cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 7 (2020)" : 20 Documents clear
PANGARIBAWANE PESAREAN GUS DUR TUMRAP MASYARAKAT DESA CUKIR KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Silviranda Dewanti; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.098 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh makam Gus Dur di tengah-tengah masyarakat Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini menggunakan methode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini mengenai makam Gus Dur. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Data dalam penelitian ini berupa data lisan dan bukan lisan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dengan bantuan teknik rekam dan catat. Instrumen penlitian ini adalah peneliti itu sendiri. Teknik analisis data menggunakan menggunakan metode deskriptif. Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis budaya dengan mengaitkan antara kebiasaan (kebudayaan) dan cara berfikir. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh makam Gus Dur di tengah masyarakat menghasilkan budaya/tradisi ziarah (ngalab berkah), haul Gus Dur, budaya religi, meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjadikan masyarakat memiliki jiw atoleransi yang tinggi. Kata Kunci: Folklor, Pengaruh Makam Gus Dur, Makam Gus Dur, Jombang.
PILIHAN KATA DAN GAYA BAHASA KIDUNGAN DIDALAM BANYOLAN KARTOLO (ANALISIS STILISTIKA) Wisnu Prasetyo Bekti; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.602 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Kidungan sajrone banyolane Kartolo digunakan untuk penelitian ini. Kidungan merupakan salah satu karya yang berwujud sastra lisan. Dikatakan sastra lisan karena penerapan dari karya ini dituturkan secara langsung dengan menampilkan kidungan di panggung sandiwara. Sastra kidungan tumbuh diera perkembangan sastra Jawa klasik. Kidungan Kartolo ini menjadi sorotan bukan karena tokoh Kartolo yang sudah terkenal di jagad seniman ludruk atau seniman kidungan tetapi didalam kidungan yang diciptaannya yang banyak menggunakan pilihan kata atau diksi dan juga gaya Bahasa yang unik. Penggunaan diksi dan gaya Bahasa membuat kidungan didengar tambah menarik perhatian pendengar ataupun penonton. Selain itu dari sastra kidungan ini banyak memiliki makna yang tersurat dan tersirat, penuh dengan ajaran yang baik, meskipun cara penyuguhannya bsa dikatakan nyentrik dan lucu. Penjelasan diatas menunjukkan bahwa rumusan masalah yang dianalisis yaitu (1) bagaimana wujud dari pilihan kata di dalam kidungan Kartolo?. (2) bagaimana gaya bahasa yang digunakan di dalam kidungan Kartolo? dan, (3) bagaimana isi dan makna yang terkandung dalam kidungan Kartolo?. Penelitian ini memiliki tujuan (1) menjelaskan wujud dari pilihan kata di dalam kidungan Kartolo?., (2) menjelaskan gaya Bahasa yang digunakan di dalam kidungan Kartolo? dan (3) menjelaskan isi dan makna yang terkandung dalam kidungan Kartolo. Kidungan yang adad lam peramentasan Kartolo ini akan diteleti dengan menggunakan teori dan analisis stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kidungan didalam pementasan Kartolo mengandung banyak diksi atau pilihan kata, gaya Bahasa. Bukan itu saja di dalam kidungan juga tedapat berbagai macam nasehat, perintah, larangan dibidang Pendidikan, masyarakat, dan juga masih banyak lainya terutama dalam hidup sehari-hari. Kata Kunci: Kidungan, pilihan kata, gaya bahasa, nasehat
TRADISI TIRONAN DI DUSUN NGAPUS, DESA SUMBERHARJO, KECAMATAN SUMBERREJO, KABUPATEN BOJONEGORO (Tintingan Folklor) Erni Ambarwati; sri sulistiani
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.812 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Tradisi Tironan yaitu salah satu tradisi yang menggunakan teori folklor, teori yang digunakan yaiku teorifolklor setengah lisan yang bermakna folklor tersebut wujudnya campuran antara unsur lisan dan bukan lisan. TradisiTironan di dusun Ngapus, desa Sumberharjo, kecamatan Sumberrejo dilaksanakan setiap tiba hari lahir jawa (weton)orang yang akan dibuatkan tiron atau tumpeng/ambeng.Penelitian ini membahas tentang (1) awal mula terjadinya tradisi tironan di dusun Ngapus,(2) ubarampe danmakna yang terkandung didalam tradisi tironan dusun Ngapus,(3) tata laku tradisi tironan dusun Ngapus,(4) carapelestarian tradisi tironan dusun Ngapus, (5) penilaian masyarakat terhadap adanya tradisi tironan di dusun Ngapus.Tujuan tradisi tironan dusun Ngapus yaitu membahas tentang awal mula terjadinya tradisi tironan dusun Ngapus,ubarame dan juga makna, tata laku tradisi tironan, cara pelestrian dan juga pendapat masyarakat mengenai tradisitironan di dusun Ngapus.