cover
Contact Name
Parwito
Contact Email
parwitougm@gmail.com
Phone
+6281328676033
Journal Mail Official
jsaintifik@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Ratu Samban, Jl. Jend. Sudirman No 87 Arga Makmur Bengkulu Utara
Location
Kab. bengkulu utara,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Saintifik
ISSN : 1693668X     EISSN : 28293975     DOI : https://doi.org/10.58222/js.v20i3.72
Jurnal Saintifik terbit 4 bulanan (Januari, Mei dan September) merupakan jurnal peer review, open access, ilmiah dan ilmiah yang menerbitkan makalah penelitian, makalah review, laporan kasus, studi kasus, resensi buku, skripsi, tesis, karya disertasi, dll. Jurnal Saintifik (JS) ini didedikasikan untuk menggali dan menyebarluaskan hasil dari berbagai pemikiran kreatif dan inovatif yang berdasarkan pada proses penelitian dan pemikiran yang ilmiah. Jurnal Saintifik (JS) ini berfokus pada: Biologi: Botani, Biosains, Mikrobiologi, Bioteknologi, Biologi Klinis, Biologi Molekuler, Biokimia, Pertanian, Kimia, Lingkungan dan Ekologi, Ilmu Pangan, Nutrisi, Ilmu Tumbuhan, Entomologi, Zoologi, Perikanan, Ilmu Tanaman, Fitopatologi. Humaniora: Seni, Sejarah, Bahasa, Sastra, Musik, Filsafat, Agama, Teater, dll. Ilmu Sosial: Geografi, Sosiologi, Pendidikan, Ilmu Politik, Adminitrasi negara, Hukum, Kebijakan, Tinjauan Sosial, Seni, Sejarah, Filsafat, Antropologi, ilmu komunikasi dan Psikologi Manajemen: Perdagangan, Ekonomi, Keuangan, Akuntansi, Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Pelatihan dan Pengembangan Manajemen Mutu, Bisnis, dan Adminitrasi Bisnis. Ilmu Kedokteran: Kedokteran, Kesehatan, Keperawatan, Penelitian Klinis, Farmasi, Herbal, Farmakognosi, Farmakologi, Fitokimia, Kebidanan, Rekam Medik, Sistem informasi Kesehatan, Kesehatan masyarakat. Agama dan Kepercayaan: Pendidikan agama, Semua agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia Pendidikan Jasmani: Olahraga, Yoga, Fisioterapi, Fisiologi, Latihan, Kesehatan, Kesehatan Jasmani, Pendidikan keolahragaan dan Jasmani. Teknik: Teknologi Informasi, Aplikasi Komputer, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Fisika, Teknik Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Digital, dan Teknik Pertanian. Pendidikan : Pendidikan Umum, Pendidikan Tinggi, Manajemen Pendidikan, Pendidikan non formal, Pendidikan Formal, Pendidikan luar sekolah, Pendidikan luar biasa dan Teknologi pendidikan. Pertanian : Perlindungan tanaman, budidaya pertanian, agronomi, pemuliaan tanaman, Agribisnis, sosial ekonomi, kehutanan, hortikultura, budidaya perairan, ilmu kelautan, ilmu pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 2 (2024): MEI" : 5 Documents clear
Implementasi Budaya Organisasi di Kantor Kesbangpolinmas Kota Kupang Riwu Kore, Jefirstson R; Fellyanus Haba Ora; Moniche Aletha Saubaki
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 22 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v22i2.247

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan impelementasi budaya organisasi pegawai di Kantor Kesbangpolinmas Kota Kupang. Populasi pegawai sebanyak 31 orang menjadi sampel penelitian secara saturated sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, melalui teknik perolehan data secara wawancara kusioner skala Likert dan dokumentasi. Analisis data secara deskripsi melalui skoring persepsi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi budaya organisasi di Kesbangpolinmas Kota Kupang sudah sangat baik dari aspek orientasi hasil, orientasi tim kerja, keagresifan, dan stabilitas. Karakteristik individu pegawai menjadi perhatian organisasi untuk peningkatan kualitas pegawai, terutama dari aspek tingkatan pendidikan.
Analisis Pola Aktivitas Kombong Pada Petani Padi Untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Yang Berkelanjutan di Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang Irmayani, Irmayani; Nurul Aisyah; Arman, Arman; Nurhaedah, Nurhaedah
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 22 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v22i2.249

Abstract

Gotong-royong culture is a form of social activity carried out by society from ancient times to the present. Work togethe culture or Kombong has become a potential that has an important role in increasing productivity of farmers. The purpose of this research is to find out the activity pattern of the combo and the relationship between productivity and combo activity in Dulang village of Malua district of Enrekang. This research uses a kind of descriptive qualitative research method. Data was collected through observations, documentary interviews with samples of 25 people using descriptive data analysis techniques. The results of this study show that the Kombong Activity Pattern in Dulang Village, Malua Prefecture, Enrekang District shows that the perception of the community towards the Combination Activity pattern is very structured from the pattern of land management, agricultural cultivation and harvest patterns carried out jointly involves the alternate division of work between farmers with the aim of making the work easier and more efficient and the public view of Kombongan is very positive as a tradition that strengthens the common and solidarity among the members of the village of Dulang. Relationship between Productivity and Kombong Activity in Dulang Village, Malua Prefecture, Enrekang District shows that the very effective relationship between productivity with Kombongan Activity at Dulang village is proven by energy efficiency and increased farmers income figures proving that there is a relationship between Productive Activity and Kombong Aktivity in Malua Village, Dulang District.
Kajian Kearifan Lokal Petani Padi di Desa Tokadde Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo Irmayani, Irmayani; Hidayat, Rahmat; irwan, irnintia nanda pratami
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 22 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v22i2.250

