cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 226 Documents
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi dengan Penyakit Penyerta Diabetes Mellitus: narrative review Ismayati, Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.943

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia yang mencapai 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi memberikan dampak pada kualitas hidup pasien dan beban ekonomi yang masif serta hilangnya produktivitas. Di Indonesia, hipertensi menempati urutan teratas pembiayaan kesehatan nasional mencapai Rp12,1 triliun. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbandingan Cost Effectiveness Analysis (CEA) terapi antihipertensi pada pasien hipertensi dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka naratif (narrative review). Sumber data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Dari 386 artikel yang teridentifikasi, terpilih 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (artikel orisinal, full-text, dan relevan dengan komorbid DM) untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis artikel menunjukkan variasi nilai ACER dan ICER. Monoterapi amlodipin menunjukkan efisiensi tinggi pada studi tertentu dengan ICER negatif. Pada terapi kombinasi, regimen ACEI-CCB dan ACEI-Diuretik Thiazide mendominasi sebagai pilihan paling cost-effective. Namun, studi lain juga menunjukkan keunggulan kombinasi CCB-ARB dibandingkan CCB-ACEI dalam hal efisiensi biaya. Penentuan terapi paling cost-effective bersifat spesifik tergantung regimen yang dibandingkan. Kesimpulan pada tinjauan ini menunjukkan bahwa secara umum, kombinasi ACEI-CCB dan ACEI-Thiazide memberikan keseimbangan optimal antara biaya dan efektivitas klinis. Nilai ICER negatif pada beberapa studi menandakan potensi penghematan biaya (cost-saving) yang signifikan dalam manajemen hipertensi-diabetes.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Terhadap Karakteristik Fisik dan Tingkat Kesukaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Labu Kuning Sari, Diah Indah Kumala; Fazadini, Safira Yulita
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.865

Abstract

Penggunaan masker gel peel off yang mengandung senyawa flavonoid dalam ekstrak buah labu kuning dapat menangkal radikal bebas sebagai antioksidan sehingga membuat kulit menjadi lebih lembab dan tidak kusam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah labu kuning 1%, 3% dan 5% pada sediaan masker gel peel off terhadap karakteristik fisik dan mengukur tingkat uji hedonik terhadap masker gel peel off ekstrak etanol buah labu kuning (Cucurbita moschata durch). Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian karakteristik fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas dan waktu mengering serta uji tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan masker gel peel off meliputi uji organoleptis menunjukkan bahwa F0 berwarna putih, tidak berbau dan tekstur kental. F1 berwarna kuning, khas jeruk dan tekstur kental. F2 berwarna kuning cerah, khas jeruk dan tekstur kental dan F3 berwarna kuning pekat, khas jeruk dan tekstur kental sedikit encer. Uji homogenitas menunjukkan bahwa F0, F1, F2 dan F3 homogen. Uji pH dan waktu mengering telah memenuhi syarat. Uji viskositas pada F0, F1 dan F2 telah memenuhi syarat, sedangkan pada F3 tidak memenuhi syarat. Uji hedonik menunjukkan bahwa sediaan yang paling disukai adalah F2.
Komponen Biaya yang Mempengaruhi Total Cost of Illness pada Pasien Hipertensi Rawat Inap: Narrative Review Sabrina, Dewi; Oktafany; Iqbal, Muhammad; Suri, Nurma
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.902

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tekanan pada pembuluh darah menjadi terlalu tinggi, yaitu tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut WHO, prevalensi hipertensi di dunia diperkirakan mencapai 33,1% dan 32,4% di kawasan Asia Tenggara. Penyakit dengan prevalensi yang tinggi ini menimbulkan beban ekonomi yang signifikan, terutama pada pasien rawat inap. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi komponen biaya yang mempengaruhi total Cost of Illness(COI) melalui tinjauan literatur yang diperoleh dari beberapa sumber database dan dipilih delapan artikel yang relevan. Artikel relevan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya medis langsung, seperti biaya obat-obatan dan prosedur medis non-bedah merupakan komponen terbesar yang berkontribusi dalam total COI di mana semakin lama waktu perawatan maka biaya yang dikeluarkan akan semakin bertambah. Selain itu, biaya langsung non-medis seperti transportasi dan akomodasi, serta biaya tidak langsung seperti hilangnya pendapatan bagi pasien dan pendamping, juga berkontribusi besar terhadap akumulasi biaya beban penyakit. Untuk mengurangi biaya tersebut, diperlukan strategi pengendalian melalui pendekatan secara promotif, preventif, kuratif, dan juga rehabilitatif yang berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempercepat pemulihan. Pemahaman terhadap struktur biaya ini penting bagi pembuat kebijakan dalam menyusun strategi pembiayaan kesehatan yang efisien.
Integrasi Prinsip Green Pharmacy dalam Praktik Pembuangan dan Pengelolaan Sisa Obat: Sebuah Kajian Literatur Rizkiana, Dela; Damayanti, Ervina; Ramdini, Dwi Aulia; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.906

