cover
Contact Name
Putu Dwi Larashati
Contact Email
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Phone
+62361-426450
Journal Mail Official
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Terpadu
ISSN : 25498479     EISSN : 2685919X     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan diataranya : 1. Kesehatan Masyarakat 2. Ilmu Gizi 3. Perekam Informasi Kesehatan 4. Fisioterapi Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober
Articles 142 Documents
Studi Fenomenologi Perilaku Pengguna Ganda Rokok (Dual User) pada Mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta Ni Komang, Sriwisani S; Retna Siwi Padmawati; Zulfa Nur Hasri
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia kini muncul tren penggunaan rokok elektrik yang salah satu dampaknya adalah risiko bertambahnya perokok ganda (dual user). Proporsi terbesar dari dual user adalah dewasa muda (18–24 th). Mahasiswa didominasi oleh kelompok dewasa muda merupakan kelompok yang berisiko memiliki perilaku merokok ketika menempuh studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku dual user di kalangan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi yang dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Informan diperoleh melalui metode snowball sampling. Informan utama terdiri dari sepuluh mahasiswa laki-laki, dan informan pendukung berjumlah enam orang yang terdiri dari tiga teman sebaya dan tiga staf vape store. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data, catatan lapangan dan member checking lalu dianalisis manual dengan metode Colaizzi. Penggunaan rokok konvensional sebelumnya mendominasi perilaku dual user di kalangan mahasiswa, yang umumnya dimulai pada usia 14-19 tahun. Motivasi mencoba rokok antara lain karena pride laki-laki dan FOMO (fear of missing out). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku perokok ganda meliputi pengaruh keluarga, teman sebaya, iklan, serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan kampus. Sebagian besar mahasiswa memiliki keinginan untuk berhenti merokok, namun terhambat oleh kecanduan nikotin. Mahasiswa memiliki pengetahuan yang kurang terkait bahaya dari dual user dan bahaya rokok elektrik. Perilaku dual user dipengaruhi oleh informasi yang diperoleh dari influencer vape di media sosial, “vapers”, dan vape store. Informasi yang disampaikan oleh pihak-pihak tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap keyakinan dan perilaku mahasiswa sebagai dual user.
Pengaruh Psikoedukasi Caregiver Terhadap Kadar Kolesterol Dan Gula Darah Lansia Di Program Bumi Asik Di Desa Puton Nurmalisyah, Fitri Firranda; Agustin Nur Imaningsih; Syahdatul Nabila Indana Zulfa; Elizha Avrilia Majidah; Reyna Tifara Febrianti; Fajar Maulana Syafiyullah; Aditya Bayu Tri Laksono
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4959

Abstract

Tingginya prevalensi gangguan metabolisme pada lansia di Indonesia, dengan data Riskesdas 2018 menunjukkan kolesterol ≥190 mg/dL sebesar 46,9%, asam urat 35,2%, dan diabetes melitus 19,6%, mendorong peneliti untuk mengkaji pengaruh terapi psikoedukasi caregiver dalam mengendalikan kadar kolesterol dan gula darah lansia di Desa Puton. Untuk itu, tim melakukan penelitian guna memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan holistik yang melibatkan aspek medis, psikologis, dan edukasi. Penelitian kuantitatif quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol melibatkan 50 caregiver di Program BUMI ASIK Desa Puton, menggunakan variabel independen tingkat pengetahuan psikoedukasi caregiver dan variabel dependen kadar kolesterol dan gula darah lansia, yang dianalisis menggunakan metode statistik multivariat dengan analisis kovarians (ANOVA) dan regresi multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 caregiver berusia 20-45 tahun dengan mayoritas berpendidikan SMP (60%), dan lansia rata- rata berusia 59-65 tahun dan gula darah lansia dalam Program BUMI ASIK di Desa Puton. Berdasarkan penelitian ini, terdapat bukti signifikan bahwa Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian psikoedukasi caregiver berpengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol dan gula darah lansia, di mana peningkatan pengetahuan caregiver berkontribusi pada penurunan kadar kolesterol dan gula darah, serta menekankan pentingnya program psikoedukasi dalam meningkatkan kualitas perawatan kesehatan lansia.
