cover
Contact Name
Putu Dwi Larashati
Contact Email
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Phone
+62361-426450
Journal Mail Official
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Terpadu
ISSN : 25498479     EISSN : 2685919X     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan diataranya : 1. Kesehatan Masyarakat 2. Ilmu Gizi 3. Perekam Informasi Kesehatan 4. Fisioterapi Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober
Articles 151 Documents
Efektivitas Intervensi Fisioterapi Multimodal Selama Enam Bulan pada Pasien Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS): Laporan Kasus Diahputri, Ni Made Nuari; Melani Karang, Ni Nyoman; Meka Raini, Putu Ayu
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang melibatkan upper motor neuron (UMN) dan lower motor neuron (LMN) tanpa gangguan sensorik, ditandai dengan adanya kelemahan dan atrofi otot, disartria, serta disfagia. Insiden global berkisar 1-2 kasus per 100.000 orang pertahun dengan prevalensi sekitar 6 per 100.000 populasi. Fisioterapi berperan penting melalui pendekatan multimodal yang mencakup latihan penguatan submaksimal, latihan aerobik intensitas rendah, balance training, respiratory muscle training (RMT), dan stretching. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi fisioterapi multimodal selama enam bulan terhadap fungsi dan kualitas hidup pasien ALS. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah laporan kasus yaitu suatu metode deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan secara sistematis dan komprehensif mengenai kondisi klinis pasien. Laporan kasus ini telah memperoleh persetujuan dari pasien, dan informed consent tertulis telah diperoleh. Hasil: Evaluasi menggunakan ALSFRS-R menunjukkan adanya penurunan skor sesuai progresi alami penyakit, dari nilai awal 34/48 menjadi 32/48 setelah enam bulan intervensi. Nilai FSS tetap stabil pada skor 4/7. Uji 6MWT menunjukkan penurunan daya tahan dari 320meter menjadi 270meter yang mengindikasikan penurunan ringan. Penilaian keseimbangan melalui TUG meningkat dari 14 detik menjadi 18 detik, sedangkan BBS sedikit menurun dari 42/56 menjadi 41/56. Pemeriksaan MMT menunjukkan penurunan minimal kekuatan otot ekstremitas setalah enam bulan intervensi. Kesimpulan: Meskipun tidak menghentikan progresivitas penyakit, fisioterapi multimodal berkontribusi dalam mempertahankan kapasitas fungsional dan memperlambat penurunan fungsi, sehingga intervensi fisioterapi ikut berperan dalam menjaga kualitas hidup pasien ALS
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Proximal Femoral Nail Anti-Rotation (Pfna) di Rsud Bali Mandara: Studi Kasus Natasya Talia Kadakolo; I Nyoman Juwitasunu; Ida Bagus Acarya Putra; Gusi Ayu Indah Yudira Putri; Ni Made Rininta Adi Putri; I Gede Adi Sudewa
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur intertrochanter femur merupakan salah satu jenis fraktur pada bagian proksimal femur yang sering terjadi akibat trauma jatuh, terutama pada individu dengan kepadatan tulang yang rendah. Penanganan fraktur ini umumnya dilakukan melalui tindakan operasi menggunakan metode Proximal Femoral Nail Antirotation (PFNA) untuk memberikan stabilitas tulang dan memungkinkan mobilisasi dini. Rehabilitasi fisioterapi memiliki peran penting dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, serta memulihkan fungsi gerak pasien pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penatalaksanaan fisioterapi pada pasien pasca operasi PFNA akibat fraktur intertrochanter femur. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 49 tahun yang menjalani rehabilitasi di RSUD Bali Mandara. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) untuk menilai intensitas nyeri, Manual Muscle Testing (MMT) untuk menilai kekuatan otot, serta goniometer untuk mengukur lingkup gerak sendi hip. Intervensi fisioterapi yang diberikan meliputi latihan penguatan otot, latihan lingkup gerak sendi, serta pemberian modalitas infrared dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri dari skor 3/10 menjadi 2/10 berdasarkan NPRS. Kekuatan otot pada regio hip tetap stabil dengan skor 4/5 berdasarkan MMT, sedangkan lingkup gerak sendi hip tidak menunjukkan perubahan yang signifikan setelah intervensi. Meskipun pasien telah memasuki fase kronik pasca operasi selama 6 bulan, pasien masih mengalami nyeri ringan dan keterbatasan mobilitas sendi. Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan fisioterapi pasca operasi PFNA memberikan dampak positif dalam menurunkan nyeri dan mempertahankan kekuatan otot, namun pemulihan fungsi sendi masih memerlukan rehabilitasi yang berkelanjutan
Tantangan Diagnosis dan Terapi Pada Pleuritis dengan Haemoptoe: Sebuah Laporan Kasus I Made Bayu Sanjaya Sanjaya; Samantha Celena Triadi; Ancella Soenardi Sudartan; Dieci Zevrianty; Muhammad Arismunandar; Wilson Arthur Zein
