cover
Contact Name
Mamang Efendy
Contact Email
ma2nkppb@gmail.com
Phone
+6282335560188
Journal Mail Official
mamangefendy@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru Praja No.45, Menur Pumpungan, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60118
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27229955     DOI : DOI: https://doi.org/10.30996/sukma.v3i2.7842
Focus and Scope SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi (SUKMA) accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, and clinical psychology, but not limited to: 1. Personality and Learning 2. Learning Interventions 3. Teaching Strategies 4. Education of Children with Special Needs 5. Education of Gifted Children 6. Counseling in Education 7. Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly 8. Developmental Problems 9. Parenting Strategies 10. Quality of Life 11. Personality Disorder 12. Behavior Modification 13. Counseling and Psychotherapy 14. Psychosis Disorders 15. Psychological Intervention Peer Review Process SUKMA is a journal published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The research article submitted to this online journal will be a double blind peer-reviewed (Both reviewer and author remain anonymous to each other) a at least 2 (two) reviewers. The accepted research articles will be available online following the journal peer-reviewing process. a Language used in this journal is Indonesia or English. For checking Plagiarism, a SUKMA JOURNAL Editor will screen plagiarism manually (offline and online database) on the Title, Abstract, and Body Text of the manuscript, and by using several plagiarism detection software (Unplag and Crosscheck). If it is found a plagiarism indication, editorial board will reject manuscript immediately. Review Process: Editor recieving manuscript from author; Editor evaluate manuscript (journal aim and scope, in house style, supplementary data); (Rejected if not meet criteria) Editor screening for plagiarism on offline and online database manually; (Rejected if found major plagiarism, contacted author if found redunancy or minor plagiarism for clarification) Editor send manuscript to reviewer along with review form (double blind review, Both reviewer and author remain anonymous to each other); Reviewer send back his review form to Editor (with revised manuscript if necessary); Editor decision (rejected, require major revision, need minor revision, or accepted); Confirmation to the Author. If revision, author revised manuscripts and a should be returned to the editor without delay. Returned later than three months will be considered as new submissions.
Articles 129 Documents
Prokrastinasi akademik mahasiswa di masa pandemi COVID-19: Bagaimana peran efikasi diri?
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6889

Abstract

Pembelajaran daring menjadikan mahasiswa kurang dapat memahami materi yang disampaikan oleh dosen. Keterbatasan pemahaman tersebut membuat mahasiswa tidak dapat menyerap sepenuhnya pengetahuan yang diberikan dosen. Hal ini menjadikan mahasiswa merasa tidak sepenuhnya yakin akan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas, sehingga mereka memilih untuk menunda mengerjakan tugas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik mahasiswa pada masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yaitu sebanyak 93 mahasiswa yang ditentukan dengan teknik insidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala efikasi diri dan skala prokrastinasi akademik yang disusun oleh peneliti dengan menggunakan model skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dengan bantuan SPSS. Hasil analisis data pada penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik. Artinya semakin tinggi efikasi diri mahasiswa maka semakin rendah perilaku prokratinasi akademik mahasiswa. Begitupun sebaliknya semakin rendah efikasi diri mahasiswa maka akan semakin tinggi prokrastinasi akademik.
Religiusitas dan penyesuaian diri siswa
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6926

