cover
Contact Name
Raden Muhamad Firzatullah
Contact Email
firza.bogor@gmail.com
Phone
+6282125664824
Journal Mail Official
firza.bogor@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sabar Jaya No.116, Mariana, Kec. Banyuasin I, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan 30962
Location
Kab. banyuasin,
Sumatera selatan
INDONESIA
IWJ : Inland Waterways Journal
ISSN : 27233642     EISSN : 27233642     DOI : https://doi.org/10.54249/iwj
Core Subject : Engineering,
Inland Waterways Journal (IWJ) is a journal which handled by Inland Water and Ferries Transport Polytechnic of Palembang (Poltektrans SDP Palembang) of record for the towing and barge industry on the inland waterways of the Palembang, Indonesia chiefly the watershed of the Musi River and its tributaries and the Gulf Intracoastal Waterway. Our customers are the barge companies, ports, terminals, fleets, shipyards, refuelers, shippers, suppliers and marine contractors that form the inland waterways transportation industry. Inland Waterways Journal (IWJ) periodically publish two (2) times in April and October. The publication’s wide-ranging news articles provide a window into the people and technology behind a thriving major sector of water and ferries transport in Indonesia especially in Palembang. Topics covered include inland shipyards, lock and dam construction, the Corps of Engineers, dredging news, inland ports and terminals, barge and towboat construction and launches, new technology relating to towboats, and regulations of the Inland Waterways, Environmental Protection Agency, and other federal agencies that affect inland waterways commerce, as well as news about major commodities that travel the waterways, such as grain, coal, steel and fertilizer,etc. Inland Waterways Journal (IWJ) also closely covers the actions of organizations that support waterways interests, including the Waterways Council, the Musi Waterways Operators, National Waterways Conference, Inland Rivers Ports and Terminals, and Transportation Ministry. Editorials in the journal often discuss government regulation as it relates to the rivers and those who use the river for Inland water and ferries transport.
Articles 140 Documents
Tinjauan Alat Keselamatan pada KMP. Trans Jawa 9 Lintasan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Provinsi Jawa Timur Monica Amanda; Vita Permata Sari; Sri Kartini; Damaida Hatina; Laila Salma Pristya Khonsa
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi, fungsi, dan jumlah alat keselamatan jiwa pada KMP. Trans Jawa 9 yang beroperasi pada lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, serta mengevaluasi tingkat kesesuaiannya terhadap standar Safety of Life at Sea (SOLAS) 1974 Amandemen 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi langsung di lapangan dan studi dokumentasi. Parameter yang dianalisis meliputi jumlah, kondisi teknis, kelengkapan, serta penempatan alat keselamatan yang terdiri dari jaket penolong (life jacket), pelampung penolong (lifebuoy), dan sekoci penyelamat (lifeboat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas, jaket penolong dan pelampung penolong telah memenuhi standar minimum, namun masih terdapat kekurangan pada aspek kondisi, kelengkapan, dan distribusi. Sementara itu, sekoci penyelamat tidak memenuhi ketentuan baik dari segi jumlah, kapasitas, maupun kesiapan operasional. Ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa implementasi standar keselamatan pada kapal belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui pemenuhan kelengkapan alat sesuai standar, peningkatan sistem pemeliharaan, serta pengawasan yang berkelanjutan guna meningkatkan keselamatan pelayaran.
Perencanaan Sistem Rambu Navigasi Perairan Berdasarkan Karakteristik Alur Sungai Rowosari Kabupaten Kendal Siti Nurlaili Triwahyuni; Hari Arkani; Surnata Surnata; Broto Priyono; Restu Agung Mulana
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Rowosari merupakan salah satu alur pelayaran yang melayani trayek Kendal–Batang di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, dengan tingkat aktivitas pelayaran yang cukup tinggi, terutama oleh kapal nelayan dan angkutan sungai. Namun, kondisi eksisting menunjukkan bahwa fasilitas rambu perairan yang tersedia masih sangat terbatas, yaitu hanya terdapat satu unit rambu larangan. Hal ini berpotensi menyebabkan ketidakteraturan lalu lintas pelayaran serta meningkatkan risiko kecelakaan di alur sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting perambuan serta menganalisis kebutuhan rambu perairan di Sungai Rowosari. Metode yang digunakan adalah survei lapangan pada beberapa titik koordinat alur pelayaran, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.4755/AP.005/DRJD/2020 tentang Pedoman Teknis Rambu Sungai dan Danau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalu lintas pelayaran pada trayek Kendal–Batang masih belum teratur, meskipun hanya terdapat tiga kapal angkutan sungai yang beroperasi setiap hari, karena tingginya aktivitas kapal nelayan di sepanjang alur. Ketidakteraturan ini disebabkan oleh minimnya jumlah rambu sungai sebagai sarana pengaturan lalu lintas perairan. Berdasarkan hasil analisis, kebutuhan rambu di Sungai Rowosari meliputi 21 unit rambu petunjuk, 8 unit rambu larangan, 2 unit rambu perintah, dan 2 unit rambu peringatan. Pemenuhan kebutuhan rambu tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan efektivitas lalu lintas pelayaran di Sungai Rowosari.
Optimalisasi Pemenuhan Standar Fasilitas Pokok Daratan di Pelabuhan Penyeberangan Pamatata Febriansyah Febriansyah; Rispa Saeful Mutamar; Dadang Abdul Aziz; Muhammad Taufiqurrahman; Okdy Pradan
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Pamatata berada di Kabupaten Kep Selayar Provinsi Sulawesi Selatan merupakan pelabuhan penyeberangan komersil yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Selayar Pelabuhan Penyeberangan Pamatata melayani satu lintasan antar kabupaten yaitu lintasan Pamatata - Bira. Berdasarkan hasil survei di lapangan, banyak fasilitas pokok daratan yang tidak ada dan tidak digunakan diantaranya penggunaan ruang tunggu tidak optimal, tidak beroperasinya jembatan timbang, tidak adanya fasilitas lapangan parkir siap muat untuk kendaraan yang akan menyeberang, tidak adanya fasilitas gangway, serta tidak adanya fasilitas portal. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan penduduk yaitu dengan metode regresi linear sederhana dan menghitung kebutuhan luasan menggunakan rumus yang telah disediakan di lampiran KM 52 Tahun 2004. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan kesimpulan bahwa banyaknya penumpang yang tidak menunggu di ruang tunggu dikarenakan kotor dan kurangnya fasilitas pendukung di ruang tunggu, kendaraan yang akan naik ke kapal parkir di jalan keluar-masuk pelabuhan, penumpang pejalan kaki yang berjalan ke kapal berdampingan dengan kendaraan, dan tidak dioperasikannya jembatan timbang serta tidak adanya portal untuk mengukur ketinggian kendaraan. Sehingga diperlukan peranan Dishub Selayar untuk memperbaiki fasilitas pelabuhan agar meningkatkan kualitas pelayanan pengguna jasa.
Evaluasi Fasilitas Daratan Pelabuhan Penyeberangan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Yeti Komalasari; Febriansyah Febriansyah; Noor Sulistiyono; Annas Wahyu Sugara
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Kumai merupakan pelabuhan komersial yang penting untuk mengembangkan dan menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Jawa. Dalam memastikan kelancaran operasional pelabuhan, diperlukan fasilitas yang memadai dan berfungsi dengan baik. Namun, beberapa fasilitas daratan di Pelabuhan Kumai belum optimal dan tidak berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kondisi fasilitas pokok daratan di Pelabuhan Penyeberangan Kumai berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan. Metode yang digunakan meliputi observasi, pengukuran, dan dokumentasi yang dianalisis kesesuaiannya dengan formulir survei inventaris pelabuhan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Pelabuhan Penyeberangan Kumai memiliki beberapa kekurangan dalam fasilitasnya, seperti ruang tunggu penumpang yang belum memadai, akses jalan penumpang ke kapal yang belum memadai, belum dibangunya fasilitas jembatan timbang, dan belum adanya lapangan parkir untuk kendaraan siap muat. Oleh karena itu, diperlukan implementasi dan penambahan fasilitas untuk meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Kumai. Upaya yang diperlukan meliputi perbaikan fasilitas ruang tunggu penumpang, perbaikan akses jalan penumpang, perencanaan pembangunan fasilitas jembatan timbang, serta pembangunan lapangan parkir untuk kendaraan siap muat. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan baik di kapal maupun di pelabuhan, bagi penumpang dan kendaraan melalui fasilitas yang tersedia selama berada di Pelabuhan Penyeberangan Kumai.
