cover
Contact Name
Ari Kamayanti
Contact Email
kamayanti.ari@gmail.com
Phone
+6281555737916
Journal Mail Official
jraamsains@gmail.com
Editorial Address
Sukarno Hatta no 9, Malang, Indonesia.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
ISSN : 24433381     EISSN : 24431419     DOI : https://doiorg/10.33795/jraam
Focus and Scope The editorial board accepts applied research articles in accounting management. Applied research article requires in depth study about the implementation or development of (new) model (system/application) in specific context (case studies), in these following areas: Financial Accounting Management and Behaviour Accounting Auditing, Fraud & Forensic Accounting Sharia Accounting Taxation (excluding behavioral studies) Corporate Ethics and Corporate Governance Public Sector Accounting Accounting Education (the values of accounting courses, not the evaluation or teaching techniques) Accounting Information System and Management Information System Banking and Corporate Finance\ Corporate Social Responsibility and Good Governance Management Control System Accounting and Management Information System Financial Management Islamic Banking and Finance Organization/corporate performance Environmental Management Accounting Capital Market
Articles 194 Documents
Determinan Kualitas Audit Iis Nurindah Sari; Cipto Wardoyo; Nujmatul Laily
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of independence, professional skepticism, dysfunctional behavior, and auditor professional ethics to audit quality. The samples used in this study were 76 auditors from six Public Accounting Firm in Malang. The data collection technique was using questionnaires and was analyzed based on multiple linier regression analysis. The result shows that partially, the independence, professional skepticism, and auditors professional ethics has significant and positive effect on audit quality. Meanwhile, the auditor dysfunctional behavior has no significant effect on audit quality. Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh independensi, skeptisme profesional, perilaku disfungsional, dan etika profesi auditor terhadap kualitas audit. Sampel pada penelitian ini adalah 76 auditor dari enam Kantor Akuntan Publik (KAP) di Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuisioner, dan data tersebut diuji menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa independensi, skeptisme profesional, dan etika profesi auditor secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan perilaku disfungsional auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
Studi Kritis Akuntabilitas Pasar pada Suatu Sekolah Waralaba Suryan Widati
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to explore accountability practice in a franchise schoolin Malang, which critically analyzed based on Habermas Critical Theory. The primary data was collected by interviewing the owner of the franchise and through direct observation towards the school activities. The result shows that market accountability was established in the form of social media and mass media documentations. In particular to this school, the market accountability described as a mechanism to reach parents satisfaction and to attract new students and new investors, which seem to be dominant motivation in practice. It was contrary to the initial mission which stated that the school should be run based on social interest. At last, this paper is expected to enrich the study about accountability. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali praktik akuntabilitas yang diterapkan pada suatu sekolah Waralaba di Malang, yang telah ditelaah secara kritis berdasarkan Teori Kritis Habermas. Data primer dikumpulkan melalui wawancara pada pemilik franchise dan observasi langsung terhadap kegiatan sekolah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya akuntabilitas pasar dalam bentuk dokumentasi di media sosial dan media masa. Khusus pada sekolah ini, akuntabilitas pasar diterjemahkan sebagai mekanisme untuk mendapatkan kepercayaan orang tua dan untuk memperoleh siswa dan investor baru, yang tampak dominan dalam praktik sekolah waralaba yang menjadi objek penelitian. Hal ini menjadi kurang sejalan dengan misi awal yang menyatakan bahwa sekolah seharusnya dikelola berdasarkan misi sosial. Pada akhirnya, artikel ini diharapkan mampu memperkaya studi tentang akuntabilitas.
Human Capital Development of Information and Communication Technology Industry in Indonesia Hani Gita Ayuningtias; Grisna Anggadwita
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memainkan peran utama dalam transisi pengetahuan berbasis ekonomi, dan berpeluang untuk pembangunan sosial-ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang. Human capital memainkan peran penting dalam sektor berbasis pengetahuan seperti industri TIK. Di negara berkembang khususnya Indonesia, human capital merupakan faktor pendorong penting pertumbuhan industri TIK. Sehingga, perusahaan harus menginvestasikan sumber daya yang diperlukan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang cenderung memiliki dampak yang besar pada kinerja. Artikel ini menjelaskan dan menganalisis peran modal manusia dalam pengembangan industri TIK di Indonesia serta mengembangkan model berdasarkan rangkuman teori yang telah ada yang menjelaskan hubungan antara pengembangan modal manusia dan kinerja perusahaan ICT. Model yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan human capital di industri lainnya, khususnya di negara berkembang. Abstract The industry of information and communication technology (ICT) has an important role in the transition of economic-based knowledge, and has a chance in the social-economic development, particularly for the developing countries. Human capital is indeed important in the knowledge- based sector like IT industry. In developing countries, particularly Indonesia, human capital was the strongest factor to stimulate the growth of IT industry. Human capital is intangible asset which is very important to be developed. Therefore, companies must invest their capital to develop their human capital which tends to give a high impact on companies’ performance. This paper explained and analyzed the role of human capital in term of ICT industry development in Indonesia, then developed the model by summarizing existing theories that explained the relationship between development of human capital and the performance of ICT companies. The model that developed was expected to be the benchmark for human capital development in the other industries, particularly in developing country.
Model Akuntabilitas Organisasi Non Profit pada Masjid Eka Siskawati; Ferdawati; Firman Surya
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine accountability model for mosque and its relation to organisational culture and organisational learning. Data were collected from 60 mosques located in Padang through distributed questionaire to mosques’ managers. Findings reveal that only internal accountability positively significant affects organisational culture and organisational learning. While upward accountability significantly does not affect organisational culture which implies that lower intention of donor to monitoring how do mosques’ management spend the donation. This lower control from donor may attributed to the spiritual aspect of donor who believe that anything good that donated to mosque will be rewarded by Allah SWT, regardless the way management to allocate it. Other explanation is that it may attribute to the difficulty in classifying between donator and beneficiary, because in mosque organisation a donator is also a beneficiary of mosque services and vice versa. Downward accountability does not affect organisational culture, this implies that there is a weak responsibility of mosques’ managers ini Padang that serve beneficiary. Regarding to the low degree of accountability to beneficiary (congregation), it contradicts to the main purpose of mosque’s establishment. Abstrak ), it contradicts to the main purpose of mosque’s establishment. Tanggal revisi 04-02-2015 Tanggal diterima 06-02-2015 Keywords: Mosque Accountability Organisational Culture Organizatinal Learning Kata kunci: Abstrak Masjid Akuntabilitas Budaya Organisasi Pembelajaran Organisasi Penelitian ini bertujuan untuk menguji model akuntabilitas masjid dan hubungannya dengan budaya organisasi dan pembelajaran organisasi. Data penelitian ini dikumpulkan terhadap 60 masjid yang berlokasi di kota Padang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa akuntabilitas „keatas‟ tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya organisasi, yang mengimplikasikan bahwa lemahnya tuntutan donatur terhadap akuntabilitas pengelolaan dana oleh manajemen masjid. Hal ini mungkin disebabkan oleh keyakinan spiritual yang dimiliki oleh donatur, bahwa apapun yang diniatkan oleh donatur untuk kemakmuran masjid akan mendapat pahala dari Allah SWT terlepas dari bagaimana pengurus masjid mengelolanya. Penjelasan lainnya adalah karena kaburnya batas dan sekat dalam mengelompokkan antara donatur, pengurus, dan jamaah, karena dalam suatu masjid seorang donatur pada saat yang sama juga merupakan seorang jamaah dan begitu juga sebaliknya. Akuntabilitas „kebawah‟ juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan berpengaruh terhadap budaya organisasi, hal ini mengimplikasikan rendahnya sikap akuntabilitas pengurus masjid terhadap jamaah. Hanya akuntabilitas „ke dalam‟ berpengaruh signifikan terhadap budaya organisasi, yang mengindikasikan tingginya rasa tanggungjawab pengurus masjid terhadap sesama staf dalam menjaga visi dan misi masjid.
Islamic Microfinance: Challenges and Development Nur Indah Riwajanti
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan perkembangan keuangan mikro Islam berdasarkan studi literatur dengan pendekatan tematik. Tantangan yang dihadapi oleh lembaga perbankan dan ke-uangan Islam bervariasi dipengaruhi oleh ukuran organisasi dan gaya operasinya. Oleh karena itu, lembaga keuangan mikro syariah sebagai lembaga yang berukuran kecil, nampaknya menghadapi tantangan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh keuangan mikro syariah meliputi isu-isu menyangkut ke-sesuaian dengan syariah, kurangnya diversifikasi produk, kekurangan dana, kekurangan pelatihan dan jaringan, kekurangan dukungan da-lam bentuk peraturan dan strategi lembaga keuangan mikro, kurang-nya wilayah cakupan karena lembaga keuangan mikro sangat berkon-sentrasi hanya pada beberapa negara di Asia Selatan, dll. Namun di samping menghadapi tantangan tersebut, lembaga keuangan mikro syariah sudah berkembang di beberapa negara dengan memberikan beberapa alternatif pembiayaan didorong oleh potensi permintaan pasar Muslim dan non-Muslim, misalnya Tepi Barat, Gaza, Yordania, Algeria, Yaman dan Syria. Di belahan dunia lain, keuangan mikro Islam juga sudah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Abstract The purpose of this study are to explore the challenges and develop-ment of Islamic microfinance worldwide based on literature survey using thematic approach. The challenges faced by Islamic banking institutions varied by size of organisation and nature of operation. As such, Islamic microfinance, being a small institutions providing micro financing, might face the different challenges. The findings suggest that Islamic microfinance face problems and challenges in terms of Shari’ah compliant issues, lack of products diversification, lack of fund, lack of training and networking, lack of supportive regulation and microfinance strategies, lack of wider outreach as Islamic microfi-nance mostly concentrated only in some countries. However, despite the above challenges, Islamic microfinance has been grown in some countries providing alternative financing driven by potential demand from both Muslims and non-Muslim market, eg. West Bank, Gaza, Jordan, Algeria, Yemen and Syria. In other parts of the world, Islamic microfinance also has shown promising growth.
