cover
Contact Name
Elsje Pauline Manginsela
Contact Email
elsjeprm@unsrat.ac.id
Phone
+6281341445138
Journal Mail Official
agrisosioekonomi@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Jl. Kampus Unsrat Kleak, Manado 95115 Sulawesi Utara, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AGRI-SOSIOEKONOMI
ISSN : 19074298     EISSN : 2685063X     DOI : https://doi.org/10.35791
Focus and Scope The aims of this transdisciplnary journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: Agriculture (Plant Cultivation, Plantation, Forestry, Animal Husbandry, Fisheries), Social Economy
Articles 1,086 Documents
Pengaruh Branding Destinasi dan Word Of Mouth Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Di Objek Wisata Mah’watu Kota Tomohon Dzikri Syahdiawan; Melissa Lady Gisela Tarore; Paulus Adrian Pangemanan
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh kedua variabel tersebut terhadap keputusan berkunjung wisatawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Jumlah responden sebanyak 96 orang wisatawan Mah’watu menggunakan kuisioner berbasis skala likert. Metode analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian yang didapat bahwa branding destinasi dan word of mouth secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke objek wisata Mah’watu dan secara simultan, branding destinasi dan word of motuh berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung. Nilai koefisien determinasi (R²) = 0.372, artinya 37,2% keputusan berkunjung dijelaskan oleh branding dan word of mouth sisanya 62,8% dipengaruhi oleh faktor lain seperti harga, fasilitas, aksesibilitas, dan kualitas pelayanan yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Kebutuhan Pokok Di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kota Manado Pretty Lauren Nainggolan; Agnes Estephina Loho; Rine Kaunang
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian kebutuhan pokok di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Manado. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan secara accidental sampling dengan jumlah responden yaitu 60 responden yang terdiri dari 30 responden di Pasar Bahu (Pasar 66), dan 30 responden di Pasar Golden Swalayan. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi logistik biner untuk mengetahui pengaruh variabel harga, lokasi, kualitas produk, kondisi pasar, pendapatan, dan pelayanan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel harga, kualitas produk, kondisi pasar, pendapatan, dan pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara variabel lokasi tidak berpengaruh signifikan. Kualitas produk menjadi faktor yang paling dominan dalam mendorong pembeli memilih pasar modern. Disarankan kepada pengelola pasar tradisional agar meningkatkan kualitas produk, pelayanan, dan kebersihan pasar untuk meningkatkan daya saing. Sedangkan pasar modern disarankan terus menjaga kualitas produk serta memberikan harga yang kompetitif dan pelayanan yang konsisten.
Peran Pemerintah Daerah Dalam Ketahanan Pangan Di Kabupaten Minahasa Selatan Josia Vicky Kalangi; Rine Kaunang; Tommy Ferdy Lolowang
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana peran Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, dalam menjaga ketahanan pangan melalui fungsi regulator (pembuat kebijakan), dinamisator (penggerak partisipasi masyarakat), dan fasilitator (penyedia sarana dan prasarana pendukung). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan secara purposive sampling. Metode analisis data yang menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan peran sebagai regulator melalui kebijakan seperti Perda No. 3 Tahun 2024 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan pemantauan harga pangan. Sebagai dinamisator, pemerintah melibatkan masyarakat dalam program “Marijo ba tanam” dan Gerakan Pangan Murah. Sedangkan sebagai fasilitator, pemerintah menyediakan bantuan beras, telur, dan susu kepada masyarakat serta merancang pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, implementasi program masih terbatas oleh kendala seperti anggaran yang tidak mencukupi, belum meratanya jangkauan program ke desa-desa terpencil, serta perlunya sinergi antarinstansi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Kesimpulannya, meskipun Pemerintah Daerah telah berperan aktif, namun masih dibutuhkan penguatan dan optimalisasi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
Bauran Pemasaran Pada Toko Souvenir “Tanta Miens” Di Kota Manado Lucky Fransesco Rengkung; Mex Frans Lodwyk Sondakh; Paulus Adrian Pangemanan
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bauran pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) yang di lakukan oleh Toko Souvenir “Tanta Miens”. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan secara accidental sampling. Responden di ambil adalah sebanyak 30 responden. Dimana pelanggan yang datang yaitu 300 pelanggan dalam seminggu dan diambil 10% dari total pelanggan. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan skala likert tentang penerapan bauran pemasaran 7P pada Toko Souvenir “Tanta Miens” di Kota Manado dengan hasil skor ideal keseluruhan 1.837 artinya konsumen merasa sangat baik dengan bauran pemasaran yang diterapkan.
