Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan adalah Jurnal jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Yayasan Aya Sophia Indonesia pada tahun 2022. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, artikel review dan studi kasus berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kemanusiaan, tidak terbatas pada pembelajaran, pengajaran, dan pengembangan kurikulum. LITERAKSI akan diterbitkan dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Para editor menyambut baik kiriman makalah yang menjelaskan penelitian teoretis dan eksperimental terbaru terkait dengan: (1) Artikel teoretis; (2) Studi empiris; (3) Studi kasus; (4) Tinjauan Pustaka. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan adalah Jurnal open-access, yang berarti bahwa pengunjung di seluruh dunia dapat membaca, mengunduh, mengutip, dan mendistribusikan makalah yang diterbitkan dalam jurnal ini. Kami mengadopsi model peer-review, yang menjamin penerbitan cepat dan pengiriman yang mudah. Kami sekarang dengan hormat mengundang Anda untuk berkontribusi atau merekomendasikan makalah berkualitas kepada kami. Tesis, disertasi, makalah penelitian, dan ulasan semuanya dapat diterima untuk dipublikasika
Articles
133 Documents
Pendidikan Sebagai Garda Terdepan Penguasaan Karakter Bangsa
Erika Mahdalena Nuraini
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.109
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perspektif Tendy Naim mengenai Pergeseran Paradigma Pendidikan dari channel YouTube TEDxTalks yang berjudul "Pergeseran Paradigma Pendidikan". Pada penelitian ini peneliti menggunakan sebuah metode kualitatif deskriptif dengan dilakukannya menyimak dan mencatat karena penelitian ini bersumber dari beberapa data yang diperoleh dan menyimak narasi lisan. Pentingnya pendidikan ialah membuat suatu negara berusaha untuk meningkatkan pendidikan dengan kualitas yang sangat baik. Dengan adanya kualitas pendidikan yang sangat baik serta menciptakan generasi yang berkualitas. Dalam unggahan tersebut membahas tentang Pendidikan, dimana teknologi dan semacamnya mengalami suatu perkembangan yang sangat pesat di negeri ini, tetapi ada salah satu yang mengalami perkembangan yang sangat lambat yaitu Pendidikan. Pemerintah sudah melakukan berbagai hal untuk mengembangkan kurikulum, tetapi metode pengajaran tidak berubah. Paradigma pendidikan Di Indonesia juga sangat berbeda dengan di negara lainnya dari segi pelayanan. Dan dalam suatu proses belajar dan mengajar setiap siswa dan guru mempunyai problem tersendiri
Dalai Lama: The Art of Happiness
Peter Umbu;
Zulfikar
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.114
Abstrak - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Apollonius dari channel youtobe 1 Hari Sukses yang berjudul “Dalai Lama: The Art Of Happiness”. pada studi in penilitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak cacat karena sumber data yang di peroleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan bahwa Dalai Lama bukanlah nama orang, melainkan sebuah gelar. Gelar ini pertama dianugerahkan oleh penguasa Mongol yaitu Altan Khan kepada Sonam Gyatso, seorang abbot di biara Drepung yang dianggap sebagai dalai lama paling terkemuka di masanya.Gelar “Dalai Lama” diberikan kepada setiap inkarnasi pemimpin agama tersebut. Mereka yang diberi gelar bukan serta merta merupakan keturunan langsung melainkan mereka yang terpilih dan menunjukkan tanda-tanda tertentu.Mereka percaya bahwa Dalai Lama adalah reinkarnasi dari Avalokitesvara. Avalokitesvara dalam bahasa sansekerta memiliki arti “Sang Penguasa yang Mengamati Dunia di Bawah-Nya dengan Welas Asih”. Masyarakat Tibet menyebutnya sebagai Chenrezig.Dia adalah bodhisatwa yang merupakan perwujudan sifat welas asih dari semua Buddha, dan menjadi bodhisatwa yang paling dimuliakan dalam aliran Buddha Mahayana.
Dopamine Detox: Teknik Mengendalikan Kecanduan?
Hilwan Azhar Sukma;
Masduki Asbari;
Wakhida Nurhayati
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.125
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang “Dopamine Detox” dari channel youtube “1 Hari Sukses” yang berjudul “Kendalikan Dirimu Dari Segala Kecanduan”. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan teknik simak dan catat karena sumber informasi yang diambil dengan menyimak narasi lisan. Dopamine detox bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi atau membatasi aktivitas yang dianggap menyenangkan tetapi bisa berdampak buruk bila dilakukan secara berlebihan. Misalnya menggunakan gadget, bermain video game, atau bahkan makan camilan. Tujuan dari dopamine detox adalah mengurangi kecanduan dengan mengubah kebiasaan buruk agar lebih produktif. Pada dasarnya dopamine tidak bisa di hilangkan dari tubuh, tetapi kita dapat mengontrol kadar dopamine dengan cara menghilangkan sejenak hiburan yang tidak sehat dan memiliki dopamine dengan kadar tinggi. Kadar dopamine yang terlalu tinggi dapat mengurangi konsentrasi sehingga kita kehilangan focus. Orang yang membutuhkan dopamine detox orang yang memiliki kecanduan dari hal-hal negatif, sehingga istilah dopamine detox sesungguhnya tidak benar-benar bertujuan untuk mengurangi dopamine, namun lebih mengarahkan agar dopamine dapat dihasilkan dengan cara yang lebih sehat, bermanfaat, tidak merusak kesehatan, tidak mengganggu produktifitas serta tidak membuat kita menjadi malas.
