Innovative: Journal Of Social Science Research
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Articles
14,070 Documents
Masjid Jami' Masjid Bersejarah Di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi
Elta Andea;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.567 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.94
Di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, terdapatlah sebuah daerah bernama Pangean. Di daerah Pangean ini terdapat salah satu Masjid yang tertua yaitu Masjid Jami’.Keberadaannya menjadi pertanda sampainya syiar Islam ke daerah ini. Masjid Jami’ Pangean didirikan pada sekitar tahun 1932 berdasarkan pada inskripsi atap masjid. Masjid Jami’ Pangean merupakan masjid Jami’ 4 suku yang ada di daerah Pangean yaitu Suku Melayu, Mandihiliang, Paliang, dan Camin.Pada awalnya masjid ini merupakan bangunan kayu dengan bentuk panggung. Pada tahun 1998 dilakukan pemugaran oleh masyarakat setempat menjadi bangunan tembok yang terbuat dari bata berspesi semen. Dari facadenya bangunan ini terlihat telah mengalami pemugaran, terlihat dari pemberian warna cat, penambahan keramik pada dinding dan lantai. Pondasi bangunan masjid telah mengalami perubahan, pada awalnya berbentuk panggung yang terbuat dari kayu menjadi pondasi yang terbuat dari coran batu kerikil. Bangunan masjid ini terdiri dari satu lantai. Bangunan Masjid Jami’ Pangean ini bergaya arsitektur tradisional.Terlihat dari bentuk atapnya berbentuk limasan tumpang 3. Untuk penggambaran deskripsi bangunan masjid dibagi dalam empat bagian pendeskripsian, yaitu bagian ruang utama, mihrab, serambi, bangunan pendukung, dan bangunan penyerta. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan teknik wawancara. Tunjuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengertian masjid, (2) untuk mengetahui sejarah masjid jami', (3) untuk mengetahui fungsi Masjid
Tepuk Tepung Tawar Dalam Adat Pernikahan Melayu
Rini Selvia;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.827 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.95
Tepuk tepung tawar merupakan salah satu bagian dari prosesi adat dalam pernikahan melayu. Istilah tepung tawar ini diambil dari salah satu bahan yang digunakan dalam proses tepung tawar tersebut. Dimana bahan tersebut berupa tepung beras yang telah dicampur dengan sedikit air. Dalam upacara perkawinan, tepuk tepung tawar ini bermakna sebagai bentuk pemberian do’a restu kepada kedua pengantin dan seluruh keluarganya. Selain itu juga bermakna sebagai penolakan terhadap segala musibah yang akan diterima oleh kedua pengantin kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan serta gambaran tentang tradisi tepuk tepung tawar dalam pernikahan adat melayu. Data diperoleh dengan menggunakan metode penelitian Kualitatif. Hal ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan cara observasi (pengamatan) dan menggunakan studi dokumen berupa artikel, jurnal serta buku.
Peran Kearifan Lokal Desa Baduy Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Baduy
Sri Supitri Romdania;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.47 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.96
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana arus globalisasi tidak dapapat dengan mudah memudarkan nilai nila warisan budaya dari leluhur melainkan menjad peluan sebagai ajang penggerak dalam peningkatan ekonomi ,kearifan lokal yang di miliki baduy salah satunya adalah sebagai contoh tata ruang dan eksistensi yang berkembang secara ekonomi naun tetap terikat pada nilai nilai budaya dari leluhur yang tetap terjaga hingga kini ,adapun dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pendekatan etnografi serta pengmpuan-pengumpulan dokumen yang relevan yang bisa di jadikan sebagai acuan pada penelitian ini. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini ialah bahwasannya suku baduy adalah salah satu desa yang mulai berkembang pada segi eknominya dengan di jadikannya sebagai desa wisata ,dimana warga baduy maupun sekitarnya menjadi penggerak ekonomi ,yang berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah, juga desa baduy ini merupakan warisan budaya leluhur yang patut di jaga dan tetap di lestarikan ,kendatipun era gloalisasi menyerang
Kilas Balik Sejarah Kerajaan Gunung Sahilan
Shakila Mayval;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.992 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.97
