cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
Krisis Sosial Dalam Novel Nasibe Guru Haryoko Kajian Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Zahroh, Adinda Alfiranda; Mulyana, Mulyana
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n1.p302-317

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis wacana kritis dari novel Nasibe Guru Haryoko. Dalam penelitian ini dicermati dalam segala aspek mikrostruktural, mesostruktural, dan makrostruktural yang dikembangkan untuk mengolah teks dalam novel. Penelitian ini menggunakan objek penelitian yaitu novel berbahasa Jawa dengan judul Nasibe Guru Haryoko yang ditulis oleh seorang penulis Bernama Tulus Setiyadi. Penelitian ini menggunakan model analisis wacana kritis Norman Fairclough. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang digunakan sebagai dasar berpikir. Hasil penelitian menenjukkan bahwa dalam novel Nasibe Guru Haryoko melakukan pemilihan diksi, penggunaan kalimat sebab-akibat penggunan kalimat luas sebab akibat atau disebut sebagai dimensi teks bahasa sebagai alat linguistik yang didalamnya terdapat ideologi, yang kedua adalah dimensi kewacanaan dimana menginterpretasikan teks dan konteks. Ketiga adalah dimensi praktik sosial budaya atau mesostruktural dimana dalam wacana ditentukan oleh adanya proses sosial. Kata Kunci : Sosial, Fairclough, Novel, Krisis
Wujud Kemandirian Wanita dalam Novel Sekar Ratri Karya Rita Nugroho Dwi Krisnawati Wahyuningtyas, Febila; Andriyanto, Octo Dendy
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n2.p20-39

Abstract

Abstract The novel Sekar Ratri by Rita Nugroho Dwi Krisnawati is a literary work in the form of a Javanese novel which tells about a woman who has an independent attitude in doing various things in her life. This study has the aim of research, namely to explain the form of women's independence in the field of work in the novel Sekar Ratri. The theory used in this study is the theory of liberal feminism where the theory fights for rights and equality for all women. The method used in this study is using qualitative methods. This research requires data using descriptive qualitative techniques. So, the data is in the form of words, sentences or phrases or paragraphs contained in the novel. The data source obtained in this study is from the Sekar Ratri novel itself. The form of women's independence can be answered through the formulation of the problem in this study, namely how is the form of women's independence in the novel Sekar Ratri by Rita Nugroho Dwi Krisnawati. The results of this study include women's independence which is divided into 3 areas, namely in the field of work which shows that the main female character is a hard worker and has a strong determination and a woman who never gives up, a form of women's independence in the family which shows that as a woman the work done not only outside the home but women also have to take care of the house independently as housewives and as a wife, the manifestation of women's independence in society shows that women must also be in the public sphere, as social beings women also have an important role in social life. Keywords: Independent, Women, Liberal Feminism. Abstrak Novel Sekar Ratri karya Rita Nugroho Dwi Krisnawati adalah suatu karya sastra yang berwujud novel bahasa Jawa yang menceritakan tentang wanita yang mempunyai sikap mandiri dalam melakukan berbagai hal dikehidupannya. Penelitian ini memiliki tujuan dari penelitian yaitu menjelaskan wujud kemandiran wanita pada bidang pekerjaan dalam novel Sekar Ratri. Teori yang digunakakn dalam penelitian ini yaitu teori feminisme liberal dimana teori tersebut memperjuangkan hak dan kesetaraan bagi seluruh wanita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini data dijabarkan dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Jadi, data berupa kata, kalimat maupun frasa ataupun paragraph yang terdapat dalam novel. Sumber data yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu dari novel SekarRatri ini sendiri. Wujud kemandirian wanita dapat dijawab melalui rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana wujud kemandirian wanita dalam novel Sekar Ratri karya Rita Nugroho Dwi Krisnawati. Hasil dari penelitian ini yaitu diantaranya kemandirian wanita yang dibagi menjadi 3 bidang yakni pada bidang pekerjaan yang menunjukan bahwa tokoh utama wanita merupakan sosok pekerja keras dan mempunyai tekad yang kuat serta wanita pantang menyerah, wujud kemandirian wanita dalam keluarga yang menunjukan bahwa sebagai wanita pekerjaan yang dilakukan tidak hanya di luar rumah namun wanita juga harus mengurus rumah sebagai ibu rumah tangga dan sebagai seorang istri, wujud kemandirian wanita dalam masyarakat menunjukan bahwa wanita juga harus mandiri di ranah public, sebagai makhluk sosial wanita juga memiliki peran yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: Kemandirian, Wanita, Feminisme Liberal
Kebutuhan Rasa Cinta dan Memiliki dalam Novel Truntum Karya Siti Aminah (Kajian Psikologi Kepribadian Abraham Maslow) Suselowati, Danik; Andriyanto, Octo Dendy
