cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 203 Documents
Studi Bioekivalensi Antara Obat Paracetamol Generik Dan Merek Dagang Yang Mengandung Paracetamol Secara In Vitro Adhea Martin, Muhammad; Saputri, Rina; Aryzki, Saftia; Mukti, Yusuf Anggoro
Sains Medisina Vol 2 No 4 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i4.255

Abstract

Uji bioekivalensi adalah uji bioavailabilitas komparatif yang dirancang untuk menunjukkan bioekivalensi antar produk uji dengan produk obat pembanding. Uji tersebut diperlukan karena metode fabrikasi dan formulasi dapat mempengaruhi bioavailabilitas produk-produk tersebut. Oleh karena itu, Obat generik dan obat bermerek yang diregistrasikan ke BPOM harus menunjukkan kesetaraan biologi (BE) dengan obat pembanding inovator. Salah satu obat generik yang juga tersedia dalam berbagai merek dagang adalah Paracetamol. Parasetamol ini merupakan salah satu obat yang sering digunakan pada migrain. Parasetamol digunakan secara luas sebagai antipiretik dan analgesik. Desain penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat perebedaan kadar obat generik dengan obat merek dagang A itu kadarnya sedikit lebih tinggi dibandingkan obat generik dan obat merek B, dan nilai parameter pamakokinetikn nilai T ½ eliminasi obat merek dagang A dan B sesuai dengan teori. Perbedaan hasil disebabkan karena zat tambahan.Meskipun demikian, ketiga obat dapat digunakan sebagai terapi dikarenakan hasil tersebut masuk ke dalam rentang bioavabilitas paracetamol. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan paracetamol paten memiliki  nilai  bioavailabilitas  yang  lebih  tinggi daripada    paracetamol    generik,    tetapi sediaan    generik    maupun    paten    tetap dapat digunakan sebagai terapi.
Optimasi Dan Formulasi Sediaan Handbody Lotion Untuk Bayi Dari Minyak Buah Alpikat (Persea Americana MILL.) Ningrum, Yuyun; Hanif, Rizal Roffada; Pratiwi, Yolanda Apria
Sains Medisina Vol 2 No 4 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i4.390

Abstract

Penelitian ini tentang Optimasi Dan Formulasi Sediaan Handbody Lotion Untuk Bayi Dari Minyak Buah Alpukat (Persea Americana Mill). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimasi sediaan Handbody Lotion Untuk Bayi Dari Minyak Buah Alpukat (Persea Americana Mill) dari kombinasi pengemulsi asam stearat dan polisorbat 80. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu SLD (Simplex Lattice Design). Formulasi sediaan handbody lotion menggunakan variasi konsentrasi asam stearate dan plisorbat 80, yaitu asam stearate F1 9,75 ; F2 10 ; F3 9,25 ; F4 9,5 ; F5 9,5 ; F6 10; F7 9 ; F8 9; dan untuk polisorbat 80 F1 4,24 ; F2 4 ; F3 4,74 ; F4 4,5 ; F5 4,5 ; F6 4 ; F7 5 ; F8 5. Setelah dilakukan penelitian di dapatkan formula sediaan handbody lotion optimal yaitu formula 8 dengan hasil uji organoleptik untuk replikasi 1-3 memiliki bau khas, bentuk semi padat dan warna putih. Uji pH didapatkan hasil R1 5 ; R2 5 ; R3 5; Uji daya lekat R1 4,88 detik ; R2 4,89 detik ; R3 5,05 detik ; Uji daya sebar R1 6 cm ; R2 5,93 cm ; R3 6,2 cm ; Uji viskositas R1 6248 Cps ; R2 6240 Cps ; R3 6288 Cps. Hasil tersebut telah memenuhi syarat sesuai dengan literatur.
Analisis Kadar Klorida Air Sumur RT 01 Sungai Pinang Kecamatan Sungai Tabuk Provinsi Kalimantan Selatan dengan Metode Titrasi Argentometri Hastika, Febby Yulia; Ihsan, Muhammad Fadhil; Nadiya; Trianty, Desy; Angreini, Angnes; Tania, Maria Amelinda
Sains Medisina Vol 4 No 1 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i1.709

Abstract

Klorida adalah salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas air, karena konsentrasi klorida yang tinggi dapat memengaruhi rasa dan berimplikasi pada penggunaan rumah tangga dan infrastruktur pasokan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar klorida air sumur RT 01 Sungai Pinang Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan metode titrasi argentometri, serta untuk menilai kualitas air berdasarkan hasil analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar rata-rata klorida air sumur RT 01 Sungai Pinang Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan adalah 114,6 mg/L, dengan variabilitas sedang dalam kadar klorida di antara sumur yang diambil sampelnya. Kadar klorida air sumur RT 01 Sungai Pinang Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan relatif tinggi, namun masih sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990, kadar klorida maksimal yaitu sebesar 250 mg/L untuk air minum dan sebesar 600 mg/L untuk air bersih sehingga perlu dilakukan pengawasan dan pengelolaan kualitas air untuk memastikan bahwa air yang digunakan oleh masyarakat aman dan sehat.
Analisis Faktor Penyebab Baby Blues Syndrom Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarpura Erawati, Ria; Friscilla, Ika; Noval; Ningrum, Novalia Widya
Sains Medisina Vol 4 No 1 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i1.723