Abstract

Peningkatan konsumsi obat secara global menyebabkan meningkatnya volume sisa obat rumah tangga yang sering dibuang secara tidak tepat, sehingga memicu pencemaran lingkungan dan risiko resistensi antimikroba. Prinsip Green Pharmacy ditujukan untuk meminimalkan dampak tersebut melalui pendekatan keberlanjutan dalam penggunaan dan pembuangan obat. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Green Pharmacy dalam pengelolaan sisa obat dan mengidentifikasi tantangan yang muncul pada berbagai konteks. Studi Kajian literatur ini dilakukan melalui penelusuran daring menggunakan database seperti PubMed, Sciencedirect dan Google Scholar, dengan kata kunci yang telah ditentukan. Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Inggris atau Indonesia, full-text, dipublikasikan tahun 2020–2025, dan relevan dengan praktik pembuangan obat yang berkelanjutan. Sebanyak 8 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara dengan sistem kesehatan maju telah menerapkan langkah-langkah komprehensif, seperti program take-back nasional, edukasi pasien, pengurangan obat berlebih melalui peninjauan resep, serta peningkatan transparansi dampak lingkungan obat. Sementara itu, negara lain masih menghadapi hambatan berupa rendahnya literasi masyarakat, kurangnya pedoman operasional, keterbatasan infrastruktur, serta peran apotek yang belum optimal sebagai pusat pengumpulan obat. Sebagian besar masyarakat di berbagai negara masih membuang obat ke sampah domestik, berkontribusi pada pencemaran air dan tanah. Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip Green Pharmacy telah dilakukan di berbagai negara dengan tingkat implementasi yang bervariasi. Variasi tersebut dipengaruhi oleh dukungan regulasi, ketersediaan infrastruktur, peran apotek, serta tingkat literasi masyarakat. Oleh karena itu, integrasi prinsip Green Pharmacy memerlukan penguatan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan edukasi publik guna mendukung pengelolaan sisa obat yang aman dan berkelanjutan.
Pengaruh Intervensi Diet Rendah Garam Dan Jus Mentimun Terhadap Tekanan Darah Lansia Di UPT Puskesmas Pulau Kupang Oktavia, Heppi; Syainah, Ermina; Nurhamidi; Sajiman
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.920

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada populasi lansia yang memerlukan pendekatan pengelolaan komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi diet rendah garam dan pemberian jus mentimun terhadap perubahan tekanan darah lansia penderita hipertensi. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest yang melibatkan 14 responden lansia berusia 60 tahun ke atas di wilayah kerja UPT Puskesmas Pulau Kupang. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima jus mentimun 200 ml dua kali sehari dan kelompok yang menjalani diet rendah garam dengan asupan natrium maksimal 2.000 mg per hari, kedua intervensi dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penurunan bermakna pada kedua kelompok intervensi dengan nilai p kurang dari 0,001. Kelompok jus mentimun mengalami penurunan rerata tekanan darah dari 179,57 mmHg menjadi 159,29 mmHg, sedangkan kelompok diet rendah garam turun dari 188,00 mmHg menjadi 145,00 mmHg. Perbandingan antarkelompok menunjukkan diet rendah garam lebih efektif menurunkan tekanan darah dibandingkan jus mentimun dengan nilai p sebesar 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diet rendah garam dan jus mentimun terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah lansia, dengan diet rendah garam menunjukkan efektivitas lebih optimal.
Literature Review: Potensi Aktivitas Farmakologi Senyawa Resveratrol Fasha, Anugrah; Triyandi, Ramadhan; Andrifianie, Femmy; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.922

Abstract

Resveratrol merupakan senyawa polifenol golongan stilbenoid yang banyak ditemukan pada bahan alam dan telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Senyawa ini menarik perhatian karena potensi bioaktivitasnya yang luas serta risiko toksisitas yang relatif rendah, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai senyawa bioaktif berbasis bahan alam dan pendukung terapi. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk menganalisis potensi aktivitas farmakologis resveratrol berdasarkan hasil penelitian praklinik yang telah dilaporkan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap artikel nasional dan internasional yang diperoleh dari basis data ilmiah daring seperti PubMed, MDPI, ScienceDirect, Google Scholar, Sinta, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa resveratrol memiliki aktivitas farmakologis yang beragam, meliputi efek antidiabetes preventif, antioksidan, antiaritmia, antikanker, antiinflamasi, analgesik, dan antiplasmodium. Mekanisme kerja resveratrol terutama berkaitan dengan penghambatan stres oksidatif, modulasi jalur inflamasi, induksi apoptosis sel patologis, serta perlindungan fungsi sel dan jaringan, khususnya pada sistem kardiovaskular dan metabolik. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa resveratrol memiliki potensi besar sebagai agen preventif dan pendukung terapi berbagai penyakit degeneratif dan infeksi. Namun demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk meningkatkan bioavailabilitas serta mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya melalui uji klinis.
Determinan Kejadian Tengkes Pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus Di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Maulany; Aprianti; Andrestian, Meilla Dwi; Sajiman
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.923

Abstract

Tengkes/Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan pada masyarakat adat yang tinggal di wilayah terpencil. Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus merupakan kelompok rentan terhadap tengkes akibat keterbatasan akses pangan, layanan kesehatan, serta pola asuh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Determinan Kejadian Tengkes pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 balita usia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi riwayat infeksi, asupan energi dan protein, pola asuh, serta akses layanan kesehatan. Variabel dependen adalah kejadian tengkes berdasarkan indikator TB/U menurut standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi (p < 0,001), asupan energi (p < 0,001), asupan protein (p < 0,001), dan pola asuh (p < 0,001) dengan kejadian tengkes. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dengan kejadian tengkes (p = 1,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor asupan gizi, riwayat infeksi, dan pola asuh memiliki peran penting terhadap kejadian tengkes pada balita di komunitas Dayak Pegunungan Meratus.
Hubungan Impresi Cita Rasa Makanan dan Motivasi Makan terhadap Sisa Makanan pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ratu Zalecha Martapura Putri, Windi Anggi Tiara; Magdalena; Dewi, Zulfiana; Yanti, Rusmini
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.925

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan berisiko menimbulkan komplikasi. Menurut profil kesehatan Kabupaten Banjar, kasus diabetes melitus di Kabupaten Banjar selama 3 tahun terakhir menempati urutan ke-2 dari 10 penyakit terbanyak tidak menular di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impresi cita rasa makanan dan motivasi makan terhadap sisa makanan pada pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional, menggunakan populasi seluruh pasien DM dengan sampel 39 orang, dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 – November 2025. Data karakteristik responden, impresi makanan, motivasi makan, dan sisa makanan dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan virtual comstock selama 2 hari. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sisa makanan rendah (56,4%), impresi cita rasa makanan puas (56,4%), dan motivasi makan baik (92,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara impresi cita rasa makanan dengan sisa makanan (p = 0,001 < α). Terdapat juga hubungan yang signifikan antara motivasi makan dengan sisa makanan (p = 0,04 < α). Impresi cita rasa makanan dan motivasi makan berhubungan dengan sisa makanan, sehingga diharapkan responden dapat meningkatkan kepuasan terhadap cita rasa makanan dan motivasi makan untuk mengurangi sisa makanan yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Konsumsi Sayuran Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Kelas 7 Dan Kelas 10 Di Puskesmas Tabukan Jumiati; Sajiman; Pratiwi, Niken; Syainah, Ermina
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.926

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada remaja putri. Data UPTD Puskesmas Tabukan Tahun 2025 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri kelas 7 dan kelas 10 mencapai 55,17%, sehingga diperlukan kajian terhadap faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola konsumsi sayuran dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabukan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 144 remaja putri, dan sebanyak 116 sampel dipilih melalui simple random sampling. Data pengetahuan gizi dikumpulkan menggunakan kuesioner, pola konsumsi sayuran menggunakan SQ-FFQ, serta kadar hemoglobin diukur dengan Hb meter. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 13–15 tahun (55,2%), memiliki pengetahuan gizi kategori kurang (42,2%), dan pola konsumsi sayuran yang juga kurang (59,5%). Prevalensi anemia cukup tinggi, yaitu 55,2%. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dengan kejadian anemia (p=0,001), serta hubungan signifikan antara pola konsumsi sayuran dengan kejadian anemia (p=0,003). Diperlukan edukasi gizi dan promosi konsumsi sayuran secara berkelanjutan untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.
Hubungan Pola Konsumsi Lemak, Natrium, Serat, Dan Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif Studi Di UPT Puskesmas Anjir Muara Milawati; Sajiman; Farhat, Yasir; Andrestian, Meilla Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.928

Abstract

Hipertensi pada usia produktif merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor perilaku dan psikologis. Data masalah yang ada di UPT Puskesmas Anjir Muara terjadi peningkatan kasus dari 714 menjadi 1502 kasus tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola konsumsi lemak, natrium, serat, serta tingkat stres pada penderita hipertensi  usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Anjir Muara. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan rancangan case control dengan metode wawancara menggunakan kuesioner pada responden kasus dan kontro, dengan uji chi square.Responden memiliki pola konsumsi lemak dan natrium yang sering, masing-masing sebesar 60,8% dan 57,0%. Konsumsi serat juga relatif sering 52,7%. Tingkat stres sebagian besar berada pada kategori sedang  yaitu 92,5%, sedangkan stres tinggi sebesar 7,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi lemak (p=0,024; OR=0,505) dan tingkat stres dengan hipertensi (p=0,001; OR=14,950). Sementara konsumsi natrium (p=0,300; OR=1,422) dan serat (p=0,078; OR=0,594) tidak menunjukkan hubungan signififikan. Berdasarkan hasil penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi lemak tinggi dan stres merupakan faktor dominan dalam peningkatan risiko hipertensi, sehingga pengendalian pola makan dan manajemen stres direkomendasikan sebagai strategi pencegahan. Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi lemak, mengelola stres dengan baik, serta meningkatkan konsumsi serat. Pihak puskesmas diharapkan dapat memberikan edukasi rutin mengenai gizi seimbang dan deteksi dini hipertensi.