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The need for love and belonging is the third level of need in the Hierarchy of Needs concept. The need for love and belonging can be fulfilled by building relationships. Socialize with other people or certain groups. Through a literary work in the form of Truntum Novel by Siti Aminah, it tells several descriptions of the needs for love and belonging experienced by the characters in it. The need for love and belonging in Siti Aminah's novel Truntum can be classified into five. The need for love and belonging is like the need for love for religion, culture, neighbor, family, and man or woman. The focus of the problem in this study is regarding the description of the need for love and belonging, as well as the identification of forms of love and belonging for the personality of the Javanese people in Siti Aminah's Truntum Novel. Abraham Maslow's Psychological Theory of Personality can help in analyzing the level of love and belonging needs in depth. This study uses a qualitative method. Through data analysis, it can be seen that the form of love and belonging is in accordance with the personality of the Javanese people. Collecting data in this study using library techniques, reading techniques, and writing techniques. The results of this study are the classification of the need for love and belonging which is described in Siti Aminah's Truntum Novel based on its objects, such as love for religion, culture, neighbors, family, and priya or women. To fulfill the need for love and belonging, effort and motivation are needed. So that the need for love and belonging can be fulfilled properly. Identification of forms of love and belonging for the personality of the Javanese people, such as gemati, compassion, and sotya. Keywords: Hierarchy of needs, love and belonging, literary psychology Abstrak Kebutuhan rasa cinta dan memiliki merupakan tingkat kebutuhan nomer tiga dalam konsep kebutuhan bertingkat (Hierarchy of Needs). Kebutuhan rasa cinta dan memiliki bisa tepenuhi dengan cara membangun relasi. Bersosialisasi dengan orang lain atau kelompok tertentu. Melalui karya sastra berupa Novel Truntum karya Siti Aminah ini menceritakan beberapa gambaran mengenai kebutuhan rasa cinta dan memiliki yang dialami oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Kebutuhan rasa cinta dan memiliki Novel Truntum karya Siti Aminah dapat diklasifikasikan menjadi lima. Kebutuhan rasa cinta dan memiliki tersebut seperti, kebutuhan rasa cinta kepada agama, budaya, sesama, keluarga, dan pria atau wanita. Fokus masalah dalam penelitian ini mengenai gambaran dari kebutuhan rasa cinta dan memiliki, serta identifikasi wujud rasa cinta dan memiliki bagi kepribadian masyarakat Jawa dalam Novel Truntum karya Siti Aminah. Teori Psikologi Kepribadian Abraham Maslow dapat membantu dalam menganalisis tingkat kebutuhan rasa cinta dan memiliki secara mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Melalui analisis data dapat diketahui wujud rasa cinta dan memiliki yang sesuai dengan kepribadian masyarakat Jawa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik baca, serta teknik tulis. Hasil dari penelitian ini yaitu pengklasifikasian kebutuhan rasa cinta dan memiliki yang digambarkan dalam Novel Truntum karya Siti Aminah berdasarkan objeknya seperti, rasa cinta kepada agama, budaya, sesama, keluarga, dan priya atau wanita. Untuk memenuhi kebutuhan rasa cinta dan memiliki perlu adanya sebuah upaya dan motivasi. Sehingga kebutuhan rasa cinta dan memiliki dapat terpenuhi dengan baik. Identifikasi wujud rasa cinta dan memiliki bagi kepribadian masyarakat Jawa seperti, gemati, welas asih, dan sotya. Kata kunci: Hierarchy of needs, rasa cinta dan memiliki, psikologi sastra
Kecemasan Neurotik Tokoh Darsih dalam Novel Puspita Rinengga Karya Tulus Setiyadi (Psikoanalisis Sigmund Freud) Nur'aini, Indah; Darni, Darni
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Neurotic anxiety is anxiety due to a threat in the object of instinctual id choice. Confusion is a form of neurotic anxiety. Confusion can be created when the desires in the heart and thoughts cannot be harmonized. Puspita Rinengga's novel illustrates neurotic anxiety in the form of confusion experienced by the main female character. This study aims to examine the personality structure of the main female character and the form of confusion experienced by the main female character in the novel Puspita Rinengga by Tulus Setiyadi. This research is a descriptive qualitative research using a literary psychology approach in the form of Sigmund Freud's psychoanalysis. The results of this research show two things. First, there are three personality structures of the female main character consisting of id, ego, and superego, of the three personality structures the most dominant is id. Therefore, the female main character experiences confusion because the id owned by the main character in the form of desires is not in harmony. Second, there are four forms of confusion experienced by the main character, namely crying, daydreaming, thinking, and wondering. Keywords: Confusion, Neurotic Anxiety, Personality Structure. ABSTRAK Kecemasan neurotik adalah kecemasan karena adanya ancaman dalam objek pilihan id yang bersifat instingtual. Rasa bingung merupakan wujud dari adanya kecemasan neurotik. Rasa bingung dapat tercipta disaat keinginan di dalam hati dan pemikiran tidak bisa selaras. Novel Puspita Rinengga memberikan gambaran kecemasan neurotik berupa rasa bingung yang