cover
Contact Name
Abdullah Syahab
Contact Email
syahab@centrism.or.id
Phone
+6281278995932
Journal Mail Official
centrism@centrism.or.id
Editorial Address
Kertamukti - Cireundeu - Ciputat Timur - Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Journal of Comprehensive Islamic Studies (JOCIS)
ISSN : 29624398     EISSN : 29624371     DOI : 10.56436/jocis
Fokus kajian Jurnal JOCIS antara lain: Pemikiran Islam dan Filsafat Pemikiran Ekonomi Islam Pemikiran Hukum Islam Pemikiran Pendidikan Islam Pemikiran Politik Islam Sosiologi Islam Psikologi Islam The focus of the JOCIS Journal study includes: Islamic Thought and Philosophy Islamic Economic Thought Islamic Legal Thought Islamic Education Thought Islamic Political Thought Islamic Sociology Islamic Psychology
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies" : 6 Documents clear
‘Urfi Ḥisāb Position in Determination of Beginning of Month of Qamārīyah in Province Jambi Najmi, Najmi
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.199

Abstract

This article examines the position of ‘Urfi Ḥisāb in determining the beginning of the month of Qamārīyah according to Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, and other religious groups in Jambi. The main problem studied is why do these two mass organizations have different views regarding the position of ‘Urfi Ḥisāb? This article comes from qualitative research using juridical-empirical legal methods. The results of the research show that the position of ‘Urfi Ḥisāb is more focused on determining the start of Ramadan and Shawal than other Lunar months. However, it can also be used for other than these two months by referring to the initial benchmark for determination in the first cycle of ‘Urfi Ḥisāb, namely the benchmark for wukuf on Arafah. The reason they have different views about the position of ‘Urfi Ḥisāb is because this method does not take into account the position and location of the Hilāl (new moon). Artikel ini mengkaji tentang kedudukan Ḥisāb ‘Urfi dalam penentuan awal bulan Qamārīyah menurut Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Kelompok agama lain di Jambi. Permasalahan utama yang dikaji adalah mengapa kedua Ormas ini berbeda pandangan tentang kedudukan Ḥisāb ‘Urfi? Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan metode hukum yuridis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yaitu kedudukan Ḥisāb ‘Urfi lebih fokus pada penentuan awal Ramadhan dan Syawal daripada bulan-bulan Kamariah lainnya. Namun demikian dapat juga digunakan untuk selain dua bulan tersebut dengan mengacu pada patokan awal penentuan dalam siklus pertama Ḥisāb ‘Urfi, yakni pada patokan wukuf di Arafah. Penyebab mereka berbeda pandangan tentang kedudukan Ḥisāb ‘Urfi itu karena metode ini sama sekali tidak memperhitungkan posisi dan letak Hilāl (anak bulan).
Theory of al- Istiṣlaḥ as the Istinbāt al-Ḥukmi Method on the MUI Fatwa Yusuf, Maulana; Umar, Hasbi; Ulum, Bahrul; Badarussyamsi, Badarussyamsi
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.239

