cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 950 Documents
Pergeseran Makna Tennoo Sebagai Simbol Negara Jepang Sri Pangastoeti
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.566 KB) | DOI: 10.22146/jh.818

Abstract

Kaisar atau dalam bahasa Jepang disebut Tennoo merupakan salah satu unsur penting bagi siapa pun yang akan mempelajari budaya Jepang . Sikap rakyat Jepang sendiri terhadap Tennoo, simbol negara Jepang, juga merupakan gejala yang menarik untuk dipelajari karena ternyata pengalaman sejarah menjadikan sikap mereka berubah . Perubahan ini menjadi jelas terlihat jika dikaji dengan teori fenomenologi
Dinamika Masyarakat Jepang Dari Masa Edo Hingga Pasca Perang Dunia II Eman Suherman
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.365 KB) | DOI: 10.22146/jh.819

Abstract

Dari beberapa kelas sosial, yakni kaum samurai, petani, tukang, dan kaum pedagang (dikenal dengan sebutan Shinookooshoo) yang ada dalam masyarakat Jepang, sejak pemerintahan Tokugawa Bakufu hingga berakhirnya Perang Dunia II, kaum petani Jepang merupakan kelas yang paling menderita dalam menanggung hidupnya . Mereka mendapat perlakuan yang tidak adil dari para penguasa negara, di antaranya dalam hal pembayaran pajak yang begitu mencekik leher mereka . Kaum petani tidak mendapatkan perhargaan yang layak seperti yang dialami kelas-kelas sosial lainnya . Padahal kaum petanilah yang menjadi "tulang punggung" para penguasa negara dan kelas-kelas sosial lainnya .
Karakteristik Bahasa Penyiar Radio JPI FM Solo Muhammad Rohmadi
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.182 KB) | DOI: 10.22146/jh.820

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan penyiar Radio JPI FM Solo untuk berkomunikasi dengan para pendengarnya . Bahasa penyiar radio memiliki berbagai variasi dan karakter tersendiri dibandingkan bahasa-bahasa yang digunakan dalam ranah pendidikan, pemerintahan, dan keluarga . Karakteristik ragam bahasa penyiar Radio JPI FM Solo diwarnal campur kode, alih kode, dan nuansa humor dalam siarannya . Tujuan utama penyiar Radio JPI FM Solo adalah untuk menarik simpati pendengar dan berinteraksi dengan para pendengar Radio JPI FM Solo secara kreatif . Selain itu, ragam bahasa penyiar Radio JPI FM Solo memanfatkan beberapa fungsi utama ketika berkomunikasi dengan pendengarnya . Fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi puitik, fungsi direktif, fungsi fatis, fungsi ekspresif, dan fungsi referensial dalam siaran Radio JPI FM Solo .
DEPLETION OF THE JAVA SEA'S FISH STOCK, 1860'S-1990'S Pujo Semedi
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.926 KB) | DOI: 10.22146/jh.823

Abstract

Penangkapan ikan laut merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang penting di Indonesia . Secara kultural usaha ini berkembang dalam wacana kemelimpahan kekayaan alam, seolah-olah sediaan ikan laut di Indonesia ada dalam jumlah yang sangat banyak . Artikel ini menolak pandangan tersebut . Berdasarkan data dari pantai utara Jawa, didapatkan bahwa sejak akhir abad ke- 19 sediaan alami ikan di perairan pantai utara Jawa sudah mengalami lebih tangkap dan peningkatan hasil tangkapan sejak tahun 1960- an diperoleh sebagai hasil ekspansi wilayah penangkapan ke perairan di luar laut Jawa .
KEKERASAN VIGILANTISM DALAM TATANAN SOSIAL: SEBUAH USULAN KERANGKA ANALISIS KEKERASAN DARI KASUS AMERIKA, AFRIKA, DAN INDONESIA Cho Youn Mee; Sjafri Sairin; Irwan Abdullah
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.578 KB) | DOI: 10.22146/jh.824

