cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
Penyimpangan Maksim Kuantitas dalam Lakon Kethoprak Rara Mendhut Karya Siswo Budoyo Causar Figo Triansyah; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.518 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p268-287

Abstract

Penggunaan bahasa di setiap harinya menunjukkan bahwa, bahasa merupakan ilmu yang penting, salah satunya adalah bahasa di dalam seni pagelaran kethoprak dengan lakon Rara Mendhut karya Siswo Budoyo. Di dalam lakon tersebut, ditemukan wujud dan penyimpangan percakapan mengenai maksim kuantitas. Penelitian ini, mempunyai tujuan, yaitu: (1) Menjelaskan wujud dan ciri-ciri maksim kuantitas yang digunakan dalam percakapan pada Lakon Kethoprak Rara Mendhut, dan (2) Menjelaskan penyimpangan kuantitas yang digunakan dalam percakapan pada Lakon Kethoprak Rara Mendhut. Penelitian ini, dianalisis menggunakan kajian pragmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dan data penelitian berasal dari percakapan Lakon Kethoprak Rara Mendhut. Selama penelitian ini berlangsung, peneliti menggunakan dua teknik studi pustaka, menyimak dan mencatat. Dalam penelitian yang telah dianalisis ditemukan data yang berjumlah 51, yaitu 20 jenis wujud maksim kuantitas dalam dialog kethoprak, serta 31 jenis wujud penyimpangan maksim kuantitas dalam dialog kethoprak. Kata Kunci: Penyimpangan Maksim, Pragmatik, Dialog, Kethoprak.
Tradhisi Kirab Nayaka Praja lan Andum Berkah Bolu Rahayu ing Kabupaten Magetan: Tintingan Folklor Indah Nur Arifah; Indah Nur Arifah; Sukarman Sukarman
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.556 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p324-343

Abstract

ABSTRAK Tradisi Kirab Nayaka Praja dan Andum Berkah Bolu Rahayu merupakan tradisi yang tumbuh dalam masyarakat di Kabupaten Magetan. Tradisi tersebut dimulai pada tahun 2000. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap bulan 1 Sura dengan tujuan untuk sarana hiburan sekaligus berbagi berkah bagi seluruh masyarakat di Magetan. Tradisi tersebut dilakukan juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, yang selalu memberikan berkah serta hasil bumi yang melimpah, serta yang utama yaitu roti bolu sebagai sajian makanan khas di Magetan, serta guna untuk menghormati warisan leluhur dan juga untuk menjunjung tinggi solidaritas antar masyarakat. Tradhisi tersebut merupakan wujud dari folklor setengah lisan yang merupakan salah satu upacara adat yang berkembang dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginterpretasikan bentuk Tradisi Kirab Nayaka Praja dan Andum Berkah Bolu Rahayu di Kabupaten Magetan dengan Tintingan Folklor. Kajian penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dapat menghasilkan data berupa kata-kata tertulis maupun lisan tentang tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Untuk mengkaji mengenai tradisi tersebut peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa hasil wawancara dan dokumentasi.Kata Kunci: Tradisi, Tintingan Folklor, Tradisi Kirab Nayaka Praja dan Andum Berkah Bolu Rahayu
Tradisi Koloan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi (Kajian Semiotik Kultural) Vivin Lutfiatus Soleha; Vivin Lutfiatus Soleha; Sukarman Sukarman
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.199 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p304-323

Abstract

Abstrak Tradhisi Koloan salah satu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Osing Desa Kemiren sebagai cara untuk membuang suatu hal yang buruk yang ada dalam diri dan juga meminta keselamatan kepada Allah Swt dari gangguan makhluk halus. Tradisi Koloan dilakukan sehari sebelum anak akan dikhitan. Tujuan dari penelitian yang akan dibahas yaitu untuk mengetahui: 1) asal mula, 2) prosesi 3) ubarampe dan makna denotasi & konotasi, 4) fungsi, 5) perubahan yang terjadi dalam tradisi. Tradisi Koloan akan diteliti dengan menggunakan tintingan Semiotik Kultural. Karena Tradisi Koloan mengandung makna didalamnya. Penelitian tentang Tradisi Koloan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu dari dokumentasi hasil observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian Tradisi Koloan yaitu Koloan sebagai sarana untuk menolak balak juga sarana untuk meminta keselamatan kepada Allah Swt., dari gangguan makhluk halus baik setelah dikhitan ataupun sebelum dikhitan. Meminta keselamatan tersebut disimbolkan dengan beberapa sesaji yang sudah disiapkan. Tradisi Koloan mengandung fungsi didalamnya. Fungsi tersebut akan dijelaskan menurut pendapat Bascom, yakni sebagai sistem proyeksi, sebagai pengesah kebudayaan, sebagai sistem pendidikan, sebagai pengatur norma dalam masyarakat. Fungsi lain yang ditemukan adalah fungsi solidaritas; fungsi agama; fungsi gotong yoyong; fungsi ekonomi; dan fungsi pelestarian budaya. Mengenai perubahan budaya yang terjadi yakni terdapat 3 perubahan yaitu saat mandi, saat meneteskan darah ayam, dan saat berziarah di makam. Kata Kunci: Tradisi, Semiotik Kultural, Tradisi Koloan.
Wujud Cecandran dalam Tindak Tutur Ilokusi di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang nanda nanda lestari; nanda lestari; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.191 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p344-363

