cover
Contact Name
Masduki Asbari
Contact Email
agozpor@gmail.com
Phone
+628111700111
Journal Mail Official
agozpor@gmail.com
Editorial Address
Jl. Masjid Al Barokah, Ciapus Panongan, Kec. Panongan, Kab. Tangerang 15710, Kab. Tangerang, Banten 15710
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29867266     DOI : https://doi.org/10.1111/literaksi.v1i02.8
Core Subject : Education, Social,
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan adalah Jurnal jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Yayasan Aya Sophia Indonesia pada tahun 2022. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, artikel review dan studi kasus berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kemanusiaan, tidak terbatas pada pembelajaran, pengajaran, dan pengembangan kurikulum. LITERAKSI akan diterbitkan dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Para editor menyambut baik kiriman makalah yang menjelaskan penelitian teoretis dan eksperimental terbaru terkait dengan: (1) Artikel teoretis; (2) Studi empiris; (3) Studi kasus; (4) Tinjauan Pustaka. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan adalah Jurnal open-access, yang berarti bahwa pengunjung di seluruh dunia dapat membaca, mengunduh, mengutip, dan mendistribusikan makalah yang diterbitkan dalam jurnal ini. Kami mengadopsi model peer-review, yang menjamin penerbitan cepat dan pengiriman yang mudah. Kami sekarang dengan hormat mengundang Anda untuk berkontribusi atau merekomendasikan makalah berkualitas kepada kami. Tesis, disertasi, makalah penelitian, dan ulasan semuanya dapat diterima untuk dipublikasika
Articles 133 Documents
Kecerdasan Emosional: Standar Kedewasaan? Yuniar Fitriani; Masduki Asbari; Nadia Mutiara
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.79

Abstract

Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap kedewasaan seseorang menurut perspektif Dea Rizkita dari channel youtube TEDx Talks yang berjudul “Have You Fully Become an Adult”. Pada studi ini penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil dari studi penelitian ini adalah kita perlu memahami bahwa berkembang membutuhkan kedewasaan diri untuk mendukung proses tersebut karena setiap tantangan yang kita hadapi membutuhkan respon yang berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi yang terjadi. Menjadi dewasa biasanya juga akan dipengaruhi dengan suatu kecerdasan yaitu kecerdasan emosional. kecerdasan emosional dapat mempengaruhi orang untuk menjadi dewasa yang matang secara emosional, dan adapun juga orang yang sukses dalam meraih sesuatu biasanya akan dikaitkan dengan kecerdasan intelektual. Penelitian ini berawal dari munculnya pernyataan bahwa semakin dewasa, maka kita akan menghadapi lebih banyak tantangan dalam hidup.Kata Kunci : Dewasa, kegagalan, kesuksesan, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosionalAbstract – The purpose of this study was to find out about the influence of emotional intelligence on a person's maturity according to the perspective of Dea Rizkita from the TEDx Talks youtube channel entitled "Have You Fully Become an Adult". In this study, research used descriptive qualitative methods by observing notes because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The result of this research study is that we need to understand that developing requires self-maturity to support this process because every challenge we face requires a different response depending on the situation and conditions that occur. Becoming an adult will usually also be influenced by intelligence, namely emotional intelligence. Emotional intelligence can influence people to become emotionally mature adults, and people who are successful in achieving something will usually be associated with intellectual intelligence. This research originated from the emergence of the statement that the more mature, then we will face more challenges in life.Keywords : Adult, failure, success, intellectual intelligence and emotional intelligence
Wu-wei: Kekuatan dari Tidak Melakukan Tindakan Helda Mita Iwari; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.82

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui salah satu motivasi yang sangatf menginspirativ yaitu Wu wei. Wu wei mempunyai banyak makna yang di bahas di dalam video singkat dari chanel youtube 1 hari sukses yang berjudul “Wu wei : Kekuatan Tidak Melakukan Tindakan” pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan bahwa arti pengajaran dari Wu wei merupakan sebuah pengembangan diri yang memotivasi dan mengedukasi umtuk ketenangan batin, Banyak sekali yang diajarkan Wu wei. Wu wei dalam Bahasa Cina “tidak melakukan apa-apa beberapa orang mengartikannya sebagai “effortless action”. Ada empat point penting yang diajarkan wu wei yaitu tidak melakukan apa-apa, tidak memaksa, tidak melawan arus dan yang terakhir kelembutan mengalahkan kekerasan.
Law of Attraction: Inilah Jalan Meraih Impian? Pipit Nurhayati; Masduki Asbari; Abad Robbani Naharussurur
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.85