dialami oleh tokoh utama wanitanya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji struktur kepribadian tokoh utama wanita dan wujud rasa bingung yang dialami tokoh utama wanita dalam novel Puspita Rinengga karya Tulus Setiyadi. Penelitan ini merupakan penelitan deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berupa psikoanalisis Sigmund Freud. Hasil dari penelitian ini menunjukan dua hal. Pertama yaitu struktur kepribadian tokoh utama wanita ada tiga yang terdiri atas id, ego, dan superego, dari tiga struktur kepribadian tersebut yang paling dominan adalah id. Maka dari itu tokoh utama wanita mengalami rasa bingung karena id yang dimiliki tokoh utama yang berupa keinginan ada yang tidak selaras. Kedua yaitu ada empat wujud rasa bingung yang dialami tokoh utama yaitu menangis, melamun, kepikiran, dan mangu-mangu. Kata kunci: Rasa Bingung, Kecemasan Neurotik, Struktur Kepribadian.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL PEDHUT KEMBANG DESA KARYA TULUS SETIYADI (KAJIAN NEW HISTORICISM) Putri, Gita Andani; Darni, Darni
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n2.p240-257

Abstract

ABSTRACT Violence against women is a problem that often occurs because they are identified as weak and emotional individuals who are easily manipulated and used by men. The novel Pedhut Kembang Desa illustrates the existence of violence against women in Javanese society. This research aims to (1) describe the social practices of physical violence against women in the novel, (2) describe the social practices of emotional violence against women in the novel, and (3) describe the social practices of sexual violence against women in the novel. The study used in this research is New Historicism theory with descriptive qualitative research method. The research data source is the novel Pedhut Kembang Desa by Tulus Setiyadi and the research data is in the form of words, sentences, and phrases in the novel related to the formulation of research problems, namely (1) Social practices of physical violence against women in the novel, (2) Social practices of emotional violence against women in the novel, and (3) Social practices of sexual violence against women in the novel. The procedure for collecting data using literature study and data analysis used is grouping data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study show that marginalized groups in literary works become a link between literature and non-literature which is composed of several parts discussed such as: (1) Social practices of physical violence against women in novels, (2) Social practices of emotional violence against women in novels, and (3) Social practices of sexual violence against women in novels. Keywords: Women, Violence, New Historicism ABSTRAK Kekerasan terhadap perempuan menjadi masalah yang seringkali terjadi karena di identikkan sebagai individu yang lemah dan emosional yang mudah dikelabuhi dan dimanfaatkan oleh pria. Novel Pedhut Kembang Desa memberikan gambaran akan adanya tindakan kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk praktik sosial kekerasan fisik terhadap perempuan dalam novel, (2) Mendeskripsikan bentuk praktik sosial kekerasan emosional terhadap perempuan dalam novel, dan (3) Mendeskripsikan bentuk praktik sosial kekerasan seksual terhadap perempuan dalam novel. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori New Historicism dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel Pedhut Kembang Desa karya Tulus Setiyadi dan data penelitian berupa kata, kalimat, juga frasa dalam novel tersebut berhubungan dengan rumusan masalah penelitian yaitu (1) Praktik sosial kekerasan fisik terhadap wanita dalam novel, (2) Praktik sosial kekerasan emosional terhadap wanita dalam novel, dan (3) Praktik sosial kekerasan seksual terhadap wanita dalam novel. Tata cara mengumpulkan data menggunakan studi pustaka dan analisis data yang digunakan yakni mengelompokkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok yang termajinalkan dalam karya sastra menjadi keterkaitan antara sastra dan non sastra yang tersusun dari beberapa bagian yang dibahas seperti : (1) Praktik sosial kekerasan fisik terhadap wanita dalam novel, (2) Praktik sosial kekerasan emosional terhadap wanita dalam novel, dan (3) Praktik sosial kekerasan seksual terhadap wanita dalam novel. Kata Kunci : Perempuan, Tindakan Kekerasan, New Historicism
Tradisi Nyadran Sumur Kulon dalam Upacara Pernikahan di Dusun Wotgalih Desa Dawarblandong Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto: Tintingan Folklor Lathifaturrohmah, Zuhro; Susilo, Yohan
