cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 227 Documents
Literature review : Terapi Non-Farmakologi Terhadap Proses Pemulihan dan Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Pasca Tindakan Bedah Sectio Caesarea Nikita, Marshanda; Damayanti, Ervina; Junando, Mirza; Soleha, Tri Umiana
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.864

Abstract

Sectio caesarea atau bedah caesar merupakan tindakan bedah mayor yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Meskipun efektif secara medis, prosedur ini dapat menimbulkan nyeri khususnya pada pasca operasi sehingga berdampak terhadap kenyamanan, kondisi psikologis, dan proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri pasca tindakan bedah caesar dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis daan non-farmakologi. Hasil telaah ini disusun dalam bentuk literature  review yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai jenis terapi non-farmakologi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan membantu dalam proses pemulihan pada pasien pasca tindakan bedah caesar. Penelusuran literature  review dilakukan dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis berbagai literature  yang relevan dengan terapi non-farmakologis pada pasien bedah caesar berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil telaah literature  review ditemukan bahwa terapi non-farmakologis dengan teknik autogenic, relaksasi pernafasan, terapi musik, pijat kaki, aromaterapi dan relaksasi genggam jari mampu menurunkan skala nyeri dari kategori sedang (skala 5-7) menjadi kategori ringan (skala 2-3). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi non-farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Uji Aktivitas Analgesik Infusa Herba Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Sari, Novita; Harissa, Nola; Abdillah, Muhammad Hafidz
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.866

Abstract

Nyeri merupakan tanda bahwa terjadi kerusakan jaringan pada tubuh manusia yang menimbulkan perasaan tidak menyenangkan. Penggunaan obat analgesik dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Herba pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman yang mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, tanin, alkaloid dan terpenoid yang diketahui dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa nyeri.  Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas analgesik infusa herba pegagan (Centella asiatica) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan 25 ekor mencit putih jantan yang terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diberi aquades sebagai kontrol negatif, Ibuprofen 26 mg/KgBB sebagai kontrol positif dan infusa herba pegagan dengan dosis 300, 400 dan 500 mg/KgBB sebagi kelompok percobaan. Setelah 15 menit, kelompok percobaan diberikan penginduksi nyeri asam asetat 1% secara intraperitoneal. Kemudian diamati jumlah geliat mencit tiap 5 menit selama 60 menit, kemudian ditentukan persentase proteksi dan aktivitas analgesiknya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA. Hasil analisis fitokimia diketahui infusa herba pegagan (Centella asiatica) positif mengandung flavonoid, alkoloid, tanin, dan terpenoid. Hasil analisis statistik LSD pada taraf kepercayaan 95 % menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan kecuali pada infusa herba pegagan (Centella asiatica) dosis dosis 400 dan 500 mg/KgBB dengan kelompok kontrol positif karena jumlah geliat pada mencit tidak jauh berbeda dengan kelompok kontrol positif, sehingga dapat dikatakan bahwa daya analgesik dosis dosis 400 dan 500 mg/KgBB setara dengan kelompok kontrol positif (Ibuprofen).
Literature Review : Efektivitas Pemberian Antibiotik Profilaksis dalam Mencegah Infeksi Luka Operasi pada Bedah Ortopedi Dewi, Hanifah Tiara; Junando, Mirza; Fitra W.S, Muhammad; Ismunandar, Helmi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.869

Abstract

Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah tindakan bedah ortopedi dan dapat meningkatkan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan pasien. Upaya pencegahan ILO melalui pemberian antibiotik profilaksis telah menjadi standar praktik di berbagai rumah sakit, namun masih terdapat variasi dalam jenis, waktu, dan durasi pemberian yang dapat memengaruhi efektivitasnya. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah bukti ilmiah mengenai efektivitas antibiotik profilaksis dalam mencegah ILO pada bedah ortopedi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis dari berbagai literature yang diperoleh melalui pencarian artikel ilmiah yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil telaah terhadap berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian antibiotik profilaksis yang tepat waktu, yaitu 30–60 menit sebelum insisi, serta dengan durasi pendek (single dose atau kurang dari 24 jam), terbukti efektif menurunkan risiko infeksi tanpa meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Sefazolin direkomendasikan untuk operasi ortopedi bersih karena efektif terhadap flora kulit penyebab infeksi, dan penggunaan yang rasional sesuai pedoman mendukung keselamatan pasien serta pencegahan resistensi antibiotik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa antibiotik profilaksis efektif dalam mencegah infeksi luka operasi pada bedah ortopedi jika diberikan tepat waktu, memiliki spektrum antibiotik yang sempit, dan berdurasi <24 jam.
Faktor Penyebab Diabetes Mellitus Pada Metabolisme Karbohidrat: A Literatur Review Dewi, Ranita Suri; Mahesty, Iken Rahma; Mutharhari, Zikri; Maulana, Iqbal; Ulfa, Mursyidah
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.872