Studi Bibliometri: Profil Farmakokinetika pada Obat Golongan Antikanker Payudara Pratiwi, Ni Ketut Sri Bintang
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perkembangan penelitian terkait profil farmakokinetika obat antikanker pada kanker payudara menggunakan pendekatan studi bibliometrik. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, jurnal inti, kontribusi negara, serta fokus tema penelitian yang berkaitan dengan farmakokinetika terapi kanker payudara. Data diperoleh dari basis data PubMed pada rentang tahun 2020 hingga 2025 menggunakan metode pencarian Boolean dengan filter free full text serta jenis artikel Systematic Review dan Randomized Controlled Trial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan tren publikasi tahunan, distribusi negara, dan jaringan keterkaitan kata kunci. Hasil analisis menunjukkan tren peningkatan publikasi dari tahun 2020 hingga 2025, dengan jumlah publikasi masing-masing sebanyak 1 artikel pada tahun 2020 dan 2021, 2 artikel pada tahun 2022, 7 artikel pada tahun 2023, 6 artikel pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 7 artikel pada tahun 2025. Analisis Hukum Bradford menunjukkan bahwa jurnal inti yang paling produktif dalam bidang ini adalah BMC Cancer, Cancer Treatment Reviews, ESMO Open, American Journal of Cancer, dan Annals of Translational Medicine. Berdasarkan peta country scientific production, kontribusi publikasi tertinggi berasal dari Italia sebanyak 87 publikasi, diikuti Cina sebanyak 74 publikasi, dan Amerika Serikat sebanyak 22 publikasi. Analisis kata kunci menunjukkan fokus utama penelitian pada terapi HER2-targeted, khususnya trastuzumab deruxtecan, serta keterkaitan erat dengan studi klinis pada pasien perempuan. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan peningkatan tren publikasi farmakokinetika obat antikanker payudara periode 2020–2025, dengan fokus utama pada terapi HER2-targeted seperti Trastuzumab deruxtecan, yang menandakan berkembangnya riset antibody-drug conjugates dalam terapi kanker payudara
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Syaluna Afwah, Tyas; Panjaitan, Ribka S.; Wahdini, Rizqa
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin. Diabetes melitus memiliki potensi mempengaruhi berbagai organ di dalam tubuh, yang disebut sebagai komplikasi. Peripheral Artery Disease (PAD) ialah bentuk komplikasi makrovaskular dari diabetes. Untuk mencegah terjadinya PAD yaitu dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Pencegahan dan deteksi dini pada penyakit ini, yaitu pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) merupakan metode yang dapat diterapkan guna mendeteksi PAD. Tujuan: mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan nilai ABI pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Metode: penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 72 responden. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan nilai ABI diukur menggunakan alat Doppler. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: mayoritas responden memiliki aktivitas fisik dalam kategori sedang sebesar 65,3% dengan nilai ABI dalam kategori normal sebesar 58,3%. Penelitian dilakukan menggunakan uji Spearman Rank yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan nilai ABI dengan koefisien korelasi r=0,426 (p-value=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, maka semakin baik nilai ABI pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan vaskular dan mencegah komplikasi pada pasien diabetes.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Proximal Femoral Nail Anti-Rotation (Pfna) di Rsud Bali Mandara: Studi Kasus Kadakolo, Natasya Talia; Juwitasunu, I Nyoman; Acarya Putra, Ida Bagus; Indah Yudira Putri, Gusi Ayu; Rininta Adi Putri, Ni Made; Adi Sudewa, I Gede
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur intertrochanter femur merupakan salah satu jenis fraktur pada bagian proksimal femur yang sering terjadi akibat trauma jatuh, terutama pada individu dengan kepadatan tulang yang rendah. Penanganan fraktur ini umumnya dilakukan melalui tindakan operasi menggunakan metode Proximal Femoral Nail Antirotation (PFNA) untuk memberikan stabilitas tulang dan memungkinkan mobilisasi dini. Rehabilitasi fisioterapi memiliki peran penting dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, serta memulihkan fungsi gerak pasien pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penatalaksanaan fisioterapi pada pasien pasca operasi PFNA akibat fraktur intertrochanter femur. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 49 tahun yang menjalani rehabilitasi di RSUD Bali Mandara. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) untuk menilai intensitas nyeri, Manual Muscle Testing (MMT) untuk menilai kekuatan otot, serta goniometer untuk mengukur lingkup gerak sendi hip. Intervensi fisioterapi yang diberikan meliputi latihan penguatan otot, latihan lingkup gerak sendi, serta pemberian modalitas infrared dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri dari skor 3/10 menjadi 2/10 berdasarkan NPRS. Kekuatan otot pada regio hip tetap stabil dengan skor 4/5 berdasarkan MMT, sedangkan lingkup gerak sendi hip tidak menunjukkan perubahan yang signifikan setelah intervensi. Meskipun pasien telah memasuki fase kronik pasca operasi selama 6 bulan, pasien masih mengalami nyeri ringan dan keterbatasan mobilitas sendi. Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan fisioterapi pasca operasi PFNA memberikan dampak positif dalam menurunkan nyeri dan mempertahankan kekuatan otot, namun pemulihan fungsi sendi masih memerlukan rehabilitasi yang berkelanjutan