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan di wilayah Puskesmas Mekarpura, didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu postpartum mengalami Baby Blues Syndrome. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan depresi pada ibu postpartum. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor pendidikan, paritas, pekerjaan, dan dukungan suami yang berkontribusi terhadap risiko tinggi terjadinya baby blues pada ibu postpartum. Tujuannya adalah untuk menganalisis faktor penyebab Baby Blues Syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Mekarpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 ibu postpartum. Ibu berpendidikan dasar sebanyak 23,5%, menengah 52,9%, dan tinggi 23,5%. Responden yang bekerja sebanyak 35,3% dan yang tidak bekerja sebanyak 64,7%. Untuk paritas, ibu primipara sebanyak 50%, multipara 44,1%, dan grande multipara 5,9%. Sedangkan responden yang mendapatkan dukungan suami sebanyak 44,1% dan yang tidak mendapatkan dukungan suami sebanyak 55,9%. Dari total 34 responden, diperoleh hasil bahwa sebanyak 20 (58,8%) ibu mengalami Baby Blues Syndrome dan 14 (41,2%) tidak berisiko mengalami Baby Blues Syndrome. Faktor yang berhubungan dengan kejadian Baby Blues Syndrome adalah faktor pendidikan dan dukungan suami, sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan dan paritas dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Mekarpura.
Tingkat Pengetahuan Perawatan Tali Pusat Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Takisung Putri, Meina Azmalia; Friscilla, Ika; Meldawati; Iswandari, Novita Dewi
Sains Medisina Vol 4 No 1 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i1.843

Abstract

Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara merawat tali pusat setelah melahirkan biasanya dapat memicu terjadinya infeksi. Kesalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya kepercayaan, kurangnya informasi, serta kurangnya pengetahuan dan pendidikan. Tujuan Mengetahui tingkat pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Takisung, mengidentifikasi karakteristik ibu meliputi umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan paritas di wilayah kerja Puskesmas Takisung dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat. Penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 47 ibu post partum di Wilayah kerja Puskesmas Takisung. Analisis menggunakan bivariat dan univariat. Hasil Penelitian menunjukkan dari 47 respoden sebagian besar ibu post partum memiliki usai di antara 20 -30 tahun sebanyak 61,70%, memiliki pendidikan rendah sebesar 42,55%, tidak bekerja sebanyak 68,09% dan berada pada multipara sebanyak 55,32. Tingkat pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat di wilayah kerja Puskesmas Takisung cukup baik yaitu 18 responden dengan 38,30%). Tingkat pengetahuan dalam perawatan tali pusat oleh Ibu Post Partum berada pada cukup baik hal ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan, faktor usia, faktor pekerjaan dan faktor paritas.
Potensi Kombinasi Ekstrak Keji Beling dan Binahong Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Gram Negatif Penyebab Ulkus Diabetikum HARLITA, TIARA DINI; AINA, GANEA QORRY; AZAHRA, SRESTA
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.844

Abstract

Ulkus diabetikum adalah satu keluhan yang terjadi pada pasien diabetes melitus yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan infeksi bakteri hingga gangren diabetik. Penggunaan antibiotik jangka waktu lama dan dosis yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketahanan bakteri yang berdampak pada meningkatkan biaya pengobatan dan angka kematian. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat sebagai alternatif untuk pengobatan mulai banyak dimanfaatkan karena lebih aman dalam penggunaan jangka waktu lama seperti pada tanaman binahong dan keji beling berpotensi sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi senyawa yang diperoleh dari ekstrak etanol tanaman keji beling dan bihanong sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram negatif penyebab ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby Bauer terhadap Proteus sp. dan Escherichia coli, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA. Berdasarkan hasil yang didapatkan, baik ekstrak tunggal maupun kombinasi keji beling dan binahong dengan perbandingan 2:1 pada konsentrasi 100 mg/mL memberikan daya hambat terbesar terhadap kedua bakteri. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi dan kombinasi berpengaruh nyata (p<0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri alami dan berpotensi sebagai agen pendukung penghambatan bakteri penyebab ulkus diabetikum.
Studi In Vivo Kombinasi Herbal Keji Beling, Binahong, dan Madu Kelulut terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Hewan Model Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda; Harlita, Tiara Dini; Dawam, Wirid Triana
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.847

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh pankreas, berkurangnya sensitifitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangrene/ulkus, yaitu terjadi kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer sehingga jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Penggunaan bahan herbal sebagai obat luka terus dikembangkan dalam penelitian maupun pemanfaatannya, diantaranya adalah daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian ekstrak daun binahong, daun keji beling, dan madu kelulut terhadap penyembuhan luka diabetik menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Setelah mencit diberi perlakuan, pengukuran diameter luka dimulai pada hari ke-0, 5, 10 dan 15. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji statistik dengan uji One Way Anovamenunjukan nilai p <0,05 yaitu 0,000 yang berarti pemberian kombinasi herbal memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. Selanjutnya dilanjutkan uji lanjutan yaitu Uji Duncan’s Multiple Range Test dengan hasil perlakuan yang paling efektif yaitu pemberian kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Salam Tua (Syzygium polyanthum) terhadap Escherichia coli secara In Vitro Evendi, Agus; Suryani, Maria Eka; Anggrieni, Nurul
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.849

Abstract

ABSTRAK. Infeksi yang disebabkan oleh Escherichia coli masih menjadi salah satu penyebab utama diare di Indonesia. Penggunaan antibiotik sintetis secara berlebihan dapat memicu resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami. Daun salam (Syzygium polyanthum) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun salam tua terhadap E. coli secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji fitokimia dilakukan untuk identifikasi senyawa aktif, uji antioksidan menggunakan metode DPPH, dan uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar dengan variasi konsentrasi ekstrak 25, 50, 100, 200, dan 400 µg/well. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan karbohidrat. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada konsentrasi 50 ppm dengan penghambatan 73,48%. Uji antibakteri menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 100 µg/well sebesar 12,78 mm yang termasuk kategori sedang–kuat. Mekanisme penghambatan diduga melalui kerusakan membran sel oleh flavonoid dan tanin. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak metanol daun salam tua memiliki aktivitas antibakteri sedang terhadap E. coli dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami untuk mencegah infeksi akibat bakteri Gram-negat
Pengaruh Konsentrasi dan Volume Etanol Terhadap Rendemen Ekstrak Tanaman Tapak Liman (Elephantopus Scaber L.) Menggunakan Metode Maserasi Leo Hasmal, Aditia; Iqbal, Muhammad; Triyandi, Ramadhan; Afriyani
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi dan volume etanol terhadap rendemen ekstrak daun tapak liman (Elephantopus scaber L.) melalui metode maserasi. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah pada database Google Scholar (tahun 2020–2025) menggunakan kata kunci "ekstraksi daun tapak liman". Dari 671 literatur awal, lima jurnal memenuhi kriteria inklusi (tanaman tunggal, pelarut etanol, metode maserasi, akses terbuka). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi etanol dan volume pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen. Konsentrasi etanol ≥90% dengan rasio bahan:pelarut 1:10 menghasilkan rendemen tertinggi (15,95%), memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (≥5,5%). Sebaliknya, etanol 70% menghasilkan rendemen rendah (1,04±0,14%) karena ketidakcocokan polaritas dengan senyawa semi-polar tapak liman. Volume pelarut berlebih mengurangi efisiensi ekstraksi, sedangkan volume kurang membatasi kelarutan senyawa aktif. Simpulan penelitian ini merekomendasikan penggunaan etanol konsentrasi tinggi (≥90%) dan rasio 1:10 untuk optimasi rendemen ekstrak tapak liman dalam skala industri.
Review Literatur: Green Synthesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Tanaman sebagai Pendekatan Ramah Lingkungan dalam Terapi Kanker Widianto, Ardi; Iqbal, Muhammad; Andrifianie, Femmy; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.858

Abstract

Sintesis hijau nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan dibanding sintesis kimia yang melibatkan bahan toksik. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi AgNPs berbasis tanaman sebagai agen antikanker melalui tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional mengenai karakteristik fisikokimia AgNPs, mekanisme biologis, serta aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker. Hasil kajian menunjukkan bahwa AgNPs yang disintesis dari tanaman seperti Pueraria tuberosa mampu meningkatkan ROS, merusak DNA, menurunkan potensial membran mitokondria, dan mengaktifkan jalur apoptosis, sehingga efektif menghambat proliferasi sel kanker secara dosis-bergantung. Pembahasan menegaskan bahwa interaksi sinergis antara nanopartikel dan metabolit bioaktif tanaman memberikan selektivitas tinggi terhadap sel kanker, meskipun bukti terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas in vivo masih terbatas. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa AgNPs berbasis tanaman memiliki prospek besar sebagai terapi antikanker berkelanjutan, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan aplikasinya dalam klinis.