Customer Relationship Management and Utilization of Digital Marketing Media as a Strategy for Increasing the Marketing Performance of MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises)
I. G. N. Andhika Mahendra;
I. G. N. Anom Maruta;
Ayun Maduwinarti
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.128
The conditions of the Covid-19 Pandemic since the beginning of 2020 have been followed by policies limiting community activities and strict controls that paralyzed almost all sectors of the community's economy, and decreased trade. This condition affects developments in the micro, small and medium enterprises (MSMEs) sector. This study, which took purposive sampling of MSME managers in the Surabaya area and its surroundings, explains the tactical steps taken by MSME entrepreneurs to maintain and develop their business through customer relationship management which is supported by the use of digital marketing media. The research data were collected through a questionnaire, and an analysis of the mean difference test was carried out through the paired t test, which proved that the probability of sales volume using digital marketing media was greater than conventional marketing media; the level of consumer response to MSMEs when using digital marketing media is greater than the use of conventional media; the intensity of interaction between MSME marketers and consumers who utilize digital marketing media is higher than conventional media; and opportunities for MSMEs to promote and offer back to consumers who use digital marketing media are greater than when using conventional media. It can be concluded that the implementation of the customer relationship management strategy directly affects marketing performance, and CRM which is supported by the use of digital marketing media has an effect on marketing performance. This study found that there are obstacles to using digital media as marketing media, namely the skills and abilities of MSME managers in designing products and designing digital marketing media features.
Dunia Pasca Pandemi: Perspektif Gita Wirjawan
Moch Jemy Maulana;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.129
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif dari Gita Wirjawan mengenai kondisi dunia pasca pandemi melalui konten video di kanal youtubenya yang berjudul “Endgame The Take: Warna Dunia Pasca Pandemi”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan bahwa kehidupan manusia di seluruh dunia berubah. Perubahan ini akibat virus COVID-19 yang memaksa kondisi baru. Dalam hal ini, secara global kehidupan sosial tercipta suatu tatanan baru. Kehidupan manusia di mana pun memasuki ruang bernama new normal. Artikel ini ingin menjelaskan bagaimana gambaran new normal itu terbentuk dan memberikan warna baru bagi kehidupan masyarakat dunia. Suatu kondisi dan atau kebiasaan sosial masyarakat atau perilaku individu yang muncul setelah pandemi COVID-19 selesai.
Stoikisme: Obat Untuk si Overthinker?
Eval ardi febrian Ardi
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.133
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Stoikisme dari saluran YouTube "1 Hari Sukses" yang berjudul "Stoikisme, Obat Untuk Overthinker". Dalam studi ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mencatat informasi karena sumber data yang diperoleh melalui pendengaran narasi lisan. Hasil dari studi ini menjelaskan bahwa stoikisme adalah sebuah filsafat yang mengajarkan ketenangan batin, kebijaksanaan, dan pengendalian diri dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Dalam dunia yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian, stoikisme memberikan panduan praktis untuk mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan melalui hidup yang bijaksana dan adil. Selain itu, stoikisme mengajarkan pentingnya hidup sesuai dengan alam, yang berarti mengikuti tatanan alam semesta dan menerima dengan lapang dada segala perubahan dan takdir yang tidak dapat diubah. Hal ini melibatkan sikap bijaksana dalam menghadapi kesengsaraan dan kehilangan, serta pengakuan bahwa kehidupan penuh dengan ketidakpastian.
Berliterasi: Cara Cerdas untuk Healing?