Analisis Risiko Ergonomi pada Pekerja Packing Ikan di CV. Cahaya Baru Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) I Made Rai Nuraja, INyoman Krisna Tri Adnyana Putra; Novita Sari, Ni Luh Putu Cindy; Putra, I Nyoman Krisna Tri Adnyana; Subagia, Md Panji Kamajaya; Sari, Luh Made Reny Wahyu; Larashati, Ni Putu Dwi; Megasari, Ni Putu Santi Krishna; Daryono
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perikanan merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia, termasuk kegiatan ekspor ikan hidup yang memerlukan proses packing secara intensif. Aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang dan dalam postur yang tidak ergonomis berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko ergonomi pada pekerja bagian packing ikan di CV. Cahaya Baru.Penelitian ini menggunakan metode observational ergonomic assessment dengan pendekatan studi kasus pada satu pekerja bagian packing. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran Work Environment Hazard Control Program, Checklist Ergonomic Assessment, Nordic Body Map (NBM), 30 Item Rating Scale, serta analisis postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kerja memiliki tingkat kebisingan sebesar 75 dB, suhu ruangan 27°C, dan pencahayaan 255 lux. Hasil evaluasi ergonomi menunjukkan adanya gerakan berulang, postur membungkuk, serta aktivitas kerja yang dilakukan dalam durasi panjang. Penilaian Nordic Body Map menunjukkan keluhan pada bagian pinggang, bokong, dan paha, sedangkan hasil 30 item rating scale menunjukkan keluhan nyeri pada bagian pinggang. Analisis postur kerja menggunakan metode REBA menghasilkan skor 10, yang termasuk kategori risiko ergonomi tinggi dan memerlukan tindakan perbaikan segera. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pekerja bagian packing ikan di CV. Cahaya Baru memiliki risiko ergonomi tinggi yang berpotensi menyebabkan gangguan muskuloskeletal, sehingga diperlukan perbaikan postur kerja, pengaturan stasiun kerja, serta penerapan prinsip ergonomi untuk mengurangi risiko cedera kerja.
Laporan Kasus: Tata Laksana Fisioterapi Pada Parkinsonisme Sekunder Akibat Lesi Sistem Saraf Pusat Vita, Ayu; Kristiawan, I Gede Agus Vidi; Utari, Ni Made Ayu Pramesta; Darmayanti, Ni Luh Putu Wina; Bhasita, Bagus Gede Rama Asta; Yasa, I Made Astika; Arthawan, I Made Aditya Prawira
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Parkinsonisme sekunder dapat disebabkan oleh lesi struktural pada sistem saraf pusat, seperti infark lakunar atau space occupting lesion (SOL), yang mengganggu jaringan otak terkait fungsi motorik. Kasus ini melaporkan tata laksana fisioterapi pada pasien dengan parkinsonisme sekunder akibat infark lakunar di kapsula interna dan korona radiata kiri. Metode: Seorang wanita berusia 70 tahun dengan riwayat infark, operasi astrositoma, dan diagnosis parkinson sejak 2014 menjalani pemeriksaan fisioterapi meliputi Manual Muscle Testing (MMT), Range of Motion (ROM,) Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Ashworth Scale, dan Parkinson’s Disease Questionnaire (PDQ-39). Intervensi meliputi infrared, TENS, Active ROM Exercise, Bridging Exercise, Mobilization Training, dan Postural Correction yang dilakukan secara berkala di rumah dan satu kali di rumah sakit. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Setelah tindakan fisioterapi, tidak terdapat peningkatan signifikan pada kekuatan otot (MMT), lingkup gerak sendi (ROM), atau skor nyeri (NPRS). Tonus otot tetap pada skor Ashworth 2. Namun, skor kualitas hidup (PDQ-39) menunjukkan sedikit perbaikan dari 72,8% menjadi 70,45% mengindikasikan stabilitas fungsi meskipun dalam kategori gangguan kualitas hidup yang tinggi. Simpulan: Fisioterapi berperan dalam mempertahankan fungsi dan mencegah progresi disfungsi pada pasien parkinsonisme sekunder. Meskipun tidak terjadi peningkatan kekuatan otot atau ROM, intervensi memberikan kontribusi terhadap stabilitas kondisi fungsional dan kualitas hidup pasien
Efektivitas Peer Education dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Awal Sekolah Dasar Di Kecamatan Denpasar Barat Putu Eka Suryani S, Luh; Pabidang, siswanto; Rahmad Hidayat, Anas; Sumarmi; Mediastuti, Fitriani
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kesehatan reproduksi pada remaja di Bali seperti HIV pada usia remaja, ibu hamil di usia remaja dan mengidap penyakit kelamin dan kista ovarium. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan metode peer education dengan metode penyuluhan  dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan metode Quasy Eksperimen (Pretest-Posttest Control Group Desain). Teknik pemilihan sampel dengan Multistage Sampling yaitu menggabungkan teknik Simple Random Sampling dan Purposive Sampling. Teknik Analisis data dengan uji non parametrik Wilcoxon Test dan Mann Whitney Test. Jumlah populasi dalam penelitian ini 215 remaja awal sekolah dasar dengan jumlah sampel yaitu 124 remaja awal sekolah dasar yang terbagi atas 62 remaja awal sekolah dasar di SD Negeri 19 Pemecutan dan 62 remaja di SD Negeri 27 Pemecutan. Hasil analisis uji Wilcoxon dengan nilai signifikan pada masing-masing kelompok 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar sebelum dan setelah pemberian peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi dan hasil uji Mann Whitney dengan nilai signifikan 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan efektivitas peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Barat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Peer education secara keseluruhan lebih efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar dibandingkan penyuluhan.
Efektivitas Backward Walking Terhadap Fungsi Fisik Pada Knee Osteoarthritis Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Raini, Putu Ayu Meka; Kamayoga, I Dewa Gede Alit
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knee osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik secara signifikan. Terapi latihan non-farmakologis, khususnya backward walking, memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita. Penelitian ini bertujuan untuk membuat review artikel terkait peranan efektivitas backward walking untuk meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthristis.  Penelitian ini menggunakan desain tinjauan literatur sistematis dengan pencarian artikel melalui basis data PubMed, PEDro, dan Google Scholar pada periode 2016–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi “knee osteoarthritis”, “backward walking”, “retrowalking”, dan “physical function”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi berupa randomized controlled trial dan studi komparatif dengan outcome fungsi fisik. Proses seleksi dan ekstraksi data dilakukan secara independen oleh peneliti. Sebanyak empat artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa backward walking secara signifikan meningkatkan fungsi fisik yang diukur menggunakan WOMAC dan Tes Timed Up and Go (TUG), serta menurunkan intensitas nyeri. Selain itu, latihan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps dan stabilitas postural. Dengan demikian, backward walking merupakan latihan yang efektif, aman, dan mudah diaplikasikan dalam meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthritis, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi fisioterapi berbasis bukti.
Efektivitas Kombinasi Short Foot Exercise dan Gluteus Strengthening Exercise pada Flexible Flat Foot : Literature Review Karang, Ni Nyoman Melani; Aryaning Dwi Antyesti
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Flat foot atau pes planus merupakan suatu kondisi dimana medial longitudinal arch (MLA) pada kaki lebih datar yang dapat terjadi pada anak, remaja maupun dewasa. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah jika tidak ditangani dengan baik. Terapi latihan menjadi salah satu rehabilitatif yang dapat digunakan untuk flexible flat foot. Salah satu kombinasi terapi latihan yang dapat digunakan yaitu Short Foot Exercise (SFE) dan gluteus strengthening exercise. Literature review ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi SFE dan gluteus strengthening exercise terhadap individu dengan flexible flat foot berdasarkan temuan-temuan penelitian yang relevan. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini merupakan tinjauan pustaka, yang melibatkan pencarian dan peninjauan berbagai sumber terkait topik yang diperoleh melalui basis data di Google Scholar, PEDro, dan PubMed dengan kata kunci yang digunakan dalam berbagai kombinasi meliputi: “flexible flat foot,” “pes planus,” “short foot exercise,” “gluteus strengthening,” “short foot exercise for flexible flat foot,” “gluteus strengthening exercise for flexible flat foot,” “combination short foot exercise gluteus strengthening exercise for flexible flat foot.” Jumlah artikel yang ditinjau dalam penelitian ini adalah empat artikel.  Hasil: Berdasarkan hasil dari penelitian artikel sebelumnya yang telah ditelaah, kombinasi SFE dan gluteus strengthening exercise dapat menjadi salah satu pilihan rehabilitatif yang diterapkan terhadap individu dengan flexible flat foot. Dengan kombinasi ini dapat mempengaruhi navicular drop height, medial longitudinal arch, keseimbangan, kekuatan otot pada  flexible flat foot.  Kesimpulan: Kombinasi SFE dan gluteus strengthening exercise, dapat menjadi salah satu latihan yang terbukti sebagai pendekatan terapeutik yang efektif untuk penanganan flexible flat foot.