cover
Contact Name
Pandu Rudy Widyatama
Contact Email
pacivic@unipasby.ac.id
Phone
+6285158858508
Journal Mail Official
pacivic@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Jl. Dukuh Menanggal XII No. 17, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60234
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 00000000     EISSN : 28079337     DOI : https://doi.org/10.36456/p.v1i1
PACIVIC: Journal of Pancasila and Civic Education is a scientific journal managed by the Department of Pancasila and Civic Education, University of PGRI Adi Buana Surabaya, which publishes various articles about Pancasila and Civic Education. The journal was formed to facilities the scholars, researchers, partitioners, and students to submit their scientific articles. It publishes both in print and electronic periodically twice a year, April and October. The journal publishes the results of scientific research that focuses on the: Pancasila and Civic Education, Politics and Law, and Social Education. E-ISSN: 2807-9337 PACIVIC: Journal of Pancasila and Civic Education is a scientific journal managed by the Department of Pancasila and Civic Education, University of PGRI Adi Buana Surabaya, which publishes various articles about Pancasila and Civic Education. The journal was formed to facilities the scholars, researchers, partitioners, and students to submit their scientific papers. It publishes both in print and electronic periodically twice a year, April and October. The journal publishes the results of scientific research that focuses on the: Pancasila and Civic Education Politics and Law Social Education
Articles 46 Documents
Gaya Hidup Berkelanjutan: Strategi Efektif dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Mala Karmelia; Edy Herianto; Basariah; Edy Kurniawansyah
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.10151

Abstract

Penelitian bertujuan mengeksplorasi implementasi tema gaya hidup berkelanjutan dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 tema gaya hidup berkelanjutan berjalan dengan baik. Kegiatan ini menanamkan kesadaran lingkungan melalui edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem dan pengelolaan dampak aktivitas manusia. Proyek ini mencakup pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick, mozaik, dan kriya, yang mendorong kreativitas siswa sekaligus menanamkan prinsip keberlanjutan. Faktor pendukung pelaksanaan meliputi sarana dan prasarana yang memadai, antusiasme siswa, serta peran aktif dari guru. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman tentang P5, masih rendahnya motivasi siswa, dan keterbatasan waktu. Kesimpulannya, gaya hidup berkelanjutan adalah strategi efektif untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan melalui pendekatan kreatif dan terencana. Proyek ini yang berdampak positif pada kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, serta meningkatkan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional guru.
Analisis Kesulitan Guru dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 17 Tebo Wardatun Hasanah; Irzal Anderson; Tohap Pandapotan Simaremare
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.10165

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang masih dihadapi oleh beberapa guru terutama guru Pendidikan Pancasila, yakni belum sepenuhnya memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajarannya. Penelitian ini yang bertujuan untuk mampu menganalisis dan menemukan solusi dalam mengatasi kesulitan yang dialami oleh guru tersebut dalam menerapkan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 17 Tebo. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 17 Tebo dengan berfokus pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa para guru masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kesulitan dalam memahami keragaman karakter peserta didik, menyesuaikan materi pembelajaran, dan mengelola metode asesmen yang cenderung rumit. Selain itu, guru juga mengalami kendala dalam menyusun perangkat ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka itu sendiri, serta kesulitan dalam mengimplementasikan profil pelajar Pancasila, khususnya dalam menentukan tema proyek yang tepat. Pemanfaatan platform Merdeka Mengajar juga masih belum optimal karena keterbatasan waktu. Solusi yang dapat dilakukan yaitu mencakup penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan bagi para guru, pemberian dukungan dari pihak sekolah, serta penguatan kerja sama melalui komunitas guru untuk saling berbagi pengalaman dan mendukung implementasi kurikulum yang lebih baik dan optimal.
Narasi Kebangsaan di Era Media Sosial: Relevansi Pancasila dalam Ekosistem Digital Nurul Hidayat
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.10183

Abstract

Era digital telah merevolusi pola komunikasi masyarakat Indonesia, khususnya melalui media sosial yang kini menjadi arena utama pembentukan identitas dan narasi kebangsaan. Pancasila sebagai ideologi bangsa, menghadapi tantangan serius dalam ekosistem digital yang sarat dengan hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menganalisis artikel dari jurnal terakreditasi SINTA dan Scopus terbitan 2019-2024 serta dokumen relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran ganda yang sebagai ruang potensial penyemaian nilai-nilai Pancasila, sekaligus ladang subur bagi praktik komunikasi yang bertentangan dengan semangat persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Rendahnya literasi digital dan lemahnya aspek integrasi nilai Pancasila dalam pendidikan kewargaan yang menjadi faktor utama degradasi etika digital. Namun demikian, peluang tetap terbuka melalui strategi kolaboratif, seperti penguatan literasi digital berbasis nilai, pemanfaatan konten-konten kreatif serta sinergi antara negara, masyarakat, dan platform digital. Relevansi Pancasila di ruang siber hanya dapat dijaga jika nilai-nilainya dihidupkan dalam praktik komunikasi daring yang reflektif, inklusif, dan partisipatif. Dengan demikian, media sosial yang tidak hanya menjadi tantangan bagi ideologi bangsa, tetapi juga ruang strategis untuk merevitalisasi Pancasila secara kontekstual dan berkelanjutan.
Analisis Mediasi Penal dalam Perkara Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan sebagai Upaya Mewujudkan Keadilan Restoratif Rajendra Dharmalingga Wiritanaya; M. Syahrul Borman; Nur Handayani
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.10190

