cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
Perhitungan Cadangan Nikel dengan Metode Daerah Pengaruh Daerah Konsesi PT. Mukindo Mining Mandiri Hantoro Hadibroto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari- Lokasi kegiatan penelitian tugas akhir ini berada di daerah konsesi PT. Mukindo Mining Mandiri,Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara dengan koordinat X : 341500-343500dan Y : 9526000-9531000. Daerah telitian dibagi menjadi dua satuan geomorfik, yaitu dataran danperbukitan. Daerah telitian tersusun oleh beberapa satuan batuan dari tua ke muda adalah satuan peridotit, satuankonglomerat, dan satuan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian adalah kekar.Cara mengetahui kadar Ni daerah telitian, penulis mengambil contoh dari data analisa sampel dan diuji denganmetode XRD. Difraksi sinar X (X-ray Difractometer), atau yang sering dikenal dengan XRD, adalah merupakaninstrumen yang digunakan untuk mengidentifikasi material kristalin maupun non-kristalin, sebagai contohidentifikasi struktur kristalin (kualitatif) dan fasa (kuantitatif) dalam suatu bahan dengan memanfaatkan radiasigelombang elektromagnetik sinar X. Dari hasil analisa Ni dengan metode XRD, diperoleh hasil sebagai berikut :LP 91 kadar Ni 1,55%, LP92 kadar Ni 1,35%, LP 93 kadar Ni 1,65%, LP 94 kadar Ni 2,4%, LP 95 kadar Ni1,35%, dan LP 96 kadar Ni 1,7%. Dari hasil perhitungan cadangan nikel dengan metode daerah pengaruhdidapatkan hasil sebesar 1.326,108 ton.Kata-kata kunci: cadangan, nikel, daerah pengaruh
GEOLOGI DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA SEAM A1, SEAM A2, DAN SEAM B FORMASI MUARA ENIM DAERAH MUARA TIGA BESAR UTARA DAN SEAKITARNYA KECAMATAN MARAPI, KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATRA SELATAN Irwansyah Irwansyah
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.109 KB)