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apa itu hukum tarik-menarik atau “Law of Attraction” dalam bahasa Inggris, adalah sebuah kepercayaan popular yang menyatakan bahwa pikiran dan emosi memiliki pengaruh kuat terhadap kejadian dan situasi yang terjadi dalam hidup. Dalam prinsipnya, hukum tarik-menarik menyatakan bahwa menarik sesuatu ke dalam hidup serta hal-hal yang di fokuskan dan dipercaya. Pendukung hukum tarik-menarik percaya bahwa jika memfokuskan pikiran dan emosi pada hal-hal positif, maka akan menarik pengalaman dan hasil yang positif dalam hidup, sementara pikiran dan emosi yang negatif dapat menyebabkan pengalaman dan hasil yang negatif. Hukum tarik-menarik telah dipopulerkan melalui buku seperti “The Secret” karya Rhonda Byrne dan telah memperoleh pengikut yang signifikan dalam komunitas pengembangan diri. Namun, beberapa kritikus berpendapat bahwa hukum tarik-menarik kurang memiliki bukti ilmiah dan dapat menyederhanakan masalah kompleks seperti kemiskinan dan penindasan sistematik.
Media Sosial: Ketika Maya Lebih Indah dari Nyata Rifqi Dhika Saputra Rifqi; Masduki Asbari; Noir Primadona Purba
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.86

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang “Dunia Maya Yang Lebih Indah Dari Pada Dunia Nyata” dari channel youtube “1 Hari Sukses” yang berjudul “Social Media: Ketika Yang Maya Lebih Indah Dari Yang Nyata”. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan teknik simak dan catat karna sumber informasi yang diambil dengan menyimak narasi lisan. Studi ini menyebutkan bahwa kita harus bijak dalam menggunakan sosiak media. Sosial media bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti, sekaligus bisa menjadi sesuatu yang sangat berbahaya, tergantung bagaimana prilaku penggunanya, perlu kesadaran diri dan kedewasaan untuk bermain social media, agar terhindar dari berbagai permasalahan. Tujuan dari bijak dalam bersosial media agar kita bisa mengendalikan diri, dan bisa menjaga etika Ketika membuat konten atau berkomentar di postingan seseorang dengan cara menghindari kata-kata menghina yang bisa menyebabkan konflik atau keributan yang bisa menyeret kita kedalam masalah hukum. Lalu kita sebisa mungkin jaga privasi dan data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh orang yang bertanggung jawab. Dan yang terakhir hindari over sharing, over sharing adalah membagikan postingan kepada orang lain secara berlebihan, hindari mengumbar masalah pribadi, aib keluarga atau menyerang orang lain. Karna jejak digital tidak bisa sepenuhnya hilang, jadi kita harus sepintar mungkin menggunakan sosial media. Gunakan sosial media hanya untuk hiburan atau pengisi waktu kosong saja, jangan terlalu berlebihan, karna dampaknya sangat berakibat fatal jika kita terlalu berlebihan bermain media sosial.
Algoritma Cinta: Memahami Relasi Pasangan Hidup? Syarif Hidayatullah; Hona Emylisa; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.88

Abstract

Algoritma tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan masalah pada komputer, tetapi juga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah mencari pasangan hidup. Tujuan dari studi ini adalah menjelaskan perspektif pemikiran Razi Thalib dari kanal Youtube TED x Talk yang berjudul “Algorithm of Love ”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mencatat dan menyimak materi yang bersumber dari video, materi diperoleh dengan mendengarkan cerita secara lisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan yang memiliki cinta tulus dari hati adalah salah satu pengikat kebahagiaan. Jika seseorang jatuh cinta pada orang lain dan mencintainya dengan tulus maka akan terbentuk adalah energi positif yang dapat disalurkan pada kehidupan dalam konteks membangun keluarga. Cinta yang tulus cinta yang benar-benar dari hati akan menanamkan harapan untuk generasi mendatang.
Happines Paradox: Semakin Dikejar Semakin Jauh? Meico Faturrahman; Turwono Adi
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.90