Abstract

Tindak tutur ilokusi sering diucapkan dengan menggunakan unsur cecandran agar tuturan tersebut terlihat lebih indah jelas, dan akan memberikan gambaran tentang apa yang sedang diperumpakan dalam tuturan tersebut. Wujud cecandran dalam tindak tutur ilokusi di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang akan menjadi topik pembahasan dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penlitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini akan digunakan teori pragmatik untuk mempelajari segala konteks yang ada diluar bahasa juga maksud tuturan yang ada di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan wujud, tujuan, serta konteks tindak tutur ilokusi yang memuat unsur cecandran. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kegiatan simak dan catat terhadap percakapan yang terjadi di masyarakat Desa Tumpakrejo, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles and Huberman. Dalam penelitian ini dijelaskan dengan lebih rinci tentang 12 jenis wujud cecandran dalam tindak tutur ilokusi. Dalam penelitian ini, juga dijelaskan beberapa tujuan dari tindak tutur ilokusi, diantaranya tujuan tindak tutur ilokusi convivial/menyenangkan menyapa, (2) tujuan tindak tutur ilokusi collaborative/kerjasama Selain itu juga dijelaskan empat konteks tindak tutur ilokusi, diantaranya (1) konteks kotekstual tempat, (2) konteks eksistensial waktu, (3) konteks aksional cemberut dan tertawa, (4) konteks psikologis marah. Kata Kunci: Ilokusi, cecandran, konteks tutur, tujuan tindak tutur
Perspektif Masyarakat terhadap Tradisi Kuningan Tiron-Tiron Sapi di Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk (Kajian Folklor) Anistya Ayu Enggarsari; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.728 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p364-383

Abstract

Tradisi Kuningan Tiron-Tiron Sapi (TKTTS) merupakan salah satu tradisi yang masih berlangsung di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Tradisi kuningan merupakan upacara adat selametan sapi yang bertepatan pada wetonan yang dilaksanakan pada hari Jum’at Wage, wuku kuningan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana awal mula TKTTS, (2) Bagaimana prosesi TKTTS, (3) Bagaimana perpektif masyarakat terhadap TKTTS. Penelitian menggunakan teori folklor menurut Danandjaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian adalah peneliti, lembar observasi, daftar pertanyaan wawancara, dan alat bantu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian pada prosesi tradisi kuningan yaitu pembentukan panitia, penetapan waktu dan tempat, menyiapkan perlengkapan, mengundang warga, memandikan sapi, seni pertunjukan, sambutan, arak-arakan sapi, ngalungi sapi, selametan, ritual menurunkan dhadhung awuk, dan berkatan. Dalam pelaksanaan tradisi kuningan tiron-tiron sapi tentunya memiliki kekuatan pengaruh sehingga dapat menciptakan perspektif bagi masyarakat Desa Ngetos. Perspektif masyarakat dalam tradisi ini meliputi masyarakat pemilik sapi, masyarakat yang tidak memiliki sapi, Dinas Pariwisata, ketua panitia, dan pemangku adat. Kata Kunci : Tradisi, Kuningan, Folklor
Kepercayaan Tradisional pada Long Storage Kalimati di Desa Leminggir Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto (Teori Evolusi Religi E.B Tylor) Adellia Muqodimatul Jannah; Octo Dendy Andriyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.15 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p384-405

