cover
Contact Name
Pandu Rudy Widyatama
Contact Email
pacivic@unipasby.ac.id
Phone
+6285158858508
Journal Mail Official
pacivic@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Jl. Dukuh Menanggal XII No. 17, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60234
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 00000000     EISSN : 28079337     DOI : https://doi.org/10.36456/p.v1i1
PACIVIC: Journal of Pancasila and Civic Education is a scientific journal managed by the Department of Pancasila and Civic Education, University of PGRI Adi Buana Surabaya, which publishes various articles about Pancasila and Civic Education. The journal was formed to facilities the scholars, researchers, partitioners, and students to submit their scientific articles. It publishes both in print and electronic periodically twice a year, April and October. The journal publishes the results of scientific research that focuses on the: Pancasila and Civic Education, Politics and Law, and Social Education. E-ISSN: 2807-9337 PACIVIC: Journal of Pancasila and Civic Education is a scientific journal managed by the Department of Pancasila and Civic Education, University of PGRI Adi Buana Surabaya, which publishes various articles about Pancasila and Civic Education. The journal was formed to facilities the scholars, researchers, partitioners, and students to submit their scientific papers. It publishes both in print and electronic periodically twice a year, April and October. The journal publishes the results of scientific research that focuses on the: Pancasila and Civic Education Politics and Law Social Education
Articles 46 Documents
Pengaruh Korean Wave Terhadap Identitas Nasional Gen-Z Di Era Digital Salsabila Syifa; Pramudita Vancia Hably; Allesandra Geraldine; Cyntia Alvionita; Santi Nugraha; Erna Megawati
PILAR Vol 4 No 1 (2024): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v4i1.8426

Abstract

Drama Korea, musik K-Pop, serta tren-tren busana nyentrik ala Bintang Korea atau dikenal sebagai Korean Wave kini tengah masif digemari oleh kalangan Gen-Z. Berbagai ragam bahasa pun digunakan ketika berinteraksi satu sama lain. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari peran era digital yang menjadi ceruk untuk masuk dan keluarnya berbagai hal termasuk kebudayaan hingga jika tidak terjadi filtrasi akan menimbulkan banyak potensi konflik, baik secara penyimpangan norma maupun krisis identitas nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan populasi dan sampling berdasarkan rumus Slovin sebanyak 261 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dengan skor skala Likert yang telah diuji validitasnya dengan uji v Aiken yang menunjukkan hasil valid dan reliabel berdasarkan uji alpha cronbach. Hipotesis penelitian terdiri H0 (Korean Wave tidak berpengaruh terhadap identitas nasional) dan Ha (Korean Wave berpengaruh terhadap identitas nasional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korean Wave tidak memengaruhi identitas nasional seseorang secara signifikan, akan tetapi keduanya memiliki hubungan korelasi yang positif sebesar 0,6% yang berarti ada 99,4% faktor lainnya yang akan mempengaruhi identitas nasional seseorang yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Meskipun tingkat minatnya terhadap Korean Wave tinggi tetapi tidak melunturkan identitas nasional pada individu dalam subjek penelitian ini.
Upaya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membangun Profil Pelajar Pancasila Di SMA Pada Era 5.0 Miftakhul Jannah; Fikriyatul Munawwaroh; Zuyyina Fuadah; Muhammad Fikri; Abdun Nasir
PILAR Vol 4 No 1 (2024): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v4i1.8440