Abstract

The Happiness Paradoks adalah paradoks kebahagiaan terjadi ketika seseorang berusaha terlalu keras untuk mencapai kebahagiaan dan menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan. Sebaliknya, mereka justru merasa menderita karena pikiran mereka. Mereka merasa tidak bahagia saat ini dan terus mengejar standar yang dianggap penting untuk mencapai kebahagiaan. Namun, semakin mereka mengejar, semakin tak tercapai rasanya. Selain itu, semakin banyak mereka memikirkan masalah, kecemasan, dan kekurangan dalam hidup, semakin besar pula perasaan negatif yang mereka alami. Cerita yang beredar di media sosial mengisahkan seorang konsultan dengan gaji di atas 40 juta rupiah. Meskipun pekerjaannya terdengar menyenangkan dan ia sering berkeliling kota besar Indonesia menggunakan maskapai terbaik, menginap di hotel bintang empat atau lima, hidupnya tidak pernah lepas dari handphone dan laptop. Setiap hari, handphone-nya terus berdering dengan ratusan pesan yang menumpuk untuk dibaca. Matanya hampir tidak pernah lepas dari laptop hingga larut malam. Makanan lezat dan beragam di hotel tidak lagi terasa istimewa baginya karena ia telah terbiasa mengalaminya. Dia menyadari bahwa hidupnya habis untuk bekerja, tetapi uang dan kemewahan tidak membuatnya bahagia. Dia terus mencari kebahagiaan, padahal ia sudah memiliki segalanya. Lalu apa lagi yang ia cari? Menginap di hotel mewah tentu memberikan kesenangan, tetapi semakin sering kita mengalaminya, hal istimewa tersebut menjadi biasa. Manusia selalu ingin meningkatkan kebahagiaan dan standar hidupnya, tetapi mencapai kebahagiaan yang berkelanjutan seumur hidup sangat tidak realistis. Kadang-kadang, kita akan mengalami hal buruk dan penderitaan, dan itulah yang membuat kita tumbuh dan berkembang. Beberapa fase dalam hidup kita adalah berkah yang harus disyukuri, sementara yang lain adalah tantangan yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Dunning Kruger Effect: Argumen Individu Mewujudkan Percaya Diri Wahyudi; Faisal Akhyar; Aria Pratama; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.91

Abstract

Dunning Kruger Effect (DKE) adalah fenomena metakognitif superioritas ilusi di mana individu yang melakukan tugas dengan buruk percaya bahwa mereka melakukannya lebih baik dari pada yang lain, namun individu yang melakukannya dengan sangat baik percaya bahwa mereka berkinerja buruk dibandingkan dengan orang lain. Efek Dunning kruger effect mengacu pada pengamatan bahwa orang yang tidak kompeten seringkali tidak cocok untuk mengenali ketidakmampuan mereka. Di sini kami menyelidiki potensi Dunning kruger effect dalam penalaran tingkat tinggi dan, khususnya, berfokus pada keefektifan relatif dari pemantauan metakognitif di antara para penalar yang bias.
Efek Diderot: Alasan Overshopping? Rizal Mahendra; Masduki Asbari; Nurizzati
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.96

