cover
Contact Name
Putu Dwi Larashati
Contact Email
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Phone
+62361-426450
Journal Mail Official
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Terpadu
ISSN : 25498479     EISSN : 2685919X     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan diataranya : 1. Kesehatan Masyarakat 2. Ilmu Gizi 3. Perekam Informasi Kesehatan 4. Fisioterapi Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober
Articles 132 Documents
KOMBINASI BOSU BALL EXERCISE DAN CORE STABILITY EXERCISE DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN DENGAN KONDISI OSTEOARTHRITIS LUTUT kharisma, mulya; Daryono; Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v8i1.2993

Abstract

Latar Belakang: Osteoarthritis atau yang sering disebut masyarakat umum sebagai pengapuran sendi, merupakan suatu proses degeneratif pada persendian dan sering dijumpai di masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas kombinasi bosu ball exercise dan core stability exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pasien dengan osteoarthritis lutut. Metode:Desain penelitian ini adalah pre-posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang dipilih dengan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok penelitian dengan berjumlah 10 orang untuk masing-masing kelompok. Kelompok 1 akan diberikan intervensi bosu ball exercise + core stability exercise dan kelompok 2 hanya diberikan intervensi core stability exercise saja. Pengukuran dilakukan dengan time up and go test dan kuisioner WOMAC. Hasil: Uji paired t-test pada masing-masing kelompok didapatkan p<0,05, dan uji independent t-test p<0,05 Kesimpulan: Kombinasi bosu ball exercise dan core stability exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional pasien osteoarthritis lutut Implikasi: kombinasi intervensi ini dapat dijadikan pedoman dalam memberikan latihan pada pasien
INTRAUTERINE FETAL DEATH ASSOCIATED WITH PRETERM PREMATURE RUPTURE OF MEMBRANES AND GASTROSCHISIS FETUS: A CASE REPORT Wibawa, Satriya; Kornia, Rizky
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v8i1.2995

Abstract

Kematian janin dalam rahim (KJDR) penyumbang angka kematian perinatal terbesar yang dapat disebabkan oleh gastroschisis dan ketuban pecah dini (KPD) preterm. KPD preterm pada fetus dapat menyebabkan chorioamnionitis yang pada akhirnya menimbulkan kematian pada janin. Defek pada dinding anterior abdomen dapat menyebabkan kematian janin dikarenakan penekanan tali pusar akibat dilatasi usus akut. Gastroschisis menyebabkan KJDR adalah kejadian yang langka yakni berkisar 4.5%. Wanita berusia 25 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 28 minggu datang ke RS Puri Bunda Tabanan dengan keluhan keluar darah disertai dengan nyeri perut dan gerak janin yang menghilang sejak 1 hari sebelum masuk RS. 3 minggu sebelumnya, pasien sempat dirawat inap di RS lain dengan diagnosis KPD preterm Pasien tidak pernah melakukan pemeriksaan USG sebelumnya dikarenakan pasien seorang pedagang dengan penghasilan yang rendah. Pemeriksaan obstetri didapatkan tanda inpartu, presentasi kaki dan ketuban negatif. Hasil USG obstetri didapatkan denyut jantung janin menghilang, skor AFI 2 dan ditemukan leukositosis dari pemeriksaan lab darah. Dilakukan sectio cesaria dan ditemukan bayi meninggal dengan gastroschisis maserasi tingkat II. KPD preterm dan gastroschisis berkaitan dengan terjadinya KJDR sehingga diperlukan deteksi dini dan penatalaksanaan komprehensif yang tepat. Gastroschisis seharusnya dapat ditegakkan secara prenatal menggunakan USG obstetri, sehingga penting bagi klinisi untuk melakukan deteksi dini yang tepat agar dapat mencegah morbiditas dan mortilitas ibu dan janin.
REVIEW LITERATUR: ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP LATIHAN BLOOD FLOW RESTRICTION PADA INDIVIDU DENGAN KNEE OSTEOARTHRITIS Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Karang, Ni Nyoman Melani; Raini, Putu Ayu Meka
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4440

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering dijumpai, terutama pada populasi usia lanjut, ditandai dengan kerusakan struktural sendi dan penurunan fungsi fisik. Terdapat latihan blood flow restriction yang dapat digunakan sebagai alternatif latihan dengan pendekatan latihan beban rendah yang tetap memberikan efek terhadap adaptasi otot. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu review literature yang mencakup proses pencarian dan analisis berbagai referensi yang relevan dengan topik melalui basis data. Berdasarkan studi sebelumnya, pemberian latihan blood flow restriction dapat memberikan adaptasi fisiologis pada peningkatan kekuatan dan massa otot, aktivasi serat otot tipe II, peningkat hormon anabolik, serta perbaikan fungsi sendi dan penurunan nyeri sehingga latihan blood flow restriction metode intervensi yang efektif dan aman bagi individu dengan knee osteoarthritis (OA), terutama pada populasi lanjut usia.
Efektivitas Scapular Stabilization Exercise pada Forward Head Posture : Literature Review Karang, Ni Nyoman Melani; Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Antyesti, Aryaning Dwi; Diahputri, Ni Made Nuari
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4441