Penelitian ini menjelaskan mengenai sejarah kerajaan Gunung Sahilan di Kabupaten Kampar, Kecamatan Gunung Sahilan. Kerajaan Gunung Sahilan yang ada di Kabupaten Kampar. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad 16-17 M dan memiliki peranan penting terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia. Awalnya Gunung Sahilan ini Bernama Gunung Ibul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan deskriptif dengan analisis sederhana secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperoleh data yang terkait dengan pembahasan masalah yang ada, maka digunakan beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data (observasi, wawancara, mencari sumber), analisa data, dan pemaparan hasil data, ketiga tahapan tersebut akan dilakukan secara berurutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas lebih dalam sejarah Kerajaan Gunung Sahilan yang ada di Kabupaten Kampar
Bangunan Tradisional Rumah Adat Melayu Budayawan Tenas Ef fendy Di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
Patricia Endah Septiana;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.77 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.98
Tenas Effendy (1936—2015) memiliki nama lengkap Datuk Berida1 Dr. (H.C.) Tengku Haji Nasaruddin Said Effendy ibni Tengku Said Umar Muhammad. Akan tetapi, beliau lebih dikenal dengan nama pena Tenas Effendy sahaja. Beliau lahir di Kampung Tanjung Malim Kuala Panduk, Kerajaan Pelalawan, pada tanggal 9 November 1936, dan wafat di Pekanbaru pada tanggal 28 Februari 2015. Ayahandanya, bernama Tengku Said Umar Muhammad Al-Jufri, dan ibundanya bernama Tengku Syarifah Azamah binti Tengku Said Abubakar. Keduanya kerabat diraja Kerajaan Pelalawan. Setiap bangsa dan suku bangsa di dunia ini memiliki bentuk rumah, fungsi dan maksud rumah tradisional sebagai ciri khususnya mengikut budaya dan adat resamnya, di samping nilai-nilai universal yang terkandung padanya. Demikian pula halnya dengan orang Melayu,bahkan wilayah Melayu yang besar itu mempunyai persamaan dan perbezaan bentuk rumah, fungsi dan maksud rumah tradisional jika diperhatikan atau dikaji dengan lebih mendalam. Rumah tradisional Melayu adalah suatu bangunan yang utuh, yang dapat dijadikan tempat kediaman keluarga, tempat bermusyawarah, tempat beradat berketurunan, tempat berlindung bagi siapa sahaja yang memerlukannya. Menurut tradisi, orang Melayu percaya kepada empat cahaya di bumi yang terdiri dari rumah tangga, ladang “bertumpuk”, beras padi, dan anak muda-muda.
Eksistensi Madrasah Al-Islahiyah Sebagai Wadah Penyebaran Tarekat Naqsabandiyah “Budaya Suluk “di Tanah Putih Tanjung Melawan
Azru Raihani Satifa Damanik;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.77 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.99
Penelitian ini menjelaskan mengenai Tarekat Naqsabandiyah dan Budaya Suluk yang ada di Madrasah Al-Islahiyah di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan ini, kegiatan Bersuluk di lakukan di sebuah surau atau biasa disebut dengan nama Madrasah Al-Islahiyah. Madrasah Al-Islahiyah ini awalnya di pimpin oleh Tuan Khalifah razab yang merupakan mursyid pertamanya yang ditugaskan langsung oleh tuan syekh abdul wahab rokan. Ditahun 1927,dibuat majelis suluk pertama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pendekatan deskriptif diikuti dengan analisis sederhana secara observasi diikuti dengan wawancara dan penunjang dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mengenalkan kembali Tradisi suluk di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan yang pelaksanaannya di lakukan di Madrasah Al-Islahiyah.
Tradisi Jujung Bintang Dan Mangarak Anak Pancar Di Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi Riau
Satria Bulkis;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.873 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.100
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Adat Istiadat atau kebiasaan yang dilakukan oleh Orang Melayu di Kecamatan Inuman yang biasa disebut dengan Jujung Bintang dan Mararak Anak Pancar dalam acara pesta Pernikahan dan Khitanan. Tradisi ini biasanya dimulai dari penjemputan anak pancar (pengantin) oleh induk Bako (saudara perempuan dari Ayah). Sebelum anak pancar diarak keliling kampung, semua induk bako disuku melayu (paliangsoni), berkumpul dirumah induk bako (saudara perempuan dari ayah). untuk dibawa kerumanya agar diberi pakaian adat melayu. Setelah berpakaian lalu dibacakan doa keselamatan untuknya, kemudian anak pancar (pengantin) tersebut meminta doa restu sambil bersalam-salaman. Sebelum anak pancar (pengantin) pergi dari rumah Induk Bako (saudara perempuan dari ayah) anak pancar (pengantin) dilemparkan beras kuning oleh Ninik Mamak. Kemudian barulah anak pancar (pengantin) dibawa kerumah Induk Bako selanjutnya dengan arakan jujung bintang dan iringan orkes (randai kuansing).