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Rizal Mahendra dari channel youtube 1 Hari Sukses yang berjudul efek diderot: Alasan kamu tidak bisa berhenti berbelanja. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan bahwa efek diderot adalah hasil interaksi antara beberapa objek yang saling melengkapi produk. Hingga sekelompok benda yang dianggap saling berhubungan satu dapat mempengaruhi keputusan pembelian kita. Bahwa kepemilikan barang baru sering kali menciptakan konsumsi spiral yang membuat kita ingin memperoleh lebih banyak barang baru. Studi ini juga menyebutkan bahwa Hampir setiap manusia pernah mengalami efek diderot.Ketika kita ingin membeli sofa misalnya, kita akan diarahkan untuk melihat meja. Lalu kita akan berpikir, bahwa karpet yang ada di rumah warnanya tak senada, sehingga terpikir untuk membeli karpet. Dan seterusnya,Itulah mengapa, ada teknik marketing untuk menjual lebih banyak produk dengan sistem bundling atau paket. Dan perusahaan furnitur seperti ikea atau Informa memamerkan produknya dalam bentuk rancangan ruangan secara lengkap dengan segala furnitur dan aksesorisnya. Sistem ini mengarahkan kita untuk membeli barang-barang yang memiliki keterkaitan dan saling melengkapi.Masalahnya seberapa sering kita tergiur dan terjebak oleh efek ini hingga membeli barang secara impulsif?
Passion, Purpose dan Value: Tiga Indikator Sukses Karier? Nadia Mutiara; Masduki Asbari; Yuniar Fitriani
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami arti dan makna dari “Pekerjaan dan Karir” Karena sebagian orang masih salah memahami tentang esensinya. Hasil studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif serta simak catat dari sebuah unggahan video chanel youtube TEDxJakarta yang menjelaskan bahwa pekerjaan adalah milik perusahaan, tetapi Karir adalah milik kita yang di anugrahkan oleh tuhan. Begitu banyak orang yang mengira bahwa pekerjaan sama dengan karir, dan banyak orang yang tidak menemukan kebahagiaan dalam menjalani perkerjaan mereka meskipun telah memperoleh kesuksesan dari segi jabatan dan penghasilan. Penyebabnya adalah karena mereka tidak menyadari bahwa pekerjaan bukanlah karir mereka. Karir merupakan totalitas profesionalitas dalam menjalani hidup yang berkaitan dengan Passion atau Renjana, Menemukan passion memiliki tujuan untuk mengenali keunikan yang dimiliki oleh diri sendiri guna mencapai kebahagiaan dalam menjalani hidup, sehingga dapat menghasilakan  Purpose atau tujuan hidup, yang dapat memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar, serta manfaat yang akan diberikan dalam kehidupan yang sedang dijalankan dan melakukan hal-hal yang disukai setiap orang tanpa lupa akan nilai atau Value diri.  
Musik Dapat Menciptakan Perasaan Bahagia? Razan Isad muzaki
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.102

Abstract

Abstrak – Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bahwa ternyata musik dapat menciptakan perasaan bahagia. Laporan studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data diperoleh dengan menyimak narasi lisan dari channel youtube TEDxTalks yang disampaikan oleh Jubing Kristanto berjudul “Six String Happiness”. Hasil dari studi ini menjelaskan bahwa musik diyakini bisa membawa kebahagiaan bagi semua orangyang mendengarkannya. Mendengarkan musik membuat tubuh kita memproduksi hormon dopamin yang berpengaruh pada emosi kita karena dapat menimbulkan perasaan bahagia.Selain itu, mendengarkan musik juga dapat menghasilkan hormon serotonin yang mampu memengaruhi suasana hati atau mood seseorang, karena musik dapat digambarkan sebagai rangsangan yang masuk ke otak manusia, musik dapat secara langsung atau tidak langsung memengaruhi sistem saraf parasimpatis atau otonom otak manusia. Dalam hal ini, musik memiliki fungsi psikologis diantaranya dapat meningkatkan semangat kinerja, merangsang rasa ingin tahu dan imajinasi, dan dapat memperkuat suasana hati atau emosi terentu. Kata Kunci : Musik, kebahagiaan, psikologi dan emosi Abstract – The purpose of this study is to find out that music can create feelings of happiness. This research report uses a descriptive qualitative method by taking notes because the source of the data was obtained by listening to oral narratives from the TEDx Talks YouTube channel delivered by Jubing Kristanto entitled "Six String Happiness". The results of this study explain that music is believed to bring happiness to everyone who listens to it. Listening to music makes our bodies produce the hormone dopamine which affects our emotions because it can cause feelings of happiness. In addition, listening to music can also produce the hormone serotonin which can affect a person's mood or mood, because music can be described as a stimulus that enters the human brain, music can directly or indirectly affect the parasympathetic or autonomic nervous system of the human brain. In this case, music has a psychological function which can increase performance enthusiasm, stimulate curiosity and stimulate, and can strengthen certain moods or emotions. Keywords : Music, happiness, psychology and emotion

Page 5 of 14 | Total Record : 133