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tantangan Diagnosis dan Terapi pada Pleuritis dengan Haemoptoe: Sebuah Laporan Kasus.Pleuritis merupakan inflamasi pada pleura parietalis yang ditandai dengan nyeri pleuritik dan memiliki spektrum etiologi yang luas. Diagnosis pada fase awal sering menantang karena gejala klinis yang tidak spesifik, sedangkan penatalaksanaan memerlukan pendekatan individual sesuai penyebab yang mendasarinya. Artikel ini melaporkan kasus seorang laki-laki berusia 38 tahun dengan keluhan sesak napas, nyeri dada kanan, haemoptoe, dan demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan hemitoraks kanan lebih kecil, gerakan dinding dada kanan tertinggal, perkusi pekak, dan penurunan suara napas pada hemitoraks kanan. Radiografi toraks memperlihatkan deviasi trakea dan mediastinum ke kanan dengan opasitas menyeluruh pada hemitoraks kanan, disertai bercak radioopak pada paru kiri. Ultrasonografi menegaskan adanya efusi pleura kanan dengan volume minimal dan penebalan pleura. Pemeriksaan penunjang diperkuat dengan hasil Tes Cepat Molekuler yang negatif. Kasus ini menyoroti tantangan diagnostik pleuritis karena gambaran klinis dan radiologis dapat menyerupai berbagai etiologi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi klinis yang komprehensif melalui integrasi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi untuk menegakkan diagnosis serta menentukan tata laksana yang tepat sesuai penyebab yang mendasarinya
Studi Bibliometri: Profil Farmakokinetika pada Obat Golongan Antikanker Payudara Ni Ketut Sri Bintang Pratiwi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perkembangan penelitian terkait profil farmakokinetika obat antikanker pada kanker payudara menggunakan pendekatan studi bibliometrik. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, jurnal inti, kontribusi negara, serta fokus tema penelitian yang berkaitan dengan farmakokinetika terapi kanker payudara. Data diperoleh dari basis data PubMed pada rentang tahun 2020 hingga 2025 menggunakan metode pencarian Boolean dengan filter free full text serta jenis artikel Systematic Review dan Randomized Controlled Trial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan tren publikasi tahunan, distribusi negara, dan jaringan keterkaitan kata kunci. Hasil analisis menunjukkan tren peningkatan publikasi dari tahun 2020 hingga 2025, dengan jumlah publikasi masing-masing sebanyak 1 artikel pada tahun 2020 dan 2021, 2 artikel pada tahun 2022, 7 artikel pada tahun 2023, 6 artikel pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 7 artikel pada tahun 2025. Analisis Hukum Bradford menunjukkan bahwa jurnal inti yang paling produktif dalam bidang ini adalah BMC Cancer, Cancer Treatment Reviews, ESMO Open, American Journal of Cancer, dan Annals of Translational Medicine. Berdasarkan peta country scientific production, kontribusi publikasi tertinggi berasal dari Italia sebanyak 87 publikasi, diikuti Cina sebanyak 74 publikasi, dan Amerika Serikat sebanyak 22 publikasi. Analisis kata kunci menunjukkan fokus utama penelitian pada terapi HER2-targeted, khususnya trastuzumab deruxtecan, serta keterkaitan erat dengan studi klinis pada pasien perempuan. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan peningkatan tren publikasi farmakokinetika obat antikanker payudara periode 2020–2025, dengan fokus utama pada terapi HER2-targeted seperti Trastuzumab deruxtecan, yang menandakan berkembangnya riset antibody-drug conjugates dalam terapi kanker payudara
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Tyas Syaluna Afwah; Ribka S. Panjaitan; Rizqa Wahdini
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin. Diabetes melitus memiliki potensi mempengaruhi berbagai organ di dalam tubuh, yang disebut sebagai komplikasi. Peripheral Artery Disease (PAD) ialah bentuk komplikasi makrovaskular dari diabetes. Untuk mencegah terjadinya PAD yaitu dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Pencegahan dan deteksi dini pada penyakit ini, yaitu pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) merupakan metode yang dapat diterapkan guna mendeteksi PAD. Tujuan: mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan nilai ABI pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Metode: penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 72 responden. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan nilai ABI diukur menggunakan alat Doppler. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: mayoritas responden memiliki aktivitas fisik dalam kategori sedang sebesar 65,3% dengan nilai ABI dalam kategori normal sebesar 58,3%. Penelitian dilakukan menggunakan uji Spearman Rank yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan nilai ABI dengan koefisien korelasi r=0,426 (p-value=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, maka semakin baik nilai ABI pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan vaskular dan mencegah komplikasi pada pasien diabetes.