Abstract

The success of face-to-face learning is determined by students' self-adjustment. This study was conducted to determine the correlation between religiosity and student adjustment while undergoing limited face-to-face learning in the era of the covid-19 pandemic. The sample of this study were students who underwent limited PTM. The sampling technique used a purposive sampling model using a Likert scale data collection method. The measuring instrument used is a scale of religiosity and student adjustment. The data analysis process uses Spearman's Rho with the application of SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Windows 25. The correlation coefficient score is 0.733 with a value of p = 0.000 (p < 0.01) indicating a very significant positive relationship between the two variables. This means that the higher the level of religiosity, the higher the student's self-adjustment, and vice versa. Thus, this study shows that the hypothesis is accepted. Keberhasilan pembelajaran tatap muka ditentukan oleh penyesuaian diri siswa. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui korelasi antara religiusitas dengan penyesuaian diri siswa saat menjalani pembelajaran tatap muka terbatas di era pandemi covid-19. Sampel penelitian ini adalah siswa yang menjalani PTM terbatas. Teknik sampling menggunakan model purposive sampling dengan menggunakan metode pengumpulan data skala model Likert. Alat ukur yang digunakan adalah skala religiusitas dan penyesuaian diri siswa. Proses analisa data menggunakan Spearman’s Rho dengan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) for windows 25. Dengan hasil skor correlation Coefficient sebesar 0,733 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,01) menandakan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara kedua variabel. Artinya semakin tinggi individu memiliki tingkat religiusitas maka semakin tinggi penyesuaian diri siswa, begitu pula sebaliknya. Dengan begitu penelitian ini menunjukkan, bahwa hipotesis yang diajukan diterima.
Perbedaan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja antara siswa SMA dan SMK di Kabupaten Bojonegoro
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6946

Abstract

This study aims to determine self-confidence differences in dealing with the world of work between high school and vocational students in Bojonegoro Regency. The subjects of this study were students of SMAN 3 Bojonegoro and SMKN 3 Bojonegoro with the total of 150 respondents, with 75 students of each high school and vocational school. Sampling method that is used in this study is probability sampling technique using simple random sampling. The technique is used to determine the difference in self-confidence in dealing with the world of work between high school and vocational students with t-test. The results of this study gave value of “t” is equal to 0.455 and value of “p” is equal to 0.650. The empirical mean value of SMK is 86.8133 higher than the mean value of SMA is 86.0933. The results of this study indicate that there is no difference in self-confidence in facing the world of work between high school and vocational high school students. However, confidence level in facing the world of work for vocational students is higher than high school students Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja antara siswa SMA dan SMK di Kabupaten Bojonegoro. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 3 Bojonegoro dan SMKN 3 Bojonegoro sebanyak 150 Responden ,dengan di bagi 75 siswa SMA dan 75 siswa SMK. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik probability sampling dengan menggunakan simple random sampling. Teknik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja antara siswa SMA dan SMK dengan Uji-t (t-test). Hasil analisis data dengan uji-t di peroleh t= 0.455 dengan p = 0,650 Nilai Mean empiris SMK 86,8133 lebih tinggi daripada Nilai mean SMA sebesar86,0933. Hasil analisis data ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja antara siswa SMA dan SMK. Kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja siswa SMK lebih tinggi daripada siswa SMA.
Toleransi stres akademik pada mahasiswa pada saat kuliah daring: Bagaimana peran kecerdasan emosi?
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6947

Abstract

The research was to understand the correlation between emotional intelligence with stress tolerance in online college students at the Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The hypothesis in this research is that there is a positive correlation between emotional intelligence and stress tolerance in online college students at the Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The method in this research is quantitative correlational research using the quota random sampling technique. The subjects in this study were 265 students of the Faculty of Psychology who experienced changes in online learning methods. Data collection instruments use a Likert scale. The results of this study indicate that there is a positive and very significant relationship between emotional intelligence and stress tolerance in students of the Faculty of Psychology at the Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya who experienced changes in online learning methods. It shows that hypothesis proposed by the researcher is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan toleransi stres pada mahasiswa kuliah daring Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan emosi dengan toleransi stres pada mahasiswa kuliah daring Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. . Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan teknik quota random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 265 mahasiswa Fakultas Psikologi yang mengalami perubahan metode pembelajaran online. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara kecerdasan emosi dengan toleransi stres pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 yang mengalami perubahan metode pembelajaran online. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima.
Loneliness dan perilaku agresi pada remaja fatherless
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6948

