cover
Contact Name
Slamet Wardoyo
Contact Email
gemakesling.journal@gmail.com
Phone
+6285787549486
Journal Mail Official
gemakesling.journal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Menur 118A, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60282
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Higiene Sanitasi
ISSN : -     EISSN : 28280474     DOI : 10.36568
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Higiene Sanitasi [e-ISSN: 2828-0474 | DOI: 10.36568] adalah jurnal yang merupakan sumber informasi dengan menggunakan platform peer-review. Jurnal ini menerima dan mempublikasikan artikel hasil penelitian, studi kasus dan artikel review dengan topik kesehatan lingkungan. Pihak yang terlibat dalam sistem jurnal ini adalah author, editor dan reviewer serta penerbit Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya.
Articles 74 Documents
EVALUASI PROGRAM PENGENDALIAN VEKTOR DBD DI PUSKESMAS MEDOKAN AYU KOTA SURABAYA TAHUN 2022 Putri Sapphira, Nanda; Ngadino; Ernita Sari
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v2i2.32

Abstract

There were 111 cases of dengue fever in Surabaya in 2021 with the highest cases being at the Medokan Ayu Health Center with 13 cases. Based on data from the Medokan Ayu Health Center, there were 25 cases of dengue fever in 2021, and this increased to 28 cases from January to May 2022. The purpose of this study was to evaluate the implementation of the dengue vector control program at the Medokan Ayu Health Center, Surabaya City in 2022. The design of this research is descriptive and was conducted in April-July 2022. The total sample used was 22 people who had suffered from DHF in the working area of ​​the Medokan Ayu Public Health Center. The results of the interviews that have been conducted obtained 13 people with sufficient criteria and 9 people with good standart, those can be seen the implementation of the DHF vector control program at the Medokan Ayu Health Center is efficient. Of the 9 vector control activity variables, the Medokan Ayu Health Center only carried out 7 DHF vector control activities. The conclusion from the research that has been conduct is that the implementation of the dengue vector control program at the Medokan Ayu Health Center has been efficient. However, several variables scored less than the respondents, including counseling activities, eradicating mosquito nests, and fogging. Suggestions for Medokan Ayu Health Center and society to help each other in implementing the dengue vector control program.
KONDISI SANITASI PASAR SOPONYONO KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA TAHUN 2022 Sekar Maharani, Zulfa; Suprijandani, Suprijandani; Darjati, Darjati; Rokhmalia, Fitri; Kriswandana, Ferry
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v2i2.35

Abstract

Soponyono market is al traditional malrkelt that plays an important role in providing safe food. Also, the market can become a place of disease transmission, so it is very important to monitor and control the cleanliness or health of the market environment. Thel purpose of this research was describe the hygiene status of the Soponyono market which includes market formation, market cleanliness and market PHBS, then analyzed using SWOT analysis (strelngths, welalknelssels, opportunitiels alnd threlalts). The results of the SWOT analysis will form the market hygiene position development strategy. This research was descriptive type of research that uses observation sheets to obtain results for the sanitary conditions of the Soponyono Market. Based on the study results, thel sanitary condition in Soponyono Market, category Rungkut District, Surabaya City was generally good and in the eligiblel as per the existing regulations such as market buildings (80.6%), market cleanlinelss in the eligible category (68.1%), and clean alnd healthy behavior (59%) category requirements. The results of the SWOT anallysis on the sanitary state of the Soponyono market are in Quadrant I (Aggressive). It is recommended that market managers monitor the sanitary condition of the market in accordance with Decree 519/MENKES/SK/VI/2008 of the Minister of Health of the Republic of Indonesial relating to the implementation of healthy markets. The strategy used is to take advantage of all the strengths of the clean market conditions and to talkel advantage of opportunities as much as possible.
Pengaruh Sanitasi Dasar Rumah terhadap Kejadian Diare pada Balita: Studi Kasus di Puskesmas Sememi, Surabaya Tahun 2023 Fitriyanti Darmawan, Devina; Narwati; Rachmaniyah; Jessika Juan Pramudita
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.82