Laporan Kasus: Tata Laksana Fisioterapi Pada Parkinsonisme Sekunder Akibat Lesi Sistem Saraf Pusat Luh Putu Ayu Vitalistyawati; I Gede Agus Vidi Kristiawan; Ni Made Ayu Pramesta Utari; Ni Luh Putu Wina Darmayanti; Bagus Gede Rama Asta Bhasita; I Made Astika Yasa; I Made Aditya Prawira Arthawan
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Parkinsonisme sekunder dapat disebabkan oleh lesi struktural pada sistem saraf pusat, seperti infark lakunar atau space occupting lesion (SOL), yang mengganggu jaringan otak terkait fungsi motorik. Kasus ini melaporkan tata laksana fisioterapi pada pasien dengan parkinsonisme sekunder akibat infark lakunar di kapsula interna dan korona radiata kiri. Metode: Seorang wanita berusia 70 tahun dengan riwayat infark, operasi astrositoma, dan diagnosis parkinson sejak 2014 menjalani pemeriksaan fisioterapi meliputi Manual Muscle Testing (MMT), Range of Motion (ROM,) Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Ashworth Scale, dan Parkinson’s Disease Questionnaire (PDQ-39). Intervensi meliputi infrared, TENS, Active ROM Exercise, Bridging Exercise, Mobilization Training, dan Postural Correction yang dilakukan secara berkala di rumah dan satu kali di rumah sakit. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Setelah tindakan fisioterapi, tidak terdapat peningkatan signifikan pada kekuatan otot (MMT), lingkup gerak sendi (ROM), atau skor nyeri (NPRS). Tonus otot tetap pada skor Ashworth 2. Namun, skor kualitas hidup (PDQ-39) menunjukkan sedikit perbaikan dari 72,8% menjadi 70,45% mengindikasikan stabilitas fungsi meskipun dalam kategori gangguan kualitas hidup yang tinggi. Simpulan: Fisioterapi berperan dalam mempertahankan fungsi dan mencegah progresi disfungsi pada pasien parkinsonisme sekunder. Meskipun tidak terjadi peningkatan kekuatan otot atau ROM, intervensi memberikan kontribusi terhadap stabilitas kondisi fungsional dan kualitas hidup pasien
Efektivitas Peer Education dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Awal Sekolah Dasar Di Kecamatan Denpasar Barat Luh Putu Eka Suryani S; siswanto Pabidang; Anas Rahmad Hidayat; Sumarmi; Fitriani Mediastuti
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kesehatan reproduksi pada remaja di Bali seperti HIV pada usia remaja, ibu hamil di usia remaja dan mengidap penyakit kelamin dan kista ovarium. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan metode peer education dengan metode penyuluhan  dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan metode Quasy Eksperimen (Pretest-Posttest Control Group Desain). Teknik pemilihan sampel dengan Multistage Sampling yaitu menggabungkan teknik Simple Random Sampling dan Purposive Sampling. Teknik Analisis data dengan uji non parametrik Wilcoxon Test dan Mann Whitney Test. Jumlah populasi dalam penelitian ini 215 remaja awal sekolah dasar dengan jumlah sampel yaitu 124 remaja awal sekolah dasar yang terbagi atas 62 remaja awal sekolah dasar di SD Negeri 19 Pemecutan dan 62 remaja di SD Negeri 27 Pemecutan. Hasil analisis uji Wilcoxon dengan nilai signifikan pada masing-masing kelompok 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar sebelum dan setelah pemberian peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi dan hasil uji Mann Whitney dengan nilai signifikan 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan efektivitas peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Barat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Peer education secara keseluruhan lebih efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar dibandingkan penyuluhan.
Efektivitas Backward Walking Terhadap Fungsi Fisik Pada Knee Osteoarthritis A A I Ayesa Febrinia Adyasputri; Putu Ayu Meka Raini; I Dewa Gede Alit Kamayoga
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knee osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik secara signifikan. Terapi latihan non-farmakologis, khususnya backward walking, memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita. Penelitian ini bertujuan untuk membuat review artikel terkait peranan efektivitas backward walking untuk meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthristis.  Penelitian ini menggunakan desain tinjauan literatur sistematis dengan pencarian artikel melalui basis data PubMed, PEDro, dan Google Scholar pada periode 2016–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi “knee osteoarthritis”, “backward walking”, “retrowalking”, dan “physical function”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi berupa randomized controlled trial dan studi komparatif dengan outcome fungsi fisik. Proses seleksi dan ekstraksi data dilakukan secara independen oleh peneliti. Sebanyak empat artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa backward walking secara signifikan meningkatkan fungsi fisik yang diukur menggunakan WOMAC dan Tes Timed Up and Go (TUG), serta menurunkan intensitas nyeri. Selain itu, latihan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps dan stabilitas postural. Dengan demikian, backward walking merupakan latihan yang efektif, aman, dan mudah diaplikasikan dalam meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthritis, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi fisioterapi berbasis bukti.
