cover
Contact Name
Mamang Efendy
Contact Email
ma2nkppb@gmail.com
Phone
+6282335560188
Journal Mail Official
mamangefendy@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru Praja No.45, Menur Pumpungan, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60118
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27229955     DOI : DOI: https://doi.org/10.30996/sukma.v3i2.7842
Focus and Scope SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi (SUKMA) accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, and clinical psychology, but not limited to: 1. Personality and Learning 2. Learning Interventions 3. Teaching Strategies 4. Education of Children with Special Needs 5. Education of Gifted Children 6. Counseling in Education 7. Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly 8. Developmental Problems 9. Parenting Strategies 10. Quality of Life 11. Personality Disorder 12. Behavior Modification 13. Counseling and Psychotherapy 14. Psychosis Disorders 15. Psychological Intervention Peer Review Process SUKMA is a journal published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The research article submitted to this online journal will be a double blind peer-reviewed (Both reviewer and author remain anonymous to each other) a at least 2 (two) reviewers. The accepted research articles will be available online following the journal peer-reviewing process. a Language used in this journal is Indonesia or English. For checking Plagiarism, a SUKMA JOURNAL Editor will screen plagiarism manually (offline and online database) on the Title, Abstract, and Body Text of the manuscript, and by using several plagiarism detection software (Unplag and Crosscheck). If it is found a plagiarism indication, editorial board will reject manuscript immediately. Review Process: Editor recieving manuscript from author; Editor evaluate manuscript (journal aim and scope, in house style, supplementary data); (Rejected if not meet criteria) Editor screening for plagiarism on offline and online database manually; (Rejected if found major plagiarism, contacted author if found redunancy or minor plagiarism for clarification) Editor send manuscript to reviewer along with review form (double blind review, Both reviewer and author remain anonymous to each other); Reviewer send back his review form to Editor (with revised manuscript if necessary); Editor decision (rejected, require major revision, need minor revision, or accepted); Confirmation to the Author. If revision, author revised manuscripts and a should be returned to the editor without delay. Returned later than three months will be considered as new submissions.
Articles 145 Documents
Workplace well-being karyawan: Bagaimana peran work engagement? Saragih, Martha Lina; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between workplace well-being and work engagement among employees. Workplace well-being refers to the physical and mental well-being that employees experience in the workplace. Meanwhile, work engagement is a positive condition in which individuals demonstrate enthusiasm, dedication, and full focus in carrying out their work. This research employed a quantitative method with a correlational design. The sampling technique used was classical random sampling, with a total of 101 employees working at a regional company in Surabaya participating in the study. The research instruments utilized were the workplace well-being scale based on the theory of Hyett & Parker (2011) and the work engagement scale based on the theory of Bakker and Schaufeli (2004). The data obtained were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a significant positive relationship between workplace well-being and work engagement among employees at a regional company in Surabaya. This indicates that the higher the workplace well-being, the higher the work engagement, and conversely, the lower the workplace well-being, the lower the work engagement among employees. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara workplace well-being dengan work engagement pada karyawan. Workplace well-being adalah kesejahteraan baik fisik maupun mental yang didapatkan karyawan di tempat kerja. Sementara itu, work engagement adalah kondisi positif dimana individu memiliki semangat, dedikasi dan fokus penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan classical random sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 101 laryawan yang bekerja disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Instrumen penelitian ini menggunakan skala workplace well-being berdasarkan teori Hyett & Parker (2011) serta skala work engagement berdasarkan teori Bakker dan Schaufeli (2004). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara workplace well-bening dengan work engagement pada karyawan disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi workplace well-being maka semakin tinggi juga workengagement, demikian sebaliknya jika semakin rendah workplace well-being maka semakin rendah juga work engagement pada karyawan
