cover
Contact Name
Diajeng Herika Hermanu
Contact Email
adjengq@gmail.com
Phone
+6221-7262111
Journal Mail Official
intercommunity@stikom.interstudi.edu
Editorial Address
https://journal.interstudi.edu/index.php/intercommunity/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Inter Community : Journal of Communication Empowerment
ISSN : 27158144     EISSN : 27158152     DOI : 10.33376/ic.v1i1
Core Subject : Social,
Inter Community: Journal of Communication Empowerment was launched in 2019 and is published by STIKOM Inter Studi, Jakarta. Inter Community is a peer review, open access and scholarly journal that provides an interdisciplinary forum for project and community service on communication issues. This journal publishes twice a year (May and November). The objective of this journal is to encourage scientific publication related but not limited to: 1. Social marketing communication. Communication that promotes positive social and behavioral change. 2. Corporate Social Responsibility. An integration of business operations with social and environment. 3. Community engagement. The empowerment of community through dialogues and campaign to to facilitates stronger relationship. DOI: 10.33376/ic.v1i1
Articles 45 Documents
PENGARUH KEGIATAN COMPLAINT HANDLING TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN BENGAWAN RESTORAN DI XYZ HOTEL anton pramana akira; AG Sudibyo
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 2, No 1 (2020): Inter Community: Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.737 KB) | DOI: 10.33376/ic.v2i1.534

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Complaint Handling Terhadap Loyalitas Pelanggan Bengawan Restoran Hotel XYZ. Penelitian explanative, pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode adalah survey, populasi nya adalah Pelanggan Bengawan Restoran Hotel XYZ. 88 sampel, data diolah dengan menggunakan SPSS dengan menu analisis faktor, cronbach’s alpha, dalam bentuk tabel frekuensi dan analisis regresi. Hasil perhitungan yang didapatkan melalui analisis regresi penelitian menunjukkan kegiatan Complaint Handling Terhadap Loyalitas Pelanggan Bengawan Restoran Hotel XYZ memiliki pengaruh positif. Kegiatan Complaint Handling yang dijalankan Bengawan Restoran di Hotel XYZ memiliki pengaruh positif dalam menumbuhkan loyalitas pelanggan di tempat tersebut dalam meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan keluhan pelanggan secara langsung maupun secara online. Pengaruh Complaint Handling Terhadap Loyalitas Pelanggan Bengawan Restoran Hotel XYZ, Jakarta 2019 memiliki pengaruh positif ditandai dengan adanya nilai mean variabel complaint handling masuk dalam rentang antara 3,77 s/d 4,02 atau masuk dalam rentang antara 3,4< –4,2 (Positif) dan variabel loyalitas antara 3,75 s/d 4,02 atau masuk dalam rentang antara 3,4< – ≤ 4,2 Positif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Kegiatan Complaint Handling yang dijalankan di Bengawan restoran hotel XYZ ini memiliki hubungan yang kuat dalam menumbuhkan loyalitas para pelanggan di tempat tersebut dengan nilai kontribusi sebesar 71,7%. Jika mengacu pada tabel interpretasi koefisien determinasi masuk dalam rentang 0,60-0,799 yaitu hubungan kuat. Kata kunci : Complaint Handling, Loyalitas Pelanggan, Bengawan Restoran XYZ Hotel, Pengaruh nya.
SEBUAH KARYA FILM PENDEK JANIS Avnel Ardiansyah; Arrya Dianta
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 3, No 2 (2021): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ic.v3i2.1437

Abstract

Saat ini masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi dan hiburan yang bermanfaat. Saat teknologi serba memudahkan pekerjaan manusia, di balik itu media juga berperan penting dalam memberikan informasi serta hiburan yang layak dikonsumsi masyarakat. Film pendek menjadi salah satu konsumsi masyarakat modern. Berbagai media yang menyiarkan film, contoh kecilnya televisi, bioskop dan layanan streaming. Dengan ini pembuat karya melihat peluang untuk memberikan tontonan yang bermanfaat dengan menyuguhkan informasi yang menginspirasi serta menghibur masyarakat. Produser berniat meluncurkan sebuah karya film pendek berjudul “JANIS”. Tujuan film pendek berjudul “JANIS” ini adalah agar audiens terhibur dan teredukasi karena terdapat pesan-pesan di dalamnya. Film pendek berjudul “JANIS” ini merupakan film dengan genre dokudrama. Dengan adanya karya ini penulis serta berharap dapat menyampaikan informasi hiburan serta edukasi untuk masyarakat, khususnya generasi muda di Indonesia. Selain itu penulis berharap agar film ini bisa dikaji untuk hasil studi. Kata Kunci: Film, Film Pendek, Genre Dokudrama, Proses Produksi Abstract. Nowadays, it is easier for people to get useful information and entertainment. At a time where all-round technology facilitates human work, behind that the media also plays an important role in providing information and entertainment that is suitable for public consumption. Short films have also become one of the consumptions of modern society, many media broadcast films, for example television, cinema and streaming services. With this, the creators of the works see an opportunity to provide a useful spectacle by presenting information that inspires and entertains the public. Producers intend to launch a film titled “JANIS”. The purpose of this short film entitled "JANIS" is to entertain and educate the audience because there are messages in it. This short film entitled "JANIS" is a film with the docudrama genre in it. With this work, the producers hope to be able to convey information, entertainment and education to the public, especially the younger generation in Indonesia Key word: Film, Short Films, Docudrama Genre, Production Process
SEBUAH KARYA FILM PENDEK “TOPLES KACA” Arianto Prabowo; Riky Riky; Wahyu Saputra; Arryadianata Arryadianata
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 1, No 1 (2019): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.5 KB) | DOI: 10.33376/ic.v1i1.358

Abstract

The film "Toples Kaca" offers a story about the anxiety of a student who intends to prevent a child from dropping out of school, but a child thinks of quitting school, in the end the student can prevent in his way. The film "Toples Kaca" is in a decision, associated with controlling life as a journey. The content in this film is about the journey of the main character who continues to have strong ambitions and determination towards children. Their aim is to continue to provide encouragement and motivation, even if only by playing and with interactive media a glass jar. Student anxiety from existing patterns, where yes, questioning life, dreams, and future. This pattern is not just an existing system, but more broadly as a whole of economic factors, plus the problem of limitations, lack of encouragement or motivation from parents, children told to work, or the condition of the children themselves who choose to work. Besides "melancholy" in the midst of unrest is the look and mood that we can capture in outline of this film.
CAMERAMAN DALAM PROGRAM DOKUMENTER TELEVISI BERJUDUL BERKOMPROMI DENGAN PANDEMI BERSAMA TARRA BUDIMAN Irwan Gita Saputra
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 3, No 1 (2021): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.408 KB) | DOI: 10.33376/ic.v3i1.988

Abstract

Sebagai pencipta karya, peran seorang cameraman berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:Peran seorang Camera Person atau Kameraman sangat penting dalam sebuah produksiSeorang kameraman dituntut memiliki kreatifitas yang tinggi karna kameraman harus mengetahui sudut-sudut dan jenis shoot yang baik untuk di ambil.Kameraman harus bisa mengambil gambar yang informatif, seperti mengambil 1 shoot dengan 1 informasi.Seorang kameraman harus memahami kegunaan semua setting pada kamera yang digunakan, seperti shutter speed untuk montion blur, aperture untuk mengubah diafragma kamera dan efek bokeh, ISO untuk mengatur sensifitas cahaya yang masuk kedalam sensor, dan lain lain.
PERAN KAMERAWAN DALAM PEMBUATAN PROGRAM FEATURE BERJUDUL "THE BEAUTY OF SAMOSIR ISLAND" Rafii Rizky Maharsi Bisma; Atmaja Suhendra
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 4, No 2 (2022): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.155 KB) | DOI: 10.33376/ic.v4i2.1695

Abstract

Negara Indonesia memiliki banyak provinsi dan daerah, salah satunya provinsi Sumatera Utara. Daerah tersebut memiliki banyak sekali tempat pariwisata dan memiliki satu tempat wisata ternama yaitu Danau Toba yang berada di Pulau Samosir. Masyarakat adat di Pulau Samosir memiliki ciri khas untuk memperkenalkan budaya mereka kepada masyarakat luas untuk menarik wisatawan luas, dengan keindahan alam yang memanjakan mata dan adat budaya yang menarik menjadikan ciri khas tersendiri bagi Pulau Samosir. Karya ilmiah tugas akhir ini, penulis bertugas sebagai Kamerawan dalam pembuatan karya tugas akhir “the beauty of samosir island”, karya tugas akhir ini dikemas menjadi featureyang menceritakan hal-hal yang berada di pulau samosir. Narasumber yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Prof. Hamdani Harahap selaku Antropologi Universitas Sumatera Utara, DRs. Mahler Tamba selaku kepala BPBD kabupaten Samosir, Jabiat Sagala selaku Sekda di kepulauan Samosir Wilmar Eliaser Simandjorang selaku masyarakat sekitar Kaldera. Penulis merumuskan masalah bagaimana peran seorang kamerawan yang memiliki tanggung jawab dalam pembuatan featureini pada tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pada tahapan ini kamerawan berperan penting dalam segi pengambilan gambar. Salah satu peran penting sebagai kamerawan yaitu menentukan angle-angle pada proses pengambilan gambar. Dengan begitu penulis menghasilkan featuredengan manfaat secara akademisi, praktisi dan social. Pada penelitian ini metode pengumpulan data yang penulis gunakan yakni metode kualitatif untuk penulisan jurnal, makan menggunakan Teknik pengumpulan data seperti observasi, literasi serta melakukan wawancara langsung terhadap narasumber. Berdasarkan hasil akhir yang di dapat dalam sebuah produksi ini bertanggung jawab mengenai teknis pengambilan gambar. penulis cukup puas pada hasil akhir yang diciptakan. Dengan harapan penulis bisa mengedukasi bagi semua orang yang telah menonton feature ini.
PERANAN EDITOR DALAM PEMBUATAN FILM DOKUMENTER PROFESI “TUKANG DO’A” YANG BERJUDUL “MENCARI SESUAP NASI DENGAN MENJADI TUKANG DO’A” Dafa Ramadhan Kusuma; Arrya Dianta
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 5, No 1 (2023): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ic.v5i1.2047