Abstract

Kearifan lokal pertanian tidak lepas dari budaya kearifan lokal yang masih dipertahankan di era zaman modern. Sistem pengetahuan lokal ini memberikan gambaran kepada kita mengenai Kearifan tradisi masyarakat dalam mendayagunakan sumberdaya alam dan social secara bijaksana yang mengacu pada keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Penulis merumuskan beberapa masalah yaitu Apa saja kerarifan lokal yang pernah ada dan masih ada dalam membudidayakan tanaman padi sawah di Desa Tokadde Kecamatan Belawa serta faktor yang mempengaruhi kearifan lokal itu terus dipertahankan dan ditinggalkan serta apa keuntungan yang didapatkan oleh petani tanaman padi sawah di Desa Tokadde Kecamatan Belawa. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data digunakan yaitu menggunakan metode analisi data deskriptif kualitatif dan data yang dianalsis merupakan hasil wawancara secara mendalam, observasi, studi kepustakaan, dan hasil dokumentasi lapangan. Hasil penelitian yang peneliti dapat yaitu Sudah mulai ada tradisi-tradisi yang ditinggalkan, yakni diantaranya yaitu Mappadendang (Pesta Panen). Sedangkan ada beberapa tradisi-tradisi yang masih dipertahankan dalam masyarakat setempat, yaitu Tudang Sipulung (Duduk Bermusyawarah), Gotong Royong seperti Mabbaja Sepe’ (Pembenahan Irigasi) dan Mattaneng Ase (Menanam Padi), Mataksi Ase (Pengangkutan Gabah), Mappamula Ase (Memulai Panen), dan Mabbaca doang salama’ (Syukuran Selametan).
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Nanas (Ananas Comocuc) dan Komoditi Lokal yang Diaplikasikan Petani Nanas di Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang Irmayani, Irmayani; Risdayanti, Risdayanti; Arman, Arman
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 22 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v22i2.251

Abstract

Pineapple is one of Indonesia's export commodities, according to BPS data by 2022 the production of pineapples in Indonesia reached 3.2 million tons, which is a 10.98% increase compared to the previous year. Pineapple production in Indonesia is supported by many areas in Indonesia that are the site of pineapples production, one of the pines producing areas is South Sulawesi precisely in the village of Bottae, Mattiro Bulu district of Pinrang district. The village of Bottae is a village that has local potential in pineapple farming supported by the natural conditions suitable for planting ananas trees, given the local potential there is a need for the role of pine apple farmers in exploiting it to support the survival of ananas farmers. The production of pineapple in Bottae Village is influenced by production factors such as land area, seedlings, capital, fertilizer, and labor, therefore, the purpose of this research is to 1) Identify the factors that affect the production of Pineapples in Bottas County Mattiro Bulu District of Pinrang, 2) Analyze how much the production factors that influence the production in the Bottaes District Mattiros Pinu District, Pinrang District, 3) Know the local commodities that are applied to the pine farmers in Buttas County mattiro bulu District. The research uses two methods, quantitative and descriptive with a qualitative approach, as well as data sources obtained through observations, interviews, questionnaires, and documentation. A total of 50 pineapple farmers samples and data processed using SPSS version 29 then using techniques of analysis of multiple linear regression, data gained through interviews will be described to obtain answers to the third problem. From the results of the research obtained: 1) Seeds, Capital, and Fertilizers have a significant influence on the production of pineapple in the Bottae village of Mattiro Bulu district of Pinrang, 2) The great strength of the factors affecting the production is 84.9%, 3) There is a process of seed preparation carried out by pine apple farmers alternately to meet the needs of pines seed in the Mattiros Bulu village of Pinang.
Struktur Sosial Masyarakat Nelayan Petani Rumput Laut Di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan Irmayani, Irmayani; Alim, Nur; Arman, Arman; Nurhaedah, Nurhaedah
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 22 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v22i2.261

Abstract

Indonesia telah dikenal luas sebagai negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. ). Rumput laut merupakan salah satu komoditas laut yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena kandungan agar-agar maupun carageenan yang terdapat dalam rumput laut yang sangat diperlukan dalam industri obat-obatan, kosmetik atau sebagai bahan proses produksi (Istiqomawati,2010) Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Struktur Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat petani rumput laut di desa mallasoro Kecamatan bangkala babupaten jeneponto dan untuk mengetahui relasi sosial dalam aktivitas nelayan di desa mallasoro kecamatan bangkala kabupaten jeneponto penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tehnik pengumpulan data adalah observasi,wawancara, dan kegiatan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 7 orang yang ditentukan dengan tehnik purpossive. Data yang telah terkumpul disaring dan dipilah berdasarkan kebutuhan data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data tersebut ditarik kesimpulan kemudian diberikan saran-saran. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah struktur sosial dalam masyarakat nelayan di desa mallasoro terbagi atas tiga strata atau lapisan yaitu nelayan buruh (lapisan bawah), nelayan pemilik (lapisan menengah) dan punggawa atau pemodal (lapisan atas). Pelapisan masyarakat nelayan ini terbentuk atas dasar kepemilikan atau penguasaan modal dan alat produksi. Struktur sosial dalam masyarakat nelayan di Kelurahan Pantoloan bersifat terbuka baik secara vertikal maupun horizontal. Adapun hubungan kerja dalam aktivitas nelayan di desa mallasoro adalah hubungan kerjasama yang saling menguntungkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5