Peran pola asuh demokratis dan stimulasi sosial orang tua pada anak dengan speech delay Wulandari, Dyah Asih; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between democratic parenting and social stimulation among parents of children with speech delay. Democratic parenting is characterized by supportive, open, and communicative behaviours, which are believed to enhanced children’s social stimulation. The study used a quantitative correlational approach with snowball methods involving 73 parents from Surabaya and Jakarta. Research instruments included a democratic parenting scale and a social stimulation scale, developed based on the theories of Baumrind and Vygotsky. The result of the Pearson Product-Moment correlation analysis showed a correlation coefficient of r = 0.630 with a significance level of p < 0.01, indicating a significant positive relationship between the two variables. Therefore, the higher the level of democratic parenting applied, the greater the social stimulation received by children with speech delay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis dengan stimulasi sosial pada orang tua yang memiliki anak dengan speech delay. Pola asuh demokratis mencerminkan gaya pengasuhan yang mendukung, terbuka, dan komunikatif, yang diyakini dapat meningkatkan stimulasi sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode snowball kepada 73 orang tua di Surabaya dan Jakarta. Instrumen penelitian ini meliputi skala pola asuh demokratis dan skala stimulasi sosial yang disusun berdasarkan teori Baumrind dan Vygotsky. Hasil analisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment yang menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0.630 dengan signifikansi p < 0.01, yang berarti terdapat hubugan positif yang signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan pola asuh demokratis, maka semakin besar pula stimulasi sosial yang diberikan kepada anak dengan speech delay.
Kematangan emosi dan ketahanan keluarga pada pelaku pernikahan dini di wilayah masyarakat pesisir Akilla Putri , Navyliadel Sapphire; Efendy, Mamang; Kusumandari, Rahma
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emotional maturity is an individual's ability to regulate and express their emotions proportionally and appropriately, characterized by strong self-control, while family resilience is a family's ability to protect itself from various threats and problems that arise from within the family environment. This study aims to determine the relationship between emotional maturity and family resilience in early marriage perpetrators in Tlocor Hamlet, Sidoarjo. This study uses a quantitative correlational approach. The sampling technique uses purposive sampling with a sample size of 67 female respondents who have married at an early age. Data collection was carried out using a scale of emotional maturity and family resilience. The data analysis technique uses the product moment correlation test. The results of this study indicate that there is a significant positive relationship between emotional maturity and family resilience in early marriage perpetrators. The higher the level of emotional maturity an individual has, the stronger the family resilience. kematangan emosi merupakan kemampuan individu untuk mengatur dan mengekspresikan emosinya secara proporsional dan sesuai dengan ditandai dengan adanya pengendalian diri yang kuat, sedangkan ketahanan keluarga merupakan kemampuan suatu keluarga dalam melindungi dirinya dari berbagai ancaman dan permasalahan yang muncul dari dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi terhadap ketahanan keluarga pada pelaku pernikahan dini di Dusun Tlocor Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden perempuan yang telah menikah di usia dini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kematangan emosi dan ketahanan keluarga. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan ketahanan keluarga pada pelaku pernikahan dini. Semakin tinggi tingkat kematangan emosi yang dimiliki individu, maka semakin kuat pula ketahanan keluarganya.