Pemanfaatan Situs Megalitikum (Sarkofagus) Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Tingkat SMA Di Desa Tipang
Bonita padang;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.555 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.101
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan sarkofagus di Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbanghasundutan yang juga dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah bagi siswa. Dalam hal ini guru diposisikan sebagai satu-satunya dan sumber informasi utama, siswa tertinggal sebagai objek penderita sedangkan guru sebagai semua sumber dan pengelola informasi hanya mengajar dengan metode ceramah. Kadang juga memberikan metode tanya jawab konvensional kepada siswa tetapi tidak memberikan pertanyaan yang dapat meningkatkan minat belajar siswa. Sehingga pembelajaran sejarah tidak hanya membosankan, tetapi juga hanya menjadi wahana untuk mengembangkan berpikir tingkat rendah dan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalahnya sendiri. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru yaitu dengan membawa siswa secara langsung mengunjungi sarkofagus (tour work) atau dengan menggunakan powerpoint dengan menyajikan gambar sarkofagus dalam slide powerpoint. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode ini merupakan rekonstruksi sistematis masa lalu dan objek dengan mengumpulkan data dan mengolah data secara bertahap; (a) Heuristik (Koleksi Sumber), b. Verifikasi yang terdiri dari kritik eksternal dan internal, (c) Interpretasi, (d) historiografi
Kajian Pengaruh Keberadaan Wisata Pulau Tilan Terhadap Aspek Ekonomi Dan Aspek Sosial Masyarakat
Indah Puspa Sari;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.366 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.102
Potensi wisata banyak ditemui di Indonesia, namun banyak pula yang hanya terbengkalai karna tidak mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun dari masyarakat itu sendiri. Potensi pariwisata yang dikelola dengan akan memberikan pengaruh baik pula bagi daerah tersebut. Adanya pengelolaan dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat akan memaksimalkan potensi wisata yang ada sehingga pengaruh yang diberikan juga akan maksimal. Potensi wisata yang dimaksudkan juga terdapat pada wisata Pulau Tilan di Desa Rantau Bais, Kec. Tanah Putih, Kab. Rokan Hilir, Prov. Riau. Indonesia. Potensi wisata yang ada di Desa Rantau Bais sebenarnya sedah ada sejak lama, namun sulit berkembang karena banyak factor penyebabnya. Kemudian potensipotensi wisata tersebut ternyata sudah dikelola bahkan oleh dua instansi sekaligus yaitu antara lain adalah Pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi dan lambat laun mulai bisa berkembang dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung namun jumlah pengunjung meningkat jika adanya dilakukan festival. Adanya Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan yang kemudian menjadi pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah : Bagaimana pengaruh keberadaan Wisata Pulau Tilan Terhadap aspek ekonomi dan aspek sosial masyarakat? permasalahan yang timbul dalam perkembangan wisata Pulau Tilan adalah belum optimalnya pemanfaatan potensi dan pemberdayaan masyarakat yang ada di kawasan wisata Pulau Tilan sehingga penelitian ini penting dilakukan karena bertujuan untuk melakukan kajian pengaruh perkembangan yang terjadi di wisata Pulau Tilan terhadap aspek ekonomi dan aspek sosial masyarakat di Desa Rantau Bais. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, metodologi penelitian deskriptif bertujuan membuat deskripsi yang akurat, faktual, dan sistematis pada fakta tertentu. Hasil akhir penelitian ini adalah adanya perkembangan wisata Pulau Tilan memberikan pengaruh terhadap Desa Rantau Bais baik itu dilihat dari aspek ekonomi dan aspek sosial masyarakat.
Implementasi Dan Problematika Kurikulum 2013 (K-13) Terhadap Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19
Risa Putri Wulansari;
Clarissa Okta Berliananda;
Ervina Astin Ratna Ayu Widiyastuti;
Sonya Isrofia Azzahra;
Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.81 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.103
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan problematika kurikulum 2013 terhadap proses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskiptif kualitatif menggunakan kuisioner untuk bahan meneliti dengan responden mengisi kuisioner yang telah disiapkan oleh peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian berupa kuisioner online, yaitu peneliti memberikan pertanyaan secara online kepada guru yang dipilih menjadi responden. Subjek dalam penelitian adalah guru SMA Negeri 2 Madiun yang dipilih secara purposive sampling dan objek dari penelitian ini yaitu implementasi dan problematika kurikulum 2013 terhadap proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan pembelajaran kurikulum 2013 SMA Negeri 2 Madiun pada masa pandemi Covid19 kurang efektif, dikarenakan kurangnya keaktifan siswa dalam memahami materi serta kurangnya jam pelajaran