Abstract

This article presents a theoretical study of Istiṣlaḥ and also its application to the MUI fatwa of Jambi Province. The four fatwas studied include; fatwas about religious lectures, the bride and groom sitting side by side at wedding receptions, friendship between Muslims and other people, and fatwas about the commemoration of Islamic holidays. The main problem studied is what is the position of Istiṣlaḥ and its application to the MUI fatwa of Jambi Province? This article comes from qualitative phenomenological research which examines the phenomenon of fatwa application using the Istiṣlaḥ paradigm on four cases that are the focus. The results of the research show that in implementing the fatwa with the application of the principles of al-Istiṣlaḥ, the Jambi MUI succeeded in getting out of its attachment to certain schools of jurisprudence. The use of fatwa using Istiṣlaḥ independently is not found in the uṣūl fiqh of the Syafi'i school, nor in the practice of its fiqh issues, while the MUI fatwa uses it. The MUI fatwa continues to follow the patterns and manhaj outlined by sectarian scholars, even though it does not limit itself to certain sects. Artikel ini menyajikan kajian teoretis Istiṣlaḥ dan juga penerapannya pada fatwa MUI Provinsi Jambi. Empat fatwa yang dikaji antara lain; fatwa tentang ceramah agama, pengantin yang duduk bersanding dalam resepsi pernikahan, silaturahmi Umat Islam dengan umat lain, dan fatwa tentang peringatan Hari- hari Besar Islam. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana kedudukan Istiṣlaḥ dan aplikasinya pada fatwa MUI Provinsi Jambi? Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif fenomenologis yang mengkaji fenomena aplikasi fatwa yang berparadigma Istiṣlaḥ terhadap empat kasus yang menjadi fokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan fatwa dengan penerapan prinsip-prisip al- Istiṣlaḥ, MUI Jambi berhasil keluar dari keterikatan terhadap mazhab fiqih tertentu. Penggunaan fatwa dengan menggunakan Istiṣlaḥ secara mandiri tidak ditemukan dalam uṣūl fiqh mazhab Syafi’i, pun dalam praktik masalah fiqihnya, sementara fatwa MUI memakainya. Fatwa MUI tetap mengikuti pola dan manhaj yang digariskan para ulama mazhab, sekalipun tidak membatasi diri pada mazhab tertentu.
Urgensi Isbat Nikah Sebagai Aspek Legalitas Nikah Sirri Nurmadiah, Risti
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.247

Abstract

This article reveals the understanding of the people of Muara Bulian District, Batang Hari Regency regarding the impact of sirri marriage on women and children. This article comes from field research using a qualitative approach method. The types of data used are primary, secondary and tertiary data sources. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. Research findings show that the factors causing sirri marriages in the Muara Bulian District include; because there is no blessing from parents, to avoid committing the sin of adultery, and to avoid the burden of administrative costs. On the other hand, the reason people have not carried out the marriage isbat is because of the cost factor. Furthermore, it cannot be avoided that there is an influence of unregistered marriage on the rights of wives and children. Artikel ini mengungkap pemahaman masyarakat Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari akan dampak dari pernikahan sirri  pada perempuan dan anak. Artikel ini berasal dari penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah sumber data primer, skunder, dan tersier. Pengumpulan data dilakukan secara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pernikahan sirri masyarakat Kecamatan Muara Bulian antara lain; karena tidak adanya restu dari orang tua, menghindari perbuatan dosa zina, dan untuk menghindari beban biaya administrasi. Di sisi lain, alasan masyarakat yang belum melaksanakan isbat nikah adalah karena faktor biaya. Seterusnya, tidak dapat dihindari bahwa terdapat pengaruh nikah sirri terhadap hak-hak isteri dan anak.
Media Sosial dan Penyimpangan Perilaku Keagamaan Remaja dalam Perspektif Islam Irawan, Dedi; Abbas, Pirhat; Arifullah, Moh.
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.248

Abstract

This article discusses social media and deviant religious behavior among teenagers. The main problem raised is why there is deviation in teenagers' religious behavior? This article comes from qualitative-literature research to obtain the latest data regarding the relationship between social media and deviant religious behavior in adolescents. The findings of this research indicate that deviations in adolescent religious behavior stem from negative use of social media. The presence of social media is actually very beneficial for human life, because social media provides various information and needs. However, when teenagers are immersed in social media, it is not uncommon for them to abandon their religious values, resulting in various violations and deviations from actual norms. In fact, Islam prohibits behavior that deviates from religious rules. Artikel ini membahas tentang media sosial dan penyimpangan perilaku keagamaan remaja. Permasalahan utama yang diangkat adalah mengapa terjadi penyimpangan perilaku keagamaan remaja? Artike ini berasal dari penelitian kualitatif-literatur untuk mendapatkan data terkini tentang kaitan media ssial dengan  penyimpangan perilaku keagamaan remaja. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku keagamaan remaja bermula dari pengunaan media sosial yang negatif. Kehadiran media sosial sebenarnya bermaanfaat sekali bagi kehidupan manusia, karena media sosial menyediakan berbagai informasi dan kebutuhan. Namun demikian, ketika para remaja tenggelam dalam media sosial, tidak jarang mereka menanggalkan nilai-nilai religiusitasnya sehingga terjadi beragam pelanggaran dan penyimpangan dari norma yang sebenarnya. Padahal,  Islam melarang perilaku yang menyimpang dari aturan keagamaan.
Pemahaman Masyarakat Tentang Penerapan Pembagian Harta Warisan Menurut Hukum Waris Islam Saputri, Rafika Kurnia
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.255