Takut gagal masuk perguruan tinggi: Menelisik peran efikasi diri dan harapan orang Kinasih Suprianto, Risnanda Ayu; Budi Utami, Adnani; Ul Haque, Sayidah Aulia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fear of failure is a drive to avoid failure in the form of fear. This study aims to determine whether there is a relationship between self-efficacy and parental expectations with fear of failure on college entrance exams. The research method used quantitative correlation with a number of respondents of 377 high school students who were taken using convenience sampling technique. The research scale used the performance failure appraisal inventory scale adopted from Conroy (2002) with a Cronbach alpha value of 0.885, the self-efficacy scale adopted from Bandura (1997) with a Cronbach alpha value of 0.991, and the perception of parental expectation inventory scale adopted from Sasikala and Karunianidhi (2011) with a Cronbach alpha value of 0.863 indicating good psychometric quality. The data analysis technique used multiple regression analysis. The results of the study showed a significant relationship between self-efficacy and parental expectations with fear of failure on college entrance exams. Through positive self-efficacy, students are able to reduce the fear of failure which makes students feel confident in their ability to overcome challenges. Then, through negative parental expectations, students can become stressed, which can cause mental stress, thereby increasing the fear of failure. Ketakutan akan kegagalan merupakan dorongan untuk menghindari terjadinya kegagalan yang berupa rasa takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri dan harapan orang tua dengan ketakutan akan kegagalan pada ujian masuk perguruan tinggi. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 377 siswa sekolah menengah atas yang diambil dengan teknik convenience sampling. Skala penelitian menggunakan skala performance failure apprasial inventory yang mengadopsi dari Conroy (2002) dengan nilai cronbach alpha 0,885, skala efikasi diri yang mengadopsi dari Bandura (1997) dengan nilai cronbach alpha 0,991, dan skala perception of parental expectation inventory yang mengadopsi dari Sasikala dan Karunianidhi (2011) dengan nilai cronbach alpha 0,863 yang menunjukkan kualitas psikometri baik. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan harapan orang tua dengan ketakutan akan kegagalan pada ujian masuk perguruan tinggi. Melalui efikasi diri yang positif para siswa mampu mengurangi ketakutan akan kegagalan yang membuat siswa merasa yakin dengan kemampuan dirinya untuk mengatasi tantangan. Kemudian melalui harapan orang tua yang negatif dapat membuat siswa tertekan yang menimbulkan beban pikiran, sehingga mampu meningkatkan ketakutan akan kegagalan.
Cyberslacking di kalangan pelajar: Bagaimana peran stres dan boredom? Safira, Cintya Ma’alis; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fact that the internet is used for non-academic activities during learning sessions indicates a shift in students’ study behaviour. Cyberslacking, defined as the use of digital technology for personal purposes during learning, is one such behaviour. The purpose of this study is to examine how academic stress and boredom influence cyberslacking among upper secondary school students. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample was determined through purposive sampling, comprising 167 Year 11 students selected based on the school’s considerations. Instruments included a boredom scale, an academic stress scale, and a cyberslacking scale, all grounded in psychological theory and tested for validity. Multiple linear regression was applied to analyse the data. The findings reveal that both academic stress and boredom affect cyberslacking; however, only academic stress exerts a statistically significant impact. This suggests that academic stress is the primary driver prompting students to disengage from learning via the internet. Schools are encouraged to devise strategies to manage stress and adopt more engaging teaching approaches to curb such behaviour. Fakta bahwa internet digunakan untuk aktivitas non-akademik selama proses pembelajaran memperlihatkan bahwa perilaku belajar siswa berubah. Cyberslacking, yang berarti memakai teknologi digital untuk keperluan pribadi saat belajar, ialah salah satu bentuk perilaku tersebut. Tujuan penelitiannya guna menganalisa bagaimana stres akademik dan kebosanan memengaruhi perilaku cyberslacking siswa di Sekolah Menengah Atas. Studi ini memakai metodologi kuantitatif dengan desain korelasional. Penentuan sampelnya memakai purposive sampling, subjek penelitian terdiri dari 167 siswa kelas XI yang dipilih berdasar kepada pertimbangan sekolah. Alat yang digunakan termasuk skala kebosanan, skala stres akademik, dan skala cyberslacking, yang didasarkan pada teori psikologi dan telah diuji validitasnya. Regresi linier berganda digunakan guna menganalisa datanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa stres akademik dan kebosanan berdampak pada cyberslacking. Namun, hanya tekanan akademik yang terbukti memiliki dampak yang signifikan. Hasilnya memperlihatkan bahwa stres akademik ialah faktor utama yang mendorong siswa untuk menghindari internet. Sekolah harus membuat strategi untuk mengendalikan stres dan memakai pendekatan pembelajaran yang lebih menarik untuk menghentikan perilaku ini.