Abstract

Diare dapat terjadi apabila sebuah lingkungan kerja memiliki sebuah kondisi sanitasi dasar yang buruk. Diare merupakan aktivitas buang air besar dengan frekuensi sebanyak tiga kali atau lebih dengan kondisi tinja cair. Terdapat beberapa jenis yang meningkatkan diare salah satunya adalah sanitasi dasar. jenis penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan pendekatan case control. Sampel pada penelitian ini sebanyak 64 rumah dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan lembat observasi dan dolah dengan uji chii square dan dilanjutkan dengan SPSS. Terdapat hubungan signifikan antara sarana air bersih dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05), terdapat hungan anatara jamban sehat dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05), terdapat hubungan anatara sarana pembuangan air limbah dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05), terdapat hubungan anatara sarana pembuangan sampah dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifikan anatara sarana air bersih, sarana jamban sehat, sarana pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di Desa Sememi Kota Surabaya. Disarankan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan jamban, menjaga kondisi bak mandi, sarana pembuangan sampah dan sarana pembuangan air limbah.
Pemanfaatan Mol Limbah Tomat, Pepaya, Dan Nasi Basi Sebagai Starter Terhadap Waktu Dan Kualitas Kompos Vegi Salsabila; Demes Nurmayanti; Ngadino; Rachmaniyah; Dwijo Warsito
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.87

Abstract

Pemanfaatan Mol berbahan Limbah menjadi alternatif dalam kelanjutan kelestarian lingkungan. Limbah tomat, pepaya dan nasi basi memiliki potensi sebagai bahan Mol dalam mempercepat pengomposan. Tujuan penelitian ini yaitu pemanfaatan MOL limbah tomat, pepaya, dan nasi basi sebagai starter terhadap waktu dan kualitas kompos. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan desain posttest only control group. Objek penelitian ini adalah limbah tomat, pepaya, dan nasi basi. Variabel penelitian ini adalah waktu pengomposan, dan kualitas kompos di replikasi 9 kali. Pengumpulan data dilakukan uji laboratorium yaitu kualitas kompos. Analisis data menggunakan uji One Way Anova untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan MOL limbah tomat, pepaya, dan nasi basi sebagai starter terhadap waktu dan kualitas kompos. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata kandungan Nitrogen tertinggi Mol pepaya 2,81%, pemberian Mol nasi basi sebesar 2,28%, dan yang terendah Mol tomat sebesar 2,10%. Rerata kandungan Phospor yang tertinggi yaitu pada pemberian Mol pepaya sebesar 3,48%, Mol nasi basi sebesar 2,75%, dan yang terendah Mol tomat sebesar 2,35%. Dan rerata kandungan Kalium yang tertinggi yaitu pada pemberian Mol pepaya sebesar 4,3%, pemberian Mol nasi basi sebesar 3,74, dan yang terendah Mol tomat sebesar 3,33%. Lamanya waktu tercepat ialah kompos dengan penambahan starter Mol pepaya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengukuran pH dan suhu Mol telah memenuhi syarat yaitu hasil awal dan akhir mendapatkan nilai pH 4-5 dan suhu berkisar 29-31. Selanjutnya waktu tercepat pada kompos dengan penambahan Mol pepaya yaitu 15 hari.
Performance Review of Final Waste Processing at Banjarsari Landfill, Bojonegoro Regency in 2024 Asvinatin Choiriyah; Imam Thohari; Khambali; Sri Anggraeni; Fitri Rokhmalia; Jessika Juan Pramudita
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i2.89

Abstract

The increasing volume of waste entering the Banjarsari Landfill in Bojonegoro Regency has caused serious issues in land management. Evaluating the effectiveness of the sanitary landfill system is crucial to ensuring the sustainability of waste management at the landfill. This research aimed to assess the final waste processing at the Banjarsari Landfill in Bojonegoro Regency in 2024. This descriptive evaluative study used observation, interviews, and measurement methods. Respondents included the head of the waste management division of the Bojonegoro Environmental Office and the manager of the Banjarsari Landfill. The variables examined were waste generation, facilities and infrastructure, waste recording, compaction, soil covering, leachate treatment, and gas handling. The data analysis technique was descriptive, and presented as graphs, diagrams, or tables. The research findings showed that daily waste generation was 55.7 tons, categorized as moderate. The human resources consisted of 18 qualified personnel. The waste recording was done manually, compaction had a ratio of 2:3, waste was covered once a week, leachate was treated with a processing facility, and methane gas was used as a fuel substitute. Implementing a control schedule, improving facilities, and providing outreach and technical training for final waste processing operations were recommended.
Pengaruh Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Risiko Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Pencucian Kendaraan Bermotor Amaliyah, Nurul; Ratih Lukmitarani; Suparmin
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i2.100

Abstract

Dermatitis kontak iritan merupakan penyakit akibat kerja terutama pada pekerja yang berhubungan dengan bahan iritan seperti sabun, deterjen. Salah satu pekerja yang sering berhubungan dengan bahan iritan tersebut adalah pekerja pencucian kendaraan bermotor. Pencegahan dermatitis kontak iritan dapat dilakukan dengan mengganti penggunaan bahan pencuci yang bersifat iritan atau menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan APD dan dermatitis kontak iritan pada pekerja pencucian kendaraan bermotor di Desa Karangmangu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian case control dengan perbadingan 1:1. Tujuan penelitian menganalisis hubungan serta besaran resiko penggunaan APD dengan dermatitis kontak iritan pada pekerja pencucian kendaraan bermotor di Desa Karangmangu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pencucian kendaraan bermotor yang berada di Desa Karangmangu. Sampel ditentukan sebanyak 35 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan perbandingan case dan control 1:1, sehingga total sampel sebanyak 70. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan Odd Ratio. Hasil penelitian karakteristik responden usia antara 34-39 tahun (36%), responden laki-laki (97%) dan responden memiliki tingkat pendidikan menengah (64%), responden tidak menggunakan APD lengkap 40 responden (57,1%), terdapat hubungan penggunaan APD dan dermatitis kontak iritan pada pekerja pencucian kendaraan bermotor dengan p value=0,000 dengan OR 7,667. Saran penelitian agar pengusaha pencucian kendaraan bermotor membuat SOP pada saat karyawan bekerja khususnya pekerja pencucian dan menggunakan bahan pencuci yang ramah lingkungan dan aman digunakan oleh pekerja.
Pengaruh Beban Kerja Fisik, Usia, Durasi Kerja, dan Kecukupan Tidur terhadap Kelelahan Kerja Swindriaswara; Winarko; Ngadino; Demes Nurmayanti; Pratiwi Hermiyanti
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i2.95

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu diperhatikan di pertambangan batu kapur agar terhindar dari kecelakaan kerja dan kelelahan. Kelelahan bisa dipengaruhi beban kerja fisik, usia, durasi kerja, dan kecukupan tidur. Sebanyak 8 pekerja CV X sebesar 75% mengalami kelelahan kerja dengan 62.5% pekerja mengalami beban kerja fisik berat. Tujuan dari studi ini guna menganalisis pengaruh beban kerja fisik, usia, durasi kerja, dan kecukupan tidur terhadap kelelahan kerja di CV X. Penelitian ini menerapkan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Besar sampel 29 pekerja dipilih secara simple random sampling dari 30 pekerja, variabel beban kerja fisik, usia, durasi kerja, kecukupan tidur, dan kelelahan kerja dikumpulkan melalui pengukuran wawancara. Data terkumpul, diolah, dan analisis memakai uji statistik Chi Square dengan tingkat kesalahan (α) sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 29 pekerja mengalami beban kerja fisik 75,9% sedang dan 24,1% agak berat, usia 72,4% > 30 tahun dan 27,6% < 30 tahun, durasi kerja 100% < 8 jam, kecukupan tidur 93,1% normal dan 6,9% tidak normal, kelelahan kerja 41,4% sedang, 41,4% tinggi, dan 17,2% sangat tinggi, 54,5% kelelahan kerja tinggi banyak dirasakan pekerja dengan bebean kerja sedang, 57,15% kelelahan kerja tinggi banyak dialami pekerja berusia > 30 tahun, serta 44,44% kelelahan kerja sedang banyak dialami pekerja dengan kecukupan tidur normal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwasannya kelelahan dipengaruhi beban kerja fisik dan usia, sedangkan durasi kerja dan kecukupan tidur tidak berpengaruh. Disarankan agar pekerja mengurangi beban yang diangkat dan pekerja yang berusia > 30 tahun diberi pekerjaan bervariasi.
Perilaku Siswa Dalam Penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun Di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten X Tahun 2024 Syawalina Putri Fajar; Rusmiati; Pratiwi Hermiyanti; Irwan Sulistio; Imam Thohari
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i2.93

Abstract

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu langkah efektif dalam mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekolah. Namun, ketersediaan fasilitas CTPS yang kurang memadai dapat mempengaruhi kebiasaan siswa dalam mencuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku siswa dalam penerapan CTPS di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten X tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian sebanyak 59 siswa kelas VI dari tiga madrasah yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas CTPS pada dua madrasah dikategorikan cukup (66,67%) sedangkan satu madrasah kurang (33,33%). Tingkat pengetahuan siswa tentang CTPS tergolong baik (93,22%), begitu pula dengan sikap siswa (94,92%). Namun, hanya 44,06% siswa yang memiliki tindakan mencuci tangan dengan benar, sementara 55,94% masih melakukan secara kurang optimal. Secara keseluruhan, perilaku siswa dalam penerapan CTPS berada pada kategori baik (74,58%). Kesimpulannya, meskipun siswa memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik, praktik mencuci tangan masih perlu ditingkatkan. Penyediaan fasilitas CTPS yang lebih memadai serta edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kebiasaan mencuci tangan yang benar.
Kandungan Jamur Candida Albicans Pada Sanitasi Toilet Umum Di Pasar Tambahrejo Lintang Lailattul Fadillah; Ngadino; Fitri Rokhmalia; Marlik
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i2.105

Abstract

Candida albicans adalah spesies yang paling melimpah di seluruh dunia, dengan rata-rata global sebesar 66% dari seluruh Candida sp. Prevalensi kandidiasis di Indonesia sekitar 20-25%, dapat menyerang rambut, kulit, kuku, selaput lendir, mulut, dan tenggorokan. Salah satu lokasi yang sering diserang oleh jamur Candida albicans adalah bak penampung air Toilet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan jamur Candida Albicans pada sanitasi toilet umum di Pasar Tambahrejo, Kota Surabaya. Penelitian deskriptif dilakukan dengan desain penelitian cross-sectional yang mencakup observasi, penilaian inspeksi, dan wawancara. Penelitian dilakukan di 5 toilet di Pasar Tambahrejo. Hasil pemeriksaan kandungan Jamur Candida Albicans pada air bersih dari 5 toilet yaitu 20% positif mengandung jamur Candida Albicans (toilet ke-3), 80% negatif jamur Candida Albicans. Kondisi sanitasi toilet umum di Pasar Tambahrejo telah dikategorikan sebagai cukup, dengan persentase sebesar 54,4%. Berdasarkan hasil tersebut, sanitasi toilet umum di pasar Tambahrejo tidak memenuhi syarat PMK No. Pedoman Standar Toilet Umum Di Indonesia tahun 2016 telah ditingkatkan pada tahun 2020. Disarankan untuk menyediakan tempat sampah yang kokoh dengan tutup serta membersihkan toilet dengan cermat termasuk mencuci gayung untuk mencegah timbulnya lumut.
Health Risk Assessment of Hydrogen Sulfide (H₂S) Exposure Among Communities Near a Bioethanol Industry: A Case Study from Mojokerto, Indonesia Fatmalia, Nabila; Khambali, Khambali; Sulistio, Irwan; Rachmania; Rosyid, Muhammad Agus Ainur; Amin, Muhammad
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v5i1.94

Abstract

The community of Gempolkerep village still smells an unpleasant odour indicated by the presence of H₂S gas in the bioethanol plant. Due to the unpleasant and pungent odour, people in Gempolkerep village experience complaints such as sore eyes, sneezing, coughing, sore throat, shortness of breath, and dizziness. This study aims to determine the effect of H₂S gas exposure on subjective complaints of the community around the bioethanol plant. This research is a quantitative research with a cross-sectional design. The population in this study were housewives of Gempolkerep village of 940 people and measurement of H₂S gas levels in ambient air in Gempolkerep village, Mojokerto district. The sample in this study was taken from a portion of the population with a sample size of 273 respondents. The sampling technique used in this study was purposive sampling method. Data analysis using chi-square statistical test. The results showed that the average measurement of hydrogen sulfide gas levels at the first point was 28.3 µg/Nm3 and at the second point was 15 µg/Nm3. The variables of age, length of exposure, and exposure distance have a significant relationship to subjective complaints with a value of (p-value = 0.000), (p-value = 0.008), and (p-value = 0.001) to the subjective complaints of the people of Gempolkerep Village, but there is no influence of medical history on the subjective complaints of the people of Gempolkerep Village in 2024. The conclusion of this study is that H₂S levels do not affect subjective complaints in the people of Gempolkerep Village in 2024. The advice given to the community is that they can plant ylang-ylang trees, which help reduce the level of pollutants in the air. In addition, the community must be able to maintain immunity by adopting a healthy lifestyle, eating nutritious foods, protecting the environment, and conducting regular health checks.