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan global yang serius karena berhubungan langsung dengan gangguan pada metabolisme karbohidrat. Penyakit ini ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat akibat defisiensi atau resistensi insulin, yang berdampak pada peningkatan kadar gula darah dan kerusakan organ tubuh. Penelitian ini menggunakan desain studi literatur dengan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis faktor-faktor penyebab DM berdasarkan publikasi ilmiah periode 2019–2025. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional yang ter indeks di database terpercaya, dengan kriteria inklusi berupa relevansi topik, keterharuan data, dan proses peer-review. Hasil analisis terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa pola makan yang tidak sehat, sedentary lifestyle dan obesitas merupakan faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi, sedangkan faktor genetik, stres, dan lingkungan menjadi faktor non-modifiable yang turut berperan. DM ditemukan tidak hanya pada lansia, tetapi juga pada remaja dengan obesitas dan gaya hidup buruk. Intervensi berupa edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, serta pemantauan berkala terbukti efektif dalam pencegahan dan pengelolaan DM. Kajian ini menegaskan perlunya pendekatan holistik berbasis literatur untuk menekan prevalensi DM dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Review Literatur: Eksplorasi Antioksidan Pada Tanaman Obat Herbal Dengan Metode Fraksinasi Etil Asetat Dan N-Heksan Farhan Akbar, Muhamad; Iqbal, Muhammad; Triyandi, Ramadhan; Sukohar, Asep
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.876

Abstract

Penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, stroke, dan penyakit jantung masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor utama penyebab penyakit ini adalah adanya stres oksidatif yang dipicu oleh kelebihan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Penggunaan antioksidan sintetis telah terbukti efektif, tetapi memiliki risiko efek samping jangka panjang, sehingga mendorong eksplorasi sumber antioksidan alami dari tanaman obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi aktivitas antioksidan berbagai tanaman lokal Indonesia melalui fraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n-heksan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dari delapan jurnal nasional yang relevan, dipilih melalui pencarian sistematis di Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate dengan kata kunci seperti “aktivitas antioksidan”, “fraksinasi”, dan “tanaman obat”. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari berbagai tanaman seperti daun nyamplung, jamblang, kelor, pisang kepok, dan kopi robusta secara konsisten menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dengan nilai IC₅₀ di bawah 50 ppm yang dikategorikan sebagai sangat kuat. Hal ini dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa flavonoid, fenolik, dan tanin yang larut dalam pelarut semi-polar. Kesimpulannya, fraksi etil asetat memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi dan pangan fungsional.
Perbandingan Aktivitas Antiinflamasi Bagian Tanaman Telang (Clitoria ternatea) Berdasarkan Bukti In-vitro dan In-vivo: Narrative Review Sari, Ni Putu Ayudya; Triyandi, Ramadhan; Afriyani; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.881

Abstract

Inflamasi merupakan respon biologis yang berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit kronis. Penggunaan obat antiinflamasi sintetik sering dibatasi karena efek samping yang serius sehingga alternatif agen antiinflamasi berbasis alam diperlukan. Telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai metabolit aktif dengan potensi antiinflamasi, namun perbedaan potensi antiinflamasi antar bagian tanaman belum banyak dikaji secara sistematis. Tinjauan ini bertujuan membandingkan potensi antiinflamasi bagian bunga, daun, akar dan biji tanaman telang (Clitoria ternatea) berdasarkan bukti in-vitro dan in-vivo. Studi literatur merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menghimpun beberapa artikel melaui database PubMed, Science Direct, dan Google Schoolar yang di terbitkan dari 2016-2025 dan sebanyak delapan artikel memenuhi kriteria inklusi. Aktivitas antiinflamasi ditemukan bervariasi pada berbagai bagian tanaman. Bunga menunjukkan aktivitas rendah (% inhibisi 8,48%-28,82%), meningkat signifikan ketika diformulasikan nanopartikel selenium (SeNPS) (% inhibisi 27%-85%). Daun memiliki potensi paling konsisten dengan stabilitas membran 53% dan penghambatan edema 42-57%. Akar menunjukkan efek in-vivo terkuat (69-81%), didukung adanya senyawa triterpenoid dan alkaloid. Minyak biji telang (Clitoria ternatea) menunjukkan aktivitas antiinflamasi poten secara in-vitro (IC₅₀ ±5 µg/mL) akibat tingginya polifenol lipofilik. Kesimpulan dari artikel ini yaitu seluruh bagian tanaman telang (Clitoria ternatea) berpotensi sebagai agen antiinflamasi, dengan potensi terbaik pada bagian biji dan akar
Kajian Literatur: Aktivitas Farmakologis Minyak Atsiri Tanaman Herbal Sebagai Stimulan Pertumbuhan Rambut Putri, Ida Ayu Gede Bintang Widia; Triyandi, Ramadhan; Iqbal, Muhammad; Pardilawati, Citra Yuliyanda
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.882