Abstract

Dalam masyarakat modern seperti saat ini banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan terhadap suatu negara, salah satunya adalah terkikisnya nilai-nilai luhur yang melekat pada suatu negara, hal ini yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Perlu diketahui bahwa saat ini banyak pelajar dan remaja yang mengalami kerusakan moral akibat berbagai faktor seperti globalisasi, pertemanan, media elektronik, narkoba, alkohol dan pengaruh negatif lainnya. Hal ini pada akhirnya menimbulkan krisis akhlak dan akhlak yang diwujudkan dalam ketidakadilan, ilegalitas dan pelanggaran hak asasi manusia, serta kurangnya pemahaman, penghayatan dan keyakinan terhadap keutamaan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila. Berdasarkan paparan latar belakang di atas, tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan sebagai upaya menghadapi era society 5.0 bersama profil pelajar Pancasila dengan penuh semangat menanamkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan keberagaman berdasarkan sila Pancasila berjalan dengan baik di SMA Negeri 1 Mayong. Implementasi Pancasila di sekolah pada dasarnya harus ada pengarahan mengenai pembentukan karakter siswa yang memiliki rasa cinta tanah air, toleransi, menjunjung nilai kebhinnekaan, beretika 5 S, bertanggung jawab. Sehingga dapat menghasilkan generasi yang membangun dan memperjuangkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dengan penuh semangat yang tinggi.
Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Sila Kelima Pancasila Khoirunnisa; M. Farhan Alfarizi Nur Rois; Maulana Hakim Nurudin; Taun
PILAR Vol 4 No 1 (2024): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v4i1.8486

Abstract

Kesetaraan gender merupakan salah satu isu penting yang dihadapi oleh dunia, termasuk Indonesia. Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, mengandung nilai-nilai yang mendukung kesetaraan gender. Sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, secara tegas menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama, tanpa memandang gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesetaraan gender dalam perspektif sila kelima Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, artikel jurnal, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sila kelima Pancasila mengandung nilai-nilai yang mendukung terhadap kesetaraan gender, yaitu: persamaan hak dan kewajiban, persamaan kesempatan, dan persamaan perlakuan. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Pancasila menjadi landasan yang kuat untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia. Namun, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan kesetaraan gender, seperti diskriminasi gender dan budaya patriarki.
Analisis Toleransi Dalam Kehidupan Bertetangga Antar Warga Lokal Dan Pendatang Arly Safri Sahanuddin; Fadhil Akbar Athasya; Muhammad Rakan Saputra; Zulivan Ardiansyah; Muhammad Marwa
PILAR Vol 4 No 1 (2024): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v4i1.8634

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika toleransi antara warga lokal dan pendatang dalam kehidupan bermasyarakat, mengidentifikasi kendala seperti pelanggaran aturan oleh warga pendatang dan juga ekspektasi egois dari warga lokal. Meskipun sering diabaikan, toleransi antar warga memiliki dampak signifikan, seperti terlihat dalam beberapa kasus intoleransi di Indonesia. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dengan, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi di Desa Sawotratap. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya toleransi untuk mencegah konflik, dengan narasumber menekankan saling tenggang rasa dan menjaga persatuan. Pendidikan diakui sebagai pengaruh kunci terhadap moral dan toleransi, menciptakan fondasi untuk sikap toleran di dalam masyarakat. Narasumber juga menyoroti perlunya adaptasi aturan dengan proses perkembangan zaman. Solusi yang diusulkan melibatkan pendekatan pencegahan, seperti memberikan pengertian kepada warga baru dan juga mengutamakan saling menghormati.
Optimalisasi Karakter Mahasiswa Melalui Pendekatan Terintegrasi Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan Visky Windri Aidil Putra; Arum Porbowati; Choiru Azha Ananda; Ilham Hudi; Togar Habincaran
PILAR Vol 4 No 1 (2024): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v4i1.8946

