cover
Contact Name
Avi Valentri
Contact Email
info@amalinsani.org
Phone
+6281911158475
Journal Mail Official
info@amalinsani.org
Editorial Address
Jalan Ir. Sutami Link. Krenceng Kebonsari, Kec. Citangkil - Cilegon
Location
Kota cilegon,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by Amal Insani Foundation
ISSN : -     EISSN : 2961743X     DOI : https://doi.org/10.56721/penais.v1i1
Jurnal Pendidikan Agama Islam hereinafter abbreviated as PENAIS is a periodical scientific journal published by Amal Insani Foundation. PENAIS is published 3 (three) times a year, namely every August, December, and April. The Scope and Focus of the Articles that are the Passion of the PENAIS Journal are; Early Childhood Education, Character Education, Inclusive Education, Islamic Religious Education, Islamic Education Management, Educational Technology, and Learning Media. Editor in Chief of PENAIS Journal: Avi Valentri
Articles 31 Documents
KEDUDUKAN DAN FUNGSI HADITS DALAM ISLAM Rizka, Alviana
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 01 (2025): April
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadith is one of the foundational sources in the Islamic legal system, ranking second after the Qur'an. This study aims to comprehensively analyze the status and function of hadith within the framework of Islamic law, education, and the daily life of Muslims. Employing a qualitative-descriptive approach, this paper explores the definitions of hadith from various scholarly perspectives, its historical transmission and codification, as well as its role in Uṣūl al-Fiqh as a tool for legal reasoning (istinbāṭ al-ḥukm). The findings reveal that hadith serves a strategic function as an explanatory (bayān), confirmatory (taqrīr), legislative (tashrīʿ), and even abrogating (naskh) source, in addition to its essential role in the development of Islamic ethics and character. Therefore, a deep understanding of hadith is indispensable for preserving the integrity of Islamic teachings and addressing contemporary socio-religious dynamics. This study recommends the advancement of hadith studies methodologies that are responsive to the progression of scientific disciplines and the evolving needs of the Muslim community.
RELEVANSI HADIST PILIHAN TERHADAP KENAKALAN REMAJA SAAT KINI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ihza, Muhamad Ihza Pramudya
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 01 (2025): April
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Juvenile delinquency is a crime that involves teenagers and not a few also involve children who are still in school. Many factors cause juvenile delinquency to occur, such as lack of attention from parents, teachers and the community so that children feel that this is normal, so it is necessary to provide material on the religious teaching sector such as hadiths to be a signal to prevent juvenile delinquency from occurring. This study uses a qualitative approach with a four-stage method, namely collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions so that the results of this study present factors and efforts to prevent juvenile delinquency from occurring by presenting hadiths that are relevant to juvenile delinquency.
TRANSFORMASI METODE TAKHRIJ HADIS: STUDI LITERATUR TENTANG PENDEKATAN KLASIK DAN KONTEMPORER Silaturrohmi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 01 (2025): April
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi metode takhrij hadis dari pendekatan klasik ke kontemporer melalui studi literatur. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis pustaka, penelitian ini menelaah sumber-sumber primer dan sekunder yang membahas prinsip, langkah, serta penerapan takhrij dalam dua konteks waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode takhrij klasik menekankan pada validasi sanad dan matan melalui perangkat ilmu seperti jarh wa ta’dil dan ‘ilal al-hadis, sementara pendekatan kontemporer memperluas fungsi takhrij ke dalam isu sosial, politik, kesehatan, dan gender serta memanfaatkan teknologi digital. Kedua pendekatan memiliki kesinambungan metodologis yang saling melengkapi. Oleh karena itu, integrasi antara pendekatan klasik dan kontemporer sangat penting untuk menjaga keilmuan hadis sekaligus menjawab kebutuhan zaman secara kontekstual dan aplikatif.