Abstract

SARI - Lokasi penelitian berada di daerah Muara Tiga Besar Utara, Kecamatan Merapi, Kabupaten Lahat, ProvinsiSumatra Selatan atau termasuk dalam wilayah konsesi PT Bukit Asam Tbk. Secara Geografis terletak pada 3°44‟44” -3°46‟01” Lintang Selatan 103°42‟8,4” – 103°44‟38,2” Bujur Timur. Sedangkan secara koordinat terletak pada zonaUTM 355897 mE-358997 mE dan 9585722 mE-9588972 mE dengan proyeksi UTM WGS84 48S, denganmenggunakan peta berskala 1:10.000 dengan luasan daerah 10,57 km (1057 ha). Pola Pengaliran yang berkembang didaerah penelitian adalah Subdendritik. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua bentuk asal yang dibagi lagimenjadi 3 bentuklahan. Bentuk asal denudasional dengan bentuklahannya berupa perbukitan denudasional (D). Bentukasal Human Activity dibagi menjadi 2 bentuklahan, yaitu timbunan sisa tambang (H1) dan lembah bukaan tambang(H2). Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan tidak resmi yang diurutkan dari tua ke muda yaitu satuanbatupasir Muara Enim, satuan batupasir tufan Muara Enim dan satuan batulempung Muara Enim. Umur ketiga satuanbatuan tersebut di analisa menggunakan fosil spora dan polen (palinologi) dengan terdapat kehadiran fosil Florschuetzialevipoli, Florschuetzia meridionalis, Florschuetzia trilobata dan Acrostichum aureum didapatkan umur batuan MiosenTengah-Miosen Akhir. Lingkungan pengendapan daerah penelitian terendapkan di lingkungan Lower Delta Plain.Struktur yang terdapat di daerah penelitian berupa lipatan Antiklin Muara Tiga Besar. Berdasarkan hasil analisalingkungan pengendapan lapisan pembawa batubara dari tiga aspek (fisik, kimia dan biologi), didapatkan bahwa lapisanpembawa batubara tersebut diendapkan pada lingkungan Lower Delta Plain dengan lingkungan pengendapan batubaraberupa Marsh yang terendapkan di pinggir danau ataupun laut. Rawa gambut tersebut terendapkan pada fase limnic.Kata-kata kunci: lower delta plain, subdendritic, limnic, marsh2
ANALISIS FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN PADA FORMASI TALANGAKAR, LAPANGAN “JENTA”, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN BERDASARKAN DATA SUMUR Muhammad Cito Giovaldo
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI- Lapangan “JENTA” terletak pada daerah operasional milik PT.Petrochina Internasional Jabung Ltd. Tepatnyapada Blok Jabung Jambi,Cekungan Sumatera Selatan. Penelitian ini di fokuskan pada Formasi Talangakar.Terdapat 4sumur yang di gunakan untuk melakukan penelitian, Sumur CG-2 merupakan sumur kunci atau sumur acuan dalampenelitian ini. Dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Fasies dan Lingkungan pengendapan pada daerahpenelitian. Data yang di gunakan untuk menganalisis berupa data Wireline Log dan Mudlog. Berdasarkan hasilpenelitian yang telah di lakukan di dapatkan bahwa litologi penyusun Formasi Talangakar atas berupa batu lempungperselingan batupasir dan batu lanau, sedangkan pada Formasi Talangakar bagian bawah tersusun atas Batupasirdengan sisipan batulempung dan batubara. Formasi Talangakar pada Lapangan JENTA terdiri atas 5 System Tract yaituLowstand System Tract, Transgressive System Tract-1, Transgressive System Tract -2, Highstand System Tract-1 dan Highstand System Tract-2 serta di batasi oleh Marker Stratigrafi yang tediri dari JENTA juga terdiri dari 4 marker yaituSequence Boundary-1, Transgressive Surface-1, Transgressive Surface-2 Maximum Flooding Surface-1, dan MaximumFlooding Surface-2 dan 6 Flooding Surface.Hasil analisis tiap sumur di dapatkan Fasies Pengendapan berupa BraidedChannel, Meandering Channel, Floodplain,Crevasse splay, Distributary Channel,Distributary Mouthbar dan Delta front.Asosiasi fasies ini menunjukkan bahwa lapangan Jenta berada di lingkungan pengendapan Braided River,MeanderingRiver,Delta Plain hingga sampai ke Deltafront. Kata - kata kunci: Electrofacies,Lingkungan pengendapan, Formasi Talangakar, Cekungan Sumatera Selatan
GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK SESAR NAIK DAERAH PILANGREJO DAN SEKITARNYA KECAMATAN JUWANGI, KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH Satrio Esti Hapsoro
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.132 KB)