Organizational citizenship behavior pada karyawan: Bagaimana peranan quality of work life? Suciyanti, Novi; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior at PT KAI (Persero) Operational Area 8 Surabaya. The approach used in this study is quantitative with a correlational design. The research sample consisted of 108 employees selected through a simple random sampling technique. Data were collected directly using a printed questionnaire, which contained a quality of work life scale and an organizational citizenship behavior scale. Data analysis was performed using the Spearman's rho correlation technique. The results of the analysis showed that there was a significant positive relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior with rxy = 0.515, p = 0.000 (p < 0.01). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior karyawan PT KAI (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 karyawan yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan secara langsung menggunakan kuesioner cetak, yang memuat skala quality of work life serta skala organizational citizenship behavior. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara quality of work life dan organizational citizenship behavior dengan rxy = 0,515, p = 0,000 (p < 0,01).
Organizational citizenship behavior guru : Seberapa besar peran budaya organisasi ? Pratiwi, Mita Fauziyah; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior among teachers at vocational high schools in Surabaya. Active teacher involvement is a challenge in improving the effectiveness of schools as educational organizations. This study aims to determine the extent to which organizational culture is related to teachers' organizational citizenship behavior. This study used a quantitative correlational approach. The study population consisted of 110 vocational high school teachers in Surabaya, with 86 respondents being selected using a random sampling technique. The data collection instrument was a questionnaire with a rating scale that has been tested for validity and reliability. There is a positive and significant relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior, meaning that the stronger the organizational culture, the higher the organizational citizenship behavior among teachers. This finding emphasizes the importance of strengthening organizational culture as a strategy to encourage teacher involvement. Building a strong organizational culture can be a strategic step in improving the quality of human resources and organizational effectiveness at the school level. Penelitian ini membahas hubungan budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi pada guru di sekolah menengah kejuruan di surabaya. Keterlibatan aktif guru menjadi tantangan dalam meningkatkan efektivitas sekolah sebagai organisasi Pendidikan. Adanya penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana budaya organisasi berhubungan dengan perilaku kewargaan organisasi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional .Populasi penelitian berjumlah 110 yang merupakan guru sekolah menengah kejuruan di surabaya dengan sampel yang diambil adalah 86 responden menggunakan Teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala penilaian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Adanya hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi, atau semakin tinggi budaya organisasi maka semakin tinggi perilaku kewargaan organisasi pada guru. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan budaya organisasi sebagai strategi untuk mendorong keterlibatan guru sehingga membangun budaya organisasi yang kuat dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan efektivitas organisasi di tingkat sekolah.
Peran digital lifestyle dan social network terhadap risiko nomophobia pada gen Z Febiola, Marsanda Dwi; Ariyanto, Eko April; Pasca Rini, Amanda
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research conducted by the author aims to determine the relationship between digital lifestyle and social network on nomophobia among Generation Z in Surabaya. This study is motivated by the increasing use of digital technology and social media among young people, which potentially leads to anxiety when individuals are unable to access their smartphones. This research is a type of quantitative study using a correlational method. The population in this study was Generation Z students in Surabaya, and the sampling technique used was purposive sampling, involving 384 respondents selected based on specific criteria. The results of multiple linear regression analysis show that digital lifestyle and social network simultaneously have a significant effect on nomophobia, with an F-value of 15.986 and a significance level of 0.000 (p < 0.01). Partially, digital lifestyle significantly affects nomophobia with a t-value of 3.999 (p = 0.000), and social network also has a significant effect with a t-value of 3.456 (p = 0.001). These findings indicate that digital lifestyle and social network are significant predictors of nomophobia among Generation Z Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara digital lifestyle dan social network pada Generasi Z di Surabaya. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah fenomena meningkatnya penggunaan teknologi digital dan media sosial di kalangan generasi muda saat ini, tentunya akan memicu individu tidak dapat jauh dari smartphone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah partisipan 384 responden dengan kriteria khusus yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi berganda menunjukkan bahwa secara simultan digital lifestyle dan social network berpengaruh signifikan terhadap nomophobia dengan nilai F sebesar 15,986 dan signifikansi 0,000 (p < 0,01). Secara parsial, digital lifestyle berpengaruh sangat signifikan terhadap nomophobia dengan nilai t sebesar 3,999 dan signifikansi 0,000, sedangkan social network juga berpengaruh sangat signifikan dengan nilai t sebesar 3,456 dan signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa digital lifestyle dan social network merupakan prediktor signifikan terhadap nomophobia.