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Nyadran Sumur Kulon tradition in the wedding ceremony is a tradition that developed in Wotgalih Hamlet, Dawarblandong Village, Dawarblandong District, Mojokerto Regency. Punden Sumur Kulon is a place that has been sacred by the people of Wotgalih Hamlet and is used as the main point for the implementation of various traditions that are still developing, especially the Nyadran Sumur Kulon Tradition in Wedding Ceremonies. The Sumur Kulon Nyadran tradition is carried out on Legi Friday which has been sacred and is considered a good day by its residents. This research examines how the tradition began, how the tradition was carried out, what uborampe and the meanings contained in it, and how the tradition functions. The purpose of this study is to examine how this tradition is formed by using folklore studies. The method used in this research is descriptive qualitative method. Sources of research data used are primary data and secondary data. Data collection techniques are by means of interviews, observations, and documentation. From the implementation of the Sumur Kulon Nyadran Tradition, it is divided into three stages, namely the pre-implementation stage, the implementation stage, and the post-implementation stage. The functions of this tradition are (1) as a projection system, (2) as a means of validating cultural institutions and institutions, (3) as an educational tool, and (4) as a tool for satire. Keyword: Traditions, Folklore Studies, Nyadran Sumur Kulon Traditions in Wedding Ceremonies ABSTRAK Tradisi Nyadran Sumur Kulon dalam Upacara Pernikahan merupakan tradisi yang berkembang di Dusun Wotgalih, Desa Dawarblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Punden Sumur Kulon adalah tempat yang sudah dikeramatkan oleh warga masyarakat Dusun Wotgalih dan dijadikan sebagai titik utama untuk pelaksanaan berbagai tradisi yang masih berkembang khususnya Tradisi Nyadran Sumur Kulon dalam Upacara Pernikahan. Tradisi Nyadran Sumur Kulon dilakukan dihari Jumat Legi yang telah dikeramtakan dan dianggap sebagai hari baik oleh warganya. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana awal mula adanya tradisi, bagaimana pelaksanaan tradisi, apa saja uborampe dan makna yang terkandung di dalamnya, dan baiamana fungsi tradisinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji bagaimana wujud dari tradisi tersebut dengan menggunakan kajian folklor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara wawancara, observas, dan dokumentasi. Dari pelaksanaan Tradisi Nyadran Sumur Kulon terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahapan pra pelaksanaan, tahapan pelaksanaan, dan tahapan pasca pelaksanaan. Fungsi dari tradisi tersebut yaitu (1) Sebagai sistem proyeksi, (2) Sebagai alat pengesahan pranata dan lembaga kebudayaan, (3) Sebagai Alat Pendidikan, dan (4) Sebagai alat untuk sindiran. Kata Kunci: Tradisi, Kajian Folklor, Tradisi Nyadran Sumur Kulon dalam Upacara Pernikahan
Tradhisi Prana Pratista di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk "Tintingan Foklor" Syawalna, Dhea Amanda; Susilo, Yohan
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Prana Pratista tradition is a tradition that developed in Ngliman village, Sawahan District, Nganjuk Regency. This tradition is carried out by the entire ngliman community every year to purify themselves in order to welcome the month of Suro or the Islamic New Year and for ruwat Sedudo waterfall. Prana pratista tradition has a close relationship between humans and the surrounding environment, especially Sedudo waterfall, which is the main source in the village of Ngliman. The existence of one of the traditions in Ngliman village is an interesting thing to study. The purpose of this study is to explore the origins of the tradition, explain the equipment or medicine needed in the tradition and the meaning contained in the equipment or medicine. Describes the function of prana pratista tradition in Ngliman village in every aspect such as education, social, language style or satire, entertainers and in community criticism. As well as explaining how the efforts of the community to preserve in order to keep this tradition is not shifted era. This study uses the study of focal focal semi-oral, and this study uses qualitative descriptive method. The conclusion of this study is to present a result that shows the existence of this tradition and also describes that people are able to assess the function of this tradition. Keywords: Javanese culture, Folklore, and The Prana Pratista Tradition ABSTRAK Tradhisi Prana Pratista merupakan tradisi yang berkembang di desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Tradisi yang dilakukan oleh seluruh masyarakat ngliman ini pada tiap tahunnya untuk mensucikan diri guna menyambut bulan Suro atau tahun baru islam serta untuk ruwat air terjun Sedudo. Tradisi Prana Pratista mempunyai hubungan erat antara manusia dan alam sekitarnya khususnya air terjun Sedudo, yang merupakan sumber utama di desa Ngliman. Eksitensi dari salah tradisi yang berada di desa Ngliman ini merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini guna mengupas tentang asal muasal adanya tradisi tersebut, menjelaskan perlengkapan atau ubarampe yang diperlukan dalam tradisi tersebut dan makna yang terkandung dalam perlengkapan atau ubarampe tersebut. Mendeskripsikan mengenai fungsi tradhisi Prana Pratista di desa Ngliman ini dalam setiap aspek seperti pendidikan, sosial, gaya bahasa atau sindiran, penghibur serta dalam kritik masyarakat. Serta menjelaskan mengenai bagaimana upaya para masyarakat untuk melestarikan guna menjaga agar tradisi ini tidak tergeser jaman. Penelitian ini menggunakan kajian foklor yakni foklor setengah lisan, serta penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menyajikan sebuah hasil yang menunjukan eksistensi tradisi ini dan juga menjabarkan bahwa masyarakat mampu menilai fungsi tradisi ini. Kata Kunci: Kebudayaan, Foklor, dan Tradisi Prana Pratista.