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini digunakan dengan menimbang data yang dihasilkan berupa datadeskriptif, yaitu kata-kata berupa tulisan atau lisan dari informan dengan cara melalui wawancara dan dokumentasi.Analisis data dilaksanakan dengan cara memberi interpretasi disetiap bentuk data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi tironan termasuk tradisi di dusun Ngapus yang masih dipercayaoleh masyarakat untuk menumbuhkan rasa syukur dan memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan cara lewatdo‟a setiap waktu hari lahir perhitungan Jawa (weton) tiba atau sebulan sekali. Pelaksanaan tradisi tironan ini dilakukandengan cara runtut dari awal persiapan, acara inti, dan akhir. Tradisi ini menggunakan alat dan bahan yang berupaubarampe yang mempunyai makna sendiri-sendiri. Cara pelestarian tradisi ini yaitu dengan cultural experience dancultural knowladge. Terakhir yaitu pendapat masyarakat mengenai TT ini terbentuk menjadi dua golongan, yaitugolongan setuju dan golongan tidak setuju adanya TT.Kata kunci: tradisi, kebudayaan, tironan, folklor
ULENGANE KATRESNAN SAJRONE NOVEL POLITIK TRESNA ANGGITANE TULUS S. (TINTINGAN DHEKONSTRUKSI) Annita Rachmalia Mustikaningrum; Bambang Purnomo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.71 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

AbstrakNovel Politik Tresna mujudake salah sawijine novel kang nyritakake ngenani katresnane rumaja.Paraga kang nggambarake katresnan sajrone novel iki yaiku Agung, Ardini, Angga, lan Arifin. Katresnan ikikagambarake dening para paraga lumantar saperangan cara. Ana kang diwujudake kanthi cara menehikawigaten lumantar bandha kang diduweni, lumantar kawigaten kayata kerep menehi kabar, sarta lumantarkawicaksanane. Saka wujude tresna kasebut ngemu makna-makna kang sumurat lan sinirat. Anane makna kangsinirat iki nuwuhake saperangan oposisi sajrone novel Politik Tresna. Kanthi migunakake pamarekandhekonstruksi, oposisi-oposisi kang ana ing novel kasebut bisa kajlentrehake kanthi cetha saengga bisa kadudutpamikiran lan pamawas anyar.Underan panliten kanthi pamarekan dhekonstruksi sajrone novel Politik Tresna iki bakal ngrembugbabagan: 1) Gegambarane katresnan sajrone novel Politik Tresna’ 2) Ulengane katresnan kang tuwuh sajronenovel Politik Tresna, lan 3) Wawasan dhekonstruksi tumrap novel Politik Tresna. Ancas saka panliten iki, yaiku1) Nggambarake wujud katresnan kang ana ing novel Politik Tresna, 2) Ngandharake konflik kang ana ing novelPolitik Tresna, lan 3) Njlentrehake wawasan dhekonstruksi tumrap novel Politik Tresna. Saliyane dhekonstruksi,panliten iki uga disengkuyung dene pamarekan struktural. Struktur iki mujudake perangan kang wigati jalarananane sesambungan antarane struktur siji lan liyane bisa nuwuhake makna sajrone crita. Pamarekandhekonstruksi kang digunakake tumrap panliten iki katindakake kanthi cara menehi kawigaten tumrap bab-babkang kapinggirake utawa dilirwakake dening pangripta, yaiku ngenani katresnane Angga marang Ardini. Sakacara kasebut nuduhake yen ana makna liya kang sinirat ngenani katresnan kang didarbeni paraga Angga.Panliten iki kalebu jinise panliten dheskriptif kualitatif. Sumber dhata sajrone panliten iki yaiku novelPolitik Tresna anggitane Tulus S. Dhata kang digunakake ing panliten iki yaiku awujud tembung lan ukara. Asilsaka panliten iki bakal nuduhake wujude tresna kang sejati sajrone novel Politik Tresna. Tresna kang katonendah pranyata nduweni makna kang sinirat. Para paraga kang ndarbeni rasa tresna ora mung nggambaraketresna kang endah lan kebak kawigaten, nanging uga katresnan kang ala lan lecekan. Ulengane katresnan kangdialami para paraga iki bisa nuduhake wewatakane paraga kang sanyatane.Tembung wigati: Ulengan, Katresnan, Dhekonstruksi.