Abstract

This article examines vigilantism as a framework to see various violence cases in Indonesia, and through which tries to open a scope for further discussion about building a scheme of violence study in general . Vigilantism is analyzed on its stance in the established socio-political order and defined as establishment violence . Various case materials from America, Africa and Indonesia are offered in this analytical framework .
MANGKUNEGARA IV, RAJA-PENGUSAHA, PENDIRI INDUSTRI GULA MANGKUNEGARAN (1861-1881 . Wasino
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.267 KB) | DOI: 10.22146/jh.825

Abstract

This article will analyze the history of sugar plantation owned by the indegenious people, Mangkunegara, Colomadu and Tasik Madu . Historical sources are mostly taken from archives and library of Rekso Pustoko Mangkunegaran . Other sources are also collected from National Archive Jakarta, National Library Jakarta and a number of library in Yogyakarta. Research findings indicate that the Mangkunegaran sugar industry from the beginning represented the personal company of Mangkunegara IV which then was turned into a state (praja) company The establishment of Mangkunegaran sugar industry was a reaction to the wide-spead establishment of Western private enterprise in the region in mid XIX century. Mangkunegaran sugar industry was a traditional industry which was intended to boast up the Mangkunegaran's bargaining position to other Javanese kings .
PENGETAHUAN, PRAXEOLOGI, DAN TRANSMISINYA Jean Marc De Grave
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.193 KB) | DOI: 10.22146/jh.826

Abstract

Tulisan ini merupakan pemaparan pilihan penulis dengan fokus sistem-sistem transmisi, terutama transmisi pengetahuan di satu sisi, dan sistem-sistem transmisi kemampuan atau keterampilan di sisi yang lain . Pembahasan juga menyangkut transmisi lisan dan transmisi tertulis. Pada hakikatnya, transmisi lisan dan transmisi tulisan berlangsung melebihi batasan-batasan dikotomis teori dan praktik . Suatu jenis transmisi apa pun harus melalui suatu praktik atau suatu aksi tubuh . Diusulkan bahwa pendekatan dikotomis yang mengacu pada transmisi atau pendidikan dapat diperhalus, misalnya pendidikan dan formasi tidak lagi dipisahkan dari sosialisasi
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA MELAYU DAN BAHASA LAMPUNG Sudirman AM; M. Ramlan; Harimurti Kridalaksana; Inyo Yos Fernandez
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.582 KB) | DOI: 10.22146/jh.827

Abstract

This paper discusses the relationship between Malay and Lampung language, and attempts to answer the issue whether Lampung language is actually as old as Malay language. Malay language is considered more dominant them Lampung language, and the people are unclined to use Malay language . The result of reconstruction and comparative analyses of sound elements of lexicons indicate that Lampung language barrows and absorbs sound elements of Malay language. The status of relationship between Malay and Lampung language may be defined as languages of a family. People use Malay language to listeners outside his ethnic groups and use Lampung language on family and traditional ceremonies in the village
PARODY: A MEMORY MACHINE OF MODERNIZING PROVERBS Sailal Arimi
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.841 KB) | DOI: 10.22146/jh.828

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah kajian interteks dalam kerangka analisis struktural fungsional . Ide yang disajikan dalam karangan ini secara sederhana menunjukkan bahwa parodi, sebuah instrumen bahasayang ampuh secarasemiotis, mampu mengemukakan kembali peribahasa Idasik dalam repertoire-ingatan yang modern, aktual, dan dekat dengan kebutuhan pengetahuan kontemporer. Bagaimana parodi-peribahasa ini bekerja secara struktural dan fungsional untuk memodernisasikan ide kearifan yang terkandung dalam peribahasa itu telah memungkinkan parodi ini menjadi mesin ingatan yang berperan sebagai terapi kebahasaan .
FAKTOR-FAKTOR PENANDA KESANTUNAN TUTURAN IMPERATIF DALAM BAHASA JAWA DIALEK SURABAYA: ANALISIS PRAGMATIK Bea Anggraini
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.784 KB) | DOI: 10.22146/jh.829

Abstract

This paper attemps to describe politeness strategies found in imperative of Javanese language in Surabaya . This is a descriptive and qualitative study under the scope of pragmatics . Linguistically, markers of politeness may be seen in the differences of long and short utterances, intonation and speech hiearchy: non-imperative such as declarative and interrogative forms are examples of pragmatic politeness .

Filter by Year

1989 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue