cover
Contact Name
Pandu Rudy Widyatama
Contact Email
pacivic@unipasby.ac.id
Phone
+6285158858508
Journal Mail Official
pacivic@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Jl. Dukuh Menanggal XII No. 17, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60234
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 00000000     EISSN : 28079337     DOI : https://doi.org/10.36456/p.v1i1
PACIVIC: Journal of Pancasila and Civic Education is a scientific journal managed by the Department of Pancasila and Civic Education, University of PGRI Adi Buana Surabaya, which publishes various articles about Pancasila and Civic Education. The journal was formed to facilities the scholars, researchers, partitioners, and students to submit their scientific articles. It publishes both in print and electronic periodically twice a year, April and October. The journal publishes the results of scientific research that focuses on the: Pancasila and Civic Education, Politics and Law, and Social Education. E-ISSN: 2807-9337 PACIVIC: Journal of Pancasila and Civic Education is a scientific journal managed by the Department of Pancasila and Civic Education, University of PGRI Adi Buana Surabaya, which publishes various articles about Pancasila and Civic Education. The journal was formed to facilities the scholars, researchers, partitioners, and students to submit their scientific papers. It publishes both in print and electronic periodically twice a year, April and October. The journal publishes the results of scientific research that focuses on the: Pancasila and Civic Education Politics and Law Social Education
Articles 48 Documents
Pengembangan Aplikasi Teka-Teki Silang (TTS) Sebagai Alternatif Pembelajaran PPKn Kelas IX Pada Materi Lembaga-Lembaga Negara Pandu Rudy Widyatama; Aldila Novitasari; Agnes Sandri Diana Selek; Abil Wafa Almaulana; Reza Nur Alfiani Agustin; Siti Mahluk Attus Sholihak; Mia Fitria Nisa'Q; Natasha Bilqies Andriyani; Patrisia Karmenita Ngene; Suyono
PILAR Vol 2 No 1 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.109 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i1.5457

Abstract

Pendidikan sekarang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan terus dilakukan karena kemajuan zaman yang membuat pendidik harus bisa lebih inovatif dan kreatif dalam menerapkan pembelajaran kepada para peserta didiknya. Peserta didik yang mudah bosan dan enggan untuk mau belajar membuat para pendidik harus bisa memutar otaknya untuk mampu mengolaborasikan pembelajaran dengan permainan agar nantinya suasana kelas menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian ini yang bertujuan dalam mengembangkan aplikasi teka-teki silang (TTS) sebagai alternatif pembelajaran PPKn kelas IX pada materi lembaga-lembaga negara yang mana mampu menghasilkan sarana belajar interaktif berbasis teknologi bagi para peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) dalam bidang kependidikan. Dalam penelitian pengembangan aplikasi teka-teki silang (TTS) melewati beberapa tahapan, meliputi: tahap perencanaan, tahap percobaan, tahap pengembangan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, tahap penyempurnaan, dan tahap penyelesaian. Pendidik sekarang ini bisa memanfaatkan sarana teknologi sebagai salah satu dari alat pembuat permainan pembelajaran yang mudah dan juga cepat tanpa harus belajar coding yang memerlukan banyak waktu dan biaya. Sehingga dengan adanya pengembangan aplikasi teka-teki silang (TTS) ini mampu meningkatkan kegemaran belajar PPKn pada siswa SMP kelas IX untuk bisa lebih memahami materi lembaga-lembaga negara di Indonesia.
Penerapan Metode Group Investigations Dalam Upaya Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Materi Integritas Nasional Kelas X APHP-1 Sri Mulyati
PILAR Vol 2 No 1 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.585 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i1.5458

Abstract

Pembelajaran Group Investigation adalah kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, pada kompetensi: Integritas Nasional. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X APHP-1 SMK Negeri 2 Mojokerto. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket, dan catatan lapangan. Tahap-tahap dalam penelitian ini meliputi tahap pra-tindakan penelitian, kegiatan tindakan penelitian dan pelaporan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa: 1) Pembelajaran dengan Metode Group Investigations memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (65,71%), siklus II (77,14%), siklus III (88,57%); 2) Penerapan Metode Group Investigations mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat belajar aktif dengan Metode Group Investigations.
Implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Pembelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Politik Indonesia Di Kelas X-MIPA 1 SMAN 3 Mojokerto Suparman
PILAR Vol 2 No 1 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.091 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i1.5461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan dan kompetensi siswa selama pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran PPKn pada materi Sistem Politik Indonesia. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Mojokerto, dengan objek penelitian siswa kelas X-MIPA 1 tahun ajaran 2018-2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Setelah diadakan observasi, dilanjutkan dengan penyusunan seluruh instrumen dan perangkat penelitian, kemudian setelah itu dilakukan kegiatan pembelajaran. Setelah proses analisis data diperoleh bahwa kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran CTL pembelajaran PPKn mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Hal ini terlihat dari hasil rata-rata pengamatan pada putaran I sebesar 2,23 (kategori cukup) yang meningkat menjadi 3,05 (kategori baik) pada putaran II, serta berdasarkan data yang diperoleh dari Implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pembelajaran PPKn pada Materi Sistem Politik Indonesia di Kelas X-MIPA 1 SMAN 3 Mojokerto selain mengembangkan kemampuan kognitif siswa, juga dapat mengembangkan kompetensi afektif.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Pada MA Al Mukhlisin Di Desa Kampao Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan Yusrianto Sholeh; R. Zaiful Arief; Romiftahul Ulum
PILAR Vol 2 No 1 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.9 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i1.5462