Abstract

SARI - Daerah penelitian secara administrasiberada di daerah Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, KabupatenBoyolali, Provinsi Jawa Tengah.Secara geografis daerah penelitian berada pada koordinat469380 mE – 474380mE dan 9199220 mN – 9205800 mN UTM (Universal Transverse Mercator) WGS 1984 zona 49S. Luas daerahtelitian 6,6 km x 5 km dengan skala 1:20.000. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga bentukanasal dan delapan bentuklahan, yaitu: a. Bentukan asal struktural terdiri atas satuan bentuklahan perbukitanhomoklin (S1), perbukitan lipatan dan sesar (S2).b. Bentukan asal denudasional terdiri atas satuan bentuklahanbukit terkikis (D1). c. Bentukan asal fluvial dengan satuan bentuklahan tubuh sungai aluvial stream (F1), tubuhsungai bedrock stream (F2), dataran limpah banjir (F3), point bar (F4) dan dataran aluvial (F5). Stratigrafidaerah penelitian berdasarkan kesatuan ciri litologi yang dominan, dapat dikelompokkan menjadi lima satuanlitostratigrafi tak resmi. Dari tua ke muda yaitu satuan napal Pelang (Oligosen Akhir-Miosen Awal), satuanbatupasir-gampingan Kerek (Miosen Tengah), satuan batulempung-gampinganKerek (Miosen Tengah-MiosenAkhir), satuan napal-lempungan Kalibeng (Miosen Akhir-Pliosen Awal), dan satuan endapan aluvial (Holosen).Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian terdiri dari sesar naik, sesar mendatar dan lipatan yangberhubungan dengan jalur anjakan- lipatan pada back-arc basin akibat tektonik kompresi dengan tegasanberarah utara – selatan yang berlangsung pada kala Pliosen Akhir sampai Awal Plistosen. Sesar naik daerahtelitian merupakan sistem sesar anjak dengan sistem imbrikasi kedepan, dimana pengakomodasian pergeseransesar utama didistribusikan ke sesar-sesar yang lebih kecil pada bagian depan sehingga besar dan arahpergeseran menjadi konsisten. Pergeseranyang signifikan berada pada sesar Kalimati di bagian selatan sebagaisesar yang pertama kali terbentuk /paling tua. Hasil restorasi penampang seimbang penampang A-A‟ didapatkannilai pemendekan sebesar 46 %, keterakan 0,46 dan rasio kontraksi 0,54. Dari hasil uji pemodelan sandboxdiketahui bahwa sesar naik Kalimati terbentuk pada 3,09 juta tahun lalu dengan kecepatan pergerakan sesar0,0033 cm/tahun, sesar naik Sambeng terbentuk pada 2,88 juta tahun lalu dengan kecepatan pergerakan sesar0,0032 cm/tahun dan sesar Pilangrejo terbentuk pada 2,41 juta tahun lalu dengan kecepatan pergerakan sesar0,0032 cm/tahun. Kata kunci : aluvial stream, bedrock stream, point bar, sesar naik, sesar mendatar, lipatan
GEOLOGI DAN STUDI FASIES BATUGAMPING FORMASI WONOSARI DAERAH BATURETNO DAN SEKITARNYA KECAMATAN DAMPIT, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR Muhammad Reza Kurniadi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2645.66 KB)