Analisis Keuntungan Usahatani Jamur Tiram Putih Pada Kelompok Berkarya Di Desa Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Rizky Praman Tarigan; Nordy Fristgerald Lucky Waney; Grace Adonia Josefina Rumagit
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usahatani jamur tiram putih pada Kelompok Tani Berkarya di Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode pengambilan sampel jenuh dimana populasi yaitu Kelompok Tani Berkarya. Metode analisis data yang digunakan yaitu biaya total, total penerimaan, dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan usahatani jamur tiram putih yaitu sebesar Rp9.000.000. Sedangkan biaya yang dikeluarkan dalam usahatani jamur tiram putih yaitu sebesar Rp6.257.995. Sehingga keuntungan yang didapatkan dalam usahatani jamur tiram putih pada Kelompok Tani Berkarya mulai dari tanam sampai habis panen sebesar Rp2.742.005 dengan menggunakan baglog.
Pengaruh Penggunaan Teknologi Internet dan Faktor Demografi Terhadap Keputusan Perempuan Untuk Bekerja Pada Sektor Perdagangan Di Provinsi Sulawesi Utara Olha Makdalena Kaparang; Paulus Adrian Pangemanan; Caroline Betsy Diana Pakasi
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 3 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/agrsosek.v22i3.69094

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan empiris pengaruh penggunaan teknologi internet serta faktor penentu demografis (kelompok usia, tingkat pendidikan formal, status pernikahan, dan lokasi tempat tinggal) terhadap keputusan perempuan untuk bekerja di sektor perdagangan di Provinsi Sulawesi Utara. Kerangka metodologi kuantitatif yang diterapkan dalam studi ini didasarkan pada data sekunder mikro individu berskala besar yang bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2025, dengan total sampel sebanyak 9.766 observasi individu perempuan usia kerja. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan estimasi Model Regresi Logistik Biner untuk menguraikan probabilitas perilaku ekonomi baik secara parsial maupun simultan. Hasil pengujian empiris membuktikan bahwa spesifikasi model regresi logistik sangat tepat (fit) berdasarkan kriteria Deviance Goodness-of-Fit Test (8203,32; p-value = 1,0000) dan sangat signifikan secara simultan (Omnibus Chi-Square = 888,0522; p-value < 0,05). Hasil estimasi parameter parsial mengonfirmasi bahwa penggunaan internet memiliki pengaruh positif yang sangat dominan terhadap keputusan kerja perempuan, dengan Odds Ratio sebesar 2,131 (p-value = 0,0000). Faktor demografis spesifik seperti status pernah menikah/menikah (Odds Ratio = 1,529) dan domisili di wilayah perkotaan (Odds Ratio = 1,316) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, tingkat pendidikan formal memberikan dampak negatif yang signifikan (Odds Ratio = 0,553) akibat dinamika upah reservasi yang mengarahkan perempuan berpendidikan tinggi ke pasar tenaga kerja sektor formal. Faktor kelompok usia produktif ditemukan tidak memiliki pengaruh statistik yang signifikan karena tingginya inklusivitas sektor perdagangan daerah lintas generasi. Implikasi kebijakan dari temuan ini menuntut perluasan infrastruktur telekomunikasi digital di pedesaan dan penguatan literasi komersial berbasis gender guna mendukung agenda ketenagakerjaan inklusif yang berkelanjutan.