Work engagement pada karyawan startup : Bagaimana peranan efikasi diri dan emotional intelligence? Madya Putra, Farihin Nizar; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigation aims to investigate a connection between seIf-efficacy and emotionaI inteIIigence with work engagement among startup employees. This study uses a correIationaI quantitative approach invoIving 105 startup empIoyees as sampIes taken through totaI sampIing. Data coIIection instruments used the UWES 17 scale for work engagement, the seIf-efficacy scaIe, and the trait emotionaI inteIIigence questioner SF V.1.50 scale. The anaIysis resuIts indicate that, simultaneousIy, seIf-efficacy and emotionaI intelligence have a significant reIationship with work engagement. The coefficient of determination value provides, seIf-efficacy and emotionaI inteIIigence contribute effectiveIy to work engagement by 24.4%. Based on resuIts of the regression coefficient equation test, it was found that seIf-efficacy and emotionaI intelligence can predict work engagement scores. PeneIitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi keterhubungan antara efikasi diri dan emotionaI inteIIigence dengan work engegement pada karyawan startup. PeneIitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 105 karyawan startup sebagai sampel yang diambiI melalui teknik totaI sampIing. Instrumen pengambilan data dilakukan melalui skala UWES‑17, skaIa efikasi diri dan skala trait emotionaI inteIIigence questioner SF V.1.50. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, efikasi diri dan emotionaI inteIIigence terdapat hubungan signifikan pada work engagemennt. Berdasarkan niIai koefisien determinasi didapatkan efikasi diri dan emotional intelligence menghasilkan sumbangann efektif kepada work engagement sejumIah 24,4%. Berdasarkan hasiI uji persamaan koefisien regresi didapatkan bahwa efikasi diri dan emotionaI inteIIigence dapat memprediksi niIai work engagement.
Grit dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas di surabaya Tabalena, Nataniel Wellem; Suhadianto; Pratikto, Herlan
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between grit and academic resilience in high school students in Surabaya. The problem in this study focuses on the extent to which students' perseverance and consistency (grit) affect their ability to bounce back from academic pressure (academic resilience). This study uses a quantitative approach with a correlational design. The participant selection technique used is incidental sampling or accidental sampling with a total of 290 high school students from various regions in Surabaya. The research instruments consist of a Grit scale and an Academic Resilience scale. The assumption test results show that the data is not normally distributed, so data analysis is performed using Spearman's Rho correlation technique. Based on the analysis results, a correlation value of r = 0.542 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05) was obtained, indicating a positive and highly significant relationship between Grit and academic resilience. The effective contribution of Grit to academic resilience was 29%. This means that the higher the perseverance and consistency of students, the higher their ability to cope with academic pressure. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Grit dengan resiliensi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada sejauh mana ketekunan dan konsistensi siswa (Grit) berpengaruh terhadap kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan akademik (resiliensi akademik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan partisipan yang digunakan adalah insidental sampling atau accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 290 siswa SMA dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas skala Grit serta skala Resiliensi Akademik. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai korelasi sebesar r = 0,542 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara Grit dan resiliensi akademik. Sumbangan efektif yang diberikan Grit terhadap resiliensi akademik sebesar 29%. Artinya, semakin tinggi ketekunan dan konsistensi siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan menghadapi tekanan akademik.