Abstract

Sari - Secara administratif daerah penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Dampit, Malang, ProvinsiJawa Timur. Secara geografis terletak pada koordinat UTM 695000 mE - 670000 dan 9083000 mE – 9088000mE, zona UTM 49S lembar Turen dengan skala 1: 12.500. Luas daerah penelitian yaitu 25 km² dengan panjang5 km dan lebar 5 km.Secara fisiografi daerah penelitian termasuk dalam zona Pegunungan Selatan Jawa Timur.Berdasarkan analisa deskriptif dari morfologi bentang alam yang ada, daerah penelitian dibagi menjadi 4bentukan asal yaitu fluvial, vulkanik, denudasional, dan struktural. Dan dibagi menjadi empat bentuklahan yaituTubuh Sungai (F2), Perbukitan Struktural (S2), Perbukitan Vulkanik (V1), Perbukitan Terkikis Sedang (D1),dan Lereng Vulkanik Landai (V3). Pola pengaliran daerah penelitian terdiri dari dua pola diantaranya subdendritik(SD)dansub-paralel(SP)Berdasarkanhasilpengamatanlapangandananalisalaboratorium,daerahpenelitiandapatdibagimenjadilimasatuanlitostratigrafi tidak resmi dengan urutan dari tua ke muda sebagai berikut: Satuan breksivulkanikMandalika (Oligosen Akhir-Miosen Awal, Samodra dkk, 1992), Satuan breksipiroklastik Wuni (Miosen Awal,Samodra dkk, 1992), Satuan konglomerat Nampol (Miosen Tengah, Samodra dkk, 1992), Satuan batugampingWonosari (Miosen Tengah-Miosen Akhir, N12-N17) dan Satuan endapan aluvial (Holosen-Resen).Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian terdiri yaitu struktur sesar normal slip fault dengan namasesar genteng. Struktur sesar tersebut mempunyai arah tegasan relatif barat laut-tenggara (NW-SE).Potensi geologi positif yaitu adanya geowisata dan penambangan batugampng. Lalu potensi geologi negatifberupa gerakan tanah (tipe earth flow) dan kerusakan singkapan geologi. Asosiasi fasies batugamping Wonosari pada daerah telitian antara lain adalah asosiasi fasies Mudstone –Packstone Restricted Circulation Marine on Platform Interior, asosiasi fasies Packstone and Grainstone OpenMarine on Platform Interior, asosiasi fasies Framestone Open Marine on Platform Interior (Wilson, 1975).Interpretasi lingkungan pengendapan satuan batugamping Wonosari pada daerah telitian adalah lingkunganrestricted circulation marine dan open marine (Wilson, 1975) merupakan lingkungan platform interior yangberada di belakang barrier reef. Kata-kata kunci : fasies, Mudstone, Pacstone, Framestone, Grainstone.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BATUAN DASAR TERHADAP KADAR Ni PADA ZONA LATERIT DI DAERAH WULU, KABUPATEN BUTON TENGAH, SULAWESI TENGGARA Richelin Eksa Jeremiarta; Sutarto Sutarto; Jatmika Setiawan; Faried Ardian P.
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian ini terletak di Pulau Kabaena yang merupakan suatu pulau yang kaya akan sumber daya nikel. Daerah penelitian masuk ke dalam formasi kompleks ultramafik yag terdiri dari batuan-batuan ultramafik, seperti peridotite, dunite dan serpentinite. Pada daerah penelitian yang merupakan daerah pertambangan ditemukannya kadar nikel yang berbeda-beda pada tiap bukaan tambang (pit) sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan kadar nikel pada saat dilakukannya ore getting. Didapatkan hasil dari kadar nikel yang termasuk low grade hingga high grade, dari adanya perbedaan kadar tersebut menyebabkan adanya beberapa tumpukan material dari ore getting memiliki kadar yang kecil sehingga tidak dapat untuk dikirim ke smelter. Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar nikel adalah batuan dasar. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh karakteristik batuan dasar terhadap kadar nikel pada endapan nikel laterit. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah dengan melakukan survey lapangan secara langsung mencakup pengambilan data litologi dan data hasil pemboran dari daerah penelitian. Data pemboran yang digunakan berjumlah 5 titik bor pada tiap daerah dengan jenis batuan dasar yang berbeda. Penelitian ini menggunakan analisis petrografi dan analisis geokimia menggunakan XRF (X-Ray Fluorescence). Daerah penelitian memiliki tiga satuan batuan yang berumur Kapur Awal (79 – 137 jtl) yaitu, Satuan Dunite Wulu, Satuan Peridotite Wulu, dan Satuan Serpentinite Wulu. Dari hasil analisis geokimia adanya unsurunsur geokimia utama (major) seperti Ni, Fe, SiO2, dan MgO. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa batuan dasar dunite memiliki kadar Ni paling tinggi dibandingkan dengan batuan dasar peridotite dan serpentinite dengan kadar Ni pada zona limonit 0,95%, pada zona saprolit sebesar 1,60% dan pada zona batuan dasar sebesar 0,54%, dengan kadar Ni tertinggi pada daerah berlitologi dunite yang pernah didapat sebesar 2,71%. Pada batuan dasar peridotite didapatkan pada zona limonit mengandung Ni sebesar 0,92%, pada zona saprolit sebesar 1,29% dan pada zona batuan dasar sebesar 0,53%. Pada batuan dasar serpentinite didapatkan pada zona limonit mengandung Ni sebesar 0,86%, pada zona saprolit sebesar 1.23% dan pada zona batuan dasar sebesar 0,49%. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa batuan dasar memiliki peranan penting dalam tinggi-rendahnya kadar Ni, sehingga dengan batuan dasar yang berbeda maka kadar Ni yang terbentuk juga akan berbeda.
STUDI DEFORMASI PERMUKAAN PUNCAK GUNUNG MERAPI PADA TAHUN 1993 – 1995, DI PERBATASAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH Gary Artha Widyananda; Dwi Fitri Yudiantoro; Intan Paramita Haty; Nurnaning Aisyah
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara geografis, lokasi penelitian terletak pada koordinat X1: 438120mE; Y1: 9167090mN; X2: 439750mE; Y2: 9167090mN; X3: 439750mE; Y3: 9165680mN; dan X4: 438120mE; Y4: 9165680mN. Penelitian menggunakan data sekunder, data deformasi telah diperoleh melalui pengukuran GPS pada periode 1993-1995(Beauducel, 1998) berupa koordinat dan vektor perpindahan titik GPS puncak pada periode 1993-1995, data tersebut menunjukkan pola deformasi yang tidak simetris. Bersumber pada penelitian oleh Aisyah dkk (2018), menerangkan deformasi tidak simetris tahun 2006 dan 2010 yakni dengan penggunaan metode kombinasi block movement serta inflasi sumber tekanan, maka pada periode 1994-1995 dapat dijelaskan menggunakan metode yang sama, sementara itu pada periode 1993-1994 hanya diterapkan inflasi sumber tekanan. Geomorfologi yang terdapat di puncak Gunung Merapi adalah bentuk asal vulkanik, dengan bentuk lahan berupa lereng aliran lava (V1), lereng endapan aliran piroklastik (V2), kawah (V3) serta kubah lava (V4). Pola pengaliran yang berkembang yakni radial sentrifugal. Diskontinuitas struktural pada puncak Gunung Merapi berupa rekahan dan batas antara bekas aliran lava. Vulkanostratigrafi (sumber erupsi) pada puncak Gunung Merapi dapat dibagi menjadi Merapi Tua (Satuan Aliran Lava Andesit Piroksen Merapi 2) dan Merapi Muda (Satuan Aliran Lava Andesit Piroksen Merapi 3, Satuan Endapan Aliran Piroklastik Muda dan Guguran Merapi, serta Satuan Aliran Lava Andesit Piroksen Merapi 4). Terdapat dua blok yang bergerak secara signifikan, masing-masing diperkirakan bergerak ke arah barat laut dan selatan-barat daya. Perkiraan lokasi sumber tekanan pada periode 1993-1994 yakni 600 m di bawah puncak Gunung Merapi, sementara itu pada periode 1994-1995 sekitar 740 m dibawah puncak. Pada periode 1993-1994 diestimasikan total nilai perubahan volume injeksi magma yakni sebesar 80.8 x, sedangkan periode 1994-1995 total perubahan volume injeksi magma diperkirakan sebesar 90.8 x. Pergerakan blok ke arah barat laut dan selatan-barat daya disebabkan perubahan volume serta tekanan pada sumber, yang dikontrol oleh diskontinuitas struktural di sekitar puncak berupa rekahan maupun batas antara bekas aliran lava, di bagian barat laut berupa batas antara aliran lava 1957 dan 1888, selanjutnya di bagian selatan yakni batas antara lava 1911-1913 dan lava 1888-1909.
GEOLOGI DAN PENGEMBANGAN GEOWISATA PADA DAERAH TEMANGGAL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TEMPURAN, KABUPATEN MAGELANG, PROVINSI JAWA TENGAH Muhammad Ridho
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v7i2.5223

Abstract

SARI – Daerah penelitian terletak di Desa Temanggal dan sekitarnya, Kecamatan Tempuran, KabupatenMagelang, Provinsi Jawa Tengah. Dengan koordinat UTM (Universal Transverse Mecator) 402000-407000 mEdan 9167000-9172000 mN. Daerah penelitian memiliki luas 5x5 km dengan skala peta 1:12.500. Metodepenelitian adalah dengan melakukan pemetaan geologi permukaan, kemudian dilakukan analisa laboratoriumdan studio untuk menghasilkan peta lintasan, peta geomorfologi, peta pola pengaliran, peta geologi, dan poster geowisata, yang berdasarkan data lapangan dan laboratorium yang mendukung. Pola pengaliran yang terdapatdi daerah penelitian yaitu Subdentritik, Paralel, dan Subparalel. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiriatas Perbukitan Vulkanik Tengah (V1), Lereng Vulkanik Tengah (V3), dan Lembah Vulkanik (V2). Stratigrafidaerah penelitian dari tua ke muda terdiri atas Satuan Breksi Piroklastik Sumbing tua, dan Satuan Satuan TuffPiroklastik Sumbing Tua. Semua satuan batuan/endapan tersebut memiliki umur geologi Kuarter dengan diprelatif kerarah tenggara (sesuai dengan arah kemiringan lereng gunungapi pada daerah penelitian). Potensigeologi positif daerah penelitian yaitu Bukit Asri Kertojoyo, Bukit Kembar Gunung Payung, Curug Bujed, danNirwana Loka Jaya Sikapat.Kata-kata kunci : Geologi, Geowisata, Vulkanik, Magelang
GEOLOGI DAN STUDI PROVENAN BATUPASIR FORMASI JATEN, DAERAH PANDEAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN DONGKO, KABUPATEN TRENGGALEK, PROVINSI JAWA TIMUR Elian Mukti Prabowo; Sugeng Widada; Ediyanto Ediyanto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian secara administratif berada di daerah Pandean dan sekitarnya, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. X: 557250 mE – 562250 mE dan Y: 9089000 mN – 9094000 mN. Luas daerah penelitian 5 km2. Metode penelitian yang digunakan yaitu akuisi, analisis, dan sintesis. Pola pengaliran di daerah penelitian yaitu subtrellis, subparallel. Bentuk lahan di daerah penelitian yaitu lereng structural (S1), perbukitan struktural (S2), lembah structural (S3), tubuh sungai (F1). Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda yaitu Satuan breksi-vulkanik – Mandalika berumur Oligosen akhir – Miosen awal,Satuan batugamping – Campurdarat Miosen awal (N4-N8), Satuan batupasir – Jaten Miosen awal (N8), dan endapan Aluvial. Struktur geologi yang berkembang left slip fault. Studi mengenai provenance dilakukan dengan mengambil sample batuan pada. Satuan batupasir – Jaten yang kemudian dilakukan analisis petrografi. Hasil plot diagram QFL dan QmFLt pada sample batupasir Satuan Batupasir Jaten pada daerah telitian menunjukan menunjukan bahwa sumber batupasir pada Satuan Batupasir Jaten termasuk ke lingkungan Volcanic Island Arc dengan sublingkungan Dissected Arc. Hasil plot diagram QpLvLs dan QmPK Model tektonik kedudukan batuan asal Satuan Batupasir Jaten berasal dari zona Arc Orogen Sources dengan tingkat maturity batupasir sedang. Hasil plot paleoclimate menggunakan diagram QFL Paleoclimate pada daerah telitian diketahui bahwa sebagian besar sumber batuan asal berasal dari iklim semi-arid atau semi-kering.
FASIES FORMASI LEMAT, DAERAH LUBUK LAWAS, KECAMATAN BATANG ASAM, KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT, PROVINSI JAMBI Sapto Kis Daryono
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v7i2.5218

Abstract

SARI – Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat (UTM-WGS84 zona 48 S) 270250-273350mT dan9874380mU. Sedangkan secara administratif daerah penelitian masuk ke dalam wilayah Kecamatan Batang Asam,Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Berdasarkan analisis aspek-aspek geomorfologi pada daerah penelitian dibagimenjadi lima satuan bentuk lahan, antara lain satuan bentuk lahan perbukitan sesar bergelombang (S1), perbukitanhomoklin berlereng miring (S2), perbukitan homoklin berlereng landai (S3), tubuh sungai (F1), gosong tepi sungai (F2).Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi enam satuan batuan dari tua ke muda yaitu satuan metabatupasirMentulu, satuan batupasir-kuarsa Lemat, satuan konglomerat Lemat, satuan batupasir-kerikilan Lemat, satuan batulanauAnggota Benakat, satuan batupasir Talangakar. Struktur yang berkembang pada daerah penelitian berupa kekar dengantegasan baratlaut-tenggara dan timurlaut- baratdaya. Terdapat tiga pola sesar yaitu sesar berarah timurlaut-baratdaya,sesar yang berarah baratlaut-tenggara, dan sesar yang relatif berarah barat barat laut-timur tenggara. Potensi pada daerahtelitian antara lain potensi negatif berupa gerakan massa potensi positif berupa tambang batubara dan batupasir kuarsa.Analisis fasies dilakukan pada masing-masing satuan batuan Formasi Lemat. Pada satuan batupasir-kuarsa Lematdijumpai elemen arsitektural berupa channel (CH), sand bedform (SB), floodplain (FF), lateral accretion (LA). PadaSatuan konglomerat dijumpai elemen arsitektural sediment gravity flows (SG) dan gravel bar (GB), sand bedform (SB).Pada satuan batupasir-kerikilan Lemat dijumpai elemen channel (CH), lateral accretion (LA), dan floodplain (FF),sedangkan pada satuan batulanau Anggota Benakat dijumpai elemen abandoned channel FF(CH).Kata-kata kunci : Formasi Lemat, Fasies

Page 11 of 22 | Total Record : 219