cover
Contact Name
Yuli Setyowati
Contact Email
jurnal.jkpapmd@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
jurnal.jkpapmd@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD, Daerah Istimewa Yogyakarta Jl.Timoho No, 317, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan
ISSN : 29618541     EISSN : 29618002     DOI : https://doi.org/10.47431
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published by Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published twice a year, in June and December. The scope and focus of the Empowerment Communication Journal is Communication Science which includes: 1) Empowerment Communication 2) Corporate Social Responsibility 3) Media Literacy 4) Media and Gender 5) Communication development 6) Extension Communication 7) Village Communication 8) Citizen journalism 9) Sociology of communication 10)Social marketing communication 11)Social entrepreneurship 12)Tourism Communication
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2024): Juni" : 6 Documents clear
PRAKTIK FACT-CHECKING MEDIA DARING DETIKJATIM DALAM MEMERANGI HOAKS Virgiawan, Armanda Revino; Andreas Tri Pamungkas; Purnamasari, Novita Ika
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.383

Abstract

Detikjatim adalah bagian dari Detik.com sebagai pelopor jurnalisme daring yang mengubah cara pelaporan berita dengan konsep real time dan up to date.  Detikjatim sebagai media pers memiliki peranan dalam dinamika demokrasi dan pertumbuhan ekonomi di daerahnya, dalam hal ini  memajukan Jawa Timur sebagai pusat ekonomi, budaya dan sosial. Namun media arus utama di era digital saat ini menuntut tanggung jawab yang lebih besar terhadap etika jurnalistik. Keakuratan semakin menjadi fokus dalam upaya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai sumber berita terpercaya.  Dalam praktiknya, pengecekan fakta atau fact-checking menjadi cara  untuk memastikan bahwa berita yang dipublikasikan telah sesuai dengan standar jurnalisme yang etis dan akurat. Penelitian ini bertujuan mendalami praktik fact-checking Detikjatim dalam menghadapi tantangan etika bermedia di era digital yang marak terjadinya hoaks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus intrumental. Hal ini dalam kasus kesalahan pemberitaan lembaga Bahtsul Masail Nadhlatul Ulama Jatim yang mengharamkan Karmi dengan melibatkan PT Diamond. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detikjatim telah mengadopsi fact-checking sebagai bagian integral dari proses penerbitan berita, mulai dari melakukan secara konvensional dengan cara memanfaatkan jaringannya, hingga menggunakan tool digital untuk memastikan validitas informasi. Meski demikian, kecepatan acapkali berkontribusi pada kelalaian dalam menerapkan gate keeper.
MANAJEMEN PRIVASI KOMUNIKASI PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL: Manajemen Privasi Komunikasi Perempuan Korban Kekerasan Seksual lewi, olivia; A. H, Briggitta Raras
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.385

Abstract

Banyaknya kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan di Indonesia, menjadi hal yang perlu diperhatikan. Namun, adanya stigma dan tindakan menyalahkan korban kekerasan seksual membuat korban cenderung bungkam. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini berfokus untuk melihat manajemen privasi komunikasi pada korban kekerasan seksual usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur kepada tiga perempuan korban kekerasan seksual. Dengan menggunakan teori manajemen privasi komunikasi, diperoleh hasil  bahwa korban kekerasan seksual cenderung mengungkapkan informasi pribadi kepada teman dibandingkan kepada pihak keluarga. Adanya tindakan menyalahkan korban dan pemikiran konservatif dari pihak keluarga, membuat korban kekerasan seksual menutup informasi. Aturan informasi pribadi juga dipengaruhi oleh kriteria budaya, motivasi, manfaat-risiko, dan kontekstual. Akibat tidak adanya aturan koordinasi yang jelas, korban kekerasan seksual mengalami turbulensi batas informasi pribadi.
GAYA KOMUNIKASI DRAMA RADIO “MEMILIH UNTUK BANGSA” RRI CIREBON Machsunah, Uun; Auliyah, Mim Atiq; Suhara, Rizki Budhi
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.397

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi  dan komunikasi verbal dan nonverbal  pengisi suara drama Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon  dengan  menganalisis dua aspek, yakni pengisi suara sebagai tokoh dan pengisi suara ketika sedang dan akan berkomunikasi dengan sesama rekan sejawat sebelum  tampil dalam  drama radio. Penelitian  menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan  cara observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil  penelitian yang didapatkan:  semua informan dalam memerankan tokoh drama radio memiliki gaya komunikasi bervariasi atau gabungan dari berbagai macam gaya komunikasi, yakni: dominan, dramatis, kontroversial, animasi, santai, atentif, dan bersahabat.   Komunikasi verbal yang digunakan adalah bahasa Indonesia, Jawa Cirebon, Jawa Tegal, dan Bahasa Sunda. Komunikasi nonverbal berupa jabat tangan, jarak antara pemain, dukungan  lighting, peralatan perekam, dan pencahayaan.
PERAN LITERASI DIGITAL REMAJA DALAM MENGHADAPI PENYEBARAN BERITA HOAKS Rico, Ewaldus Rico Oktavian; FADJARINI SULISTYOWATI
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.401