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui seberapa besar penyebab faktor internal dan faktor eksternal terhadap anak putus sekolah pada MA Al Mukhlisin di Desa Kampao, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak putus sekolah pada MA Al Mukhlisin tahun 2013-2017 yang berjumlah sebanyak 32 anak putus sekolah. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah sampling total, dengan jumlah sampel semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, yaitu 32 anak putus sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada penyebab variabel faktor internal secara parsial terhadap variabel anak putus sekolah. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai thitung 3,179 > ttabel 2,045; 2) Ada penyebab variabel faktor eksternal secara parsial terhadap variabel anak putus sekolah. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai thitung 4,072 > ttabel 2,045; 3) Ada penyebab variabel faktor internal, dan variabel faktor eksternal secara simultan terhadap variabel anak putus sekolah. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai Fhitung 38,634 > Ftabel 3,32. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal menyebabkan 72,7% terhadap anak putus sekolah sedangkan sisanya sebesar 27,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Upacara Tujuh Bulanan (Tingkeban) Bagi Ibu Hamil Pada Masyarakat Desa Jubel Kidul Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan Khoiriyatul Layly Septi Wahyu Ningrum; I Wayan Arsana
PILAR Vol 2 No 1 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.064 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i1.5851

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi masyarakat Upacara Tujuh Bulanan (Tingkeban) ibu hamil masyarakat Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui makna dari Upacara Tingkeban bagi Masyarakat Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kota Lamongan; 2) Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan apa saja yang terkandung di dalam pelaksanaan Upacara Tingkeban di Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kota Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Upacara Tujuh Bulanan (Tingkeban) merupakan upacara yang dilaksanakan pada usia kehamilan 7 bulanan. Tradisi Upacara Tujuh Bulanan (Tingkeban) bagi ibu hamil ini mengandung nilai-nilai pendidikan dalam kehidupan masyarakat Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kota Lamongan.
Peran Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Demokrasi Di Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi Andika Ronggo Gumuruh; Heriberthus Wicaksono; Andri Maulana
PILAR Vol 2 No 2 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.661 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i2.6909

Abstract

Demokrasi sebagai suatu sistem telah menjadikan alternatif dalam berbagai tatanan aktivitas bermasyarakat dan bernegara di beberapa negara. Alasan menjadikan demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara dikarenakan hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas fundamental. Selain demokrasi dijadikan sebagai asas kenegaraan, secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertingginya, sehingga diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang benar pada warga masyarakat tentang demokrasi. Dalam penelitian ini, tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah: 1) Untuk mengetahui unsur-unsur demokrasi dalam kehidupan masyarakat desa, 2) Untuk mengetahui peran masyarakat desa dalam penyelenggaraan demokrasi. Objek penelitian dari penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Boyolangu Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Peneliti memilih ini dikarenakan masyarakat Kelurahan Boyolangu sudah banyak pendatang dan merupakan daerah industri di Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kancah atau lapangan (field research). Sedangkan kesimpulan dalam penelitian ini, yang pertama unsur-unsur demokrasi dalam masyarakat desa adalah musyawarah, mufakat, dan gotong royong. Yang kedua partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan demokrasi di Kelurahan Boyolangu sangat rendah. Rekomendasi dalam penelitian ini, sekiranya baik pemerintah pusat maupun daerah banyak melibatkan masyarakat dalam proses demokrasi yang terjadi dan untuk pemerintah desa banyak melibatkan masyarakat dalam musyawarah desa yang dilakukan.
Gerakan Muda Berkarakter Pancasila Di Era Digital Riyadi Rafiki; Dinie Anggraeni Dewi
PILAR Vol 2 No 2 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.255 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i2.6910