Abstract

Background: Musculoskeletal disorders are among the health problems increasingly observed across various age groups. One of the commonly encountered conditions is forward head posture (FHP). This condition has the potential to cause postural deviations, functional limitations, and musculoskeletal pain. Exercise therapy is a widely used approach to address FHP. Specifically, Scapular Stabilization Exercise (SSE) is a training method that can improve postural alignment and reduce associated symptoms. This literature review aims to analyze the effects of SSE on individuals with FHP based on findings from relevant research studies. Methods: This article was developed using a literature review methodology, which involved searching and examining various sources related to the topic obtained through databases such as Google Scholar, PEDro, and PubMed. A total of five articles were reviewed for this study. Results: Based on previous research, SSE can be an effective exercise therapy option for individuals with FHP. Conclusion: Scapular Stabilization Exercise (SSE) has proven effective as an exercise therapy approach for FHP. This intervention is known to increase Cervical Vertebral Angle (CVA), and reduce pain and disability in the short term.
PENGARUH DUAL TASK EXERCISE DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS LUTUT DERAJAT DUA Kharismawan, Putu Mulya; Daryono; Larashati, Ni Putu Dwi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4496

Abstract

Knee osteoarthritis is a degenerative condition that affects balance and functional mobility of the knee joint. The application of dual-task exercise using a Bola bosu is expected to improve these impairments. Objective: To evaluate the effectiveness of dual-task exercise in improving balance and functional ability in patients with grade II knee osteoarthritis. Methods: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 15 participants were selected using a consecutive sampling technique. Balance was measured using the Berg Balance Scale, while functional ability was assessed using the Timed Up and Go (TUG) test and the Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) questionnaire. Results: The paired t-test showed a significant improvement in balance (p = 0.001) and functional ability (p = 0.001). Conclusion: Dual-task exercise effectively improves balance and functional ability in patients with grade II knee osteoarthritis. Implications: Dual-task exercise can be considered a therapeutic option for rehabilitation programs in patients with grade II knee osteoarthritis.
Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Pelayanan Nifas Ibu di Puskesmas Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Hasri, Zulfa Nur; Dewi, Fatwa Sari Tentra; Wahdi , Amirah Ellyza; Ni Komang, Sriwisani S
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Fase nifas merupakan masa kritis bagi ibu, karena organ reproduksi sedang mengalami pemulihan dan kesiapan psikologis diperlukan untuk melanjutkan peran ibu. Meskipun penting, cakupan kunjungan perawatan nifas lengkap belum mencapai target nasional. Di Provinsi Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka Selatan, cakupan perawatan nifas masih termasuk yang terendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan perawatan nifas ibu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Penelitian ini melibatkan 120 ibu dengan anak di bawah dua tahun di wilayah Puskesmas Simpang Rimba, yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis kertas yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Responden mengisi kuesioner secara langsung. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, interval kepercayaan, uji chi-square, dan regresi logistik dengan perangkat lunak STATA. Hasil: Hanya 33,3% ibu yang menyelesaikan kunjungan pelayanan nifas yang direkomendasikan. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara aksesibilitas dan kualitas layanan dengan kunjungan pelayanan nifas (p > 0,05). Namun, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sosial berhubungan secara signifikan (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan sebagai prediktor terkuat (OR = 4,7; 95% CI: 1,95–11,48). Diskusi: Mengatasi kesenjangan pengetahuan, meningkatkan sikap, dan memperkuat dukungan keluarga dan sosial sangat penting untuk mengoptimalkan perawatan pascapersalinan. Kesimpulan: Faktor predisposisi, terutama pengetahuan dan sikap ibu, merupakan determinan paling berpengaruh dalam kunjungan pascapersalinan. Penguatan KIE dan konseling selama layanan ANC dan pascapersalinan direkomendasikan untuk meningkatkan luaran kesehatan ibu.
Pengaruh Waktu Penundaan Pemeriksaan dan Suhu Penyimpanan Specimen Darah Edta terhadap Jumlah Trombosit dan Platelet Distribution Width (PDW) Putra, I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna; Prihatiningsih, Diah
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan jumlah trombosit merupakan uji penyaring penting dalam membantu penegakan diagnosis. Namun, penundaan pemeriksaan darah utuh sering terjadi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga dapat memengaruhi stabilitas sel darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penundaan dan suhu penyimpanan terhadap jumlah trombosit dan Platelet Distribution Width (PDW). Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan posttest only control group design. Sampel darah dari 20 responden dibagi menjadi enam kelompok perlakuan berdasarkan kombinasi waktu penundaan (segera, 1 jam, 3 jam, dan 6 jam) dan suhu penyimpanan (18–27 °C dan 2–8 °C). Data dianalisis menggunakan uji general linear model.Hasil menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap nilai trombosit dan PDW. Selain itu, interaksi antara waktu penundaan dan suhu juga menunjukkan perbedaan yang signifikan. Penyimpanan pada suhu ruang menyebabkan penurunan jumlah trombosit dan peningkatan PDW seiring lamanya waktu penundaan, sedangkan penyimpanan pada suhu 4–8 °C menunjukkan perubahan yang minimal. Temuan ini menegaskan bahwa waktu dan suhu penyimpanan berperan penting dalam menjaga keandalan hasil pemeriksaan trombosit dan PDW.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Suami dengan Keikutsertaan Ibu Nifas Dalam Akseptor Kb Pasca Persalinan Di RSU Negara Devy Harmoni, Ni Wayan; Ni Ketut , Noriani; Ni Wayan Sri , Rahayuni
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KB pasca persalinan adalah pelayanan KB yang diberikan setelah persalinan sampai dengan 42 hari setelah melahirkan. Penerapan KB sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan di RSU Negara. Jenis penelitian ini merupakan analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling sebanyak 97 ibu nifas yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu memiliki suami dan kriteria eksklusi yaitu ibu nifas yang selama persalinan sampai masa nifas selesai tidak didampingi/tinggal bersama suami. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan teknik analisa bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi. Analisa bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan dengan nilai p value 0,001 < 0,05 dan nilai koefisien kontingensi 0,427. Hubungan yang signifikan ditemukan antara dukungan suami dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan dengan nilai p value 0,001 < 0,05 dan nilai koefisien kontingensi 0,461. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara pengetahuan dan dukungan suami dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan. Ibu nifas dan suami diharapkan bersama-sama mencari informasi tentang KB pasca pesalinan melalui petugas kesehatan, media sosial atau internet. Kepada institusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan dan promosi tentang KB pasca persalinan.
Pengaruh Model Sehat Mental Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah dan Kecemasan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Peserta Prolanis Kota Denpasar Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4635