Abstract

Remaja disebut generasi internet dengan ciri-ciri selalu terikat dengan penggunaan teknologi digital dalam kehidupannya, hal ini cenderung menjadikan mereka sebagai pengguna aktif, selain remaja sangat rentan menjadi pelaku penyebaran hoaks atau berita bohong di internet. Peran literasi digital menjadi penting guna menghadapi atau mengantisipasi penyebaran berita hoaks yang beredar bebas di internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan literasi digital sebagai salah satu cara dalam menangkal penyebaran berita hoaks.   M.etode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan sampling purposif, narasumber berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi digital siswa di SMP Negeri 1 Nanga Ketungau dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas.  Literasi digital ini berperan penting dalam meningkatkan pemahaman remaja bila memanfaatkan media digital terutama media sosial haruslah secara cerdas dan bijak. Kepandaian dalam menggunakan media sosial harus diimbangi dengan upaya menyaring informasi secara cermat dan kritis. Kemampuan literasi digital dalam menggunakan media sosial adalah hal yang sangat penting agar dapat merespon peredaran berita hoaks dengan bijak dan sebagai upaya agar terhindar dari pengaruh buruk berita hoaks. Pembelajaran literasi digital di sekolah memiliki beran dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman mengenai literasi digital.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN BALAI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN DIY SEBAGAI IMPLEMENTASI CSR UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Aryani, Ina Nur Azizah Fajar; Setyowati, Yuli
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.424

Abstract

CSR dalam lingkup pemerintahan diperlukan untuk proses pemberdayaan masyarakat sebagai puncak dari implementasi CSR yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemberdayaan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan DIY, mengetahui dampak, dan bagaimana hubungan komunikasi serta hambatan dalam strategi komunikasi pemberdayaan Balai KPH Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi pemberdayaan yang digunakan Balai KPH Yogyakarta yakni (1) Membangun relasi dengan masyarakat (2) Membuat regulasi atau kebijakan pemanfaatan dan pengelolaan hutan produksi dan hutan lindung, (3) Membuat rencana dan program kerja, (4) Mendorong keterlibatan dan partisipasi masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat (5) Pemanfaatan media sosial dan teknologi, (6) Membangun kemitraan, dan (7) Melakukan evaluasi kerja. Bentuk penerapan CSR pemerintahan hanya dapat berpatokan pada regulasi. Penerapan strategi komunikasi pemberdayaan Balai KPH Yogyakarta tersebut cukup efektif walaupun masyarakat masih bergantung pada regulasi yang sewaktu-waktu dapat berubah. Peningkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat telah dirasakan namun tidak secara signifikan. Tujuan kesejahteraan masyarakat tetap tercapai walau masih perlu adanya pengembangan program pemberdayan sehingga masyarakat dapat sepenuhnya mandiri
ANALISIS MANAJEMEN PRIVASI KOMUNIKASI PENGGUNA APLIKASI INSTAGRAM MUSLIMAH DENGAN NO POST SELFIE Rahmadhan, Nova; Ri’aeni, Ida; Risnawati, Ririn
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.427

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen privasi komunikasi pengguna aplikasi instagram muslimah dengan no post selfie. Menggunakan teori Communiction Privacy Management (CPM) oleh Sandra Petronio mengenai batasan privasi yaitu batasan-batasan yang buat oleh seseorang mengenai informasi yang dimiliki tetapi tidak diketahui orang lain, mengelola privasi yaitu sejauh mana seseorang berbagi informasi pribadinya kepada orang lain dan turbulensi privasi, kekacauan batas privasi yang berperan ketika mengelola informasi pribadi tidak sesuai dengan yang diharapkan dengan pendekatan Fenomenologi menurut sudut pandang Alfredz Schutz yang berorientasi pada kesadaran, realitas dan aktivitas sosial seseorang ketika membuat suatu pilihan dalam hidupnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa muslimah dengan no post selfie memiliki batasan privasi yang berbeda dari kebanyakan orang yaitu menjadikan foto diri sebagai sebuah privasi, dalam mengelola privasinya agar tetap terjaga, para muslimah ini lebih memperkuat boundaries (batasan) di awal untuk meminimalisir turbulensi nantinya. Ketika terjadi turbulensi privasi, para informan tetap mengedepankan adab dalam mengambil langkah untuk menjaga kembali privasinya sesuai dengan keinginannya

Page 1 of 1 | Total Record : 6