Implementasi Standar Peralatan Keselamatan Pada Kapal Cepat Milik Pt. Baruna Jaya Lintasan Tanjungpinang - Batam Provinsi Kepulauan Riau Arleiny Arleiny; Andre Riza Syahputra
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Baruna Jaya memiliki 5 Kapal cepat yang melintasi penyeberangan dari Tanjungpinang – Batam. Untuk menunjang keselamatan penumpang diatas kapal, peralatan keselamatan sangatlah penting dimiliki oleh setiap kapal yang beroperasi. Apabila sewaktu-waktu terjadi terjadi keadaan darurat yang mengharuskan menggunakan alat keselamatan untuk penumpang dan para awak yang ada di kapal berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut NO: UM.008/9/20/DJPL – 12 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kapal Non Konvensi Berbendera Indonesia (Non-Convention Vessel Standard Indonesian Flagged) Bab IV Pasal 81 tentang Tentang Perlengkapan Penolong Kapal Penumpang Daerah Pelayaran Terbatas. Peralatan keselamatan yaitu Rakit penolong ,Pelampung penolong ,Jaket Penolong ,Pelontar tali,Isyarat Marabahaya,SART dan Two Way Radio Telephony. Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif dan Gap Analysis. Hasil penelitian yang didapat pada 5 kapal cepat milik PT. Baruna jaya yaitu masih ada yang belum sesuai antara jumlah dan kondisi peralatan keselamatan yang belum memenuhi aturan, maka dari itu diperlukan penambahan dan perawatan pada perlengkapan alat keselamatan sebagai upaya antisipasi dampak kecelakaan transportasi dibidang pelayaran.
Evaluasi Fasilitas Penumpang Berkebutuhan Khusus Pada Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal Provinsi Jambi Santoso Santoso; Muhammad Taufiqurrahman; Angger Pandu Mustika
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal merupakan salah satu fasilitas publik yang diperuntukkan untuk masyarakat umum tidak terkecuali untuk pengguna jasa berkebutuhan khusus. Dalam jasa transportasi keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa sangat penting untuk keberlangsungan kegiatan transportasi. Akan tetapi karena kurangnya perhatian pemerintah menyediakan fasilitas khusus untuk pengguna jasa berkebutuhan khusus seperti Toilet disabilitas, Nursery room dan ruang tunggu dengan kursi prioritas belum ada di Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal. Metode yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang ada adalah metode skala likert untuk mengetahui tingkat kepentingan fasilitas penumpang berkebutuhan khusus. Pengambilan data dilakukan dengan mencatat jumlah penumpang dengan kategori Ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas dan memberikan kuesioner kepada para pengguna jasa Pelabuhan sehingga diperoleh informasi tentang kebutuhan fasilitas Toilet disabilitas, Nursery room dan Ruang tunggu dengan kursi prioritas. Hasil survei menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Kuala Tungkal perlu adanya ketersediaan dan peningkatan fasilitas yang memadai khususnya dalam menunjang sistem transportasi yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal agar terciptanya keamanan, kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jasa. Manfaat lain dari penambahan fasilitas khusus tersebut dapat memberi nilai tambah yang mampu mendukung perekonomian. Khususnya dibidang angkutan penyeberangan, maka pihak pengelola Pelabuhan perlu meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan pengguna jasa.
KAJIAN KELENGKAPAN STATUS HUKUM KAPAL TRADISIONAL DI KSOPP DANAU TOBA Muhammad Khairani; Yulia Puspita Sari; Muhammad Ilham Robbani
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status Hukum kapal adalah proses pengukuran kapal, pendaftaran kapal dan penetapan kebangsaan kapal yang di buktikan dengan adanya sertifikat. Salah satu persyaratan kelaiklautan kapal adalah lengkapnya status hukum kapal yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Status hukum kapal memiliki fungsi sebagai salah satu bukti tertip administrasi dan pemenuhan hak-hak yang di miliki oleh pemilik kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis data statistika deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa operator kapal yang telah memenuhi Status Hukum Kapal sebanyak 24% atau 75 kapal sedangkan 76% atau sebanyak 235 kapal belum memenuhi status hukum kapal nya, yang terdiri dari 224 kapal atau 72% hanya memenuhi 2 sertifikat kapal dan 11 kapal atau 4% yang hanya memenuhi 1 sertifikat kapal. Kendala yang di hadapi operator kapal dalam pemenuhan sertifikat kapal di dominasi oleh pembuatan sertifikat kapal yang sulit dan lambat hal ini di sampaikan oleh 82% operator kapal sedangkan sebanyak 18 % menyatakan kendala yang di hadapi berupa lambat nya respon petugas administrasi dalam memproses pengajuan penerbitan sertifikat kapal.
EVALUASI KINERJA KANTOR ATASE PERHUBUNGAN DI KBRI SINGAPURA MELALUI ANALISA PERSEPSI PENGGUNA JASA PELAYANAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Andri Yulianto; Eko Nugroho Widjatmoko; Novia Zalfa Larassuci
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Atase Perhubungan di KBRI Singapura memainkan peran penting dalam mengatasi penipuan sertifikat pelaut, mengatasi perilaku sosial dan lemahnya sistem sertifikasi, mempromosikan peluang kerja bagi pelaut Indonesia, Serta memberikan pelayanan dalam pemrosesan buku pelaut. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan selama melaksanakan penelitian, terdapat beberapa pelayanan yang belum di jalankan secara optimal seperti contohnya proses penerimaan dokumen yang berjalan lambat sehingga terkadang penerimaan dokumen melewati batas waktu yang telah ditentukan, perbedaan template PKL (Perjanjian Kerja Laut) yang menghambat proses input data. Hal tersebut terkadang membuat pelayanan buku pelaut terhambat atau terganggu, maka dari itu sesuai dengan ISO 9001 : 2015 Organisasi harus memantau persepsi para pelanggan sejauh mana kebutuhan dan harapan mereka telah terpenuhi. Penelitian persepsi para pelanggan dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada pelaut yang melakukan pemrosesan buku pelautnya di Kantor Atase Perhubungan Singapura. Dari hasil kuesioner ydilakukan pengolahan data menggunakan metode CSI (Costumer Satisfaction Index) dan IPA (Importantce Performance Analysis) Dari hasil analisa kuisioner dapat diketahui ada 3 (tiga) atribut pelayanan yang berada pada kuadran I (prioritas utama), maka pengelola Kantor Atase Perhubungan Singapura harus meningkatkan dan memperbaiki pelayanan yang berada pada kuadran tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemrosesan buku pelaut dimasa mendatang sehingga pelaut merasa puas dan nyaman selama berada di Kantor Atase Perhubungan Singapura
EVALUASI KELAYAKAN FENDER PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BAAI DI PROVINSI BENGKULU Septiana Widi Astuti; Oktrianti Diani; Vita Permata Sari; Rickson Rafael Siringoringo
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Pulau Baai saat ini menggunakan tipe dermaga plengsengan atau dermaga tetap. Kondisi fasilitas fender pada Pelabuhan Penyeberangan Pulau Baai sudah rusak yang berjumlah 3 fender. Kondisi tersebut membuat fender tidak dapat menyerap energi benturan yang dihasilkan oleh kapal secara maksimal. Selain itu juga, ada 1 fender yang penempatannya kurang sesuai sehingga tidak membentur badan kapal ketika kapal sandar. dengan kondisi tersebut maka perlu untuk mengevaluasi kesesuaian tipe fender yang digunakan di Pelabuhan Penyeberangan Pulau Baai supaya kegiatan operasional di Pelabuhan dapat berjalan dengan baik. Analisa permasalahan beropedoman pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 52 tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan serta Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.2681/AP.005/DRJD/2006 Tentang Pengeoperasian Pelabuhan Penyeberangan dan buku Perencanaan Pelabuhan Penyeberangan Bambang Triadmojo 2009. Adapun hasil dari penelitian ini adalah didapati bahwa tipe fender yang digunakan di Pelabuhan Penyeberangan Pulau Baai tidak sesuai dengan energi benturan yang dihasilkan oleh kapal yang beroperasi. Sehinga perlu ada penyesuaian tipe fender yang digunakan. Hal tersebut dilakukan supaya kegiatan operasional dan sandar pada Pelabuhan Penyeberangan Pulau Baai dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Evaluasi Fasilitas Bagi Pengguna Jasa Berkebutuhan Khusus Pada Pelabuhan Penyeberangan Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Febriyanti Himmatul Ulya; Yunita Panggabean; Rizzo Fahrezi Gumay
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Kendari merupakan salah satu fasilitas publik yang diperuntukkan untuk masyarakat umum tidak terkecuali untuk pengguna jasa berkebutuhan khusus. Dalam sistem transportasi keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa sangat penting untuk keberlangsungan kegiatan transportasi. Akan tetapi karena kurangnya perhatian pemerintah menyediakan fasilitas khusus untuk pengguna jasa berkebutuhan khusus terkhusus untuk penyandang disabilitas,lansia dan ibu menyususi belum ada di Pelabuhan Penyeberangan Kendari.Metode yang digunakan untuk menganalisa permasalahan yang ada adalah metode skala likert untuk mengetahui tingkat kepentingan fasilitas penumpang berkebutuhan khusus. Pengambilan data dilakukan dengan mencatat jumlah penumpang dengan kategori Ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas dan memberikan kuesioner tentang tanggapan para pengguna jasa pelabuhan sehingga diperoleh informasi tentang kebutuhan akan fasilitas khusus penyandang disabilitas,lansia dan ibu menyusui. Hasil survei menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan mutu angkutan penyeberangan di Kota Kendari diperlukan adanya ketersediaan dan peningkatan fasilitas yang memadai khususnya dalam menunjang sistem transportasi yang ada di Pelabuhan penyeberangan Kendari agar tercipta keamanan keselamatan dan ketertiban bagi pengguna jasa. Dampak lain dari penambahan fasilitas khusus tersebut dapat memberi nilai tambah yang mampu mendukung perekonomian. Khususnya dibidang angkutan penyeberangan, maka pihak pengelola Pelabuhan perlu meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan pengguna jasa.