Abstract

This study aims to determine the relationship between loneliness and aggressive behavior in fatherless adolescents in Surabaya. The hypothesis in this study is that there is a positive and significant relationship between loneliness and aggressive behavior in fatherless adolescents in Surabaya. The method in this research is quantitative research using total sampling technique. The subjects in this study were 45 fatherless teenagers in Suarabaya. The data collection instrument used a Likert scale. The research data was taken using the loneliness scale consisting of 34 items and the aggressiveness scale consisting of 24 items. Analysis of the data in this study using Product Moment correlation with the help of IBM SPSS Statistics 25 and obtained the results of 0.518 with a significance of p = 0.000. That is, there is a positive correlation or relationship between the loneliness variable and aggressive behavior in fatherless adolescents in Surabaya. The higher the loneliness that occurs in fatherless adolescents in Surabaya, the higher the incidence of aggressive behavior in fatherless adolescents in Surabaya. On the other hand, the lower the level of loneliness in fatherless adolescents in Surabaya, the lower the level of aggressive behavior that will arise in fatherless adolescents in Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan loneliness dengan perilaku agresi pada remaja fatherless di Surabaya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara loneliness dengan perilaku agresi pada remaja fatherless di Surabaya. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik total sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 45 remaja fatherless di Suarabaya. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala likert. Data penelitian diambil menggunakan skala loneliness yang terdiri dari 34 aitem dan skala agresivitas yang terdiri dari 24 aitem. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25 dan diperoleh hasil sebesar 0,518 dengan signifikansi p = 0,000. Artinya, terdapat korelasi atau hubungan yang positif antara variabel loneliness dengan perilaku agresi pada remaja fatherless di Surabaya. Semakin tinggi loneliness yang terjadi pada remaja fatherless di Surabaya, maka semakin tinggi pula timbulnya perilaku agresi pada remaja fatherless di Surabaya. Sebaliknya, semakin rendah tingkat loneliness pada remaja fatherless di Surabaya, maka semakin rendah pula tingkat perilaku agresi yang akan timbul pada remaja fatherless di Surabaya.
Perilaku konsumtif ditinjau dari locus of control pada dewasa awal pengguna E-commerce
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6949

Abstract

Consumptive behavior is shopping behavior that can harm individuaIs because they spend their money on items that are not needs but desires. One of the causes of consumptive behavior is from internaI or externaI factors which can aIso be caIIed Locus of controI. a significant consumptive reIationship between someone who has an internaI Locus of controI and someone who has an externaI Locus of controI. The research technic used by the researcher is a quantitative study with the participants invoIved in the form of students from the 17 August 1945 University cIass 2016-2017 who often shop using E- commerce as much as 140 respondents. Data anaIysis in this study used the Mann Whitney-U Comparison with the heIp of IBM SPSS Statistics 20 and the resuIts obtained by individuaIs with an internaI Locus of controI had a mean of 60,54 which was greater than individuaIs who had an externaI Locus of controI with a mean vaIue of 46,46 with significance of p = 0.018. That is, there are significant differences between individuaIs who have an internaI Locus of controI are more consumptive than individuaIs who have an externaI Locus of controI. PeriIaku konsumtif merupakan periIaku berbeIanja yang dapat merugikan individu karena membeIanjakan uangnya untuk barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan tetapi keinginan saIah satu penyebab dari periIaku konsumtif adaIah dari faktor internaI ataupun ekternaI yang juga dapat disebut Locus of controI PeneIitian ini diIakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan periIaku konsumtif yang signifikan antara seseorang yang memiIiki Locus of controI internaI dan seseorang yang memiIiki Locus of controI eksternaI Desain peneIitian yang digunakan oIeh peneIiti yaitu peneIitian kuantitatif dengan partisipan yang terIibat berupa mahasiswa Universitas 17 Agustus1945 angkatan 2016-2017 yang sering berbeIanja menggunakan E-commerce sebanyak 140 responden. AnaIisis data daIam peneIitian ini menggunakan Komparasi Mann Whitney-U dengan bantuan IBM SPSS Statistics 20 dan diperoIeh hasiI individu dengan Locus of controI internaI memiIiki mean 60,54 dimana Iebih besar dari individu yang memiIiki Locus of controI externaI yaitu dengan niIai mean 46,46 dengan signifikansi p = 0,018. Artinya, terdapat perbedaan signifikan antara individu yang memiIiki Locus of controI internaI Iebih konsumtif dibanding individu yang memiIiki Locus of controI eksternaI.
Kecenderungan kenakalan siswa pondok: Bagaimana peran penyesuaian diri?
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6950

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. Various changes are experienced at this time, both in terms of physical, cognitive and socio-emotional. Teenagers as students in a school are certainly required to be able to make adjustments to the school environment. Both adjustments to teachers, adjustments to learning methods, adjustments to friends and adjustments to existing norms in the school environment. For this reason, this study aims to determine the relationship between self-adjustment and juvenile delinquency tendencies in Islamic boarding school students by taking 30 population studies sampling on boarding students at Mts. Hasyim Asy'ari. The results of hypothesis testing show a significance value (2-tailed) of 0.000 with a correlation coefficient of -0.698 which indicates that self-adjustment has a significant negative relationship with juvenile delinquency in boarding school students. With a coefficient of determination of 80.1 percent which means that the better the adjustment of the boarding school students, the lower the juvenile delinquency in the boarding school students. The researcher can conclude that there is a very significant negative relationship between self-adjustment and the tendency of juvenile delinquency in boarding school students. which can be interpreted that the better the boarding school students in adjusting, the lower it will be. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak menuju masa dewasa. Berbagai perubahan dialami dimasa ini, baik dari segi fisik, kognitif dan sosio-emosional. Remaja sebagai siswa disebuah sekolah tentunya dituntut untuk mampu melakukan penyesuaian terhadap lingkungan sekolah. Baik penyesuaian terhadap guru, penyesuaian terhadap metode pembelajaran, penyesuaian terhadap teman-teman serta penyesuaian terhadap normanorma yang ada di lingkungan sekolah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan kecenderungan kenakalan remaja pada siswa Pondok dengan mengambil 30 sampling secara population Studies pada siswa pondok di Mts. Hasyim Asy’ari. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan dilakukan analisis menggunakan Kolerasi Spearmen. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 dengan koefisiensi Korelasi – 0,698 yang menunjukkan bahwa penyesuaian diri memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kenakalan remaja pada siswa pondok. Dengan koefisiensi determinasi sebesar 80,1 persen yang berarti bahwa semakin baik penyesuaian diri siswa pondok maka akan semakin menurun kenakalan remaja pada siswa pondok. Dapat peneliti simpulkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara penyesuaian diri dengan kecenderungan kenakalan remaja pada siswa pondok. yang dapat diartikan bahwa semakin baik siswa pondok dalam menyesuaikan diri maka akan semakin rendah.
Bagaimana prokrastinasi akademik mahasiswa indonesia pada masa pandemi COVID-19?: Pengujian deskriptif dan komparatif
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6955

Abstract

Previous research reported that online learning can be a cause of academic procrastination behavior in students, for that research on student academic procrastination during the Covid-19 pandemic is important. The purpose of this study was to determine how students' academic procrastination was and to find out the differences in student academic procrastination in terms of gender and university status. A total of 326 students who were taken using the convenience sampling technique participated in this study. The research data was taken using the Irrational Procrastination Scale (α=0.764) which was adapted by the researcher into Indonesian. The results of the descriptive analysis showed that 82.51% of the research participants had a level of academic procrastination in the moderate to high category. The comparative test did not find any significant difference in academic procrastination in terms of gender and university status. Research implications will be discussed. Penelitian sebelum ini melaporkan pembelajaran daring dapat menjadi penyebab perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa, untuk itu penelitian prokrastinasi akademik mahasiswa pada masa pandemi Covid-19 menjadi penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prokrastinasi akademik mahasiswa dan untuk mengetahui perbedaan prokrastinasi akademik mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin serta status Universitas. Sebanyak 326 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik conveniance sampling ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Data penelitian diambil menggunakan Irrational Procrastination Scale (α=0,764) yang telah diadaptasi oleh peneliti ke dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis deskriptif menujukkan sebanyak 82,51% partisipan penelitian memiliki tingkat prokrastinasi akademik dalam kategori sedang sampai tinggi. Uji komparatif tidak menemukan adanya perbedaan yang signifikan prokrastinasi akademik ditinjau dari jenis kelamin dan status Universitas. Implikasi penelitian akan dibahas.
Leader member exchange dan keterikatan kerja pegawai honorer
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6973