TRADHISI JEMUWAH LEGI DI DESA CANDIHARJO KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO (TINTINGAN WUJUD, MAKNA, PAMANGGIH MASYARAKAT LAN PELESTARIAN) Osa Zuna Siyama; sukarman sukarman
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.674 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Tradisi Kenduren Jumat legi ini sebagai tradhisi di daerah mojokerto, tradisi ini dijadikan untuk bahan penelitian karna, dalam tradisi ini mempunyai manfaat untuk masyarakat di tanah jawa. Yang disekitarnya masih mepercayai tradsi ini. Dari tradisi ini kita bisa dgambarkan bentuk dari manusia yang masih ada hubungannya dengan manusa yang meninggal duni, dari tradhisi ini menggambarkan wawasan pencipta bab nilai-nilai yang mengandhung terhadapa kahuidupan untuk menjalankan kehidupan yang nyhata, dan mengandhung nilai tauladhan untuk generasi di tanah jawa, tentang tardhisi yang ada untuk diterapkan di kehidupan yang nyata, Permasalahan dalam tradisi ini yaitu (1) bagaimana wujud tradisi kenduren jumat legi didesa candiharjo (2) bagaiamna makna tradhisi kenduren jumat legi didesa candiharjo (3) bagaimana pendapat masyarakat mengenai tentang tradisi jumat legi didesa Candiharjo (4) bagaimana pelestarian tradisi Kenduren Jumat legi didesa candiharjo. Dalam bab yang sama adapaun tujuwan pene;litian yaiutu (1) menjelaskan wujud tradisi Kenduren Jumat Legi didesa candiharjo (2) bagaiaman makna yang terkandhung dalam tradisi Jumat Legi ing desa candiharjo (3) menjelaskan pendapat masyarakat pada tradisi Jumat Legi didesa Candiharjo (4) menjelaskan cara pelestarian tardisi Kenduren Jumat Legi ing desa Candiharjo, dalam tradisi ini selalu memiliki manfat sendiri, seperti halnya di tradhisi kenduren jumat legi ini juga memiliki manfaat untuk masyarakat yang ada dilingkungan sekitar tardisi tersebut, manfaat yang terkandung ada di tradhisi kenduren Jumat Legi Ini yaitu bisa mendukung dalam pengembangan tradisi ini supaya tetap trawat dan terjaga dengan baik dan terlaksana. Dan juga supaya tradhisi ini tetap hidup di tanah jawa, meskipun budaya yang masuk di tanah jawa terkena pengaruh budaya dari luar, dalam menjelaskan penelitian ini pasti ada teori yang digunakan, seperti halnya di penelitian ini menggunakan teori danandjaja tentang wujud dan teori folklore untuk masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, sumber data penelitian berupa wujud tradisi Kenduren Jumat Legi di desa Candiharjo, data penelitian ini yaitu gambar Kenduren Jumat Legi, keadaan Kenduren Jumat Legi, dalam memperoleh pengumpulan data menggunakan teknik poto tradisi Jumat Legi, untyk menjelaskan data digunakan analisis metode deskriptif analisis Hasil penelitian ini yaitu berdhasarkan konsep folklore yang dibafgi menjadi 9 macam yaiutu (1) disebar dan diwariskan dengan cara lisan (2) folklore bersifat tradhisional, disebarkan dengan cara relative (3) folkolor memiliki versi dan varian yang berbeda (4) folklore bersifat anonym artinya pencipta kurang jelas (5) folklore memiliki bentuk dan pola (6)folkoor memiliki fungsi (7) foklor mebersifat pralogis (8) folklore memiliki orang banyak (9) folklore memiliki sifat polos dan lugu, dari semua penjelaskan itu tadi berhubungan dengan tradisi Kenduren Jumat Legi didesa Candiharjio dan ada hubungannya dengan masyarakat. Kata kunci : tradisi, kebudayaan, folklor
SESAMBUNGAN SINTAGMATIK SAJRONE JENENGE DESA ING KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Bella Putri Damara; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.384 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Nama mencakup satu jenis penggunaan yang bermakna. Nama adalah kata untuk memanggil atau mengenali suatu tempat. Pengklasifikasian nama desa dalam penelitian ini berdasarkan bentuknya yaitu nama desa berupa kata camboran, frase, dan lampiran. Ketiga bagian tersebut kemudian dicari untuk koneksi syntagmatic. Berdasarkan bab ini yang menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Apa saja jenis hubungan sintagmatik yang bersifat encapsulatif pada nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan? (2) Hubungan sintagmatik seperti apa yang distributif di nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis hubungan sintagmatik yang bersifat encapsulative dan distributif pada nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian linguistik deskriptif yang bersifat sinkronis. Data dalam penelitian ini adalah nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Data diperoleh dari pencatatan nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya datanya dijelaskan secara detail. struktur dalam untuk memahami hubungan sintagmatik.Nama desa yang berhasil dikumpulkan sebanyak 150 buah, berdasarkan bentuk. Nama desa berupa kata camboran 90, frase 30, dan aneksasinya 35. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama desa mempunyai hubungan sintagmatik yang dijelaskan melalui tabel, sehingga diketahui ada 2 jenis koneksi sintagmatik yaitu enkapsulasi dan distribusi. Kata kunci: koneksi sintagmatik, nama, desa.
KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL PRAU LAYAR ING KALI CODE DAN PRAU LAYAR ING KALI OPAK KARYA BUDI SARDJONO (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) Imro’atul Khasanah; Yunita Ernawati
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.758 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Abstrak Novel Prau Layar ing Kali Code dan Prau Layar ing Kali Opak karya Budi Sardjono merupakan salah satu karya sastra sebagai wujud kebudayaan Jawa yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa masih mematuhi kepercayaan terhadap mitos dan mistik. Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini akan membahas tentang mitos, mistik, pengaruh kepercayaan mitos dan mistik dalam novel, dan pendapat masyarakat Jawa terhadap mitos dan mistik. Penelitian ini menggunakan metode deskiptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah antropologi sastra. Sumber data primer adalah novel Prau Layar ing Kali Code dan Prau Layar ing Kali Opak, sedangkan sumber data sekunder yakni pendapat masyarakat melalui wawancara. Hasil penelitian (1) kepercayaan masyarakat Jawa terhadap mitos yaitu gugon tuhon yang disandikan dan gugon tuhon larangan, legenda Ki Ageng Pemanahan, legenda Kanjeng Ratu Kidul, dan legenda Panembahan Senopati, pralambang hewan dan keadaan, serta sirikan, (2) kepercayaan mistik yaitu makhluk halus, wangsit, tirakat, benda sakti, sesaji, ilmu gaib produktif dan ilmu gaib protektif, (3) pengaruh positif terhadap kepercayaan mitos dan mistik lebih berhati-hati dalam bertindak, sedangkan pengaruh negatif yaitu bertindak semena-mena, dan (4) pendapat masyarakat Jawa dalam penelitian ini berdasarkan pekerjaan, agama, dan sesepuh. Simpulan dari pendapat masyarakat tersebut yaitu kepercayaan mitos dan mistik merupakan perwujudan pembelajaran mengenai kehidupan yang menjadi peninggalan leluhur sebagai warisan yang perlu dilestarikan. Kata kunci: kepercayaan, masyarakat Jawa, mitos, mistik.
Siklus Pranata Mangsa Di Desa Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Kajian Wujud Kebudayaan Widigdo Diknas Nugroho; Octo Dendy Andriyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.654 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Pranata mangsa sebagai salah satu wujud kepercayaan yang masih dipercaya olehmasyarakat di Desa Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Kepercayaan tersebutsebagai wujud acuan warga masyarakat untuk melakukan apa yang harus dilakukan disetiap bulannya. Penelitian siklus prata mangsa ini dibahas menggunakan tintingan wujudkebudayaan. Rumusan masalahnya yaitu; (1) bagaimana maksud setiap pranata manga? (2)Apa saja yang dilaksanakan, pertanda dan patokan dalam pranata mangsa? (3) peninggalanapa saja yang ditinggalkan ketika menjalani kegiatan di pranata mangsa? Dari rumusantersebut, artikel ini bisa memberikan manfaat yaitu; (1) memberikan kegunaan untuk teoriwujud kebudayaan supaya bisa dikembangkan. (2) bisa memberi ilmu pengetahuan untukmasyarakat. (3) bisa untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Jawa. (4)Referensi sumbangan untuk masyarakat dan di sekolah dalam hal pembelajaran Jawa.Untuk membahas masalah yang menjadi pusat penelitian, metode yang digunakan yaitudeskriptif kualitatif. Data primer lan data sekunder menjadi sumber dhata yang digunakan.Setiap bulan dalam pranata mangsa jumlahnya ada 12, yaitu ada kasa, kaloro, katelu, kapat,kalima, kanem, kapitu, kawolu, kasanga, kasepuluh, dheta lan sadha. Hasil penelitian inimenujukkkan jika di pranata mangsa ini ada maksud di setiap bulan pranata mangsa,kegiatan dan pertanda di setiap bulan dalam pranata mangsa serta peninggalan di setiapbulan dalam pranata mangsa. Khususnya bidang pertanian Kata kunci: Masyarakat, kebudayaan, kepercayaan
Haul Mbah Abu Dzarrin di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan Syafrida Marsha Nuris Shania; yohan susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.544 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Haul Mbah Abu Dzarrin atau bisa disingkat HMAD yaitu salah satu tradisi tahunan yang diselenggarakan di Dusun Tugu, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan setiap tanggal 16 Syawal. Haul Mbah Abu Dzarrin dipilih untuk menjadi objek penelitian karena kurangnya informasi mengenai tradisi tersebut untuk masyarakat umum. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi dan pengetahuan mengenai tradisi haul yang sudah mulai dikenal oleh banyak orang ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan kajian folklor dan mengandalkan sumber data dari beberapa narasumber yang ahli di bidangnya. Selain itu, observasi lapangan juga dilakukan untuk memperkuat argumentasi dalam hasil penelitian. Metode ini digunakan agar objek penelitian dapat terbedah dengan baik bagaimana wujud, makna, dan fungsi dari tradisi tersebut. Penelitian ini mencakup enam rumusan masalah, yaitu (1) bagaimana asal mula tradisi HMAD?, (2) bagaimana langkah tradisi HMAD?, (3) bagaimana wujud dan makna ubarampe tradisi HMAD?, dan (4) bagaimana fungsi tradisi HMAD? Kata Kunci : folklor, tradisi haul, pengaruh tradisi
SENI JARANAN THÉK ING DESA SAMBIT KABUPATEN PONOROGO (TINTINGAN FOLKLOR) Erika Nindy Damayanti; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.802 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Folklor iku kalebu ana ing perangane kabudayan.Folklor yaiku salah sawijine perangan saka kabudayan koletif kang sumebar, ngrembaka lan diwarisake kanthi cara tradisional yaiku kanthi gethuk tular (turun-temurun).Folklor iku kaperang dadi telu jinis yaiku folklor lisan, folklor setengah lisan, lan folklor ora lisan. Panliten iki kalebu ana ing jinis folklor ora lisan amarga dijlentrehake kanthi nggunakake cara tuladha (praktek) lan dijangkepi gerak isyarat (tari). Panliten kanthi irah-irahan Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo bakal didhudhah kanthi nggunakake tintingan folklor. Underan panliten kang bakal di dudhah yaiku (1) Kepriye mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (2) Kepriye pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat? (3) Kepriye mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (4) Kepriye fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo?. Tujuwan panliten, yaiku (1) Ngandharake mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (2) Ngandharake pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat. (3) Ngandharake mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (4) Ngandharake fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. Metode kang digunakake kanggo panliten yaiku metode deskriptif kanthi nggunakake pendekatan kualitatif. Sumber data kang digunakake anggone panliten iki yaiku asile wawancara, rekaman swara, foto lan video. Kata Kunci: Folklor, Kabudayan, Seni Jaranan Thék Ponorogo Folklor iku kalebu ana ing perangane kabudayan.Folklor yaiku salah sawijine perangan saka kabudayan koletif kang sumebar, ngrembaka lan diwarisake kanthi cara tradisional yaiku kanthi gethuk tular (turun-temurun).Folklor iku kaperang dadi telu jinis yaiku folklor lisan, folklor setengah lisan, lan folklor ora lisan. Panliten iki kalebu ana ing jinis folklor ora lisan amarga dijlentrehake kanthi nggunakake cara tuladha (praktek) lan dijangkepi gerak isyarat (tari). Panliten kanthi irah-irahan Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo bakal didhudhah kanthi nggunakake tintingan folklor. Underan panliten kang bakal di dudhah yaiku (1) Kepriye mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (2) Kepriye pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat? (3) Kepriye mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (4) Kepriye fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo?. Tujuwan panliten, yaiku (1) Ngandharake mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (2) Ngandharake pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat. (3) Ngandharake mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (4) Ngandharake fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. Metode kang digunakake kanggo panliten yaiku metode deskriptif kanthi nggunakake pendekatan kualitatif. Sumber data kang digunakake anggone panliten iki yaiku asile wawancara, rekaman swara, foto lan video. Kata Kunci: Folklor, Kabudayan, Seni Jaranan Thék Ponorogo

Page 2 of 2 | Total Record : 20