ASPEK KONTEKSTUALISASI DALAM PEMAHAMAN HADITS: KAJIAN LITERATUR TERHADAP ASBAB AL-WURUD Fuad
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 01 (2025): April
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman hadis yang utuh dan relevan tidak hanya bertumpu pada teks, tetapi juga memerlukan pendekatan kontekstual yang mempertimbangkan latar belakang sosial, budaya, dan historis saat hadis diucapkan. Salah satu metode utama dalam memahami konteks tersebut adalah konsep Asbāb al-Wurūd, yaitu sebab-sebab atau kondisi yang melatarbelakangi munculnya suatu hadis. Studi ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran Asbāb al-Wurūd dalam proses interpretasi hadis yang kontekstual. Melalui penelusuran sumber-sumber akademik, ditemukan bahwa penerapan Asbāb al-Wurūd mampu menghindarkan kesalahan pemahaman yang bersifat tekstual semata dan membuka ruang interpretasi yang lebih rasional, relevan, dan humanistik. Temuan ini sangat penting dalam praktik pendidikan Islam, karena membantu peserta didik mengembangkan pemahaman kritis dan aplikatif terhadap ajaran Islam. Dengan demikian, Asbāb al-Wurūd menjadi komponen integral dalam metodologi studi hadis yang lebih adaptif terhadap dinamika zaman.
STUDI KOMPARATIF ILMU HADITS DALAM MAZHAB SUNNI DAN SYI’AH Ahiel Ahdi Besari
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 01 (2025): April
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The science of hadith has a key position in the development of Islamic teachings. The Sunni and Shia schools have created different ways of studying hadith, reflecting theological and historical differences. This paper discusses by comparing the basic principles of the science of hadith in both schools, especially related to the criticism of sanad, the validity of narrators, and the compilation of hadith books. Using a qualitative method based on literature study, this study analyzes important works such asSahih Al-Bukhari And Al-Kafī. The findings of the study show that although there are similarities in the structure of narrative criticism, there are significant differences in the authority of the companions, the emphasis on the Ahlul Bait, and the way the hadith is validated. This study opens up opportunities for a more open cross-school understanding in the study of modern Islamic science.
SAINS RELIGIUS DAN AGAMA SAINTIFIK: KERANGKA HARMONISASI UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT HUMANIS, MODERAT DAN HARMONIS PUTRI SULISTYO, ZUHRIFA
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 03 (2025)
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengembangkan paradigma harmonisasi antara sains religius dan agama saintifik sebagai jembatan epistemologis dalam membangun masyarakat humanis, moderat, dan harmonis. Metode utama yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis konten terhadap literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dan interkoneksi keduanya mampu memperkuat nilai-nilai etis, toleransi, dan moderasi dalam pendidikan dan kehidupan sosial, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berkeadilan. Paradigma ini juga berfungsi sebagai alat strategis dalam menyatukan ilmu pengetahuan dan agama secara berkelanjutan dan kontekstual. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan model harmonisasi dalam membangun masyarakat modern yang berbudaya moderat dan penuh toleransi.