Abstract

Kerontokan rambut merupakan masalah umum yang dipengaruhi oleh stres, hormonal, dan peradangan kulit kepala. Minyak atsiri dari tanaman herbal menjadi alternatif terapi alami karena kandungan senyawa bioaktif seperti monoterpen, seskuiterpen, fenol, dan masih banyak lagi. Tinjauan ini bertujuan memberikan informasi mengenai tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Pencarian pustaka dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, NCBI, dan Science Direct. Kriteria inklusi mencakup jurnal yang membahas efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan telah diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria eksklusi adalah jurnal yang tidak memuat informasi terkait efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan diterbitkan lebih dari 10 tahun terakhir. Dari hasil pencarian diperoleh 12 jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan 12 tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Aktivitas tersebut didukung oleh kandungan senyawa aktif minyak atsiri yang bekerja dengan meningkatkan mikrosirkulasi darah di kulit kepala, menghambat aktivitas enzim 5α-reduktase, efek antiinflamasi, efek antioksidan, merangsang fase anagen dalam siklus rambut, dan/atau meningkatkan proliferasi sel dermal papilla.
Overcoming Regulatory Barriers: A Narrative Review of Implementation Strategies and Cultural Challenges of Lean Six Sigma in a GMP Environment Alifiya, Fhahira; Fadilla, Andi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.885

Abstract

Pharmaceutical manufacturing is required to achieve operational efficiency while strictly complying with Good Manufacturing Practice (GMP) regulations. This dual demand often limits process improvement initiatives. Lean Six Sigma (LSS) provides a structured management approach that integrates efficiency improvement with regulatory compliance. This narrative review aims to analyze LSS implementation strategies in pharmaceutical manufacturing from a management and regulatory perspective. A focused literature review was conducted using major scientific databases. Due to the limited number of empirical studies conducted in highly regulated GMP environments, five relevant case studies were selected and analyzed using a narrative reflection approach. The analysis focused on managerial strategies, regulatory constraints, and organizational culture influencing LSS implementation. The results show that LSS strengthens GMP compliance by providing data-driven justification for process changes through the DMAIC framework. Lean tools, particularly Value Stream Mapping, enable managers to identify non-value-added activities that are not mandated by regulation. However, cultural resistance and risk-averse organizational behavior remain significant challenges, requiring strong leadership and employee involvement. In conclusion, Lean Six Sigma is an effective management strategy for overcoming regulatory and cultural barriers in pharmaceutical manufacturing while supporting sustainable operational excellence and product quality.
Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review Ayu Larasati, Nikken; Iqbal, Muhammad; Andrifianie, Femmy; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.886

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri hingga kini masih menjadi permasalahan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat herbal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi aktivitas antibakteri daun dan buah belimbing wuluh terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2025 dan mengevaluasi aktivitas antibakteri belimbing wuluh menggunakan metode difusi maupun dilusi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri uji, antara lain Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli, dan Salmonella typhi, dengan tingkat aktivitas yang bervariasi. Aktivitas antibakteri cenderung lebih tinggi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif serta meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Efek antibakteri tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Oleh karena itu, belimbing wuluh berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan guna memastikan efektivitas dan keamanannya.
Evaluasi Pelaksanaan Discharge Planning Terstruktur dengan Pendekatan METHOD Pada Pasien Post Operasi Di Rumah Sakit Elasari, Yunina
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.887

Abstract

Pelayanan pasca operasi merupakan bagian penting dalam mutu pelayanan rumah sakit karena berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka dan pencegahan komplikasi. Tingginya angka tindakan operasi menuntut pelaksanaan discharge planning yang efektif dan terstruktur. Namun, pada praktiknya, edukasi perawatan luka, nutrisi, lingkungan, dan tindak lanjut pasca pemulangan pasien sering belum optimal. Kondisi ini berpotensi menurunkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan discharge planning terstruktur dengan pendekatan METHOD pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Natar Medika. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan pre eksperimental. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pasca operasi bedah di ruang rawat inap sebanyak 20 kelompok kontrol dan 20 kelompok eksperimen. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian telah dilakukan uji validitas dengan hasil person product moment dalam rentang 0,6-0,8. Sedangkan uji reabilitas dengan nilai cronbach alpha 0,859. Analisis data univariat mengunakan tabel distribusi frekuensi. Penelitian dimulai dari tanggal 22 Juli sampai dengan 22 September tahun 2024. Hasil penelitian sebelum dilakukan sosialisasi discharge planning dengan pendekatan METHOD didapatkan 70% kurang baik dan 30% baik pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen setelah dilakukan sosialisasi didapatakan 85% baik dan 15% kurang baik. Diharapkan pihak manajemen menerapkan discharge planning terstruktur untuk kesinambungan pelayanan dan perawat dapat memberikan edukasi kesehatan yang dibutuhkan pada pasien post operasi pasca pemulangan.