Determinan Penyaluran Kredit Konsumsi pada Bank Konvensional Hendro Wibowo; Sutrisno
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to investigate variables affected to con- sumption credit distribution to the consumersof conventional banks in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY/Special Province of Yogyakarta); those variables includes Loan to Value(LTV), Third Party Funds (DPK), Non-Performing Loan (NPL), and inflation. The objects of this research are all conventional banks in DIY consist of 48 banks. The data usage is monthly data from 2010-2013 that was analyzed based on multiple linear regression. The findings show that LTV provide affects negative significantly towards distribution of consumption credit. Fur- thermore, DPK affects positive significantly towards credit distributi- on. NPL and inflation affect not significantly towards consumption credit. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mem- pengaruhi penyaluran kredit konsumsi bank umum konvensional di Da- erah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meliputi rasio (Loan to Value) LTV, Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Loan (NPL), dan inflasi. Objek penelitian ini adalah seluruh bank umum konvensional di DIY sebanyak 48 Bank. Data penelitian yang digunakan adalah data tahun 2010-2013 (secara bulanan) yang dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LTV berpengaruh signifikan negatif terhadap penyaluran kredit kon- sumsi, sementara DPK berpengaruh signifikan positif terhadap penya- luran kredit konsumsi, sedangkan NPL dan inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap penyaluran kredit konsumsi.
Reaksi Investor atas Kinerja Intellectual Capital pada Industri Perbankan Indonesia Erlin Melani
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to examine the influence of intellectual capital on investor’s reaction. The data used in this research was annual report of banking company listed in Bursa Efek Indonesia for the year 2008-2013. There are 16 companies taken as sample, and obtained by purposive sampling method. The statistics method used was simple and multiple linear regressions. The result suggested that intellectual capital had positive influence on investor’s reaction and its each component also had similar result. This indicates that inte-llectual capital recognized as an important resource in the creation of value for the banking companies in Indonesia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital dan masing-masing elemennya terhadap reaksi investor. Data yang di-gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan ta-hunan yang diperoleh dari Burssa Efek Indonesia (BEI), dengan sam-pel perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2008-2013. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 16 sampel yang memenuhi kriteria. Teknik analisis data menggunakan metode statistik regresi sederhana dan ber-ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel intellectual capi-tal berpengaruh positif terhadap reaksi investor, dan pengaruh tiap elemennya juga menunjukkan hasil yang sama. Hal ini mengindika-sikan bahwa intellectual capital diakui sebagai sumber daya yang pen-ting dalam proses penciptaan nilai bagi perusahaan perbankan di Indo-nesia.
