cover
Contact Name
Putu Dwi Larashati
Contact Email
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Phone
+62361-426450
Journal Mail Official
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Terpadu
ISSN : 25498479     EISSN : 2685919X     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan diataranya : 1. Kesehatan Masyarakat 2. Ilmu Gizi 3. Perekam Informasi Kesehatan 4. Fisioterapi Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober
Articles 142 Documents
Pemberian Peregangan Statis Memperbaiki Respon Fisiologis Pada Penabuh Gangsa Desa Darmasaba Menjelang Pementasan Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu; Suparsa, I Made Dedi; Arini, Putu Ayu Meka; Sena, I Gede Arya
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini menganalisa dampak latihan peregangan statis terhadap penurunan keluhan muskuloskeletal dan beban kerja pada penabuh gangsa di Desa Darmasaba, Badung, Bali. Gamelan Bali, khususnya Gamelan Gong Kebyar, memerlukan latihan intensif yang dapat menyebabkan keluhan muskuloskeletal akibat gerakan berulang dan postur yang statis. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimen satu grup pre-post dengan total sampel 10 penabuh gangsa, berusia 20-30 tahun. Selama 12 sesi dari Mei hingga Juni 2023, penelitian ini dilakukan pada penabuh gangsa yang akan melakukan pementasan. keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan Verbal Rating Scale (VRS) dan beban kerja diukur melalui denyut nadi kerja. Hasil Penelitian: Hasil penelitian setelah 12 kali pemberian Latihan peregangan statis pada pergelangan tangan, didapat, p=0,000 maka p<0,05 dapat diartikan hipotesis alternatif diterima bahwa adanya penurunan nyeri pada pergelangan tangan pada penabuh gangsa menunjukkan penurunan signifikan pada keluhan nyeri pergelangan tangan dengan rerata penurunan 41,9%, dan penurunan beban kerja yang ditunjukkan dengan penurunan denyut nadi setelah perlakuan. Kesimpulan: Latihan peregangan statis terbukti memperlancar sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot-otot, meningkatkan elastisitas jaringan, serta mengurangi nyeri otot. Dengan demikian, disimpulkan bahwa latihan peregangan statis efektif dalam memperbaiki respon fisiologis pada penabuh gangsa, mengurangi keluhan muskuloskeletal, dan menurunkan beban kerja. Direkomendasikan latihan peregangan statis dilakukan lebih lama dan rutin, baik sebelum, selama, maupun setelah latihan.
Efektivitas Intervensi Fisioterapi Multimodal Selama Enam Bulan pada Pasien Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS): Laporan Kasus Diahputri, Ni Made Nuari; Melani Karang, Ni Nyoman; Meka Raini, Putu Ayu
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang melibatkan upper motor neuron (UMN) dan lower motor neuron (LMN) tanpa gangguan sensorik, ditandai dengan adanya kelemahan dan atrofi otot, disartria, serta disfagia. Insiden global berkisar 1-2 kasus per 100.000 orang pertahun dengan prevalensi sekitar 6 per 100.000 populasi. Fisioterapi berperan penting melalui pendekatan multimodal yang mencakup latihan penguatan submaksimal, latihan aerobik intensitas rendah, balance training, respiratory muscle training (RMT), dan stretching. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi fisioterapi multimodal selama enam bulan terhadap fungsi dan kualitas hidup pasien ALS. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah laporan kasus yaitu suatu metode deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan secara sistematis dan komprehensif mengenai kondisi klinis pasien. Laporan kasus ini telah memperoleh persetujuan dari pasien, dan informed consent tertulis telah diperoleh. Hasil: Evaluasi menggunakan ALSFRS-R menunjukkan adanya penurunan skor sesuai progresi alami penyakit, dari nilai awal 34/48 menjadi 32/48 setelah enam bulan intervensi. Nilai FSS tetap stabil pada skor 4/7. Uji 6MWT menunjukkan penurunan daya tahan dari 320meter menjadi 270meter yang mengindikasikan penurunan ringan. Penilaian keseimbangan melalui TUG meningkat dari 14 detik menjadi 18 detik, sedangkan BBS sedikit menurun dari 42/56 menjadi 41/56. Pemeriksaan MMT menunjukkan penurunan minimal kekuatan otot ekstremitas setalah enam bulan intervensi. Kesimpulan: Meskipun tidak menghentikan progresivitas penyakit, fisioterapi multimodal berkontribusi dalam mempertahankan kapasitas fungsional dan memperlambat penurunan fungsi, sehingga intervensi fisioterapi ikut berperan dalam menjaga kualitas hidup pasien ALS