Abstract

Pendidikan karakter telah menjadi perhatian utama dalam mengembangkan kepribadian yang berkualitas dan memberikan dampak positif pada masyarakat di Indonesia. Artikel ini membahas penelitian yang mengeksplorasi penerapan pendidikan karakter pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Muhammadiyah Riau. Metode studi literatur dipakai dalam studi ini dengan metode kualitatif yang melibatkan tanya jawab dan observasi terhadap dosen dan mahasiswa. Hasil studi menjelaskan bahwa pendidikan karakter melalui Pendidikan Kewarganegaraan memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter mahasiswa, terutama melalui metode pembelajaran seperti ceramah, diskusi tanya jawab, dan presentasi makalah. Metode ceramah memberikan pemahaman mendalam tentang nilai moral, sementara diskusi memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Presentasi makalah tidak hanya melatih keterampilan komunikasi, tetapi juga membentuk karakter yang kokoh dan berani. Dengan demikian, pendidikan karakter melalui Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai potensi besar untuk menghasilkan generasi yang memiliki nilai-nilai moralitas dan persahabatan yang tinggi.
Konsep Negara Integral Soepomo dan Relevansinya pada Penerapan Konstitusi di Indonesia Tahun 2024 Agus Sutono; Fuad Noorzeha; Supriyono Purwosaputro
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.9839

Abstract

Sengketa Pemilu 2024 dimulai dari problem kesepakatan MK terkait usia Calon Presiden. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan atas kerja dasar dari Mahkamah Konstitusi dalam menjalankan konstitusi di Indonesia apakah sudah diterapkan secara baik atau tidak. Pada prinsipnya, Mahkamah Konstitusi sendiri menjadi penting dalam menjalankan sistem ketatanegaraan. Selain itu, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi pengawal konstitusi, sehingga baik buruknya konstitusi di Indonesia sangat dipengaruhi kinerja Mahkamah Konstitusi. Mahkamah konstitusi merupakan gerbang terakhir dalam penegakan hukum di negara. Konstitusi, selain itu juga menjadi kerangka masyarakat politik yang terorganisir oleh tata hukum di suatu negara. Fenomena perubahan mendadak aturan konstitusi saat ini dianggap sebagai bola panas yang sering kali dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan menggunakan pendekatan filsafat untuk mendapatkan jawaban kritis terhadap fenomena perubahan konstitusi. Peneliti menggunakan metode Hermeneutika guna menginterpretasikan pola kepentingan terhadap perubahan konstitusi. Selain itu, peneliti juga menggunakan unsur-unsur metodis yaitu deskriptif digunakan untuk menulis kembali konteks dan juga konsep yang disampaikan. Kemudian interpretatif digunakan untuk mampu merespons fenomena konstitusi saat ini dengan telaah Negara Integralistik dari Soepomo. Selanjutnya analisis historis yang digunakan sebagai peninjauan ulang sejarah konstitusi yang terjadi di Indonesia. Negara integralistik sebagai konsep yang menekankan partisipasi seluruh warga negara dalam membangun persatuan dan kedaulatan bangsa, yang tercermin dalam Pancasila sila ketiga dan diterapkan dalam konstitusi Indonesia melalui peran penting Mahkamah Konstitusi dalam menjaga kredibilitas dan kemurnian konstitusi.
Pengaruh Media Pembelajaran berbasis Audio Visual terhadap Minat Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Pelajaran PPKn di SMK Negeri 5 Mataram Rafidi Nasyuro; Muh. Zubair; M. Samsul Hadi; M. Ismail
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.9917

Abstract

Minat belajar merupakan keinginan seseorang dalam belajar yang datang dari dirinya sendiri sehingga ia tertarik dengan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran berbasis audio visual terhadap minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu (quasi-experimental design) dan sampel diambil berdasarkan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian angket kepada siswa dan observasi kelas. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yakni kelas eksperimen yang menggunakan media audio visual dan kelas kontrol yang hanya menggunakan model konvensional. Berdasarkan hasil analisis data nilai rata-rata kelas kontrol pada pre-test 64,56 dan pada post-test 80,75 sedangkan kelas eksperimen nilai rata-rata diperoleh pada pre-test sebesar 70,00 dan pada post-test sebesar 92,22. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t dengan rumus Paired Sample T Test dengan taraf signifikansi 5% dengan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil analisis tersebut terdapat pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran PPKn di SMK Negeri 5 Mataram dalam penggunaan media audio visual dibandingkan dengan hanya menggunakan model konvensional dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IX pada Mata Pelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Labuapi Putri Valiona; Muh. Zubair; M. Samsul Hadi; M. Ismail
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.9940