Abstract

This study aims to determine the relationship between Leader Member Exchange (LMX) and work engagement on honorary employees. This research is a correlational quantitative research. The subjects in this study were 148 temporary employees. Data retrieval in this study was carried out online using the google form. Data retrieval was carried out using two scales, namely the leader member exchange scale to measure the leader member exchange of honorary employees and the work engagement scale to reveal the attachment of honorary employees. In this study, data analysis used product moment correlation with the help of SPSS version 25.0 for windows. The results show that there is a relationship between leader member exchange (LMX) and work engagement with a correlation coefficient (rxy) of 0.733 with a significance (p) = 0.000 (p < 0.01), it can be interpreted that there is a very significant positive relationship between leader member exchange and work attachment to honorary employees. The results of this study are useful for organizations so that honorary employees can maintain work engagement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Leader Member Exchange (LMX) dengan keterikatan kerja pada pegawai honorer. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subyek pada penelitian ini adalah 148 pegawai honorer. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan secara online dengan menggunakan google form, Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua skala yaitu skala leader member exchange untuk mengukur leader member exchange pegawai honorer dan skala keterikatan kerja untuk mengungkapkan keterikatan dari pegawai honorer. Pada penelitian ini Analisis data menggunakan korelasi product moment dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for windows. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara leader member exchange (LMX) dan keterikatan kerja dengn koefisien korelasi (rxy) 0,733 dengan signifikansi (p) = 0,000 (p < 0,01), maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikani antara leader member exchange dan keterikatani kerja pada pegawai honorer. Hasil penelitian ini berguna untuk organisasi agar pegawai honorer dapat mempertahankan keterikatan kerja.
Kecemasan pada mahasiswa yang sedang menghadapi skripsi: Bagaimana peran kepercayaan diri?
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v3i1.6974

Abstract

A In the final semester, students are given the obligation to work on a thesis as a graduation requirement for a degree in a bachelor's program. experienced a lot of problems students in the process. Problems often arise in final students who are taking their thesis and many of them have to avoid not even finishing the thesis. Anxiety is a response to threats, it can be an abnormal level if the level is not in accordance with the proportion of threats. The research was conducted with the aim of knowing whether there is a relationship between self-confidence and anxiety in students who are taking their thesis. The subject of this research is the final student who is taking a thesis. The sampling technique of this research used purposive random example. The sample taken in this study were 80 respondents. This type of research is quantitative research and data analysis techniques used is the Pearson Product Moment correlation test. the results of the analysis of hypothesis testing using Pearson's product moment correlation technique from the SPSS 11.00 program for windows and obtained a correlation coefficient of -0.639 with p = 0.000 or p <0.05 which means there is a negative relationship between self-confidence and anxiety in students who currently pursuing a thesis program. This means that the higher students' self-confidence who will take the thesis program, the lower the anxiety they feel by the student and vice versa. This means that the hypothesis is accepted. Pada semester akhir mahasiswa diberikan kewajiban untuk mengerjakan skripsi sebagai syarat kelulusan guna meraih gelar pada program sarjana. banyak permasalahan yang dialami mahasiswa pada proses pengerjaannya. Permasalahan kecemasan kerap muncul pada mahasiswa akhir yang sedang menempuh skripsi dan banyak diantaranya harus menghindari bahkan tidak menuntaskan skripsinya. kecemasan merupakan respons terhadap ancaman, bisa menjadi abnormal bila tingkatnya tidak sesuai dengan proporsi ancaman. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan pada mahasiswa yang sedang menempuh skripsi. Subyek penelitian ini yaitu mahasiswa akhir yang sedang menempuh skripsi. Teknik sampling penelitian ini menggunakan purpossive random sampling. Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah 80 responden . jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan teknik analisa data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment. hasil analisis uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment pearson dari program SPSS 11.00 for windows dan diperoleh koefisien korelasi sebesar -0.639 dengan p = 0.000 atau p < 0.05 yang artinya ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dan kecemasan pada mahasiswa yang sedang menempuh program skripsi. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri mahasiswa yang menempuh program skripsi maka akan semakin rendah kecemasan yang dirasakan oleh mahasiswa tersebut dan begitupun sebaliknya. Artinya hipotesis diterima.

Page 5 of 13 | Total Record : 129