Abstract

Profesi Tukang Do’a kubur merupakan salah satu profesi yang ada diindonesia. Profesi inidilakukan oleh orang-orang yang memegang teguh latar belakang dari segi agama nya.Jasa pembawa doa yang lebih sering dikenal dengan Tukang Do’a yaitu profesi yangmenawarkan jasa nya kepada orang-orang peziarah untuk dibacakan do’a di pusara makamsanak saudara. Biasa nya pekerjaan jasa pembawa do’a ini ramai bermunculan saatmoment bulan Ramadhan tiba. Dan ramainya orang pergi ke makan untuk berziarah tidakselalu ramai setiap hari, hanya bisa melihat dari musim dan bulan saja, maka dari itupencipta membuat sebuah film documenter tentang profesi “Mencari Sesuap Nasi DenganMenjadi Tukang Do’a”. dalam penciptaan karya ini, penulis bertugas sebagai KreatifEditor yang bertanggung jawab atas segala kesuluruhan pada tahap final film documenterini, meyusun dan menyunting gambar audio maupun visual. Dengan Film dokumenter inipenulis berharap film ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber yang informatif,edukatif serta bisa memotivasi bagi yang melihat karya ini. Profesi yang bahkan tidakterpikirkan bisa juga dijadikan sebagai sumber penghasilan seseorang. Alasan penciptakarya membuat film dokumenter ini, karena masih banyak yang belum sadar akan profesijasa pembawa do’a ini, Banyak tayangan di sosial media terlebihnya di youtube sangatdominan dengan tayangan yang menghibur, dan tentunya masih sedikit pula tayangan yangmenampilkan fenomena yang lahir dari kisah nyata kehidupan seseorang dengan profesinya yang belum banyak diketahui oleh khalayak. Salah satunya adalah kisah perjuanganhidup seorang jasa pembawa doa yang mampu menghidupi keluarga nya dengan profesitersebut. Metode yang di gunakan dalam karya ini, yaitu kualitatif dengan teknikpengumpulan data survey lokasi, observasi serta melakukan wawancara dengannarasumber. Dalam penciptaan karya ini, pencipta karya berharap, film dokumenter“Mencari Sesuap Nasi Dengan Menjadi Tukang Do’a” ini dapat menjadi alternatif pilihantayangan edukatif dan informatif bagi masyarakat Indonesia.
Peran Direct of Photography (DOP) Dalam Produksi Program TV Magazine Show “Gotomotif Episode Si Antik Buatan Italia” Muhammad Rizky Humaidi; Rahmat Edi Irawan
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 5, No 1 (2023): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ic.v5i1.1939