Abstract

Metode konvensional yang diterapkan guru dalam pembelajaran PPKn membuat siswa pasif, cepat bosan, dan kurang memahami materi, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match terhadap hasil belajar kelas IX di SMP Negeri 1 Labuapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian secara Quasi Experimental dan bentuk desain penelitian Non-equivalent Control Group Design. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes yang berupa pre-test dan post-test. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Labuapi yang berjumlah sebanyak 173 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pre-test kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan, kemudian post-test diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberikan bentuk perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan antara lain uji prasyarat analisis seperti Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji Hipotesis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar di kelas Eksperimen IX-B yang menerapkan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol IX-A yang hanya menggunakan metode konvensional. Pernyataan ini didukung dengan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t (Uji Paired Sample T-Test), di mana diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match berpengaruh terhadap hasil belajar PPKn kelas IX di SMP Negeri 1 Labuapi.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Sakra) Safira Ziaratul Sani; Muhammad Alhadika; Bagdawansyah Alqadri
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.9952

Abstract

Adanya pengaruh globalisasi, pesatnya kemajuan teknologi mengakibatkan nilai-nilai Pancasila seperti jiwa semangat gotong royong, saling menghormati, dan toleransi menjadi luntur dan tergeser. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan suatu pembelajaran lintas disiplin ilmu yang bersifat kokurikuler untuk siswa mampu mengamati dan memikirkan solusi dari permasalahan di lingkungan sekitar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 1 Sakra; 2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 1 Sakra. Penelitian ini jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 1 Sakra menggunakan tiga tahapan, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi, tema yang diambil dalam kegiatan projek ini adalah suara demokrasi, Bhinneka Tunggal Ika, dan gaya hidup berkelanjutan. Adapun faktor pendukung dari kegiatan ini yaitu adanya dukungan dari orang tua siswa, penggunaan teknologi informasi, sarana dan prasarana yang memadai serta juga dukungan dari masyarakat. Selain itu, terdapat faktor penghambat dari kegiatan P5 ini, yakni siswa yang masih sering bermain-main pada saat kegiatan projek, dan masih ada guru yang masih belum mengetahui bagaimana alur dari kegiatan P5.
Peran Guru Pendidikan Pancasila melalui Keteladanan dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Peserta Didik Kelas 9 SMP Negeri 2 Purbalingga Ratna Kartika Wati; Fitriani; Eko Priyanto
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.10146

Abstract

Penelitian mengkaji peran Guru Pendidikan Pancasila melalui keteladanan untuk membentuk karakter kedisiplinan peserta didik dengan tujuan: 1) Mengetahui peran Guru Pendidikan Pancasila melalui keteladanan dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik Kelas 9 SMP Negeri 2 Purbalingga; 2) Mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh Guru Pendidikan Pancasila melalui keteladanan untuk membentuk karakter kedisiplinan peserta didik kelas 9 SMP Negeri 2 Purbalingga beserta alternatif solusinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus serta teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Waka kesiswaan, Guru BK, Guru Pendidikan Pancasila, Peserta Didik kelas 9 SMP Negeri 2 Purbalingga. Teknik pengambilan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, verifikasi data dengan alat bantu NVivo 12 Plus. Penelitian ini melibatkan 20 informan wawancara untuk menjadi sumber data dan informasi akurat. Hasil penelitian menunjukkan Guru Pendidikan Pancasila berperan sebagai guru yang baik, memiliki disiplin tinggi, dan menjalankan peran sebagai orang tua di sekolah dengan memberikan bimbingan, menjadi model dan teladan, serta memberikan nasihat peserta didik; Menumbuhkan kedisiplinan peserta didik, Guru Pendidikan Pancasila menghadapi kendala internal dari diri peserta didik dan kendala eksternal seperti lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga yang kurang mendukung; Guru bekerja sama dengan guru lain dan orang tua untuk memberikan bimbingan intensif serta menciptakan suasana kedisiplinan di sekolah.