Efektivitas Kombinasi Short Foot Exercise dan Gluteus Strengthening Exercise pada Flexible Flat Foot : Literature Review Ni Nyoman Melani Karang; Aryaning Dwi Antyesti
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Flat foot atau pes planus merupakan suatu kondisi dimana medial longitudinal arch (MLA) pada kaki lebih datar yang dapat terjadi pada anak, remaja maupun dewasa. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah jika tidak ditangani dengan baik. Terapi latihan menjadi salah satu rehabilitatif yang dapat digunakan untuk flexible flat foot. Salah satu kombinasi terapi latihan yang dapat digunakan yaitu Short Foot Exercise (SFE) dan gluteus strengthening exercise. Literature review ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi SFE dan gluteus strengthening exercise terhadap individu dengan flexible flat foot berdasarkan temuan-temuan penelitian yang relevan. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini merupakan tinjauan pustaka, yang melibatkan pencarian dan peninjauan berbagai sumber terkait topik yang diperoleh melalui basis data di Google Scholar, PEDro, dan PubMed dengan kata kunci yang digunakan dalam berbagai kombinasi meliputi: “flexible flat foot,” “pes planus,” “short foot exercise,” “gluteus strengthening,” “short foot exercise for flexible flat foot,” “gluteus strengthening exercise for flexible flat foot,” “combination short foot exercise gluteus strengthening exercise for flexible flat foot.” Jumlah artikel yang ditinjau dalam penelitian ini adalah empat artikel.  Hasil: Berdasarkan hasil dari penelitian artikel sebelumnya yang telah ditelaah, kombinasi SFE dan gluteus strengthening exercise dapat menjadi salah satu pilihan rehabilitatif yang diterapkan terhadap individu dengan flexible flat foot. Dengan kombinasi ini dapat mempengaruhi navicular drop height, medial longitudinal arch, keseimbangan, kekuatan otot pada  flexible flat foot.  Kesimpulan: Kombinasi SFE dan gluteus strengthening exercise, dapat menjadi salah satu latihan yang terbukti sebagai pendekatan terapeutik yang efektif untuk penanganan flexible flat foot.
Pemberian Peregangan Statis Memperbaiki Respon Fisiologis Pada Penabuh Gangsa Desa Darmasaba Menjelang Pementasan Ni Luh Made Reny Wahyu Sari; I Made Dedi Suparsa; Putu Ayu Meka Arini; I Gede Arya Sena
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini menganalisa dampak latihan peregangan statis terhadap penurunan keluhan muskuloskeletal dan beban kerja pada penabuh gangsa di Desa Darmasaba, Badung, Bali. Gamelan Bali, khususnya Gamelan Gong Kebyar, memerlukan latihan intensif yang dapat menyebabkan keluhan muskuloskeletal akibat gerakan berulang dan postur yang statis. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimen satu grup pre-post dengan total sampel 10 penabuh gangsa, berusia 20-30 tahun. Selama 12 sesi dari Mei hingga Juni 2023, penelitian ini dilakukan pada penabuh gangsa yang akan melakukan pementasan. keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan Verbal Rating Scale (VRS) dan beban kerja diukur melalui denyut nadi kerja. Hasil Penelitian: Hasil penelitian setelah 12 kali pemberian Latihan peregangan statis pada pergelangan tangan, didapat, p=0,000 maka p<0,05 dapat diartikan hipotesis alternatif diterima bahwa adanya penurunan nyeri pada pergelangan tangan pada penabuh gangsa menunjukkan penurunan signifikan pada keluhan nyeri pergelangan tangan dengan rerata penurunan 41,9%, dan penurunan beban kerja yang ditunjukkan dengan penurunan denyut nadi setelah perlakuan. Kesimpulan: Latihan peregangan statis terbukti memperlancar sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot-otot, meningkatkan elastisitas jaringan, serta mengurangi nyeri otot. Dengan demikian, disimpulkan bahwa latihan peregangan statis efektif dalam memperbaiki respon fisiologis pada penabuh gangsa, mengurangi keluhan muskuloskeletal, dan menurunkan beban kerja. Direkomendasikan latihan peregangan statis dilakukan lebih lama dan rutin, baik sebelum, selama, maupun setelah latihan.