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang semakin meningkat prevalensinya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Model Sehat Mental Diabetes (SEMADI) merupakan pengelolaan diabetes melitus yakni mengintegrasikan aspek psikologis dan fisik, dengan tujuan untuk memperbaiki kesejahteraan mental pasien dan membantu mereka dalam mengelola stres, kecemasan, serta memperbaiki kontrol gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penerapan model SEMADI dalam pengelolaan diabetes melitus dengan penurunan kadar gula darah serta kecemasan pada pasien. Kelompok intervensi yang diberikan Model SEMADI terjadi penurunan kecemasan signifikan secara statistik dengan p value 0,0001 (p value < 0,05) sehingga terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dilakukan intervensi dengan setelah dilakukan intervensi. Kadar gula darah kelompok intervensi terjadi penurunan signifikan secara statistik dengan nilai p value 0,012 (p value < 0,05) sehingga terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dilakukan intervensi dengan setelah dilakukan intervensi. Implementasi Model Sehat Mental Diabetes (SEMADI) efektif menurunkan kecemasan pada peserta Prolanis DMT2 lebih baik dibandingkan pemberian Prolanis konvensional. Implementasi Model Sehat Mental Diabetes (SEMADI) mengendalikan kadar gula darah pada peserta Prolanis DMT2 lebih baik dibandingkan pemberian Prolanis konvensional.
Towel Curl Exercise Meningkatkan Keseimbangan Dinamis pada Anak dengan Flat Foot Pramita, Indah; Andayani, Ni Luh Nopi; Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4854

Abstract

Flat foot atau telapak kaki datar merupakan kelainan muskuloskeletal yang ditandai dengan tidak terbentuknya arcus pedis akibat kelemahan otot intrinsik kaki. Arcus pedis memiliki peran biomekanis penting sebagai penopang berat badan dan sebagai daya ungkit (lever arm) dalam aktivitas lokomotorik. Gangguan fungsi arcus dapat menyebabkan penurunan stabilitas postural dan keseimbangan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh towel curl exercise dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada anak dengan kondisi flat foot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 10 anak. Intervensi berupa towel curl exercise. Towel curl exercise diberikan pada anak dengan menginstruksikan anak mencengkram handuk kecil dengan menggunakan jari kaki dalam posisi duduk, kemudian memindahkan handuk ke dalam wadah yang telah disediakan. Latihan diberikan selama 4 minggu, dengan frekuensi 3 kali per minggu dan setiap sesi terdiri atas 10 repetisi per set, diulang sebanyak 2 set . Penilaian keseimbangan dinamis dapat dilakukan dengan diagonal dynamic balance test. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai pre-test sebesar 44,50 dan post-test sebesar 54,00. Uji hipotesis dengan paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. Selisih rata-rata peningkatan keseimbangan dinamis tercatat sebesar 21,34%. Kesimpulan penelitian ini adalah towel curl exercise terbukti efektif meningkatkan keseimbangan dinamis pada anak dengan kondisi flat foot.