Abstract

Berhubungan dengan munculnya hal mistis di sekitarnya Long Storage Kalimati, makapenelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk kepercayaantradisional masyarakat pada Long Storage Kalimati, serta mengetahui hubungannyadengan religi. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah menjelaskantentang kepercayaannya masyarakat yang berwujud animisme. Penelitian ini termasukpenelitian kualitatif yang disusun dengan menggunakan metode etnografi denganmenggunakan teori evolusi religi dari E.B Tylor yang di dalamnya memuat empat konsepyaitu animism, dinamisme, politheisme lan monotheisme. Objek utama dalam penelitianini yaitu Long Storage Kalimati di Desa Leminggir Kecamatan Mojosari KabupatenMojokerto. Sumber data di dalam penelitian ini diambil dari hasil wawancara dengansesepuhnya Desa Leminggir. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisisinduktif dengan memberi keterangan mengenai data hasil wawancara. Maka hasilpembahasan dari penelitian ini menunjukkan mengenai kepercayaan pada Long StorageKalimati yang menunjukkan masih termasuk dalam kepercayaan yang bersifat primitif.Penelitian ini ini mempunyai manfaat yaitu bisa memberi informasi pada masyarakattentang bab kepercayaan tradisional dan juga memberi ajaran nilai-nilai yang baik sepertihalnya sikap saling menghormati dan sopan santun yang bisa dipakai dalam kehidupan,khususnya untuk dunia pendidikan.Kata Kunci: kepercayaan tradisional, evolusi religi, pendidikan
Tindak Tutur Perlokusi Dalam Film Pr-ku Mung Kowe Karya Sutradara Novizal Bahar Nadhiroh Isnaini Pratiwi; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.525 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p406-428

Abstract

Abstrak Bahasa merupakan alat komunikasi yang mempunyai tujuan agar apa yang dikatakan oleh penutur kemudian dapat dipahami oleh mitra tutur. bahasa yang digunakan untuk alat komunikasi dalam masyarakat adalah melalui tuturan. Tuturan perlokusi adalah tuturan yang diwujudkan melalui ragam bahasa yang bersifat ekspresif dan direktif, sehingga berdampak pada mitra tutur secara sengaja maupun tidak sengaja. Artikel ini menjelaskan tentang tuturan perlokusi pada film "Pr-ku Mung Kowe" karya sutradara Novizal Bahar. Penelitian difokuskan pada (1) jenis tuturan perlokusi dalam film PRku Mung Kowe dan (2) kegunaan tuturan perlokusi dalam film “PRku Mung Kowe”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik menyimak dan teknik mencatat. Teknik menyimak merupakan cara untuk mendapatkan data dengan cara menonton film yang menggunakan bahasa Jawa. Teknik mencatat adalah teknik selanjutnya yang digunakan untuk merekam data berupa tuturan pada saat dialog film “Pr-ku Mung Kowe” berisi tuturan perlokusi. Untuk teknik analisis data dalam penelitian ini digunakan teknik pengelompokan masing-masing data menurut jenis dan tujuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 data untuk jenis tuturan perlokasi direktif dan ekspresif serta 12 data untuk penggunaan tuturan perlokasi direktif dan ekspresif. Kata kunci: Film, Tindak Tutur Perlokusi , Direktif dan Ekspresif
Kemiskinan dalam Antologi Cerkak Paron Karya Poerwadhie Atmodihardjo (Kajian Sosiologi Sastra) Veronika Firdaus; Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.74 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p429-448

Abstract

KEMISKINAN DALAM ANTOLOGI CERKAK PARON KARYA POERWADHIE ATMODIHARDJO (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi di tengah kehidupan sosial dan masih ada dari jaman dulu hingga sekarang. Seperti ketika Indonesia baru merdeka, keadaan ekonomi masih belum stabil. Melalui karya sastra Antologi Cerkak Paron yang ditulis oleh Poerwadhie Atmodihardjo berhasil menggambarkan keadaan masyarakat miskin pedesaan pada masa itu. Analisis menggunakan teori sosiologi sastra, mengidentifikasi ciri-ciri, sebab-akibat dan bentuk kemiskinan dalam cerkak-cerkak tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini mengenai pekerjaan, kebutuhan hidup, dan kriminalitas dalam Antologi Cerkak Paron. Teori sosiologi sastra dapat membantu menganalisis sebab-akibat kemiskinan dengan baik. Melalui analisis data dapat diketahui penyebab dari kemiskinan, yakni dikarenakan kurangnya pendidikan, tidak memiliki keterampilan tertentu sehingga masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan, hanya dapat bekerja seadanya dengan memanfaatkan sumber daya alam serta lingkungan atau meneruskan pekerjaan dari orang tua seperti menjadi petani. Pekerjaan yang seadanya itu menyebabkan penghasilan yang kurang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti kebutuhan dasar berupa sandang, pangan, dan papan. Dihimpit keadaan dan kebutuhan dapat menimbulkan perilaku nekat dan berakhir melakukan tindakan kriminal yang melanggar norma serta aturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kemiskinan masyarakat pedesaan ketika masa Indonesia baru Merdeka. Pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik tulis serta menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kata kunci: kemiskinan, kebutuhan hidup, pekerjaan, kriminal, sosiologi sastra.
Komparasi Tradhisi Nikah Suku Osing ing Desa Kemiren lan Desa ALasmalang Kabupaten Banyuwangi (Tintingan Etnologi Budaya) Anisa Fani Rosida; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.29 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p768-787