Latar Belakang Penjualan Bisnis (Studi Kasus Penjualan PT HM Sampoerna kepada PT Philip Morris Indonesia) Zainal Abdul Haris
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This descriptive research is to know the internal factors which become the background of PT HM Sampoerna (HMS) in selling its business to PT Philip Morris Indonesia (PMI). Mutation data of the number of shares issued and the company's share market price movements in 1995 to 1997 and 1999 to 2001 are used as a basis to describe the back-ground of the sale by refer to the internal factors – developed by Cavendish in collaboration with Corporate Finance LLP, Deloitte, and Fair Market Valuation – which become the background for the prin-cipal owner to sells their business. The results shows that the internal factors that become the background of HMS to sell their business is: a) A desire to realize the owner’s major capital asset. HMS major capital asset capitalization is Rp10.600 per share, a premium value is 19.77% above the average share market Rp8.688; b) One or more approaches have been received from prospective buyers or an approach has been received from a credible buyer or buyers of the business. PMI is a po-tential buyer who its bid price was received by HMS, and c) The recognition that the business has reached a premium value. Rp10.600 is the premium value that is recognized although in the period 1995 to 2001 – without data 1998 - the price of the share market on average had reached Rp14.931 and the highest price of the share market had reached Rp28.975. Abstrak Penelitian deskriptif ini adalah untuk mengetahui faktor internal yang menjadi latar belakang PT HM Sampoerna (HMS) menjual bisnisnya kepada PT Philip Morris Indonesia (PMI). Data mutasi jumlah lembar saham dari modal ditempatkan dan pergerakan harga pasar saham perusahaan tahun 1995 sampai dengan 1997 dan 1999 sampai dengan 2001 digunakan sebagai dasar untuk mendeskripsikan latar belakang penjualan tersebut dengan mengacu pada faktor-faktor internal – disusun oleh Cavendish bekerjasama dengan Corporate Finance LLP, Deloitte, dan Fair Market Valuation – yang menjadi latar belakang bagi pemilik prinsipal untuk menjual bisnis mereka. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa faktor-faktor internal yang menjadi latar belakang pen- jualan bisnis HMS adalah: a) Keinginan untuk merealisasikan aset mo- dal utama pemilik atau peluang untuk mengkapitalisasi. Kapitalisasi a- set modal utama HMS adalah Rp10.600 per saham, yaitu nilai Premium 19.77% di atas harga pasar saham rata-rata Rp8.688; b) Satu atau lebih pendekatan telah diterima dari calon pembeli atau pendekatan telah di- terima dari pembeli atau para pembeli kredibel dari bisnis. PMI merupakan calon pembeli potensial yang harga penawarannya diterima oleh HMS, dan c) Pengakuan bahwa bisnis telah mencapai nilai premium. Rp10.600 merupakan nilai premium yang diakui walaupun di antara kurun waktu tahun 1995 sampai dengan tahun 2001 – tanpa data tahun 1998 – harga pasar saham rata-rata pernah mencapai Rp14.931 dan harga pasar saham tertinggi pernah mencapai Rp28.975.
Financial Reporting Classism Based on Karl Marx’s Theory of Classes Bernadetha Athalia; Tjiptohadi Sawarjuwono
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to classify the companies’ annual reports into the classes based on Theory of Classes and to analyze the classism behavior through narrative analysis. The different interests among the readers create a classism practice that can be classified into two classes of rea-ders based on Theory of Classes: Bourgeoisie and Proletariat. Narrative analysis method is used to reveal the hidden meanings behind some sentences in annual reports. This research claims that annual reports of PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) and PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) give more information to shareholders and govern-ment, it means these annual report reflect bourgeoisie class.They pro-vide so many persuasive sentences in their annual reports in order to get legitimacy from their shareholders, but they do not give detailed infor-mation to their employees as a proletariat class.
Meretas Praktik Pendidikan Akuntansi yang Bela Negara Septyan, Krisno; Mintoyuwono, Danang
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jraam.v6i3.003

Abstract

Abstract: Initiating Accounting Education Practices that Defend the Nation Purpose: This study aims to show the efforts of liberating accounting education in order to show accounting attitudes that defend the country. Method: Ki Hadjar Dewantara's thinking is revealed to be a research method in an ontologically synchronic way between the researcher and the thinker. Result: Accounting for defending the state must understand its nature, which means that local culture should become the accounting standard. National hero figures can become inspirations in accounting education. Accounting education does not only meet market needs but must have wider benefits for the Indonesian people as well as evoke love for the motherland and continue the struggle of national heroes. Novelty: This research departs from the self-consciousness of researchers about state defense that exists under an institution that labels itself as a state defense institution. Contribution: The values of the Nusantara archipelago need to be part of every major course in the accounting department on stand as a separate course. Abstrak: Meretas Praktik Pendidikan Akuntansi yang Bela Negara Tujuan: Penelitian ini bertujuan menunjukkan usaha memerdekakan pendidikan akuntansi agar menunjukan sikap akuntansi yang bela negara. Metode: Pemikiran Ki Hadjar Dewantara diturunkan menjadi metode penelitian dengan cara sinkronis ontologis antara peneliti dan pemikir. Hasil: Akuntansi bela negara harus memahami di mana kodrat dirinya yang berarti budaya setempat seharusnya menjadi standar akuntansi. Tokoh pahlawan nasional juga bisa menjadi inspirasi dalam pendidikan akuntansi. Pendidikan akuntansi bukan sekadar memenuhi kebutuhan pasar tapi harus memiliki manfaat lebih luas untuk bangsa Indonesia sekaligus mengevokasi cinta tanah air serta meneruskan perjuangan para pahlawan nasional. Kebaruan: Penelitian ini berangkat dari kesadaran diri peneliti tentang bela negara yang bernaung di bawah institusi yang melabeli dirinya sebagai instusi bela negara. Kontribusi: Nilai-nilai Nusantara perlu menjadi bagian pada setiap mata kuliah utama di jurusan akuntansi tidak berdiri sebagai mata kuliah sendiri.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 3 No. 2 (2018): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 3 (2016): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen More Issue