Abstract

Abstrak. Penulis membuat program acara dengan judul “Gotomotif”, program ini akan memberikan informasi mengenai dunia otomotif yang sedang tranding dan menarik, program ini dibawakan oleh seorang presenter yang akan memandu penonton dari awal program hingga akhir. Tujuan dari pembuatan program ini yaitu penulis ingin mengetahui struktur dunia kerja broadcasting, Khususnya dalam bidang camera person, metode dalam pembuatan karya ini penulis sangat penting dalam hal pengambilan gambar, pada penciptaan karya ini terbagi menjadi tiga tahapan. pra produksi, produki, dan pasca produksi. proses konsep kreatif, penulis sebagai camera person harus menghasilkan shot yang bagus untuk memikat penonton. Selain itu penulis dalam konsep produksi harus memikirkan tata letak yang diinginkan, konsep teknis penulis menentukan alat-alat yang akan digunakan. Hasil yang dilakukan camera person dalam tahap pra produksi membuat shot list untuk acuan saat produksi, ditahap produksi penulis banyak menggunakan teknik yang bervariasi seperti camera movement, shot size, angle, dan komposisi gambar, pada pasca produksi penulis membantu editor dalam menyeleksi gambar sesuai dengan naskah yang telah disusun.Pencipta sebagai camera person dalam karya program magazine show “Gotomotif” episode Si Antik Dari Itali, bertanggung jawab atas proses pengambilan gambar. Berdasarkan hasil karya program magazine show yang telah diciptakan sudah memenuhi harapan dari pencipta. Dengan adanya karya program ini akan memberikan tayangan yang berkualitas dan informatif bagi penikmat otomotif.Kata kunci : Camera Person, Tv Magazine, Otomotif, Vespa  Abstract. The author creates a program with the title "Gotomotif", this program will provide information about automotive that is being tranding and interesting, this program is hosted by a presenter who will guide the audience from the beginning of the program to the end. The purpose of making this program is that the author wants to know the structure of the broadcasting, Especially in the field of camera person, the methodology in making this program the author is very important in production stages, in the creation of this program is divided into three stages. Pre-production, production, and post-production. In the process of creative concept, the author as a camera person must produce a good shot to captivate the audience. In addition the author in the concept of production must think over the desired layout, the technical concept of the author determines the tools to be used. The results carried out by the camera person in the pre-production stage make a shot list for reference during production, in the production stage the author uses many various techniques such as camera movement, shot size, angle, and image composition, in post-production the author helps the editor in selecting the image according to the script that has been compiled. The creator as the camera person in the work of the magazine show program "Gotomotif" episode Si Antik Dari Itali, was responsible for the shooting process. Based on the work of the magazine show program that has been created, it has met the expectations of the creator, With the work of this program will provide quality and informative impressions for automotive connoisseurs.Keyword : Camera Person, Tv Magazine, Automotif, Vespa
PERAN SUTRADARA DALAM PEMBUATAN KARYA FEATURE PERJALANAN BERJUDUL “PESONA ADAT DAN TRADISI DESA SADE” Herdefa Nabila; Rahmat Edi Irawan
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 5, No 1 (2023): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ic.v5i1.2038

Abstract

Desa Sade merupakan salah satu desa yang berada di Kapupaten Lombok Tengah. Desa ini memiliki memegang teguh adat dan tradisinya secara turun temurun hingga saat ini sebagai daya tarik wisata budaya. Desa sade memiliki suku yang sangat dikenal dikalangan wisatawan, yaitu Suku Sasak. Kearifan lokal di Desa Sade yang memiliki daya tarik yaitu tarian Gendang Beleq, bangunan khas Suku Sasak, tarian Gendang Beleq, tenun, dan Peresean. Maka dari itu pencipta membuat sebuah feature perjalanan “Pesona Adat dan Tradisi Desa Sade”. Dalam penciptaan ini penulis sebagai Sutradara yang sangat bertanggung jawab terhadap produksi ini dari awal pembuatan ide konsep yaitu Pra Produksi, Produksi hingga Pasca Produksi. Dengan adanya feature perjalanan ini bertujuan untuk mengedukasi, menghibur, serta menjadi opsi destinasi bagi para wisatawan, bahwa aktivitas wisata di Lombok tidak hanya berupa pantai atau bukit saja namun ada juga wisata budaya. Alasan pencipta membuat program feature perjalanan, karena feature perjalanan menyajikan tayangan berupa artikel kreatif tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan secara fakta dan penonton dapat merasakan visual audio dengan nyata. Dengan harapan pencipta, program ini dapat memberikan hiburan, informasi dan edukasi serta memberikan hiburan alternatif bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Lombok.
Peran Editor Dalam Produksi Program TV Magazine Show “Gotomotif Episode Si Antik Buatan Itali” Husein Muhammad Ersyad; Rahmat Edi Irawan
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 5, No 1 (2023): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ic.v5i1.2041