Yati;
Masduki Asbari;
Setyo Budi Santoso
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.134
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perspektif Kang Maman dari Channel Youtube “Basa-Basi Tv” yang berjudul “Literasi untuk healing”. Pada study ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan tentang bagaimana pentingnya healing bagi sejumlah anak-anak muda di era sekarang ini. Healing itu harus dihadapi, Dari proses healing yang sering orang lain katakan ataupun yang sering kita dengar, arti proses healing bukan tentang menghindari masalah, tetapi menyelesaikan masalah. Healing itu tidak hanya sekedar berlibur, santai, ataupun berfoya-foya untuk kesenangan. Tetapi proses healing dapat dilakukan dengan jalan literasi, Healing untuk berliterasi dapat berguna bagi generasi muda zaman sekarang. Pada dasarnya healing untuk berliterasi dapat dilakukan dengan niatan yang berasal dari dirimu. Hal ini termasuk meyakini bahwa dirimu memang sudah berada di tahapan untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan juga fisik. Pentingnya healing dengan jalan literasi bisa berguna bagi generasi muda di jaman sekarang. Bahkan di Indonesia, kata literasi sudah lebih populer dibandingkan kemahirwacanaan, melek aksara, dan keberaksaraan. Bukan hanya sekedar kata, tapi literasi juga menjadi gerakan bagi pegiat pendidikan, baik informal dan juga nonformal.
Crab Mentality: Berdampak Negatif terhadap Mahasiswa?
fitriadi
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.136
Dunia saat ini berkembang serta sangat kompetitif. Bagi siapapun yang menjadi korban mentalitas kepiting (Crab Bucket Effect), itu adalah pemicu stres yang mengerikan. Saat ini ketika apapun reputasi atau kerja keras nya, semuanya dalam bahaya besar. Alasan untuk mempopulerkan epidemi sosial ini merujuk pada tindakan orang - orang itu untuk menjatuhkan orang lain, merendahkan mereka daripada membiarkan mereka maju atau mengejar impian mereka. Menurut (Azmi, 2020), rasa iri saat melihat orang lain sukses, memotivasi seseorang untuk memastikan bahwa semua orang dalam yang sama dengan dirinya. Studi ini menyoroti pada mahasiswa yang secara umum, tuduhan memiliki jenis mentalitas adalah cerminan buruk dari kepribadian seseorang. Menciptakan persaingan lingkungan, menghitung orang - orang yang tidak bekerja sama dan mengarah pada kecemburuan dan persengkongkolan kompetitif ditempat kerja maupun di perkuliahan. Sedangkan mentalitas kepiting dianggap sebagai kecemburuan, dan kurangnya sumber daya yang mengarah ke persaingan abadi, itu juga tampaknya menjadi sifat perilaku yang dimanjakan meskipun orang tahu itu tidak menguntungkan bagi mereka. Kata kunci : Mental Kepiting, mahasiswa
Solusi e-Book terhadap Pembentukan Moralitas Generasi Z?
Eka Bella Anindia;
Masduki Asbari;
Rukdhatul Akmal
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.142
Perkembangan teknologi yang berdampak pada pendidikan, membuat suatu inovasi baru, yaitu dengan adanya electronic book (e-book). Selain munculnya e-book, perkembangan teknologi juga membentuk Generasi Z yang bergantung kepada ponsel pintar dan perangkat sejenisnya. Adanya ketergantungan tersebut, pada akhirnya memengaruhi moralitas dari Generasi Z, yang cenderung sensitif, individualis, dan sulit membuat keputusan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, tulisan ini membuat rekomendasi solusi dengan memanfaatkan e-book sebagai pendorong moralitas Generasi Z. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membuat rekomendasi solusi dengan memanfaatkan e-book sebagai pendorong moralitas Generasi Z. Hasil dari penulisan artikel ini adalah pemanfaatan e-book ini harus didukung oleh adanya sosialisasi, desain yang inovatif dan kreatif, serta adanya kolaborasi antara e-book dengan mata kuliah atau mata pelajaran pendidikan karakter.
Memulai Perjalanan Literasi Dalam Diri Sendiri: Perspektif Kang Maman
Restu Lestari Lestari;
Ayu Kusumaningtyas
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.144
- Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Kang Maman dari kanal YouTube #AkuDanLiterasi BasabasiTV dengan judul “Tips Memulai Literasi Ala Kang Maman”. Tips literasi ala Kang Maman, pemerhati pendidikan yang memiliki minat literasi di Indonesia ini, menawarkan kiat-kiat untuk memulai perjalanan literasi pada diri sendiri. Literasi, yang meliputi membaca, menulis, dan memahami informasi, merupakan keterampilan penting dalam dunia yang semakin digital. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis konten, karena sumber materi diperoleh dengan mendengarkan cerita lisan. Hasil penelitian ini memperjelas bahwa kiat-kiat memulai literasi di dalam diri sendiri. Penelitian ini juga menyatakan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang tidak pernah berakhir, artinya menulis terus dan terus menerus ditulis. Penelitian diawali dengan pertanyaan bagaimana menumbuhkan minat baca dan bagaimana melakukannya secara konsisten. Minat baca di Indonesia masih kurang, sehingga harus ada tulisan yang bisa menjadi daya tarik. Artinya setiap orang dapat membuat sesuatu dari tulisan yang berkomitmen untuk berkarya dan dapat mengubah hal kecil menjadi besar melalui tulisan.