cover
Contact Name
Muhamad
Contact Email
muhamad@iprija.ac.id
Phone
+6281282001400
Journal Mail Official
addakwah@iprija.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kelapa Dua Wetan No.1C, RT.7/RW.1, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kec. Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13730
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ad-DA’WAH: Dakwah dan Komunikasi Islam
ISSN : 1693247X     EISSN : 28092821     DOI : https://doi.org/10.59109/addawah.v21i1
Core Subject : Humanities,
Ad-DA’WAH adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan hasil penelitian berfokus pada dakwah dan ilmu-ilmu keislaman dengan lingkup mencakup: 1. Materi dakwah (māddah al-da’wah) yang meliputi bidang akidah, syariah (ibadah dan mu’amalah) dan Akhlak; dakwah dan politik, Pendidikan Islam, ekonomi dan sosial budaya 2. Kajian tentang Subjek dan obyek Dakwah (dā’i wa mad’u); 3. Penelitian metode dakwah (thāriqoh al-da’wah) dan penerapan dan evaluasinya; 4. Strategi dan tujuan (maqāshid al-da’wah). 5. Media dan komunikasi dakwah (wasīlah al-da’wah), retorika, penyiaran (broadcasting) dan jurnalisme, public relation. 6. Manajemen dan organisasi dakwah, serta pemberdayaan masyarakat (development of Islamic society).
Articles 62 Documents
Komunikasi Penerimaan Aktif Generasi Muda Muslim Terhadap Pengajian Media Sosial Ustadz Populer Tema Toleransi dan Moderasi Beragama Sunaryanto
Ad-DA'WAH Vol 24 No 1 (2026): Dakwah, Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : INSTITUT PEMBINA ROHANI ISLAM JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59109/addawah.v24i1.199

Abstract

The aim of this research is to analyze the communication of active acceptance by the younger generation of Muslims regarding religious tolerance and moderation preached by popular religious teachers through social media studies. The research method used is qualitative with an active acceptance communication theory approach developed by Andi Faisal Bakti. The conclusion of this research is that Muslim youth interpret religious tolerance and moderation to strengthen their respective ideologies. This young generation of Muslims accepts and interprets religious messages and tolerance in accordance with their social and educational background so that their meaning becomes plural. The younger generation of conservative Muslims wants tolerance not to violate the boundaries of the faith or conflict with the text of the Qur’an and hadith. On the other hand, this young Muslim generation is moderate in accepting and maintaining social and muamalah relations. The younger generation of Muslims who memorize the Koran actively filters the persuasion of social media preaching through a framework of faith (faith) and ideological immunity (antibody) in order to balance moral solutions (panacea) with classical literature. Through a process of negotiation and rejection of indoctrination, they construct the meaning of moderation as a commitment to peace (bullet) which still maintains the limits of the faith from the extreme effects of boomerang.
Analisis Sistem Pengelolaan Manajemen Masjid Menurut Konsep Imaratul Masjid: Studi Kasus Masjid Jamik Baitusshalihin Ulee Kareng Machfirah, Allia; Friatna, Ida; Iqbal, Muhammad
Ad-DA'WAH Vol 24 No 1 (2026): Dakwah, Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : INSTITUT PEMBINA ROHANI ISLAM JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59109/addawah.v24i1.207

Abstract

Penelitian ini menganalisis sitem pengelolaan Masjid Jamik Baitussalihin Ulee Kareng berdasarkan konsep Imaratul Masjid dan kesesuaiannya dengan Peraturan Menteri Agama No. 54 Tahun 2006. Dengan menggunakan metode empiris melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pengurus masjid, penelitian ini menemukan bahwa masjid telah mengimplementasikan aspek Imarah secara komprehensif melalui berbagai program di bidang ibadah, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Struktur organisasinya juga telah memenuhi prinsip profesionalitas dan akuntabilitas sesuai regulasi. Namun, tantangan utama terletak pada sistem pengelolaan keuangan yang masih manual dan belum sepenuhnya menerapkan standar akutansi syariah. Temuan penelitian ini memberikan konstribusi bagi pengembangan ilmu manajemen masjid dengan menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan, sehingga dapat mendukung optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat peradaban islam yang modern dan berkelanjutan.