Abstract

TNSOK lan TNSOA merupakan tradisi yang dilakukan didua desa. Tradisi tersebut dilakukan oleh masyarakat suku Osing didua desa tersebut ketika melakukan pernikahan. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menyampaikan asal mula adanya TNSOK dan TNSOA, (2) menyampaikan aspek bentuk dan aspek makna didalam tatalaku yang ada di TNSOK dan TNSOA, (3) menyampaikan makna uborampe yang ada di TNSOK dan TNSOA, (4) menyampaiakn wujud komparasi antara TNSOK dan TNSOA, (5) menyampaikan upaya pelestarian TNSOK dan TNSOA di Kabupaten Banyuwangi. Konsep dan teori yang berhubungan dengan inti penelitian yaitu konsep etnologi budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan budaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data lisan dan barang. Data tersebut didapatkan melalui metode dan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut yaitu menyuguhkan sejarah yang memiliki hubungan dengan leluhur dan kepercayaan terhadap tradisi. Wujud dan makna yang terkandung ada dua, yaitu tatacara pelaksanaan dan ubarampe. Wujud komparasi yang dihasilkan terbagi menjadi dua aspek, yaitu aspek yang beda dan aspek yang sama. Lalu upaya yang dilakukan untuk melestarikan TNSOK dan TNSOA yaitu dengan selalu menggunakan tradhisi tersebut dengan menyesuaikan perkembangan jaman, dikenalkan kepada masyarakat umum terutama pada kalangan pemuda, dan pemerintah harus ikut andil didalamnya serta memberikan dukungan dalam melestarikan kabudayaan. Kata kunci: Etnologi Budaya, TNSOK dan TNSOA, Melestarikan.
Transformasi Teks Kidung Wangbang Wideya dalam Fragmen Topeng Sekartaji (Kajian Alih Wahana) Amalin Harum Imani; Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.199 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p549-567

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wujud transformasi Kidung Wangbang Wideya dalam seni pertunjukkan Fragmen Topeng Sekartaji dengan kajian alih wahana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Objek kajiannya yaitu Kidung Wangbang Wideya (A Javanese Panji Romance) suntingan S.O Robson dan Fragmen Topeng Sekartaji. Fokus penelitian ini yaitu pada wujud transformasi ekserp dan ekspansi berdasarkan fakta cerita yaitu alur, tokoh dan karakter tokoh, serta latar suasana. Penelitian ini mendeskripsikan kalimat dan bahasa dengan menekankan tanda, simbol dan struktur cerita. Oleh karena itu penelitian ini tidak lepas dari pendekatan strukturalisme. Dalam kajian ini, analisis lintas seni digunakan untuk membedah proses transformasi. Data diperoleh dari membaca dan memahami cerita kidung yang berfokus pada alur, tokoh & penokohan, dan latar suasana. Cara mendokumentasi data fragmen Topeng Sekartaji dengan menonton video fragmen dengan teliti sehingga bisa memahami pesan yang dimaksud penyipta, print screen adegan yang menunjukkan fakta cerita, menelaah hasil dokumentasi lalu dimasukkan pangkalan data. Hasil dari penelitian ini ialah adanya intisari atau irisan cerita ketika Panji melawan Raja Lasem yang ingin memiliki Sekartaji, pengurangan alur cerita pupuh 1 dan pupuh 3 sehingga Fragmen Topeng Sekartaji hanya fokus dalam pupuh kedua, dan pengembangan cerita ketika Klana mengungkapkan rasa seberapa besar cintanya pada Sekartaji. Kata Kunci : Cerita Panji, Kidung, Seni Pertunjukkan, Transformasi, Fakta Cerita