Srimpi Pamor: Wujud Kebudayaan Jawa Dalam Novel Srimpi Pamor Karya Purwadmadi (Kajian Antropologi Sastra) Az Zahra, Fatimah; Andriyanto, Octo Dendy
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Srimpi Pamor's novel by Purwadmadi is a Javanese novel that has a story background about Javanese culture, especially the art and culture of the Srimpi dance. The purpose of this research is toexamines the form of Javanese culture in the novel. This study uses research methods qualitative descriptive and using data collection techniques using study techniques bibliography and interviews. The data analysis technique used in this research is technique content analysis. The form of culture in the novel Srimpi Pamor by Purwadmadi in society can be answered through two problem formulations in this study, namely (1) How description of the procedure for selecting Srimpi Pamor dancers in the Srimpi Pamor novel by Purwadmadi? (2) How is the description of the Srimpi Pamor dance in the Srimpi Pamor novel by Purwadmadi? The results of the research show that in the novel Srimpi Pamor by Purwadmadi has a form of culture, especially Javanese art, namely the Srimpi Pamor dance described through the activities of the characters in the novel. The Srimpi Pamor novel studied uses the theory of literary anthropology with clearly illustrates the form of Srimpi Pamor through the procedures for selecting dancers, the order in which the Srimpi Pamor dance is performed from the start to the end, the dress and paes styles used by the dancers. Key Word: Srimpi, Culture, Javanese Abstrak Novel Srimpi Pamor karya Purwadmadi merupakan novel Jawa yang memiliki latar belakang cerita tentang kebudayaan Jawa, khususnya seni budaya tari Srimpi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji wujud budaya Jawa dalam novel tersebut. Kajian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik studi kepustakaan dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik content analysis. Wujud kebudayaan dalam novel Srimpi Pamor karya Purwadmadi di masyarakat dapat dijawab melalui dua rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana gambaran tata laksana pemilihan penari Srimpi Pamor dalam Novel Srimpi Pamor oleh Purwadmadi? (2) Bagaimana gambaran tari Srimpi Pamor dalam novel Srimpi Pamor karya Purwadmadi? Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Srimpi Pamor karya Purwadmadi terdapat salah satu wujud kebudayaan khususnya kesenian Jawa yaitu tari Srimpi Pamor yang digambarkan melalui aktivitas tokoh-tokoh dalam novel tersebut. Novel Srimpi Pamor yang dikaji meggunakan teori antropologi sastra dengan jelas menggambarkan wujud Srimpi Pamor melalui tata cara pemilihan penari, urutan pementasan tari Srimpi Pamor dari awal hingga akhir, hingga tata busana dan tata paes yang digunakan oleh para penari. Kata Kunci: Srimpi, Kebudayaan, Jawa
Tradisi Sedekah Bumi Dusun Gebang Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo (Kajian Foklor) Ayuningtyas, Wuragil; Susilo, Yohan
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SISTEM KAPITAYAN MASARAKAT PUNDHEN RADEN AYU PUTRI ONTJAT TONDHO WURUNG ING DESA TERUNG WETAN, KECAMATAN KRIAN, KABUPATEN SIDOARJO (TINTINGAN FOLKLOR) Abiati, Lusiana Kristiyan; Susilo, Yohan
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract