cover
Contact Name
Yana Priyana
Contact Email
mrpyana@gmail.com
Phone
+6282115575700
Journal Mail Official
info@westscience-press.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower, level 42 Unit G-H Jl. S Parman Kav 22-24, RT. 01 RW. 04 Kel. Palmerah Kec. Palmerah Jakarta Barat 11480
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan West Science
Published by Westscience Press
ISSN : 29866294     EISSN : 29855470     DOI : https://doi.org/10.58812/jpdws.v1i02
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Westscience Press, Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang ilmu pendidikan. Artikel yang dimuat dalam jurnal adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang pendidikan yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal Pendidikan West Science adalah hasil penilaian ulang teoritis atau penilaian ulang konseptual dalam bidang pendidikan dan pengajaran pada semua jenjang pendidikan, berbagai mata pelajaran pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar, sekolah menengah dan universitas, tetapi tidak terbatas pada penelitian di bidang pendidikan yang relevan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 233 Documents
Model Multicultural Education, Social Interaction, dan Cultural Awareness dalam Membangun Toleransi Siswa SMA di Jawa Barat Muhamad Ammar Muhtadi; Muhammad Rusdi; Rival Pahrijal
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i02.3468

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran pendidikan multikultural, interaksi sosial, dan kesadaran budaya dalam menumbuhkan toleransi di kalangan siswa SMA di Jawa Barat. Meningkatnya kompleksitas keragaman sosial dan interaksi antarbudaya di kalangan remaja menyoroti pentingnya mengidentifikasi faktor pendidikan dan sosial yang mendukung pengembangan sikap toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 250 siswa SMA melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Variabel yang diteliti meliputi pendidikan multikultural, interaksi sosial, kesadaran budaya, dan toleransi. Analisis data dilakukan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25, termasuk statistik deskriptif, pengujian validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis menggunakan uji-t dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural, interaksi sosial, dan kesadaran budaya masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi di kalangan siswa. Pendidikan multikultural secara signifikan memengaruhi toleransi, menunjukkan bahwa pengalaman pendidikan inklusif berkontribusi pada sikap yang lebih menerima terhadap keragaman. Interaksi sosial juga menunjukkan efek positif, menunjukkan bahwa keterlibatan konstruktif di antara siswa memperkuat saling pengertian dan mengurangi hambatan sosial. Kesadaran budaya muncul sebagai prediktor terkuat, menekankan pentingnya mengenali dan menghargai keragaman budaya dalam membentuk perilaku toleran. Secara bersamaan, ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi toleransi dan menjelaskan 46,8% varians dalam tingkat toleransi siswa (R² = 0,468). Temuan ini menunjukkan bahwa sekolah harus memperkuat praktik pembelajaran multikultural, memfasilitasi interaksi sosial yang inklusif, dan mempromosikan kesadaran budaya sebagai strategi pendidikan terintegrasi untuk mengembangkan toleransi dan mendukung kohesi sosial di kalangan remaja.
Exploring the Relationship Between Family Engagement, Learning Culture, and Social Support on Learning Motivation in the Household Environment in Indonesia Bamgbade F.A.; Babatunde, O.F
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i02.3477

Abstract

Learning motivation is recognized as a critical factor influencing educational engagement, persistence, and learning outcomes. In the Indonesian context, household environments play an increasingly important role in shaping individuals’ motivation to learn through family interactions, educational values, and social relationships. This study aims to examine the relationship between family involvement, learning culture, and social support on learning motivation within the household environment in Indonesia. The study employed a quantitative research approach using a cross-sectional survey design. Data were collected from 350 respondents through structured questionnaires measured using a five-point Likert scale. The sampling process applied purposive sampling to select respondents who actively experienced household-based learning environments. Data analysis was conducted using Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 25, including descriptive statistics, validity and reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression, t-tests, F-tests, and coefficient of determination analysis. The findings indicate that all measurement instruments met validity and reliability requirements. The regression results reveal that family involvement, learning culture, and social support each have positive and significant relationships with learning motivation. Simultaneously, the three variables significantly influence learning motivation with an explanatory power of 52.7%. Among the predictors, learning culture emerged as the strongest determinant of learning motivation. These findings suggest that creating supportive household educational environments through active family participation, positive learning routines, and strong social support may strengthen learning motivation and contribute to educational development in Indonesia.
Analisis Bibliometrik tentang Project-Based Learning Loso Judijanto
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i02.3478

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) telah menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang berkembang secara luas dalam berbagai jenjang dan disiplin pendidikan karena kemampuannya dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik, keterampilan pemecahan masalah, kolaborasi, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Meskipun demikian, perkembangan penelitian mengenai PjBL menunjukkan dinamika yang terus berubah sehingga diperlukan pemetaan ilmiah untuk memahami struktur pengetahuan, tren penelitian, pola kolaborasi, serta arah pengembangan kajian di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan publikasi ilmiah mengenai Project-Based Learning melalui pendekatan bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan jaringan ko-occurence kata kunci, overlay visualization, density visualization, co-authorship penulis, kolaborasi institusi, dan kolaborasi antarnegara. Hasil analisis menunjukkan bahwa tema utama penelitian didominasi oleh project-based learning, students, engineering education, dan education yang menjadi pusat keterhubungan antar topik. Secara temporal, penelitian mengalami perkembangan dari fokus implementasi pembelajaran menuju integrasi dengan STEM education, collaborative learning, problem solving, project management, higher education, dan sustainable development. Analisis kolaborasi menunjukkan adanya peran sentral sejumlah peneliti dan institusi dalam membangun jaringan akademik global, sementara pada tingkat negara, Amerika Serikat menjadi kontributor dan penghubung utama dalam lanskap penelitian PjBL. Temuan ini menunjukkan bahwa Project-Based Learning telah berkembang menjadi pendekatan pembelajaran yang multidisipliner dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan modern, sekaligus membuka peluang penelitian lebih lanjut terkait transformasi digital, pembelajaran kolaboratif, dan penguatan kompetensi abad ke-21.