Abstract

This study aims to determine and analyze the understanding of the people of Suka Maju Village, Rimbo Ulu District, Tebo Regency regarding the distribution of inheritance according to Islamic law. The method used to answer this research problem is qualitative with an interpretative/hermeneutic approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews. The results of the study show that people's understanding greatly influences the implementation of Islamic inheritance law in practice. So that conflicts often occur in the distribution of inheritance due to a lack of understanding and awareness of the community as well as a lack of the role of the government or local religious leaders. The distribution of inheritance equally between men and women is also not fully blamed and may be done if this division does not cause conflict or dispute. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman masyarakat Desa Suka Maju Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo terhadap pembagian harta waris menurut hukum Islam. Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan interpretative/hermeunetik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat sangat mempengaruhi terhadap pelaksanaan hukum kewarisan Islam dalam praktiknya Sehingga sering terjadi konflik dalam pembagian harta warisan tersebut karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat sekaligus kurangnya peranan pemerintah atau tokoh agama setempat. Pembagian waris sama rata antara laki-laki dengan perempuan juga tidak disalahkan sepenuhnya dan boleh dilakukan jika dengan pembagian tersebut tidak menimbulkan konflik atau perselisihan.
Jual Beli Uang Rusak Perspektif Hukum Bisnis Syariah Alfaruq, Muhammad; Harun, Hermanto; Fitri Habi, Nuraida
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.282

Abstract

This study aims to analyze the causes of the practice of buying and selling damaged money in the City of Sungaipuh, Jambi Province. This research is qualitative research that is descriptive qualitative in nature. Based on the results of research in the field, a picture is obtained that (1) The causes of the practice of buying and selling damaged currency in Sungaipuh City, Jambi Province include economic factors, family factors, situational factors and cultural factors; (2) The practice of buying and selling damaged currency by the community in Sungaipuh City, Jambi Province, is carried out at half the price or 50% of the nominal value of the damaged currency, there is a price determined unilaterally by the buyer and there are also buyers who do not set a price (negotiation). ; (3) In terms of Islamic economics, the practice of buying and selling damaged currency that occurred in Sungaipuh City, Jambi Province, is not permissible because it is included in the category of usury fadhl. This is because the money exchanged does not match the original nominal amount or there are additions. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyebab terjadinya praktik jual beli uang rusak di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.  Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif kualitatif.  Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, maka diperoleh suatu gambaran bahwa (1) Penyebab terjadinya praktik jual beli mata uang rusak di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi diantaranya adalah faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor situasional dan faktor budaya; (2) Praktik jual beli mata uang rusak yang dilakukan masyarakat di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi ada yang dilakukan dengan setengah harga atau 50% dari nominal uang yang rusak, ada harga ditentukan secara sepihak oleh pembeli dan ada juga pembeli tidak menetapkan harga (negosiasi); (3) Praktik jual beli uang rusak yang terjadi di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi dalam tinjauan hukum bisnis syariah tidak diperbolehkan karena termasuk kategori riba fadhl. Hal tersebut dikarenakan uang yang ditukarkan tidak sesuai nominal aslinya atau terdapat tambahan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6