cover
Contact Name
Yayah Rokayah
Contact Email
jmhr.rangkasbitung@gmail.com
Phone
+6283853977052
Journal Mail Official
jmhr.rangkasbitung@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Rangkasbitung Pandeglang No.421, Kaduagung Tengah, Kec. Cibadak, Kab. Lebak, Provinsi Banten, 42317
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Midwifery and Health Research
ISSN : -     EISSN : 29641454     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Midwifery and Health Research is a national midwifery journal that publishes scientific works for midwives, nurses, academic parties, and practitioners. Types of articles in Journal of Midwifery and Health Research include: Original research articles ; Reviews; Clinical case; Research letters; Letters to the editor.
Articles 45 Documents
Tingkat Kematangan Emosional Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Sekolah Dasar Victoria Eunike Tamo Ina Lubis; Resta Betaliani Wirata; Priyani Haryanti; Oktalia Damar Prasetyaningrum
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i2.988

Abstract

Latar belakang menarche pada anak perempuan saat ini cenderung terjadi lebih dini dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini seringkali tidak diikuti dengan kesiapan mental dan kematangan emosional anak perempuan sehingga menimbulkan perasaan takut, cemas, dan malu saat menghadapi menstruasi pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kematangan emosional kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta Tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada 16-17 Desember 2025 di SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas IV, V dan VI yang berjumlah 77 siswi yang di pilih menggunakan metode pengambilan sampling Purposive Sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 46 siswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 10 tahun sebanyak 25 siswi (54,3%), dan berada pada kategori sedang sebanyak 36 siswi (78,3%). Simpulan secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi berada pada kategori sedang dalam kesiapan menghadapi menarche sebagian siswi sudah mulai mampu mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi, meskipun masih memerlukan peningkatan kesiapan
Analisis Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Provinsi Banten Berdasarkan Data SSGI 2021 Ismiyati Ismiyati; Yenie Wulandari; Ida Lindawati; Kadar Kuswandi; Dina Rodiah
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i2.989

Abstract

Abstrak . Latar  Belakang : Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak pada masa mendatang. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia ibu, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan penggunaan kontrasepsi dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Banten. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 3.671 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting pada balita sebesar 23,9%. Usia ibu tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,451). Sebaliknya, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan penggunaan kontrasepsi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (masing-masing p=0,001). Kejadian stunting lebih banyak ditemukan pada ibu berpendidikan rendah (32,2%), ibu yang tidak bekerja (26,2%), dan ibu yang menggunakan kontrasepsi (25,5%). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa stunting pada balita lebih erat berkaitan dengan faktor sosial dan keluarga dibandingkan dengan usia ibu semata. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting perlu diarahkan pada peningkatan pendidikan dan literasi kesehatan ibu, penguatan kesejahteraan keluarga, serta perbaikan kondisi lingkungan dan kesehatan anak secara terpadu
Pengaruh Pemberian Jamu Temulawak Terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Remaja Filda Fairuza; Ade Anwar; Debi Nopianti
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Nyeri haid (dismenore) merupakan keluhan yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Penatalaksanaan nyeri haid dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah jamu temulawak, yang mengandung kurkuminoid dengan efek antiinflamasi dan analgesik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu temulawak terhadap penurunan nyeri haid pada remaja di PMB Nining Setianingsih, S.ST., Bdn Kabupaten Pandeglang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 remaja yang mengalami nyeri haid dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian jamu temulawak sebanyak dua kali sehari selama dua hari. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian jamu temulawak. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (64,0%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (68,0%) dan terdapat 4,0% responden yang tidak merasakan nyeri. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian jamu temulawak berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri haid pada remaja. Jamu temulawak dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan dalam penanganan nyeri haid pada remaja.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Cot Jabet Kecamatan Banda Baro Kabupaten Aceh Utara Dian Rahayu; Sri Zulfa Maisih; Ambia Nurdin; Ellia Nufara
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i2.1027

Abstract

Abstrak. Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi penting untuk meningkatkan kesehatan bayi, namun cakupannya di beberapa wilayah pedesaan masih belum optimal. Berbagai faktor maternal dan lingkungan diduga memengaruhi keberhasilan praktik ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan di Desa Cot Jabet. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 34 ibu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 67,65% responden memberikan ASI eksklusif. Usia ibu saat melahirkan (p=0,007; OR=9,60), status pekerjaan (p<0,001; OR=47,25), pendidikan rendah (p=0,027; OR=30,00), dan dukungan keluarga (p=0,001; OR=28,00) berhubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan pendidikan menengah tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,895). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh karakteristik ibu dan dukungan keluarga. Penguatan edukasi laktasi, keterlibatan keluarga, serta kebijakan yang mendukung ibu bekerja diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di masyarakat pedesaan
Efektifitas Kombinasi Prenatal Yoga dan Mindfulness Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Aulia; Sri Yunita Suraida Salat; Apriani Tiasna
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i2.1045

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan selama kehamilan, khususnya pada trimester III, merupakan masalah psikologis yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Kombinasi prenatal yoga dan mindfulness berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi kecemasan, namun bukti mengenai efektivitas kombinasi keduanya masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi prenatal yoga dan mindfulness dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sebanyak 30 ibu hamil trimester III dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Kelompok intervensi mengikuti prenatal yoga dan mindfulness dua kali seminggu selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan antenatal rutin. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQ-R2). Efektivitas intervensi dianalisis menggunakan N-Gain Score dan uji Mann–Whitney. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan kecemasan yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol, dengan rerata N-Gain sebesar 56,10% dan 2,33%, serta terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Kombinasi prenatal yoga dan mindfulness efektif menurunkan kecemasan pada ibu hamil trimester III dan berpotensi diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal sebagai intervensi komplementer untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil.