan tidak invasif dalam menegakkan diagnosis sebelum tindakan pembedahan dilakukan pada ameloblastoma. Teknik ini juga merupakan suatu tindakan yang dapat dilakukan dengan cepat dan menghasilkan diagnosis yang akurat, serta dapat membedakan antara tumor jinak dan ganas. Sitologi dari ameloblastoma terdiri atas kelompok-kelompok sel basaloid dengan single spindle and stellate shaped cells. Bahan pemeriksaan bisa tidak memadai bila diperoleh dari tumor dengan area kista yang luas, dan dapat menyebabkan diagnosis menjadi tidak akurat, sehingga bisa keliru dalam menentukan keganasan yang bisa terdiagnosis sebagai suatu ameloblastoma konvensional.
Multiple Supernumerary Teeth Yang Langka: Sebuah Laporan Kasus Teuku Ahmad Arbi
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.069 KB)

Abstract

Supernumerary teeth adalah gigi yang tumbuh lebih dari jumlah normal gigi pada umumnya. Supernumerary teeth bisa berupa gigi tunggal, multiple, tumbuhnya unilateral, bilateral, pada satu atau kedua rahang. Namun kebanyakan tumbuh di regio anterior rahang atas dan regio molar. Amat jarang mengenai kedua rahang. Supernumerary teeth sering dikaitkan dengan Gardner sindrom, fasial cleft ataupun cleidocranial dysplasia. Akibat supernumerary teeth bisa menimbulkan gangguan erupsi gigi, pergeseran gigi, gigi berjejal, resorbsi akar dan pembentukan kista dentigerous. Pada kasus kami, perempuan Indonesia usia 15 tahun dikonsultasikan dari orthodonsia dengan 10 supernumerary teeth, persistensi gigi susu, impaksi kaninus. Lima supernumerary teeth berada di regio premolar kanan rahang atas dan regio molar rahang atas bilateral. Lima gigi lainnya di regio premolar rahang bawah bilateral. Tidak ada riwayat serupa dalam keluarga dan pasien tidak terkait sindroma tertentu. Diputuskan untuk dilakukan ekstraksi supernumerary teeth rahang atas, ekstraksi gigi susu dan odontektomi kaninus impaksi dalam narkose. Sementara lima supernumerary teeth di rahang bawah diobservasi oleh orthodontis mengingat susunan gigi rahang bawah sudah baik. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah supernumerary teeth yang asimptomatik dan tidak mengganggu perawatan orthodonsia tidak harus selalu diekstraksi. Observasi berkala perlu dilakukan untuk memonitor supernumerary teeth yang tidak diekstraksi.

Page 1 of 2 | Total Record : 20