cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 203 Documents
Profil Kesehatan Metabolik Masyarakat Desa Lilinta Raja Ampat Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Indriyani, Reny; Hajar, Siti
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.937

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular, khususnya gangguan metabolik, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Profil kesehatan metabolik dipengaruhi oleh berbagai faktor demografis, terutama usia dan jenis kelamin, serta berperan penting dalam risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Data mengenai profil metabolik masyarakat di wilayah kepulauan seperti Raja Ampat masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kesehatan metabolik masyarakat Desa Lilinta Raja Ampat berdasarkan usia dan jenis kelamin melalui parameter tekanan darah, kadar asam urat, kolesterol total, dan gula darah sewaktu. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang yang melibatkan 76 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara demografis, pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan darah kapiler menggunakan perangkat Point of Care Testing (POCT). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase parameter metabolik berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,3% responden mengalami hipertensi dan 48,7% memiliki kadar kolesterol total tidak normal. Gangguan metabolik lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia dibandingkan dewasa. Kadar asam urat tidak normal ditemukan pada 42,1% responden, dengan proporsi lebih tinggi pada perempuan. Sebagian besar responden (89,5%) memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal. Simpulan: Profil kesehatan metabolik masyarakat Desa Lilinta Raja Ampat menunjukkan dominasi gangguan tekanan darah dan dislipidemia yang dipengaruhi oleh faktor usia dan jenis kelamin. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining dan intervensi kesehatan metabolik berbasis komunitas untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di wilayah kepulauan.
Antibiotik Fluorokuinolon Terhadap Penetrasi Jaringan Pada Pasien Dengan Gangguan Ginjal Ardhianto, Denny
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.940

Abstract

Fluorokuinolon merupakan salah satu golongan antibiotika yang banyak digunakan dalam praktik klinik karena spektrum aktivitasnya yang luas serta kemampuan penetrasi jaringan yang baik. Keberhasilan terapi fluorokuinolon tidak hanya ditentukan oleh aktivitas antibakterinya, tetapi juga oleh karakteristik farmakokinetik, terutama distribusi dan eliminasi obat. Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, terjadi perubahan fisiologis yang dapat memengaruhi farmakokinetika fluorokuinolon, khususnya penurunan klirens renal yang menyebabkan peningkatan kadar obat dalam plasma. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko toksisitas tanpa selalu diikuti oleh peningkatan efektivitas klinis. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gangguan fungsi ginjal terhadap penetrasi fluorokuinolon ke jaringan serta implikasinya dalam praktik klinik. Berdasarkan telaah literatur, peningkatan konsentrasi plasma fluorokuinolon pada pasien dengan gangguan ginjal tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi obat di jaringan target infeksi. Penetrasi jaringan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perubahan perfusi jaringan, ikatan protein plasma, gangguan mikrosirkulasi, dan akumulasi toksin uremik. Ketidaksesuaian antara kadar plasma dan kadar jaringan obat menunjukkan bahwa evaluasi keberhasilan terapi tidak dapat hanya didasarkan pada konsentrasi sistemik. Oleh karena itu, penggunaan fluorokuinolon pada pasien dengan gangguan ginjal memerlukan pendekatan terapi yang individual melalui penyesuaian dosis, pemilihan obat yang tepat, serta pemantauan klinis dan laboratorik yang berkesinambungan guna mencapai keseimbangan optimal antara efektivitas dan keamanan terapi.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi dengan Penyakit Penyerta Diabetes Mellitus: narrative review Ismayati, Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.943

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia yang mencapai 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi memberikan dampak pada kualitas hidup pasien dan beban ekonomi yang masif serta hilangnya produktivitas. Di Indonesia, hipertensi menempati urutan teratas pembiayaan kesehatan nasional mencapai Rp12,1 triliun. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbandingan Cost Effectiveness Analysis (CEA) terapi antihipertensi pada pasien hipertensi dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka naratif (narrative review). Sumber data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Dari 386 artikel yang teridentifikasi, terpilih 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (artikel orisinal, full-text, dan relevan dengan komorbid DM) untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis artikel menunjukkan variasi nilai ACER dan ICER. Monoterapi amlodipin menunjukkan efisiensi tinggi pada studi tertentu dengan ICER negatif. Pada terapi kombinasi, regimen ACEI-CCB dan ACEI-Diuretik Thiazide mendominasi sebagai pilihan paling cost-effective. Namun, studi lain juga menunjukkan keunggulan kombinasi CCB-ARB dibandingkan CCB-ACEI dalam hal efisiensi biaya. Penentuan terapi paling cost-effective bersifat spesifik tergantung regimen yang dibandingkan. Kesimpulan pada tinjauan ini menunjukkan bahwa secara umum, kombinasi ACEI-CCB dan ACEI-Thiazide memberikan keseimbangan optimal antara biaya dan efektivitas klinis. Nilai ICER negatif pada beberapa studi menandakan potensi penghematan biaya (cost-saving) yang signifikan dalam manajemen hipertensi-diabetes.