Abstract

Abstrak. Penulis membuat program acara dengan judul “Gotomotif”, yang akan memberikan informasi dunia otomotif yang menarik, yang akan dibawakan oleh host yang memandu penonton selama acara berlangsung. Tujuan pembuatan karya program magazine show yaitu Membuat program magazine show yang berkualitas dengan teknik editing yang baik, yang mengangkat tentang otomotif dan Mengembangkan teknik editing yang baik dalam pembuatan program TV Magazine Show. Metode dalam pembuatan karya ini, penulis sebagai editor melalui tiga tahap produksi yaitu pra produksi, produksi, pasca produksi dimana editor bertanggung jawab penuh pada tahap editing. Proses penciptaan karya terbagi tiga konsep yaitu, Konsep Kreatif yang membahas tentang kreatifitas seorang editor dalam editing, konsep produksi membahas kinerja editor disetiap tahap produksi dan konsep teknis yang membahas teknis saat editing dilakukan. Hasil yang lakukan seorang editor terbagi pada tiga tahap, pada pra produksi editor menentukan tema editing dan yang di tentukan adalah editing yang simple dan sporty, pada produksi editor memberi masukan kepada tim untuk shot tambahan yang dibutuhkan untuk memperkaya footage, establish dan stockshot, tahap editing editor banyak menerapkan teknik montage cutting, J cut, masking objek, overlay dan lain sebagainya. Pencipta sebagai editor dalam Pembuatan karya program magazine show “Gotomotif” Si Antik Dari Itali bertanggung jawab atas proses pasca produksi atau editing, kerjasama tim dalam pembuatan karya menjadi penentu berhasilnya penciptaan karya yang baik berkualitas, dimana pada setiap tahap produksi, editor berinisiatif untuk mengikuti setiap proses yang dilakukan. berdasarkan karya program magazine show yang dihasilkan sudah memenuhi harapan dari pencipta. Kata kunci: Magazine show, televisi, editor Abstract. The author created a program "Gotomotif", which will provide information on the interesting automotive, which will be performed by a host who guides the audience during the program. The purpose of this magazine show program is to make good quality magazine show program with good editing, which raises automotive and develops good editing in making TV Magazine Show programs. methodology in making this program, the author goes through three stages of production, pre-production, production, post-production where the editor is fully responsible at the post production. Creating this program is divided into three concepts, creative concepts that discuss the creativity of an editor, production concepts that discuss the performance of editors at each stage of production and technical concepts that discuss technicalities when editing is carried out. The results that an editor does are divided into three stages. pre-production, the editor determines the editing theme and what  determined is simple and sporty, in production the editor gives input to the team for additional shots needed to enrich  footage and stockshot, the editing stage editor applies a lot of montage cutting techniques, J cut, object masking and  overlays. The author in the magazine show program "Gotomotif" Si Antik Dari Italia is responsible in post-production process, teamwork in making works determines the success of creating good program, where at each stage of production, editors initiative to follow every process carried out. Based on the work of the magazine show program produced, it has met the expectations of the creators. Keyword: Magazine show, television, editor 
PERAN EDITOR DALAM PEMBUATAN KARYA FEATURE PERJALANAN BERJUDUL “PESONA ADAT DAN TRADISI DESA SADE” Muhammad Jabbar Rasel; Rahmat Edi Irawan
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 5, No 1 (2023): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ic.v5i1.2042

Abstract

Desa Sade merupakan salah satu tiga desa adat yang menjadi permukiman suku sasak di Kabupaten Lombok Tengah. Masyarakat Desa Sade memilih mengabaikan modernisasi untuk mempertahankan budaya dan tradisi lama adat Suku Sasak dan berpegang teguh untuk menjaga keaslian desa. Potensi pengembangan wisata budaya Desa Sade seperti Tenun, Peresean, Rumah Adat, Gendang Beleq dan adat Nyongkolan. Proses pengembangan desa wisata budaya ini berbasis masyarakat karena semua kegiatan wisata dilakukan langsung oleh masyarakat Desa Sade. Dalam dunia penyiaran, khususnya media visual memiliki beragam jenis program yang banyak disajikan kepada masyarakat. salah satunya adalah feature perjalanan. Media ini menjadi alternative dalam menyampaikan informasi kepada masyarajat luas di era digital. Maka dari itu pencipta membuat sebuah feature perjalanan “Pesona Adat dan Tradisi Desa Sade”. Dalam pencitpaan karya ini penulis sebagai Editor memegang peranan penting akan keberhasilan atau tidaknya tayangan berada di tangan editor dalam menyelesaikan proses editing yang bertanggung jawab sepenuhnya dalam pasca produksi. Sebagai editor feature melakukan preview pada tahapan editing yang dilakukan yaitu logging, rougch cut, fine cut, color correction, collor grading dan audio mixing yang sesuai dengan urutan cerita dengan konsep yang telah ditentukan. Dengan adanya feature perjalanan ini bertujuan untuk membuat karya yang positif, informatif untuk para penonton khususnya para traveller. Karya ini diharapkan dapat memberi informasi, edukasis, hiburan bagi khalayak.