Abstract

Mediasi penal merupakan salah satu dari bentuk penyelesaian perkara pidana yang bertujuan untuk mengakomodir kepentingan korban, pelaku, dan masyarakat dalam rangka mewujudkan keadilan secara restoratif. Penelitian ini yang menganalisis eksistensi, implementasi, dan rekonstruksi mediasi penal dalam suatu perkara penipuan dan penggelapan sebagai upaya mewujudkan keadilan restoratif. Melalui pendekatan secara yuridis empiris, maka penelitian ini dilakukan di Kejaksaan Negeri Bireun, Provinsi Aceh. Data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan berbagai pihak yang terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun mediasi penal telah memiliki dasar hukum dalam sistem peradilan pidana Indonesia, tetapi penerapannya dalam suatu perkara penipuan dan penggelapan masih belum optimal. Kendala utama yang ditemukan adalah masih belum adanya peraturan khusus yang secara eksplisit untuk mengatur mekanisme mediasi penal di luar perkara pidana sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Oleh karena itu, rekonstruksi kebijakan mediasi penal dalam perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan menjadi penting untuk mampu mengurangi penumpukan perkara di pengadilan dan meningkatkan keadilan bagi para pihak yang terlibat. Penelitian ini yang merekomendasikan pembentukan regulasi yang lebih komprehensif terkait mediasi penal serta peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip keadilan restoratif dalam praktik peradilan pidana.
Pertimbangan Hakim dalam Menentukan Korban Penyalahgunaan Narkotika dalam Penjatuhan Pidana atau Rehabilitasi berdasarkan Undang-undang Narkotika Mardiman; Vieta Imelda Cornelis; Noenik Soekorini
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.10241

Abstract

Kejahatan narkotika sebagai salah satu bentuk penyimpangan sosial yang semakin marak terjadi di masyarakat. Menghadapi situasi ini, aparat penegak hukum perlu memiliki strategi yang tepat, baik upaya preventif maupun represif, menanggulangi kejahatan narkotika. Salah satu aspek krusial penanganan kasus ini adalah pertimbangan hakim dalam menentukan apakah pelaku tindak pidana narkotika dijatuhi pidana atau rehabilitasi. Penelitian bertujuan menganalisis pengaturan hukum terkait pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana narkotika di Indonesia dan memahami urgensi motif dalam dakwaan pelaku tindak pidana ini. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan pada perundang-undangan. Data penelitian terdiri dari data primer, yaitu Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, KUHP, KUHAP, dan putusan pengadilan serta data sekunder yang diperoleh dari bahan kepustakaan yang mendukung analisis penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana atau rehabilitasi didasarkan pada berbagai aspek, antara lain peran pelaku dalam jaringan peredaran narkotika, jumlah barang bukti, serta kondisi psikologis dan sosial terdakwa. Penelitian ini menekankan pengambilan keputusan hakim harus mempertimbangkan keseimbangan antara keadilan, perlindungan masyarakat, dan rehabilitasi bagi pengguna narkotika sebagai korban penyalahgunaan.
Peran Kepala Desa terhadap Sikap Patriotisme Pemuda di Desa Tlagah Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan Moh. Halimi; Dian Eka Indriani
PILAR Vol 5 No 2 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i2.10500

Abstract

Penelitian bertujuan memahami peran kepala desa dalam menumbuhkan sikap patriotisme di kalangan pemuda Desa Tlagah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk memastikan keakuratan informasi. Hasil penelitian menunjukkan kepala desa berperan sebagai teladan, fasilitator, dan mediator dalam mendorong keterlibatan pemuda melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya, seperti lomba seni, pelestarian tradisi lokal, serta kegiatan gotong royong. Aktivitas tersebut efektif membangun rasa cinta tanah air dan membentuk karakter patriotik generasi muda. Selain itu, kepala desa juga menciptakan ruang partisipatif inklusif sehingga pemuda merasa memiliki peran membangun desa. Pendekatan yang digunakan berbasis pada nilai-nilai kultural dan sosial yang sesuai kondisi masyarakat setempat. Konsistensi dalam pembinaan serta pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci keberhasilan program. Penelitian ini menunjukkan kepemimpinan lokal memiliki peran memperkuat identitas nasional dan membentuk karakter generasi muda melalui pendekatan kontekstual berkelanjutan.