Abstract

Pancasila adalah ideologi dari bangsa Indonesia dan telah menjadi pedoman dalam bernegara sejak resmi ditetapkannya. Segala aspek dalam kehidupan bernegara telah berorientasi pada ideologi tersebut, dalam tantangan era digital sekarang, banyak kemungkinan yang akan menggerogoti nilai-nilai karakter berPancasila khususnya di era digital. Akibatnya norma, nilai-nilai, tata kerama, adat istiadat, dan kesopanan akan luntur dan identitas negara indonesia lambat laun akan memudar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berupa studi literatur atau pustaka (library research) dengan menggunakan beberapa sumber-sumber literatur tulisan, data, dan buku-buku referensi serta artikel-artikel jurnal ilmiah lainnya. Pada penelitian ini, ada beberapa kegiatan dalam pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, dan terakhir melakukan informasi yang sesuai dengan materi pembahasan untuk menjawab rumusan masalah bahasan dan mencari solusinya. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca dan penulisnya dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Konsep dan Komitmen Pemberantasan Korupsi Aprilia Retno Sriwijayanti; Mohammad Dicky Prastino; Shevia Anjelli; Anang Dony Irawan
PILAR Vol 2 No 2 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.874 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i2.6911

Abstract

Komitmen pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi hingga saat ini tidak pernah surut. Dalam mewujudkan komitmen tersebut, pemerintah telah mempersiapkan berbagai macam konsep dan strategi baru untuk mengatasi permasalahan tindak pidana korupsi di Indonesia. Konsep yang telah dipersiapkan bertujuan mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat tindakan korupsi dan memberantas korupsi yang telah membudaya. Konsep dan strategi tersebut telah disesuaikan dengan cara koruptor sekarang melakukan tindakan korupsi. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka berbagai jurnal literatur dan undang-undang yang sesuai dengan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat banyak dampak negatif yang mempengaruhi masa depan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara signifikan. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa pemerintah mampu mengurangi beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi melalui perbaikan cara dari tahun sebelumnya dan menciptakan cara baru dengan tetap berpedoman terhadap hukum yang berlaku. Dari upaya yang diterapkan pemerintah mampu membuat para koruptor harus berpikir ulang sebelum melakukan tindakan korupsi.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa Di Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya Tahun 2021 Ukhtian Uula Cahyani Firdaus; Alfina Mahfudhotin Ahadah; Suyono
PILAR Vol 2 No 2 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.096 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i2.6912

Abstract

Sebagai generasi penerus bangsa, tentu ada bekal yang harus dimiliki oleh setiap individu. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah adanya pendidikan dan karakter yang baik. Pendidikan merupakan suatu pembelajaran, pengetahuan, keterampilan, dan bahkan suatu kebiasaan yang diturunkan dari tiap generasi selanjutnya. Pendidikan dapat diperoleh dengan adanya bimbingan dari orang lain ataupun dapat kita dapatkan secara mandiri dari diri sendiri. Salah satu pendidikan yang harus diturunkan yaitu adanya pendidikan kewarganegaraan sebagai bentuk wujud dari masyarakat yang cerdas dan juga berkarakter. Kemampuan dalam berpikir kritis, tanggung jawab, dan juga sikap demokratis tak kalah penting dalam menunjang pembentukan karakter generasi penerus bangsa ini. Hal lain yang dapat menunjangnya adalah peran dari beberapa faktor. Dapat melalui peran orang tua dan bahkan peran dari lingkungan sekitar. Di era saat ini, sudah banyak generasi penerus yang menunjukkan sikap bahwa adanya penurunan semangat belajar dalam kehidupannya. Hal inilah yang menjadi titik berat dalam penulisan karya ini. Sebagai sampel, penelitian ini kami lakukan di Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya. Lokasi yang strategis dengan subyek penelitian dari tim mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pengumpulan data yang dilakukan dengan membagikan kuesioner tersebar langsung kepada masyarakat, yang akhirnya menunjukkan hasil bahwa masyarakat sekitar tersebut setuju bahwa memang seharusnya yang dijadikan pilar pembangunan karakter dan juga jati diri bangsa merupakan Pendidikan karakter, khususnya para generasi penerus. Untuk itu, mari kita bersama-sama menyadari bahwa sebetulnya pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting sebagai bentuk pembentukan karakter bangsa.
Praktik Pemberian Upah Karyawan Perusahaan Outsourcing Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam Wisnu Yoga Amanullah; Trinah Asi Islami
PILAR Vol 2 No 2 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.006 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i2.6913

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pemberian upah karyawan Perusahaan outsourcing dan bagaimana perspektif etika bisnis Islamnya terhadap pemberian upah tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif karena penelitian ini merupakan penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka dan meneliti langsung di lapangan. Dalam penelitian ini terdapat dua sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Datanya dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan pengumpulan data kepustakaan. Hasil analisis data yang diperoleh yaitu praktik pemberian upah karyawan Perusahaan Outsourcing dengan sistem pembayaran upah Karyawan Outsourcing sesuai kontrak yakni ada yang 15 hari kerja dan 1 bulan kerja. Perusahaan Outsourcing memberikan upah pada karyawan berbeda terdapat potongan upah di dalamnya meskipun bidang dan jam kerjanya sama dengan karyawan Perusahaan asli, sehingga hal ini tidak sesuai dengan nilai dasar Tazkiyah yang ada dalam Etika Bisnis Islam.