TINJAUAN LITERATUR : ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI EDUCANDY  TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI Ceshelya Astra, Ceshelya
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 03 (2025)
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis temuan-temuan ilmiah terkait penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi Educandy terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kajian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah artikel-artikel terindeks nasional dan internasional yang terbit dalam lima tahun terakhir. Proses seleksi dilakukan melalui identifikasi, screening, serta analisis komparatif terhadap relevansi topik, desain penelitian, dan temuan empiris. Hasil telaah menunjukkan bahwa Educandy secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, keaktifan siswa, dan secara khusus berkontribusi pada pengembangan berpikir kritis melalui aktivitas berbasis gamifikasi yang menuntut analisis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, sebagian penelitian masih memiliki keterbatasan pada ukuran sampel, desain penelitian satu arah, serta keterbatasan fasilitas digital di sekolah. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa Educandy merupakan media pembelajaran interaktif yang efektif untuk memperkuat kompetensi berpikir tingkat tinggi pada pembelajaran PAI, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan yang lebih komprehensif pada konteks dan jenjang pendidikan yang lebih luas.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN MELALUI IMPLEMENTASI METODE TILAWATI PADA EKSTRAKURIKULER BTQ DI SMKN 1 TUBAN Nur Aviah, Mila; mila nur aviah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 03 (2025)
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan BTQ siswa melalui implementasi metode Tilawati beserta faktor pendukung dan penghambatnya dalam kegiatan ekstrakurikuler BTQ di SMKN 1 Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan jenis deskriptif eksplanatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta kuantitatif statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Tilawati dalam ekstrakurikuler BTQ efektif meningkatkan kemampuan BTQ siswa. Keberhasilan tersebut ditunjang oleh sarana prasarana yang memadai, konsistensi guru, serta motivasi belajar siswa. Adapun hambatan yang dihadapi antara lain rasa malu dan minder siswa serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup yang hanya fokus pada implementasi metode Tilawati pada ekstrakurikuler BTQ di satu lokasi, serta hanya menggunakan metode mixed methods. Oleh karena itu, diharapkan peneliti selanjutnya menerapkan metode RnD dengan mengembangkan modul ajar untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif dan terstruktur tentang efektivitas metode Tilawati.   Kata kunci: Metode Tilawati, Ekstrakurikuler BTQ, Baca Tulis Al-Qur’an.
PENGARUH PEER TEACHING TERHADAP SELF-REGULATED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI PADA SISWA KELAS IX sanilatifatulkhilmina_0905
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 03 (2025)
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer teaching terhadap self regulated learning pada siswa kelas IX dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus pada bagaimana penerapan peer teaching serta sejauh mana metode ini meningkatkan kemampuan regulasi diri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimental tipe pretest posttest control group, melibatkan 50 siswa kelas IX sebagai sampel yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol; instrumen berupa kuesioner self regulated learning yang telah divalidasi, sementara analisis data dilakukan melalui uji prasyarat dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 54,56 dan meningkat pada nilai posttest sebesar 84,84. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa peer teaching memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan self-regulated learning, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata posttest dan perbedaan signifikan antar kelompok berdasarkan hasil uji statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa peer teaching mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan kemampuan mengatur strategi belajar, serta memperkuat motivasi dan evaluasi diri. Dengan demikian, peer teaching terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran PAI yang mampu meningkatkan kemandirian belajar dan kualitas proses pembelajaran secara keseluruhan. Kata kunci: peer teaching, self regulated learning, strategi belajar, motivasi belajar.
PENGARUH PENERAPAN EVALUASI BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MATERI USHUL FIKIH KELAS X MA MANBAIL FUTUH Yuli, Nisafarihatun
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 03 (2025)
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa evaluasi berbasis proyek berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan siswa untuk berpikir kritis pada materi Ushul Fikih kelas X di MA Manbail Futuh. Melalui kegiatan proyek yang menuntut analisis, pengamatan, dan penyusunan argumen, siswa menjadi lebih mampu berpikir sistematis dan reflektif terhadap konsep Ushul Fikih yang abstrak. Hasil akademik ditingkatkan oleh model evaluasi ini membentuk pola pikir analitik dan rasional. Selain itu, pendidik Ushul Fikih perlu mengembangkan proyek yang kontekstual dan berbasis digital agar evaluasi lebih relevan dengan kebutuhan abad 21. Dengan penerapan yang tepat, evaluasi berbasis proyek dapat menghasilkan siswa yang kritis, adaptif, dan mampu menerapkan Ushul Fikih dalam kehidupan nyata. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif, dan desain Grup Kontrol NoneEquivalent. Instrumen berupa angket, observasi, dan dokumentasi disusun berdasarkan indikator berpikir kritis Facione serta diuji validitas dan reliabilitasnya.

Page 3 of 4 | Total Record : 31